
Aaarrgghhh ****" Aidan memukul kap mobil karena frustasi.
perkataan Sam memang benar.
ia tak mau Sandra makin membencinya sehingga peluang untuk mendapatkan Sandra makin tipis saja.
Ia harus memikirkan cara bagaimana mendapatkan hati Sandra lagi.
namun saat ini Aidan tak memiliki cara untuk itu.
otaknya yang bisanya cemerlang kini buntu.
"Sam, gue enggak tahu harus bagaimana.
gue enggak bisa melepaskan Sandra lagi"
"Tuan muda, nyonya mau kemana lagi???
Sekalipun nyonya Lely dan Ayaka tidak menerima Nyonya muda, tapi nyonya dan tuan tua Clift menerima dengan tangan terbuka keberadaan Nyonya muda.
Sekali ini biarkan Nyonya menjauh dari anda, ini demi anak anda juga
Jangan menekan nona terlalu keras.
Nyonya butuh waktu berfikir."
"Kau benar Sam, bahaya jika Sandra stress, anakku pasti juga tersiksa di dalam sana"
"Itu anda pinter" gumam Samuel lirih, ia bisa sedikit bernafas lega karena bisa menahan Aidan.
"Apa kau bilang???" tanya Aidan melotot
"Itu anda paham, tuan saat ini emosi anda sedang tidak stabil, jangan karena salah dengar anda berbuat sesuatu yang kejam" ucap Samuel menahan tawanya.
ia tak menyangka kuping Aidan begitu tajam mendengar gumam lirihnya
"aku tak bisa menanti disini seperti orang bodoh"
"Tuan, anda punya vila di daerah itu, bagaimana jika.."
"Sial aku lupa, kita berangkat" ucap Aidan tanpa menunggu Samuel berbicara.
Samuel menyesali keputusannya mengingatkan Aidan tentang vila yang pernah ia beli.
__ADS_1
Namun di tengah perjalanan, Samuel mampir disebuah mini market untuk buang air kecil
Di dalam kamar kecil, Samuel menghubungi asisten Alvaro yang masih kerabat jauh Samuel
"Paman"
"Mau apa kau meneleponku???
apa kau diminta oleh pria sialan itu"
"Dengar paman, aku memang menelpon mu mengenai Aidan, tapi aku bukan di suruh olehnya.
justru aku mau memberitahu jika Aidan sudah tahu kalian di sana.
kami sedang dalam perjalanan ke sana"
"****...
mau cari mati tuan muda Lawrence???
Tuan Alvaro saat ini sangat murka padanya" ucap James mendengus kesal
"Aku akan menahan tuan muda Aidan.
paman tolong beritahu paman Alvaro tentang ini.
Namun tetap saja tingkatkan keamanan kalian. Tuan muda Aidan orang yang sulit di tebak"
"Huh, kemarin lah, aku akan ikat dan gantung di sebelah orang-orangan sawah biar tubuhnya di cabik gagal" ucap James emosi
"Paman...."
"Kau menjengkelkan berisik seperti bibimu"gerutu James membuat senyum Samuel melebar
"Apa bibi tahu paman memakinya???
bisa jadi paman tidur...."
"Anak sialan, awas saja kalau ketemu"
"Bye bye paman"
"Huh" James mematikan panggilan masuk dari Samuel.
__ADS_1
senyum kecil tersungging.
"Keponakanku memang baik seperti aku" ucap James senyum-senyum sendiri.
walaupun galak, James perduli pada keluarga istrinya, sebab James tak memiliki keluarga lagi, ia yatim piatu yang di adopsi keluarga Clift.
James lalu memberitahukan informasi yang ia peroleh dari Samuel pada Alvaro
terlihat Alvaro mengepalkan tangannya marah
"Perketat penjagaan, rupanya Aidan jago mengendus, dia seperti anjing pelacak saja tahu kemana kamu pergi dengan cepat"
"Anu tuan, sepertinya itu ada kaitannya dengan nona muda"
"Maksudmu Ayaka???
bagaimana bisa...
Ahhh sial.
beberapa waktu lalu Ayaka meneleponku, jangan bilang kau mengatakan jika saat itu Ayaka sedang bersama Aidan"
"Kemungkinan besar, sebab orangnya yang menyusup ke dalam kediaman kita sudah ku singkirkan, begitu juga mata-mata yang berjaga di sekitar rumah sudah di bereskan
mereka kini di sekap di markas kita"
"Sial, lain kali aku harus lebih teliti
apa perlu kita pindah sekarang???"
"Itu...
tuan, saya khawatir nona Sandra malah akan semakin tertekan, saran saya biarkan saja beberapa hari lihat perkembangan nya, jika Aidan Bernai macam-macam, kita beri"ucap James ikut kesal
"Kau benar James.
astaga di saat seperti ini aku memang butuh teman sharing yang bisa menjadi tempatku bertukar pikiran.
terima kasih banyak James"
"Sudah kewajiban saya tuan"
"perketat penjagaan, aku tak mau cecurut itu mencuri kesempatan menyusup.
__ADS_1
jangan remehkan bela diri Aidan, setiap keluarga besar pasti penerusnya di bekali ilmu bela diri, terutama ahli waris"
"Baik tuan, saya akan mengawasi semua anak buah kita"