Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Sisi Lain papa


__ADS_3

Setengah jam kemudian Sandra terbangun, Ia jadi malu sendiri, namun Alvaro malah melempar senyum dan mengelus puncak kepala putrinya.


Alvaro terlihat sedang menerima sebuah panggilan masuk.


Sandra merapihkan rambutnya, ia jadi tak enak pada papanya karena menjadi sandaran dirinya tidur.


Sandra menatap papanya, pria itu masih tampan walau sudah berusia setengah abad lebih.


pantas saja mamanya mencintai papanya, pria lembut dan berkharisma.


Sayangnya nasib sandra tak sebaik mamanya dalam hal pasangan.


"Sayang, papa akan mengantarmu ke sebuah mal dan membeli beberapa pakaian.


siang nanti kita akan mengadakan jumpa pers sebagai pengumuman resmi kau putri pertamaku


"Pa...


itu tak perlu. Aku sudah sangat bahagia menemukan papa, aku tak ingin yang lain pa"


"Anak bodoh. kau putri tertua keluarga Clift tentu saja semua orang harus tahu dan kedepannya Taka dan seorang pun yang boleh memandang mu rendah.


Selain itu papa akan membawamu ke sebuah tempat dimana tempat itu adalah impian dan juga tujuan hidup mamamu saat kami masih bersama"


"Ke..kenangan mama??"


"Iya...


bagaimana??"Sandra mengangguk antusias.


ia sangat menantikan melihat itu semua, sebab ia tak memiliki kenangan apapun tentang mamanya, Bahakan foto Firly hanya satu dan itu sudah usang.


Alvaro mengantar Sandra membeli beberapa pakaian.


Alvaro yang memilih semuanya.


Ia juga membawa Sandra ke sebuah toko berlian dan memberikan beberapa perhiasan.


Sandra hanya memilih perhiasan yangs sederhana dan bentuknya kecil, karena ia tak suka terlihat mencolok.


San pemilik sendiri yang melayani Alvaro dan Sandra, ia menatap Sandra penuh selidik karena bersama Alvaro


"Jeta, dia putriku.


putri tertauku, buah hatiku dengan Firly" ucap Alvaro seolah bisa menebak tatapan pria itu pada Sandra


"Ya Tuhan, pantas saja aku seperti melihat Firly dalam versi muda. aku pikir ini daun muda mu Alvaro" ucap pria berpakaian feminim itu tertawa genit


"Kau Gila, aku sudah bau tanah, tak memikirkan itu"

__ADS_1


"Sandra, papamu ini pria setia.


dia hanya mencintai mamamu seorang" ucap Jeta mengedipkan sebelah matanya membuat Sandra tersenyum, bertambah lagi orang yang mengenal mendiang mamanya


"Aku tahu papaku pria luar biasa"


"Lihat putriku memujiku" ucap Alvaro sombong.


"Gadis cantik panggil aku Miss Jeta okey.


aku adalah uncle mu" ucap pria melambai itu.


uncle tapi maunya di panggil Miss, Sandra jadi tersenyum canggung


"baiklah, pelayan...


bawakan rancangan terbaru ku kesini" teriak Jeta pada karyawannya.


Tak alama datang sebuah box mewah di dalamnya terdapat perhiasan berlian bermata ungu.


modelnya sangat unik. selain itu berlian itu berwarna ungu semu


"Ini ku hadiahkan untuk keponakanku"


"Wow kau tak pernah se dermawan ini Jeta"


"Aku tarik kembali" ucap Jeta cemberut Alvaro menarik kembali sambil tertawa


"Terima kasih uncle..."


"Miss... Miss Jeta" ucap Jeta meralat


"Uncle, panggil dia uncle...


kau luruskan segera, kau tidak akan merasakan betapa bahagianya memiliki anak Jeta.


Saat kita menua, harta yang kita miliki tidak ada Artinya sama sekali, karena harta sebenarnya adalah anak-anak kita.


Owh ya, aku sebentar lagi akan menjadi kakek.


Sandra sedang mengandung"


"Astaga, lihat dia pamer sekali" ucap Jeta sewot.


Alvaro adalah sahabat terbaiknya.


walaupun Alvaro sering menasihati Jeta, namun Jeta tak pernah marah, karena ia tahu Alvaro menyayanginya, Jeta berhutang banyak pada pria tampan itu.


bahkan bisnis ini awalnya di modali oleh Alvaro saat Jeta di usir dari keluarganya, hanya Alvaro yang mau menerima dan mendukungnya.

__ADS_1


hanya Alvaro yang tetap mau jadi sahabatnya saat terpuruk sekalipun.


"Selamat sayang...


aku juga akan jadi kakek kalau begitu" ucap Alvaro riang


"Dia tak punya kakek dua alam" ucap Alvaro yang di balas cibiran bibir Jeta.


"Undang aku saat kau melahirkan, aku akan memberikan cucuku seperangkat perhiasan" ucap Jeta


"Cucuku pasti laki-laki dan tak perlu perhiasan mu"


"Dia perempuan!!!!" ucap Jeta ngotot


"Papa, uncle ini terlalu dini kalian berdebat.


Kehamilanku masih tiga bulan" ucap Sandra tertawa melihat kelakuan dua orang paruh baya di depannya.


"Kau dengar??"


"Kau juga dengar" ucap Jeta tak mau kalah


"Baiklah, kami harus pergi, siang nanti aku akan mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan keberadaan Sandra"


"Hari ini, ah kau menyebalkan aku juga mau ikut tapi aku harus terbang ke Paris" ucap Jeta kesal


"Yang terpenting kau tahu punya keponakan lains Elain Ayaka"


"Ya, ya.


wait" ucap Jeta berjalan menuju ruangan khusu karyawan, sepuluh menit kemudian dia kembali dengan kotak perhiasan kecil


"Ini untukmu"


"Uncle aku sudah menerima banyak hadiah darimu, aku..."


"Terima saja" ucap Alvaro


"Sandra, ini adalah Bros yang mamamu design saat kami dulu kuliah bersama.


jika dia masih ada, mungkin toko ku dan toko mamamu bisa berkolaborasi


aku support perhiasannya dan mamamu pakaiannya"


"Kalian bisa berkolaborasi nanti.


Sandra akan mengambil alih apa yang seharusnya ia miliki"


"Itu luar biasa alvaro. mengapa aku tak berfikir kesana???"

__ADS_1


"Karena otakmu kecil dan berkarat"


"Sial kau tua Bangka"


__ADS_2