Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Bahaya Besar


__ADS_3

Setelah semua orang pulang, Kendrick langsung memeriksa Aidan.


Kendrick tak tahu apa maksud Samuel mengirimi nya pesan singkat bertulis , "BAHAYA!!!"


Pasti Samuel memiliki alasan khusu menulis itu,


Kendrick memasuki ruang kerja, Aidan nampak santai sedang duduk sambil menikmati teh nya.


Setelah kakek dan neneknya pulang, ia memang belum keluar dari ruang kerja.


"Bagaimana keadaanmu????? Aku perlu memeriksa keadaanmu"


"Ken, aku baik-baik saja bro, aku tak pernah sebaik ini"


"Diam dan menurut lah"


"Huh kau seperti kakek tua itu saja lama-lama" gerutu Aidan mengarah pada Jaret.


"Ya aku kakekmu!!"


"Asal kau tak melarang lagi aku berhubungan dengan Nina, kau kakek yang baik.


Oh ya Ken, apa kau sudah menikah??? Siapa wanita hamil itu??? Apa dia istrimu????.


Dia baik sekali membuatkan ku teh ini" ucap Aidan menyeruput tehnya dengan senang


DEG,


Jantung Kendrick seakan berhenti berdetak, ia melongo sambil mulutnya menganga.


ini lebih bahaya dari yang Samuel katakan, sangat berbahaya


"Apa kau mencintai Nina??"


"Pertanyaan konyol apa itu, aku sudah mencarinya sejak ia hilang dan kini ia kembali.


Tentu saja aku masih mencintainya" ucap Aidan membuat wajah Kendrick pucat seolah jantungnya tak berdetak lagi memompa darah


"Sepetinya kau yang sakit Ken, wajahmu seputih kapas" ucap Aidan mengerutkan alisnya.

__ADS_1


"Aidan jangan bercanda, dia istrimu!!!.


Wanita hamil itu istrimu dan dia sedang mengandung anakmu namanya Sandra Aurora Clift" ucap Kendrick kesal. Apa temannya sudah hilang ingatan atau...


"Jangan gila kau, aku mencintai Nina, dia calon istriku.


Setelah lama mencarinya akhirnya dia kembali" ucap Aidan dengan mimik wajah serius.


Namun melihat wajah Kendrick yang sangat serius ekspresi Aidan bingung.


"Apa benar wanita hamil itu, Sandra dia istriku???" tanya Aidan bingung


"Apa aku terlihat sedang bercanda???" ucap Kendrick dingin.


Aidan terbengong, ia mencoba mengingat namun samar ia mengingat dan


"Aaarrgghhhh kepalaku" ucap Aidan memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit.


"Aku akan memeriksa mu terlebih dahulu" Kendrick mencoba menenangkan hatinya yang bergejolak, darahnya mendidih , ia kecolongan. Kecolongan parah oleh rubah betina licik itu


Kendrick sampai menyuntikkan obat tidur agar Aidan relax dan sakit kepalanya hilang.


satu kesimpulan yang saat ini Kendrick temukan


Aidan sudah melupakan masa kini, ia terjebak di masa lalunya. Memori tentang Sandra hilang di ingatan Aidan, ia hanya mengingat memori lima tahun lalu dan kembalinya Nina.


Setelah memeriksa Kendrick kembali menghela nafas, belakangan ini ia terus menghela nafas membaurnya seperti kakek tua yang terus mengeluh dalam hati.


"Sial, sial...


Kenapa gue bego banget bisa ketipu sama wanita licik itu. Jelas ini perbuatan rubah sialan itu" maki Kendrick memukul tangannya sendiri


"Ken..." panggil Catty memasuki kamar


"Sayang, kita sudah kecolongan, ini gawat" ucap Kendrick dengan mata berkaca-kaca


Catty memeluk kekasihnya.


ia menangkup wajah tampan Kendrick, melepas kacamata yang membingkai wajah tampan Kendrick

__ADS_1


"Jangan putus asa, kau seorang dokter, aku yakin kau punya jalan keluarnya.


Itulah mengapa aku jatuh cinta padamu"


"Catty..." Kendrick memeluk Catty saat ini ia sangat rapuh. Kendrick tak tahu harus bagaimana menyampaikan pada Sandra.


Setelah Kendrick tenang, Catty Bru meminta penjelasan Kendrick


"Memori Aidan bermasalah"


"Maksudmu??? Dia gila???" tanya Catty membuat Adian memutar bola matanya malas.


Catty kadang bicara asal,


"sayang bukan gila tapi seperti kehilangan ingatan, bisa dikatakan amnesia.


Namun aku tak bisa mengetahui jelasnya karena bukan bidang ku.


besok mama ku kembali dan beliau akan memeriksa Aidan sekaligus kita bahas itu"


"Bagaimana dengan Sandra???


"Dia harus tahu, aku takut


"Aku tak ikut"


"Sayang, come on. Ini pertemuan pertama mu dengan mamaku. Aku sudah mengatakan pada beliau akan memperkenalkan mu"


"Ken .. Aku...


Aku..."


"Jangan khawatir, aku yakin mamaku akan menyukaimu"


",Sayang kita bahas itu nanti, yang utama bagaimana Maslaah Aidan"


"Kau benar, panggil Sam dan Sandra, aku tunggu di ruang kerja" ucap Kendrick dengan wajah serius.


Catty mengangguk dan memanggil Samuel serta Catty, sementara Kendrick sudah siap di ruang kerja menantu kedatangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2