
"Gue kasihan sama Sandra, dia pasti sudah banyak menderita dan terluka karena Aidan"ucap Reihan membuka percakapan
"Bener bro...
Dia wanita yang tegar dan setia.
Aidan sudah menyia-nyiakan wanita sebaik Sandra.
Jika dulu Sandra memilih gue, dia tak akan menderita seperti ini. Gue akan memberikan seluruh isi dunia untuknya, untuk membuatnya bahagia"
"Sama Bro. Gue juga mencintai Sandra.
Sayangnya Sandra lebih memilih Aidan.
Gue ikhlas asalkan dia bahagia, gue akan bahagia.
Tapi...
melihat dia Sekarang, gue menyesal enggak memperjuangkan Sandra dulu" ucap Reihan menghela nafas.
Di sudut ruangan, Aidan tersenyum puas.
Ada rasa kebanggaan dan pandangan. Meremehkan dua pria di depannya
Dia yang Sandra pilih, dia yang Sandra cintai.
mereka kalah darinya.
Keduanya asik berbincang, namun Aidna tak menyadari jika Reihan tak sengaja menoleh kearahnya dan melihat bayangan Aidan, sebab Aidna berada di tempat terang.
Reihan mencolek Ibra, ia memberitahu secara isyarat keberadaan Aidan.
Reihan menyesal mengatakan Aidan memang, kini saatnya Aidan harus ketar ketir mempertahankan Sandra dari ia dan Ibra.
Ibrahim yang mendapat kode Reihan pura-pura bersih, sudut matanya melihat Aidan
"Mungkin ini saatnya kita kembali memperjuangkan Sandra, loe and gue.
Bagaimana kalau kita bersaing???
Lagi pula Aidan sekarang bukan saingan kita, dia sudah amnesia"
"Loe bener bro
Dia amnesia dan enggak cinta Sandra, pastinya dia tidak akan keberatan Sandra kita ambil" timpal Reihan menahan tawa
"Setuju
Dia lelaki bodoh kalau sampai Sandra di lepaskan begitu saja" ucap Ibra mengompori
"Sangat bodoh!!!
Membuang berlian demi seonggok rongsokan"cibir Reihan memanasi
"Bukan rongsokan, tapi kotoran" ucap Ibra lalu keduanya tertawa terbahak-bahak
Disudut ruangan. Aidan mengepalkan tangannya menahan amarah, giginya Sampai giginya bergemulutuk.
Ia marah Nina di katakan sampah, namun ia lebih marah karena ia cemburu, ya cemburu buta pada kedua pria itu.
Aidna menghentakkan kakinya kesal, jika semenit saja ia bertahan di tempat itu, pasti kedua pria itu sudah ia terjang dan pukuli
Namun saat ini ia tak bisa melakukanya, Sandra akan membencinya dan Aidan tak mau itu terjadi, walau ia tak tahu mengapa ia perduli dengan perasaan Sandra.
"Dasar dua bajingan merencanakan penculikan istri orang, apa mereka tidak laku???
Sial, dasar baj*Ngan...." ucap Aidan memukul telapak tangannya sendiri.
"Mereka benar....
__ADS_1
Mereka tidak menculik, tapi mengambil dari orang yang tak mau, salahnya dimana??" tanya Layla entah sejak kapan sudah berdiri Di Depannya saat Aidan sedang menggerutu
"Astaghfirullah, kau mengagetkanku, kukira setan"
"Helloooowwww...
Mana da setan secantik dan seimut aku??" gerutu Layla sambil memainkan ekor rambutnya
"Lagian loe ngapain sih malam-malam bikin kaget aja"
"Lah Leo ngapain ngomel-ngomel"
"Itu temen loe, mending loe pergi deh.
Kalian cuma me..."
"Kau mengusir sahabatku mas??" ucap Sandra sudah berdiri sambil bersedekap dada dengan wajah marah
Baru saja Sandra merasa bahagia dengan kedatangan para sahabatnya, namun Aidan ingin merusak kebahagiaan itu.
Kedatangan mereka semua membuat Sandra bisa menghilangkan kesedihannya sejenak.
"Sandra ini tidak seperti yang kau dengar, ini"
"Aku mendengar semuanya mas, semuanya....." teriak Sandra.
kini Sandra merasa sudah di batas kesabarannya
"Sandra maafkan aku, sungguh aku tak bermaksud seperti itu" ucap Idan kebingungan
"Kau....
Aku lelah" ucap Sandra lalu berjalan menuju kamar tamu tempat Layla tidur
"Sandra kita kembali ke kamar kita ok???"
"Ini semua salahmu!!!!" bentak Aidan kesal. Ia menyalahkan Layla
"Aku????
Mister sok benar, coba tanya hatimu, hatimu mister
Apa arti Sandra bagimu.
kau mengatakan mencintai Nina secara gamblang, namun kau tak membiarkan Sandra pergi dari hidupmu.
Kau manusia teregois yang pernah ku kenal.
Dulu kau menceritakan Sandra tanpa mencari kebenaran, kau menuduh Sandra berselingkuh padahal Sandra korban.
Setelah tahu kebenaranya, kau mengemis,.mengejar Sandra seperti pria gila
Setelah kesempatan itu kembali kau amnesia dan kau sakiti Sandra lagi dan dengan blak-blakan kau mengatakan mencintai Nina.
Diaman logikamu???
Sekalipun kau lupa ingatan, tapi bukti nyata di depan matamu. Berapa banyak bukti yang kau butuhkan untuk tahu betapa kalian saling mencintai.
Mungkin kau amnesia, tapi kau tak bodoh untuk tahu itu.
Tanya hatimu, apa jika kau mencintai Nina akan menikahi Sandra?????" ucap Layla setelah meluapkan kekesalannya, lalu berjalan menuju kamarnya menyusul Sandra, namun baru beberapa langkah, Layla berhenti.
"Jika Reihan dan Ibra kembali mengejar cinta Sandra, aku orang yang akan mendukung mereka, sebab aku tahu, mereka akan membahagiakan Sandra dengan cara apapun dan...
Apa kau pikir hanya mereka berdua yang mengharapkan cinta Sandra???
Dia kaya raya, putri keluarga terhormat, wanita cantik dan mandiri, menurutmu ada berapa yang rela berjuang demi mendapatkan cinta Sandra??" ucap Layla sinis meneruskan langkahnya menuju kamar nya.
Aidan membeku di tempat, kata-kata Layla begitu menohok langsung menusuk ke jantung hatinya yang paling dalam.
__ADS_1
Ya dia manusia bodoh.
Aidan merasa ucapan Layla benar, ia terlalu naif
Aidan kembali ke kamar utama dengan langkah gontai
Ia mengambil ponselnya dan langsung mengetuk pesan singkat pada Nina
Nina,
Maaf kan aku jika aku menyakiti hatimu
Tolong lupakan aku, aku sudah memiliki istri dan anak.
Jangan pernah menemui ku lagi.
Aku yakin suatu saat kau akan menemukan pria yang lebih baik dariku"
Aidan.
Aidan mengeluarkan nomor ponselnya, lalu mengganti dengan nomor lainnya yang hanya beberapa orang tahu.
Ia juga menghubungi Samuel
"Tuan muda, aku tahu kau Tan ada kerjaan, ini lewat tengah malam!!!
Aku perlu istirahat karena besok harus mengurus Tian muda manja sepertimu. jika...."
"Sam...
Diam dan dengarkan apa yang aku katakan!!!
Jika aku menemui Nina maka pukul aku
Jika Nina menghubungimu maka tolak saja, jik dia bertanya padaku maka jauhkan dia dariku.
Bantu aku melupakan Nina" ucap Aidan lalu memutuskan panggilan teleponnya.
Ia menatap figura foto pernikahannya dengan Sandra,
"Kini giliran aku yang berjuang untukmu" ucap Aidan mengelus foto Sandra yang terlihat tersenyum bahagia.
"Layla benar, foto itu mengabadikan momen betapa mereka sangat bahagia dan mencintai.
Sementara tempat lain
Samuel masih menatap ponselnya dengan wajah bodoh, ia terkejut juga senang.
Samuel sampai menampar wajahnya sendiri memastikan jika ia sedang tidak bermimpi
"Aww sial sakit, kenapa gue pukul muka sendiri kenceng banget" maki Samuel mengelus wajahnya yang terasa panas
"Ini bukan mimpi, what...
Apa dia salah obat???
Atau otaknya udah lempeng???
ini ..
Ya Tuhan gue seneng banget" pekik Samuel kegirangan, pintu kamarnya terbuka dan masuklah Reihan yang sekamar dengannya sebab ia tak mau sekamar dengan Ibra, onta arab itu kalau tidur mendengkur keras membuat Reihan tak bisa tidur
"Kenapa loe kaya orang menang lotre"
"Bro...
hahaha" Samuel memeluk Reihan, tentu saja Reihan mendorong Samuel menjauh dengan wajah jijik
"Sial loe Hode??????....
__ADS_1