Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Melarikan diri


__ADS_3

"Bagaimana kondisinya???"


"Sandra???? Buruk.


Lee....


apa kau mencintaiku???" tanya Kate yang tiduran di pangkuan Lee


"Tentu saja, aku mencintaimu dengan seluruh jiwa ragaku"


"Lee, ayo kita pergi dari tempat ini" ucap Kate menangkup wajah tampan oriental Lee


"Jangan gila Kate, aku sudah...."


"Aku hanya ingin hidup tenang bersamamu, menua bersamamu. Aku muak dengan kehidupan yang ku jalani sekarang.


Bertemu denganmu dan jatuh cinta padamu membuatku ingin meninggalkan semuanya"


"Katakan dengan jujur, apa kau ingin membantu wanita hamil itu???"


"Ya, aku ingin sekalipun kau tak setuju, aku tetap akan membantunya.


Lee, kita akan pergi bersama sekalian membantu Sandra"


"Kate apa kah...."


"Pleaseeee......


aku ingin hidup bebas dan menebus segala dosa yang pernah ku lakukan. Kita hidup di pedesaan jauh dari semuanya. Apa kau tak mau???"


"Apapun yang kau inginkan.


Aku lelah mengejar mu dan setelah dapat kau hanya milikku"


"Leee....."


"Jika besok kita tak bisa melihat dunia lagi, asal bersamamu aku rela" ucap lee


Sementara di tempat berbeda


"Bagaimana ????"


"Mata-mata ku sudah menemukan sebuah tempat yang merupakan gedung tua, kamu menduga itu kini menjadi markas sebuah organisasi.


Namun kami tidak menemukan Sandra di sana"


"Terus pantau, dan ikuti siapapun yang keluar dari tempat itu, khususnya yang mendapat penjagaan ketat

__ADS_1


"Itu sudah kami lakukan , berujung di sebuah mansion megah di sebuah perkebunan, hari ini anak kita sedang memantau di sana"ucap Brian dan juga Sam.


"Dimana fokus kita bro, kediaman itu atau gudang tua itu??" tanya Aaron, sementara Ken sedang berfikir keras


"Nina tak mungkin berada di gedung tua itu"


"Apa yang Ken katakan benar, kemungkinan mereka menyekap Sandra di mansion itu"


"Jadi, besok kita bergerak. melihat bagaimana kelompok mereka, kita harus mengerahkan team elite kita"


"Baik,


Aaron dan Sam kalian menjaga markas itu, tunggu komando kami.


Aku dan Catty akan menyerbu mansion itu" ucap Ken


"Aku ikut...."


"Kau...., lihat kondisimu, "


"Biarkan dia ikut tapi tetap berada di Van mengontrol dari depan kamera"ucap Sam yang tahu betapa keras kepalanya Aidan


"Aku setuju" ucap Catty cepat.


"Tolong selamatkan istriku"


"tanpa kau suruh, itu sudah kewajibannya sebagai saudarinya.


Alberto baru selesai meeting singkat dengan anak buahnya, ia sangat marah saat tahu siapa yang Nina bawa ke kediamannya


Ia mencari Nina, namun wanita itu tak berada di kamar, baru saja ia akan keluar seorang pelayan tak sengaja menabraknya


"Maa... Maaf tuan besar, saya... Saya...."


"Lupakan di mana nona Nina????"


"Itu nona berada di taman belakang, sepertinya sedang berenang"


"Baiklah, tunggu....


apa yang kau bawa???"


"Ini.... Kotak obat tuan"


"Siapa yang sakit?? Apa ada yang cidera???" tanya Alvaro memicingkan matanya


"Itu... Maaf tuan saya hanya...."

__ADS_1


"Jelaskan padaku tak ush takut, aku tak akan membunuhmu"ucap Alvaro membuat pelayan itu justru makin ketakutan. pelayan itu menceritakan semuanya


"Jadi Nina menyiksa wanita itu?"


"Dia sedang hamil besar tuan"


"Baiklah bawa segera kotak obat itu. Jika keadaan mendesak panggil dokter pribadiku" ucap Alberto mengibaskan tangannya.


bagaimanapun ia tak mau situasi makin kacau.


bagaimana bisa Nina melibatkannya dalam masalah besar????


Wanita yang Nina culik adalah nyonya muda keluarga Lawrence, bahkan presiden negara ini saja menaruh hormat pada keluarga Lawrence, begitu pula beberapa negara tetangga, bukan tanpa sebab mereka seperti itu, bukan rahasia lagi jika kekuatan di belakang keluarga Lawrence mampu melumpuhkan sebuah markas militer hanya dalam satu hari, mereka menguasai bela diri, senjata, ahli strategi dan juga ahli meretas


"Nina sialan!!!!" maki Alberto lalu menuruni tangga mencari keberadaan Nina.


jangan tanya lagi apa yang Alberto lakukan, ia menyeret Nina sampai ke kamar hingga wanita itu lebam-lebam.


Kate menyeringai licik, ia sudah menyiapkan hadiah untuk Nina, hadiah cantik yang akan membuat hidup Nina indah.


Hari menjelang malam, Kate dan Lee sudah mempersiapkan semuanya untuk pelarian mereka.


Sandra juga sudah di pakaikan baju anti peluru begitu juga Jane..


Sementara Kate dan Lee sudah rapih dengan pakaian mereka


"Kita akan pergi dalam hitungan menit. Saat penjagaan berganti. Ikuti aba-aba ku " ucap Lee yang di angguki semua orang.


Jam berdetak dua belas kali, pergantian shif penjaga.


Sandra Jane, Kate dan Lee mengendap-endap menuju halaman belakang di mana penjagaan tidak seketat halaman depan. Mereka tak bisa pergi dengan kendaraan. Jadi hanya bisa jalur darat.


Jangan meremehkan lokasi itu, tempat itu ladang ranjau yang Lee pasang, namun Lee hapal semua tempatnya, mereka dengan hati-hati melewati satu demi satu jebakan yang Lee pasang.


"Ada penyusup" teriak kakek racun tua yang ternyata tidak meminum obat tidur yang Lee persiapkan.


alarm berbunyi, penjaga langsung berdatangan dan mulai membrondong mereka dengan peluru


"Kakek sialan...."


"Seharusnya aku yang memberinya minum, sial" maki Kate


"Mereka sudah berada di luar pagar, langsung masuk ke dalam mobil yang sudah di persiapkan oleh Lee. Kate yang menyetir mobil tersebut, sementara Lee berjaga di belakang


"Kalian berdua merunduk" perintah Kate.


mobil tersebut langsung tancap gas....

__ADS_1


"Suka semua kacau karena kakek sialan itu!!!" maki Kate


"Perhatikan jalanmu babe, kita harus segera pergi jauh, aku yakin kelompok itu akan mengejar kita"


__ADS_2