Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Kesan Pertama II


__ADS_3

Apa test DNA itu kau dapat dari wanita itu, maksudku..."


"Tuan Dave mengutus orang kita ke apartemennya, mereka mengambil sampel rambut dan juga gosok gigi wanita itu, itu tak mungkin salah"


"Sudahlah, aku hanya merasa di dalam hatiku ada sedikit keraguan."ucap Stanley


"Aku harus kembali, lupakan untuk bertemu wanita itu" ucap Stanley bangkit namun di kejauhan terlihat seorang wanita berlari masuk dengan rambut acak-acakan


"Dia datang* ucap Stalin menghela nafas


Stanley langsung menuju arah yang di maksud putranya


"Sangat sembrono dan berbeda dari mama mu"gumam Stanley melihat penampilan dan cara jalan Sarah


"T..tuan Quin maaf aku terlambat, itu aku..."


"Duduklah" ucap Stanley memotong perkataan Sarah


"Karena kau tahu siapa aku, mari kita mulai saja" ucapan Stanley meneguk kopinya, Sarah berharap pria itu menawarinya minum, tenggorokannya terasa kering sekali katena harus berlari ke restoran ini


"Dari mana kau tahu jika Amanda orangtuamu???"tanya stanley memicingkan matanya.


Harus Sarah akui jika pria setengah baya didepannya ini terlihat masih tampan dan gagah, begitu juga putranya. mereka dia pria yang paling tampan yang pernah Sarah temui, namun Sarah harus menahan diri demi tujuannya


"Tuan Quin, aku selama ini mencari keberadaan mamaku, Aku ...


Hidupku tak mudah, aku bahkan di tipu dan di fitnah saudariku sendiri" ucap Sarah mencoba mengalihkan pembicaraan, tak mungkin kan ia mengatakan jika informasi ini ia dapat dari seseorang yang belakan ini menjadi rekannya dan mereka menyusun rencana ini


"Kemana ayahmu???"

__ADS_1


"Dia sudah mati, itu menurut nenek, tapi aku merasa dia masih hidup" ucap Sarah sedih


"maaf ayah, aku tidak bermaksud mengutuk mu untuk mati" gumam Sarah dalam hati


"bagaimana kau bisa tahu Amanda mama.mu??"


"Aku tak sengaja melihatnya di sebuah surat kabar, itu surat kabar bekas saat aku mengais sampah,"


"Tapi kau punya uang untuk ke negara ini dan tinggal di negara ini sudah sebulan"


"Aku bertemu dengan pria baik, dia membantuku.


Dia pria malang yang di khianati istri dan sahabatnya"Stanley mengakar tangan tidak ingin mendengar cerita Sarah. Sarah bisa menilai jika Stanley Quin orang yang tak suka berbasa basi, tujuan dia saat menguji Sarah,


"ku hanya punya pilihan menerimaku tuan Quin, sekalipun kau tak suka, test DNA itu sudah membuktikan jika aku anak Amanda atau bibiku tersayang,"ucap Sarah dalam hati bersorak senang


"Baiklah, Stalin urus semuanya dan bawa dia besok ke kediaman " ucap Stanley lalu bangkit dan melenggang pergi


"Maaf dik, aku tidak enak badan selama dan tidur larut malam sehingga..."


"Sudah lah, kesalahanku juga tidak menelpon mu.


Ini kartu kredit milikku, pakailah untuk membeli pakaian yang pantas dan tinggalkan alamatmu, besok aku sendiri yang akan menjemputmu" ucap Stalin


"Baik kau memang adikku yang terbaik" ucapan rah berusaha akrab, namun entah mengapa Stalin merasa itu... Canggung, ia tak suka namun juga tak bisa menolak, kenyataanya wanita menyebalkan di depannya adalah kakak nya satu ibu.


Setelah menyerahkan kartu kreditnya Stalin pergi di perjalanan ia terlihat termenung


"Dia mengaku tidak enak badan, apa dia pikir aku bodoh, bau alkohol yng di Samarkan penyegar mulut dan ...

__ADS_1


Ya tuhan mama, mengapa kau memiliki putri seperti dia??" gumam Stalin mendesah.


Baru perjumpaan pertama saja wanita itu sudah berbohong.


"ku yakin penilaian papa juga sama, ah sudahlah ini demi amma" gumam Stalin lalu melakukan kendaraanya menuju perusahaan milik keluarga Quin


"Hahaha....."Sarah tertawa terbahak-bahak sambil mencium kartu black yng di berikan oleh Stalin


"Ini baru permulaan...."


"Pelayan, bawakan semua makanan yang paling enak dan mahal" ucap Sarah


Tak lama kemudian meja Sarah penuh dengan berbagai menu masakan, ia memakan semua dengan lahap, setelah itu ia memesan taxi menuju mall


Sementara di perusahaan Quin


"Siapa???" tanya Stanley melihat putranya mengerutkan alis


"Notifikasi kartu yang ku berikan pada Sarah"


"Dia tak sungkan memakinya???"


"Ya... Ini..."


"Jangan pelit, uang bagi keluarga kita bukan masalah besar" ucap Stanley mengelus puncak kepala putranya


"Iya sih, hanya saja dia seorang diri bagaiman bisa menghabiskan sebanyak ini makan di restoran CB, apa di sedang pesta??"


Karena penasaran Stanley mengambil ponsel putranya dan tertawa

__ADS_1


"Itu artinya kakak baru mu tahu bagaimana caranya menghabiskan uang hahaha" Stanley mengacak-acak rambut putranya, Stalin adalah orang yang hemat, sekalipun kaya ia tidak suka menghambur-hamburkan uang


"Ya, dia sangat tahu bagaimana menghabiskan uang" gumam Stalin lirih


__ADS_2