Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Serigala Tua


__ADS_3

Sementara di tempat lain


Di sebuah gedung tua yang masih terawat, seorang pria paruh baya duduk dengan gagahnya, sementara di sampingnya berdiri dua orang pria bertubuh kekar.


Di depan mereka duduk seorang wanita dengan posisi di ikat, sementara matanya di tutup


Di samping wanita itu berdiri dua orang anak buah pria itu yang berperawakan lebih kecil, namun juga terlihat kekar.


"Lepaskaaaannnn...


Apa mau kalian??? Uang???


Aku bisa memberikan uang" teriak wnaita itu yang tak lain adalah Nina.


"Hahahaha"tawa dingin pria paruh baya itu terdengar menggelegar, namun ada nada sombong dan mengejek dari tawanya


"Kau....."


"Karenina.....


ternyata kau masih Ama memandang semua dengan harta, apa kau pikir aku butuh uangmu yang tidak seberapa itu???" tanya pria itu membuat Karenina menelan salivanya dengan sulit, ia mengen siapa pria didepannya itu.


Pria yang menjadi mimpi buruknya setiap malam.


Pria yang memberi Nina trauma mendalam. Bahkan kini ia merasa perasaan jijik yang mendalam. Traumanya kembali muncul hanya dengan mendengar suara pria itu


"Buka....." ucap ria paruh baya itu menikmati wajah ketakutan Nina, ia juga melihat tubuh Nina yang bergetar ketakutan.


Ini seperti seekor kelinci yang berhadapan dengan seekor harimau yang siap menerkam.


Sungguh pria itu menikmatinya, ada kepuasan sendiri melihat wanita itu ketakutan


"Hallo sweety....


Ku merindukanmu??" tanya pria paruh baya itu setelah ikatan dan penutup mata Nina di buka

__ADS_1


"Josep....


Tu...tuan Josep" ulang Nina gugup


"Hahaha kemari lah sayang, aku ingin melihat wajah ****** mu" ucap Josep menyeringai lebar.


Dengan gugup Nina berjalan menuju pria bernama Josep itu


sesampainya di depan nya Josep seger mencengkram wajah mungil Nina


"Kau....


berani-berani nya kau pergi dengan bajingan kecil itu...."


"Jooo...


Dia memaksaku lihat....


lihat dia bahkan menyiksaku" ucap Nina menunjukkan sebuah luka, alis Josep berkerut, ia menghela.nafas pelan


"Kau sudah menderita.


"Joooo...." Nina bergelayut manja di leher Josep membuat pria itu menelan salivanya


"Kalian tinggalkan tempat ini, jangan perbolehkan siapapun masuk sebelum aku perintahkan!!!!"


"Tapi bos....."


"Apa kalian menentang perintahku??" tanya Josep tak senang, empat pria yang menjadi anak buahnya itu segera keluar. Kini tinggal Nina dan pria paruh baya itu


Nina segera menyergap pria itu, ******* bibir pria itu walau ia merasa jijik namun ia ingin selamat.


Josep lebih kejam dari setan sekalipun.


Ia harus melakukan sesuatu agar pria itu mau menuruti kemauannya, merelakan harga dirinya jika perlu

__ADS_1


"Wanita ****** ku, kau semakin pintar" ucap Josep melenguh saat Nina mulai melancarkan aksinya.


Mereka lalu melakukan penyatuan di gedung tua itu tanpa risih.


suara-suara bercinta mereka bahkan sampai keluar ruangan


"Sial iblis wanita itu memanfaatkan bos lagi"


"Memang seharusnya kita bunuh, entah apa lagi yang akan dia tanamkan di otak bos kali ini" ucap pria anak buah Joseph yang tahu dengan jelas siapa Nina.


Tiga jam berlalu dan masih terdengar suara-suara menyebalkan dari dalam ruangan.


dua orang pria yang tadi berada di sebelah Josep adalah orang kepercayaan Josep.


Mereka memerintahkan anak buah nya menyiapkan kamar hotel dan juga makan malam untuk bos mereka.


Seperti dugaan kedua pria itu, Josep keluar dengan senyum puas, serigala tua itu sudah puas bermain dengan Nina. Sementara Nina masih tergolek lemas di lantai tanpa sehelai pakaian pun


"Bawa dia ke kamarku" ucap Josep lalu berjalan meninggalkan gedung tua itu sambil tertawa.


"Haruskan kita kenakan pakaian dia dulu??"


"Kau saja, aku jijik" ucap rekannya memilih diam di tempat. Akhirnya mereka hanya menutupi Nina dengan jas milik Josep dan membawanya ke mobil.


"Sial kalian tidak memakaikan pakaian pada dia??" maki Josep


"Bos, dia wanita mu, kami tak berani menyentuhnya" ucap sang asisten beralasan, ia juga kesal pada rekannya yang hanya memakiakan jas.


"Keluar dari mobil, wanita ini membuatku bergairah lagi"


Dia asistennya saling lempar pandang, mereka menyesali perbuatan mereka.


"Sial, jika tahu begini kita bungkus kertas koran" maki si pria satunya


memang sial, aku sudah lapar sekali dan harus menunggu serigala tua itu bercinta lagi.

__ADS_1


aku kagum dengan staminanya"


Sementara Nina hanya bisa pasrah di garap lagi oleh pria itu hingga ia akhirnya pingsan tak sadarkan diri


__ADS_2