
Hari ini Yudha sudah sampai di Indonesia. Tak lupa Yudha melakukan video call dengan istrinya. Setelah menutup panggilan video call. Yudha langsung mengurus visa agar bisa tinggal lebih lama di Korea.
Setelah video call dengan suaminya kini Karin akan berangkat ke kampusnya.
"Sabar ya nak, sebentar lagi kita akan bertemu dengan Papa lagi," ucapnya sambil mengelus perutnya pelan lalu Karin pergi naik taksi ke kampusnya.
Di Indonesia pekerjaannya sebagai dokter akan Yudha tinggalkan demi bisa bersama isterinya dan kedua calon anaknya. Yudha tidak mau lagi jika harus berpisah dengan Karin lebih lama. Karena Karin ingin berkuliah di Korea sampai dengan lulus. Karin ingin mengejar cita-citanya biar tidak direndahkan lagi oleh mertuanya. Dirinya seperti tidak dihargai setelah kedatangan Fani dan juga Bella. Mereka berprofesi sebagai dosen dan pengacara.
Karin akan membuktikan akan menjadi orang yang sukses dan yang pasti bisa memberikan cucu untuk mertuanya. Mama Sabrina mengira dirinya tidak bisa lagi memberikan cucu. Maka dari itu Karin lebih memilih tinggal dan kuliah di Korea agar bisa menjaga kedua anaknya dengan baik. Karena Karin masih trauma atas kejadian setahun yang lalu. Yudha mengerti apa yang dirasakan istrinya. Maka dari itu Yudha tidak mau meninggalkan istrinya sendirian berada di Korea.
Kini Risa dan Rey sudah pulang dari Korea. Mereka dua mingguan di Korea menemani Karin. Rey juga harus bekerja, meskipun Rey bekerja di perusahaan Papinya tapi dirinya juga harus bertanggungjawab atas apa yang telah dirinya tanggungjawabkan tugasnya sebagai wakil direktur. Karena Papi Aldi kini masih menjabat sebagai direktur di perusahaannya.
Sebulan telah berlalu, hari ini Yudha akan menepati janjinya untuk ke Korea. Dirinya sudah tidak sabar lagi untuk bertemu istrinya.
"Sayang, aku akan datang. Kita akan hidup bersama-sama lagi," ucapnya menatap langit dan lalu masuk ke dalam jet pribadi milik Keluarga Wijaya.
Setelah anak keduanya lahir yang bernama Revano Putra Wijaya, keluarga Rey bisnisnya semakin berkembang pesat dan akhirnya bisa membeli jet pribadi.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam akhirnya Yudha sampai di Bandara Incheon. Yudha langsung naik taksi menuju ke apartment Karin. Di apartment Karin sudah rapi dengan dress selutut berwarna biru laut. Terlihat elegan meskipun saat ini Karin menggunakannya dengan keadaan hamil. Suara bel apartment terdengar. Karin beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju pintu. Karin membuka pintu dan sudah ada suaminya membawakan sebuket bunga mawar merah.
"Assalamualaikum istriku....."
"Wa'alaikum Salam Mas......."
"Ini buat kamu sayang," ucapnya sambil memberikan sebuket bunga mawar merah.
"Terima kasih Mas," ucapnya sambil menghirup bunga mawar merah tersebut.
__ADS_1
"Iya sayang sama-sama." Yudha bahagia istrinya suka dengan bunganya.
Yudha dari dulu memang bersikap romantis dengan istrinya. Sebelum mereka menikah juga Yudha sering memberikan sebuket bunga mawar. Bahkan di rumah barunya yang ada di Jakarta Yudha tanami bunga mawar semua di halaman belakang rumahnya.
Yudha lalu masuk ke apartment. Karin langsung mengecup punggung tangan suaminya. Tak lupa Yudha mendaratkan kecupannya di kening istrinya. Mereka lalu berpelukan melepas rindu karena tidak bertemu sebulan.
"Sayang, aku sudah menepati janjiku untuk kembali lagi ke Korea. Sekarang mana hadiah untukku?"
"Hadiah?" Karin bingung suaminya minta hadiah apa.
"Iya sayang hadiah ini dan ini," ucapnya sambil menunjuk pipinya dan juga bibirnya.
"Hahaha......."
"Kok malah tertawa sih sayang?" ucap Yudha sambil cemberut.
"Habis kamu lucu sekali. Sini sayang," ucapnya agar suaminya berjalan mendekat.
"Sudah ya Mas hadiahnya," ucapnya terkekeh.
Yudha hanya tersenyum senang dan mencubit pipi Karin.
"Oh iya, aku sudah buatin kamu teh jahe. Ini Mas diminum dulu mumpung masih hangat." Karin menyodorkan cangkir tehnya.
"Iya sayang, terima kasih."
Karin hanya mengangguk pelan dan lalu tersenyum.
__ADS_1
"Ah iya aku sampai lupa." Yudha lalu meletakkan cangkir tehnya dan membenamkan kepalanya di perut Karin. Yudha lalu mengecup perut Karin dua kali dan mengajak kedua anaknya berbicara.
"Hai anak-anak, Papa sudah kembali. Sekarang Papa akan selalu bersama kalian dan juga Mama," ucapnya sambil mengelus perutnya.
"Oh iya Mas. Aku juga sudah masakin kamu."
"Kamu masak?" Yudha lalu kembali ke posisinya yang duduk.
"Iya Mas, aku masak spesial untuk kamu. Ayo kita makan bersama."
"Iya sayang ayo kita makan bersama."
Mereka lalu makan bersama-sama. Tak lupa Yudha juga menyuapi istrinya. Semenjak hamil Karin menjadi manja dan minta untuk disuapin Yudha. Betapa bahagia saat Karin bersikap manja seperti ini. Yudha bahagia Karin kini sudah jago dalam hal masak. Terbukti masakannya sekarang jauh lebih enak.
Di Indonesia Papa Yudhistira sedang mengajar di kampusnya. Papa Yudhistira berprofesi sebagai dokter umum dan sekaligus dosen di kampusnya. Hari ini Papa Yudhistira mendapatkan laporan bahwa sudah 3 hari ini Yudha tidak masuk bekerja. Dokter Satria mengatakan bahwa tugas Dokter Yudha sementara diambil alih oleh Dokter Satria karena Yudha beralasan akan mencari keberadaan istrinya sampai bisa menemukannya.
Sampai di rumah Papa Yudhistira sedang marah-marah dengan istrinya.
"Ini semua gara-gara Mama. Yang pertama menantu kita pergi entah kemana dan sekarang anak kita juga pergi meninggalkan kita."
"Papa jangan salahkan Mama terus dong."
"Ya Mama memang salah. Coba saja Mama tidak memberikan pilihan sulit untuk Karin. Mana ada wanita yang ingin dimadu apalagi tiba-tiba disuruh bercerai dari suaminya Mama. Lagian Mama juga kenapa memilih istri lagi untuk Yudha. Kan Mama tahu sendiri bahwa cintanya hanya untuk Karin."
"Papa, Mama hanya ingin yang terbaik untuk anak kita Papa. Mama juga ingin Yudha punya anak, hanya itu saja. Apa Mama salah jika Mama menginginkan cucu?"
"Mama tidak salah, hanya saja tindakan Mama yang salah dan membikin anak dan menantu kita pergi dari kehidupan kita. Seharusnya Mama juga harus sabar. Mereka baru saja setahunan yang lalu kehilangan ketiga anak. Pasti juga akan sangat sulit untuk bisa hamil kembali. Atau mungkin Karin trauma untuk hamil lagi Mama. Ditambah Mama yang selalu menekan Karin. Menantu kita bisa tertekan Mama jika Mama memaksanya untuk memberikan cucu. Mama, Papa sangat kecewa sama Mama," ucapnya sambil meninggalkan ruang keluarga.
__ADS_1
"Papa, Maafkan Mama."
Tak ada jawaban dari suaminya. Sekarang Papa Yudhistira begitu kecewa dengan Mama Sabrina. Sekarang Mama Sabrina sudah menangis tersedu-sedu karena tidak tahu dimana keberadaan anaknya. Kini Mama Sabrina kini menyesali perbuatannya. Mama Sabrina tidak akan memaksa Yudha untuk menikah lagi. Sekarang Mama Sabrina tahu bahwa anaknya hanya bisaa mencintai Karin. Mama Sabrina harapannya anaknya akan segera kembali dan berkumpul lagi dengannya.