Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Tangis syukur


__ADS_3

"Tidak, Sandra istriku, milikku" ucap Aidan menegaskan kepemilikannya.


"Pede..."ejek Kendrick.


"Jangan bilang...."


"Buang pikiran kotor mu.


Aku memang menyukai Sandra, tapi bukan suka sebagai lawan jenis"


"Lalu ??? Kendrick ini pertama kalinya aku mendengar kau menyukai seseorang setelah dia" lirik Aidan pada Catty.


"Itu berbeda, sukaku pada Sandra lebih ke kagum.


Dia wanita yang sempurna sebagai istri maupun kekasih. Hany saja ada orang bodoh yang tega menyakitinya dan membuangnya..."


"Ken...


Saat ini aku ingin memukulmu....


Aku bilang aku menyesal!!!! Aku menyesal apa kau puas????" Dengus Aidan kesal


"Kita lihat saja kedepannya, jangan salahkan aku jika ..."


"Apa kau mau berebut wanita denganku Ken???"ucap Aidan masam


"Menurutmu??? Apa aku tidak.menarik???"


"Tidak....


Aku tidak suka kau" ucap Aidan membuat Kendrick tertawa terkekeh.


melihat wajah kesalAidan cukup menghiburnya.


Bagaimana tidak, ia harus membayar kompensasi karena Kendrick harus membatalkan meeting pentingnya hanya demi menyambut kedatangan Aidan. Ini sepadan.


Tapi jika dipikirkan lagi, Dengan Sandra tak buruk juga.


Apa Sandra mau jadi istri keduanya setelah wanita galak itu????


Kendrick tersenyum-senyum sendiri membuat alis Aidan ternyata


"Kau pasti sedang berfikiran buruk.


Ya Tuhan bagaimana aku punya sahabat yang ingin menikah sahabatnya sendiri" gerutu Aidan membuat Kendrick kembali tertawa.


"Kalian berdua berisik sekali.

__ADS_1


dan kau tuan Kendrick. Jangan tertawa kencang" tegur Catty membuat Kendrick langsung membungkam mulutnya.


Kini gantian Aidan yang tertawa kencang, puas.


Seorang Kendrick tunduk pada Catty, kakak iparnya, ya kakak iparnya karena usia Catty lebih tua dua bulan.


Aidna jadi membayangkan jika Kendrick.menikah dengan Catty...


Tawanya semakin kencang.


"Dasar gila, istri di dalam pingsan dia senang.


Sepetinya sahabatmu butuh di bawa kerumah sakit jiwa" ucap Catty jutek.


"Kau benar baby"


"Kepala mu baby" ucap Catty ketus memilih kembali menjauh.


Aidan makin tertawa kencang


"Bro sepertinya perkataan Catty benar.


Kau gila" ucap Kendrick kesal, gara-gara dia Catty marah padanya.


"Kau harus berusaha keras bro jika ingin mendapatkan dia, Apa perlu ku ajari???"


"Tuan muda Lawrence jika kau lupa ingatan akan ku ingatkan jika kau pria brengsek.


"Sial, kau bahas itu lagi.


Ken ku sumpahi kau tak laku" maki Aidan kesal


"Tak mungkin pria setampan aku tak laku, aku hanya pemilih saja"


"Bukan pemilih, tapi ada yang aalah dengan seleramu" cibir Aidan Lalu memilih mendekati ruangan dimana Sandra di rawat, sebab ruangan itu sudah terbuka kini


"Bagaimana?"


"Semua sudah kamu tangani. Ini hasil pemeriksaannya.


Pasien hanya tertekan dan stress, di tambah kurang istirahat" terang dokter spesialis kandungan


"Baiklah kalian bisa kembali"


"Baik dokter Kendrick" ucap team dokter rumah alit menunduk hormat lalu pergi.


Aidan langsung masuk melihat keadaan Sandra.

__ADS_1


Sandra masih terlihat lemas dengan Selang infus di tangannya


"Sayang...


Bagaimana keadaanmu?" ucap Aidan langsung memeluk Sandra, Sandra mendorong tubuh Aidan malu karena melihat Kendrick dan Catty yang sama-sama menatapnya penuh selidik


"A..aku baik-baik saja" ucap Sandra canggung


"Sis, are u ok???.


Papa memintaku melihat keadaanmu" ucap Catty mendekati Sandra, mendorong Aidan menjauh.


Sandra tidak bisa berkata apa-apa.


Sementara Aidan hanya mendengus kesal


"Aku baik-baik saja, hanya kelelahan.


dimana papa??" tanya Sandra lirih


"Papa masih menyelesaikan masalah, tapi kau jangan khawatir, kami semua berada di pihakmu"


"Catty...


Aku merasa bersalah karena sudah membuat kegaduhan dalam keluarga"


"Sandra dengar, semua bukan salahmu.


Lagi pula cepat atau lambat keberadaan mu akan di ketahui juga, tuhan sudah mengatur semuanya.


Sejak kau hadir di tengah-tengah kamu, papa jadi lebih sering tersenyum"ucap Catty yang menyadari perubahan besar pada papa angkatnya


"Benarkah???"


"Apa aku pernah bohong tentang orangtua kita???


Papa menyayangimu seperti papa menyayangi kamu.


jadi jangan merasa bersalah ok???


"Tetap saja aku merasa aku lah sumber masalah"


"Dengar kau bukan sumber masalah.


Kamu senang kau hadir di tengah-tengah kamu, terutama aku, Aku kini bisa merasakan bagaimana memiliki saudari"


"Catty...." Sandra memeluk Catty, air matanya menetes deras, dua wanita itu berpelukan sambil menangis, tangis penuh syukur.

__ADS_1


Ternyata apa yang Sandra rasakan sama seperti yang Catty rasakan.


Bahagia memiliki saudari.


__ADS_2