Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Tak Tahu Malu


__ADS_3

"Sayang mengapa kau tak membelaku tadi???


Kaki ku pegal sekali karena terus berdiri" rengek Aidan manja, Sandra menaikan sebelah alisnya, Ternyata pria arogan itu biasa juga manja???


Apa Sandra sedang mimpi????


Rasanya sangat aneh melihat Aidan seperti itu, Entah mengapa Sandra jadi ingin tertawa.


"Sayang mengapa kau diam saja???


apa kau senang suamimu ini menderita hmm???" tanya Aidan dengan wajah sedih


"Kau pantas mendapatkannya mas, biar kau tahu rasanya tersiksa"ucap Sandra pura-pura dingin


"Ya, kalau istriku mengatakan itu, aku ikhlas. Asal kau memaafkan ku"


",Belum tentu juga, itu tergantung niat dan ketulusanmu, bukan sekedar kata-kata belaka"ucap Sandra memasang wajah serius


"Aku selalu memegang ucapanku"


"Siapa yang tahu masa depan, aku harap kau tidak menjilat ludahmu sendiri" ucap Sandra dalam hati juga berdoa.


Ia berharap keputusannya kembali pada Aidan adalah benar.


Setelah menimbang masak-masak, Sandra menekan egonya demi anak dalam kandungannya.


Sandra tak mau anaknya tumbuh tanpa kasih sayang lengkap kedua orangtuanya.


Sandra tak ingin anaknya nanti hidup sepertinya, tidak pernah merasakan kasih sayang orangtua, cukup ia saja.


Sore itu Aidan menemani Sandra , ia memutuskan menginap , Layla dan Catty pada akhirnya membiarkan keduanya bersama, bagaimanapun Sandra membutuhkan Aidan terutama pada saat hamil seperti ini.


Sesampainya di apartemen, Layla mandi lalu tidur, ia lupa mengisi batu ponselnya dan baru bangun tengah malam, jujur ia sangat lelah.

__ADS_1


Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan dan menguras energi.


Saat terbangun Layla memeriksa ponselnya dan langsung mengisi baterai ponselnya.


Setelah selesai makan malam, Layla Menghidupkan ponselnya, beberapa notifikasi masuk, salah satunya dari Raihan.


Layla melihat panggilan masuk dari Raihan, sepertinya Maslah penting, sebab Raihan menelponnya bukan cuma sekali.


Layla melihat jam di ponselnya, tengah malam di negara x, Artinya subuh di negara Indonesia.


Layla memilih menunda menelpon Raihan, rasanya enggak etis menganggu Raihan di pagi buta.


Setelah makan Layla memutuskan tidur kembali.


Keesokan harinya


Sandra dan Aidan masih tertidur saat Alvaro tiba, Alvaro terkejut melihat Aidan ikut naik ke atas ranjang, Alvaro ngin membangunkan Aidan, namun melihat putrinya yang tidur sambil memeluk Aidan, wajah Sandra terlihat berseri-seri, senyum terlukis di wajahnya


"Ya Tuhan, semoga ini keputusan benar, semoga Aidan bisa membahagiakan putriku" gumam Alvaro lirih.


Akan sulit bagi Alvaro jika kedua orangtuanya menolak Sandra, ia butuh lebih dari sebuah dukungan untuk membayar kebahagiaan masa kecil Sandra ayang hilang.


Alvaro meminta James membawakan laptopnya, ia akan bekerja sambil menunggu kedua orang itu bangun


Sandra terbangun sebab hidungnya yang kini lebih sensitif mencium bau sedap makanan.


Sandra mengucek matanya, ia mengendapkan pandangannya dan melihat Alvaro yangs esnag sibuk dengan ponselnya, sementara di depannya James sedang sibuk dengan dokumen di tangannya


*Astaghfirullah " ucap Sandra terkejut, wajahnya langsung merona merah karena malu.


Posisi ia tadi memeluk Aidan, apa papanya dan paman James melihat???


Betapa malunya Sandra, rasanya ia ingin menggali tanah dan ngumpet di sana

__ADS_1


"Sayang kamu sudah bangun??"


"Pa...papa apa dari tadi??" tanya Sandra kikuk


Alvaro tersenyum dan mengangguk,


"satu jam lalu. Apa tidurmu nyaman sayang??"


"Itu..."


"Sayang ayo tidur lagi" ucap Aidan dengan suara serak, ia tak tahu jika mertuanya di sana


"Mas.bangun" bisik Sandra


"Sayang, sini peluk. Kiss sayang, kiss...


Mana morning kiss nya hmm????" tanya Aidan


Sandra langsung membekap mulut Aidan, sungguh ia malu sekali, pria ini mengapa bodoh sekali


"kok malu-malu begitu kaya pengantin baru saja???


Kau membuatku gemas, apa kau sedang menggodaku sayang???


Jangan pasang wajah itu, atau aku akan menerkam"


"Masssss...." Sandra menutupi wajahnya, sungguh ia sudah tak punya muka di depan papanya dan paman James


"Ehem ehem" Alvaro berdehem


"Astaga...." Aidan terkejut, ia sampai lupa jika kini berada di ranjang kecil, wal hasil tubuhnya jatuh kelantai menimbulkan suara lumayan kencang


"Bruuuggghhhhh"

__ADS_1


"Duhhhh"


"Masssss....."


__ADS_2