
"Pergilah mas, kita sudah tak punya hubungan apapun"ucap Sandra berusaha tegar
"aku belum benar-benar menceraikan mu.
kita masih sah suami istri"
"heh.... Apa kau pikir pernikahan itu sebuah permainan sehingga kau mudah mengatakan cerai dan memintaku kembali dan mengatakan bahwa kau tidak benar-benar menceraikan ku?????
Tuan Aidan yang terhormat.
Aku sungguh kecewa pernah mencintaimu"ucap Sandra makin terluka dengan ucapan Aidan.
jelas-jelas Aidan mengirimkan surat cerai padanya dan Sandra sudah menandatanganinya serta sebuah pesan tiket yang mengatakan bahwa hubungan mereka sudah berakhir lalu apa maksudnya tidak benar-benar menceraikan apa ini lelucon????
apa Sandra sebegitu bodohnya hingga dia mau percaya pada Aidan????
Sandra merasa Aidan meremehkan sebuah ikatan pernikahan.
Sandra menetapkan hatinya tidak ingin mengenal Aidan selamanya.
"Sandra dengarkan Aku...
kita tidak bisa bercerai dan aku benar-benar belum mengurus perceraian kita"
"belum???"tanya Sandra menaikkan sebelah alisnya
"iya belum kok bisa percaya padaku kali ini please...."
"jika begitu maka urus lah kali ini aku yang menuntut cerai padamu"ucap Sandra dingin
"kita tidak bisa cerai karena kau sedang mengandung anakku"ucap Aidan mengeluarkan jurus terakhirnya karena Sandra tetap pada pendiriannya membuat Aidan harus mengatakan itu
"Hahahaha...."Sandra tertawa , namun tawanya penuh kesedihan.
Sandra menertawakan nasibnya.
menikah tanpa tahu siapa suaminya dan di ceriakan hanya karena salah paham.
miris....
sungguh miris hidupnya.
"Sayang...." Alvaro sangat marah dengan Aidan, namun melihat tawa Sandra, ia tahu jika Sandra lah yang paling marah dan terluka saat ini.
tawanya saja terdengar sangat memilukan bagi Alvaro.
"Aku baik-baik saja pa" ucap Sandra tersenyum hambar
"Saat kau talak aku, apa kau pikirkan bagaimana perasaanku,
apa kau katakan apa salahku???
apankau berikan alasan itu???
apa kau beri aku waktu sekedar mendengar dan melihat ku???
__ADS_1
Ya pernikahan ini karena kemauanku,
jadi wajar saja kau melihatku sebelah mata" ucap Sandra lirih
"Aku...
aku tidak...."
"Aidan, please jangan ganggu aku.
aku dan anak ini tak ada hubungan apapun dengan.
bukankah kau menceraikan aku karena kau menuduhku berselingkuh.
apa kau yakin ini anakmu??" ucap Sandra dengan senyum mengejek
"Aku yakin."
"Aku tak yakin, jadi berhenti membuang-buang waktumu mas.
Ah salah, Tuan muda Lawrence yang terhormat.
Dengan uang dan kedudukannya kau bisa mendapatkan wanita manapun yang kau mau.
Tinggal tunjuk saja"ucap Sandra sinis
"Sandra....
Aku bisa jelaskan"
"Aku tak perlu penjelasan apapun dan aku tak punya waktu untuk tuan muda yang terhormat
Ia sudah mengumpulkan keberaniannya melawan dan menjawab semuanya tanpa menangis.
Setelah sampai di ruangan Alvaro, Sandra menitikkan air mata, pandangan nya kabur, dan tubuhnya jatuh, Brian langsung menangkap tubuh Sandra
"Astaga Sandra...
sayang...."
"Nona Sandra hanya kelelahan dan tertekan"
"Aku tak perduli.
putriku sesnagbhamil.dan aku tak mau ambil resiko
panggil dokter Alan segera"
"Baik tuan" ucap James langsung menghubungi dokter Alan
Sandra sudah siuman setelah Alvaro mengoleskan minyak angin.
walaupun begitu putrinya hanya diam dengan air mata yang berlinang
"Ya Tuhan sayang, jangan kau siksa dirinya seperti ini.
__ADS_1
papa ...
papa jadi bingung harus bagaimana.
apa perlu papa habisi saja pria itu??" ucap Alvaro emosi
"Papa...."
"Sandra....
papa mengkhawatirkan mu nak.
Ingat kau punya papa nak.
Dan juga ada nyawa tak bersalah di rahimmu.
tegar lah nak"
"Papa huhuhu" Sandra tak mengatakan apapun Elain menangis.
semua orang sudah keluar dari ruangan itu.
membiarkan ornagtua dan anak itu berdua.
Satu jam kemudian dokter Alan datang, lalu langsung Memeriksa kondisi Sandra .
"Bagaimana kondisi putriku???"
"Sandra, istirahatlah.
om perlu bicara dengan papamu" ucap Alan.
Sandra mengangguk.
Alvaro meminta Catty menemani Sandra, sementara ia memilih keluar dari ruangan tersebut menuju beranda yang berada di luar ruanganya.
"Apa dia sangat tertekan belakangan ini???"
"Aku gagal melindunginya Alan"
"Aku tahu kau sudah berusaha Alvaro.
terkadang kita tak bisa mengontrol apa yang terjadi sekalipun kita sudah berusaha.
"Putriku....
dia sangat...
sangat menyedihkan"
"Jika kau tak keberatan, ceritakan padaku mungkin dengan bercerita kau bisa sedikit lega walaupun aku tak bisa membantu banyak"
Alvaro terdiam Ia memang butuh tempat untuk bercerita dan Alan adalah salah satu sahabatnya yang ia kenal sejak lama.
akhirnya Alvaro memutuskan menceritakan semua jalan hidup Sandra selama ini termasuk hubungannya dengan Aidan.
__ADS_1
berkali-kali terlihat Alan menghilang nafas ia menggeleng namun tak memotong ucapan Alvaro.
ia hanya mendengarkan apa yang Alvaro katakan.