
Sandra sedang menikmati panas matahari sambil berjemur , peternakan keluarga nya benar-benar indah.
Bunga-bunga di tata rapih, kebetulan bulan ini sedang musim berbunga serempak.
Sementara Catty dan Layla memilih untuk berenang keduanya nampak sedang bertaruh siapa yang lebih cepat berenang.
Sandra hanya tersenyum melihat kelakuan saudari dan sahabat nya itu.
"Sayang, papa ingin ke peternakan, kalian jangan kemana-mana" ucap Alvaro yang pagi itu sudah terlihat rapih
"Aku ikut" ucap Sandra membuat Alvaro mengerutkan alisnya, sebab Sandra sedang hamil, dan mereka harus naik kuda sampai ke lapangan luas dimana domba di lepas serta peternakan kuda keluarga Clift yang selalu menjadi pemenang saat turnamen diadakan
"Ini..." Alvaro bingung bagaimana menolaknya.
jujur ia ingin sekali mengajak Sandra, hanya saja menunggang kuda dan menempuh perjalan lumayan jauh, Alvaro khawatir akan mempengaruhi kehamilan Sandra, terutama hamil muda seperti saat ini
"Tuan, nona muda bisa mengendarai itu" ucap sang pelayan yang menjaga vila tersebut.
Alvaro melotot kearah pelayannya.
pria itu menunjuk gerobak tarik yang bisa mereka gunakan untuk mengangkut jerami
"Kau ..."
"Itu ide bagus paman, kita bisa naik itu, seperti di film pedesaan yang ku tonton" ucap Sandra antusias
"Tapi sayang, nanti kau tidak nyaman"
"Saya akan merapihkan ya dan menaruh bantal-bantal duduk agar nona muda semua nyaman" ucap sang pelayan tersenyum lebar, ia tahu Alvaro hanya khawatir berlebihan pada putrinya.
justru membuat Sandra tidak bosan lebih baik daripada membiarkan ia hanya duduk dan diam.
terlebih saat di peternakan nanti, mereka akan melihat pemandangan yang indah, yang sulit di dapat di kota.
"please pa" ucap Sandra memohon.
Alvaro tak bisa menolak.
terutama melihat wajah memohon putrinya.
Pasti Sandra belum pernah melihat bagaimana peternakan.
Alvaro jadi merasa bersalah pada putrinyae
"Baiklah, papa tak bisa melarang putri papa ikut" ucap Alvaro pada akhirnya
"Kami juga ikut" teriak Catty semangat
__ADS_1
"Tentu saja kedua dayang-dayang ku ikut" ucap Sandra yang di balas sorakan Catty dan juga Layla
"enak aja dayang, cantik begini juga"
"Iya, masa dayang kaya kita ya kan Catty??"gerutu Layla tak terima.
Sandra hanya tertawa puas melihat Catty dan Layla mengomel.
Satu jam kemudian kereta yang akan mengangkut ketiga nona cantik sudah rapih, bahkan si pelayan membuat nya seperti tandu dengan penutup.
Sandra bersorak kegirangan mencoba kendaraanya yang akan membawanya.
empuk, sebab mereka bahkan meletakkan banyak bantal di sana yang disusun melingkar, dan di tengahnya di letakan meja kecil untuk menaruh cemilan
Alvaro juga tersenyum puas, ia bahkan memberi jempol pada pelayan itu, sungguh ia sangat-sangat Senang dengan kerja pelayan tersebut.
"Gajimu bulan depan ku naikkan".
"Terima kasih banyak tuan"
"Papa, terima kasih" ucap Sandra memeluk Alvaro
akhirnya semua orang berangkat.
Vila itu Memnag agak jauh dari peternakan, namun di peternakan sendiri terdapat vila lagi yang biasa di gunakan keluarga Clift saat ingin berlatih kuda.
Perjalan hanya menempuh jarak satu jam, namun mereka melewati sebuah vila yang awalnya kosong, kini terlihat sudah di huni.
"Sial,.mau apa anak kurang ajar itu, bagaimana dia berada di desa ini???"
"Tuan, vila itu sudah lama di beli oleh keluarga Lawrence dari keluarga Boris"
"Sial, mengapa kau tak mengatakannya?????"
"Tuan, saya sudah mengatakannya, anda bilang bukan masalah"ucap pelayan itu bingung
"Jangan memarahi dia tuan, pelayan Bill tidak salah apapun.
biarkan saja pria itu, selama tidak menggangu maka semua aman" ucap James memberi kode pelayan itu untuk menjauh.
pelayan itu mengangguk sopan, lalu mengendarainya kudanya beriringan di sisi kiri tandu milik Sandra
Sementara Sandra diam menundukkan kepalanya tak ingi menatap Aidan,
"Aku ingin turun dan mencekiknya" geram layla
"Tinggi tubuhmu bahkan hanya setinggi dada Idan, mencekik apa kau sampai???" ledek Catty Sandra ingin tertawa.
__ADS_1
"Kalau begitu aku ingin menendangnya" ucap Layla berapi-api
"Kakimu pendek" celetuk Catty santai membuat Layla makin kesal
"Catttyyyyyyy
kau menyebalkan" omel Layla yang melihat Catty
"Aku mengatakan yang sebenarnya.
jangan sampai Aidan hanya menyentuh kepalanya dan kau sibuk menjangkaunya ingin memukulnya hahaha.
ini seperti film komedi yang aku tonton" ucap Catty tertawa geli.
Sandra juga mau tak mau ikut tertawa. ia jadi membayangkan adegan itu.
Catty tersenyum, candaan nya berhasil
ia hanya ingin mencairkan suasana yang tegang
"Kalian berdua menyebalkan.
kalian bukan temanku"omel Layla bersedekap dada
"Sandra"panggil Aidna begitu kereta dan kuda Aidan sejajar
"Apa kau kentut???
Seperti suara kentut barusan.
apa kalian dengar??" tanya Layla menyindir Aidan
"Sandra...." panggil Aidan lagi
"Sepetinya aku mendengar suara, apa hantu??" timpal Catty.
Sandra merasa hatinya sedikit tenang.
jelas Catty dan Layla membantunya relax saat berhadapan dengan Aidan
"itu bukan hantu, tapi iblis tak punya hati.
pelayan Bill tolong lebih cepat" ucap Sandra santai.
Alvaro yang awalnya khawatir Sandra akan stress lagi melihat itu semua ia bisa lega.
Alvaro bahkan tertawa mendengar ucapan putrinya
__ADS_1
ya iblis, itu lebih cocok untuk Aidan.
"Jangan berfikir bisa mendekati putriku lagi" ucap Alvaro sinis.