
Secara diam-diam Jordan mengurus orang kepercayaannya untuk melindungi Sandra.
benar seperti perkataan Cathrine jika Sandra di jaga ketat, namun Jordan tak lega jika ia tak mengirim orangnya juga.
membantu lebih baik daripada diam, sekalipun Catty nantinya akan marah, namun ia pasti bisa mengerti kekhawatiran Jordan.
Di sebuah Ruang Kerja
"Braaaaaakkkk" Alvaro menggebrak meja dengan sangat keras, matanya memancarkan kekecewaan dan amarah.
Catty sampai mundur beberapa langkah secara reflek karena terkejut
ia tak pernah melihat papa angkatnya itu begitu marah. mengingat berita yang ia sampaikan, wajar saja Alvaro sangat marah, mungkin kini darahnya mendidih saking marahnya.
"Bajigur itu, aku akan membunuhnya!!!!!!!!" teriak Alvaro mengepalkan tangannya dengan dada naik turun menahan emosi
"Pa, sabar.
kendalikan emosi papa.
Kita tak bisa membunuhnya pa, dua tuan muda keluarga Lawrence
jika kita melakukannya itu sama saja menabuh genderang perang yang artinya keluarga kita siap musnah.
Jika kita tak bisa membunuhnya, bagaimana jika kita menyiksa perasaanya????
bukankah itu lebih buruk daripada kematian????" ucap Cathrine dengan senyum sinis
"Kau benar sayang. kau benar
papa hampir saja membuat keluarga kita musnah.
tapi papa saat ini sangat marah."
"Ingat tujuan papa ..
Sandra sudah lama menderita dan ini saatnya dia merasakan bahagia dan di lindungi oleh kita, keluarganya"
"Astaga, mengapa putriku lebih dewasa dari aku
terima kasih Catty.
papa bangga padamu, papa bangga kau bisa menerima Sandra dengan tangan terbuka. terima kasih"
"Papa jangan berterima kasih padaku, itu sudah menjadi tanggung jawab aku sebagai anak.
Awalnya jujur aku berfikiran buruk tentang Sandra, namun seiring waktu, aku menyayanginya pa.
__ADS_1
dia saudariku walau kamu tidak satu darah" ucap Catty menunduk
"Dengar Catty, selamanya kau putriku, baik kau Sandra, dan Ayaka semua kesayangan papa dan papa mencintai kalian dengan segenap jiwa raga papa"
"Papa....
terima kasih kau sudah mau menjadi papaku" ucap Catty menangis terisak.
ingatannya melayang lima dua puluh tahun lalu saat masih di panti asuhan.
#Flash Back
Catty kecil yang sejak lahir memiliki penyakit jantung tumbuh menjadi pribadi yang penyendiri dan murung.
ia kerap kali sakit dan harus di bawa kerumah sakit.
kala itu Alvaro dan keluarganya mendatangi panti asuhan itu sebagai donatur tetap dan ia melihat Catty yang duduk sendirian.
tatapannya sayu dan tak bergabung dengan teman-teman yang terlihat antusias menerima bingkisan yang Alvaro dan keluarganya bawa
Alvaro mendekatinya, berbincang dengan Catty kecil, entah mengapa ia menyukai gadis kecil itu
lalu setelah mendapat informasi dari kepala panti mengenai keadaan Catty, Alvaro tergerak ingin merawat gadis malang itu, ia jadi membayangkan jika Firly masih bersamanya, mungkin mereka akan memiliki anak semanis Catty.
atas izin kedua orangtuanya, Alvaro mengadopsi Catty.
Satu setengah tahun kemudian Alvaro menikah dengan lely dan beberapa bulan kemudian Ayaka lahir.
jarak usia Ayaka dan Catty enam tahun.
walau sudah memiliki keluarga baru, Alvaro tetap menyayangi Catty dan tak ada yang berubah.
Namun Alvaro tak pernah tahu, sejak ia menikah, maka sejak itu neraka dunia bagi Catty di mulai.
neraka dunia yang di ciptakan oleh Lely, sang ibu tiri.
catty tak pernah mengadu atau mengeluh, Catty menyimpan semuanya sendirian.
sebab ia tak mau papanya sedih dan bertengkar karenanya.
menjadi bagian keluarga Clift adalah sebuah anugrah terbesar yang Cathrine terima, jadi itu sudah cukup baginya.
#Flash Bacak Off
"Sudah jangan menangis.
kau sudah besar, malu dengan usiamu.
__ADS_1
"Papa....
aku berjanji akan menjaga Sandra dengan nyawaku sendiri"
"Tidak nak, papa akan menjaga kalian, papa janji"
Tok tok tok
Pintu ruang kerja di ketuk seseorang.
Alvaro langsung memberi kode pada Cathrine.
wanita cantik itu langsung duduk di depan laptopnya mengerjakan laporan.
sementara Alvaro duduk di kursi kebesarannya dengan dokumen di tangannya
Pintu ruang kerja di buka oleh Alvaro dengan remote
terlihat Lely membawa nampan berisi minuman untuk suaminya dan juga Catty.
walau ia tak pernah menyukai Catty, namun di depan suaminya Lely hanya bisa berakting sebagai ibu yang baik
"Sayang, teh mu"
"Terima kasih"
"Catty, mama bawakan kau teh hangat untukmu"
"Ya" ucap Catty tanpa menoleh sibuk dengan laptopnya membuat Lely mengepalkan tangannya kesal
"Sial, sombong sekali anak pungut ini.
tunggu saatnya aku akan mengusir mu dari kediamanku.
Sudah cukup sabar ku selama ini.
kau hanya sampah yang di pungut suamiku karena kasihan Catty!!!!
Selamanya kau hanya sampah dan Tan pernah menjadi bagian keluarga Clift.
hanya Ayaka yang pantas menjadi nona mud keluarga Clift!!!!!" gumam Lely dalam hati.
ia memelototi Catty dengan pandangan kebencian.
ingin sekali ia menjambak dan mencakar anak angkat suaminya itu, tapi tak bisa sehingga membuatnya makin kesal saja.
"Ya ma???
__ADS_1
mama menunggu apa???? kenapa mata mama melotot??" tanya Catty pura-pura bodoh