Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Satu kali tepuk 3 nyamuk terperangkap.


__ADS_3

Yudha masuk ke kamar anaknya. Terlihat Keifano sedang menangis.


"Keifano......" Yudha berjalan mendekati putranya.


"Papa.........." Keifano menoleh ke arah Yudha.


"Nak, jangan menangis. Kasih sayang Papa dan Mama tidak akan berkurang sedikitpun meskipun kamu akan punya adik," Yudha berusaha untuk meyakinkan anaknya.


"Tapi Papa....."


"Percayalah sama Papa nak. Papa tidak pernah berbohong kan sama kamu?"


Keifano menganggukkan kepalanya.


"Maafin Keifano, Papa..." Keifano memeluk Yudha.


"Tidak perlu minta maaf nak. Kamu tidak salah."


"Pasti Mama jadi kepikiran Papa."


"Kalau begitu ayo temui Mama bersama-sama nak."


"Iya Papa....."


Yudha berjalan bersama dengan Revano menuruni tangga. Di sofa Keisha dan Key tengah bertanya-tanya apakah adiknya akan cepat tumbuh di perut Mamanya.


"Mama, adik Key kapan besarnya? Perut Mama kok masih sama saja tidak seperti ada adiknya?"


"Eh? Begini nak. Perut Mama sudah akan mulai bisa terlihat 3 bulan ke depan sayang," ucap Karin menjelaskan dan membelai rambut Key.


"Oh begitu ya Mama..."


"Iya nak." Jawabnya singkat sambil tersenyum.


"Keisha sudah tidak sabar lihat perut Mama Karin membesar."


"Anak-anak sepertinya bahagia akan punya adik. Aku harus mensyukuri kehamilanku kali ini." Batin Karin.


"Mama.........." Keifano memeluk Karin.


"Mas Yudha ayah yang baik, bisa membujuk Keifano secepat ini." Batin Karin.

__ADS_1


...*****...


Beberapa bulan kemudian.


Pagi hari Karin merasakan tendangan anaknya yang begitu kuat. Karin mengusap-usap perutnya pelan, anaknya begitu aktif menendang-nendang dalam perutnya.


"Nak, kamu sedang main bola ya di dalam perut Mama," ucap Karin terkekeh melihat perutnya yang sudah membuncit itu.


Kandungan Karin sudah berjalan 8 bulan saat ini. Yudha sudah berpakaian rapi dan tersenyum melihat istrinya sedang berbicara dengan anaknya yang masih dalam kandungan istrinya.


"Sayang, aku berangkat kerja dulu ya?" Mengecup kening istrinya.


"Iya Mas hati-hati ya?" Sambil meraih tangan suaminya dan mengecup punggung tangan Yudha.


"Iya sayang..."


Pandangan Yudha beralih ke perut Karin yang sudah membesar.


"Papa, berangkat kerja dulu ya nak. Sehat-sehat ya di dalam perut Mama. Sebulanan lagi kita akan bertemu sayang." Yudha mengusap-usap perut buncit Karin dan lalu mengecupnya seraya berpamitan dengan anaknya.


Yudha bahagia anaknya meresponnya dengan tendangannya. Yudha juga lega akhirnya Karin tidak menyalahkannya lagi atas kehamilannya kali ini. Keifano dan Keisha sudah diantar sopirnya. Kini tinggal Key yang harus di antar ke sekolahnya. Yudha yang akan mengantarkan Key ke sekolah. Biar Karin bisa beristirahat di rumah. Karin nanti yang akan menjemput Key saat pulang sekolah.


"Siap Papa..."


"Ya sudah pamit dulu sama Mama gih..." Yudha mengelus rambut anaknya.


Karin sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menikmati teh jahenya.


"Mama......." Teriak Key sambil berlari mendekati Karin.


"Eh, nak. Jangan berlari-larian." Karin takut kalau anaknya terjatuh atau terpeleset.


"Perut Mama sudah besar. Adik kapan lahirnya Ma?" tanyanya penasaran.


"Sebulanan lagi sayang. Kenapa? Key ingin segera melihat adik ya?" ucap Karin mengusap kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Iya Mama. Key ingin melihat adik." Sambil mengusap perut Karin. Key juga merasakan tendangan adiknya dalam perut Karin.


"Sabar ya nak sebentar lagi," ucap Karin kembali mengusap rambut Key dengan lembut.


Yudha dan Karin memberitahu kepada semua anaknya kalau akan memiliki adik perempuan beberapa bulan yang lalu. Karin bahagia akan memiliki putri lagi.

__ADS_1


"Adik Key pasti akan cantik seperti Mama."


"Iya dong sayang, pasti cantiknya akan seperti Mama kamu dan seperti Kak Keisha," ucap Yudha dengan senyuman.


"Mama sama Papa sudah berikan Key adik. Key jangan minta adik lagi ya nak?" ucap Karin sambil memegang perutnya.


Key hanya menggaruk tengkuknya sambil tersenyum menampilkan gigi putihnya.


"Ya sudah sayang kita berangkat dulu ya."


"Iya Mas hati-hati ya. Jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya."


"Siap sayangku. Ayo nak kita berangkat sekarang yuk nak."


"Ayo Papa....."


Karin mengantarkan Yudha dan Key sampai teras depan rumah. Karin melambaikan tangannya saat mereka mau masuk mobil. Setelah mobil suaminya pergi meninggalkan rumah Karin kembali masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa untuk menghabiskan teh jahenya. Karin meletakkan cangkir tehnya.


"Aku tidak menyangka akan hamil lagi. Aku berharap ini adalah kehamilan terakhirku. Semoga saja Key tidak minta adik lagi." Sambil melihat ke arah perutnya yang sudah membesar.


"Putri Mama, kamu sehat-sehat ya nak di dalam perut Mama," sambil mengelus perutnya pelan.


Karin lalu pergi ke kamarnya. Pinggangnya rasanya sudah mulai pegal-pegal. Mungkin karena saat ini Karin sudah hamil tua. Karin akan beristirahat sebentar. Nanti akan bangun saat mau menjemput anaknya. Karin sudah memasang alarm lewat di hpnya. Karin terlelap dalam tidurnya. Karin bermimpi buruk kali ini. Karin langsung terbangun, padahal baru tidur satu jam saja.


"Astagfirullah....." Karin takut akan terjadi sesuatu dengan Kei. Tadi Karin bermimpi tentang Key.


Karin akan menjemput anaknya lebih awal. Dalam mimpinya tadi Key diculik oleh orang yang tak dikenal. Maka dari itu Karin akan menjemput anaknya sebelum jam pulang sekolah. Karin lalu mandi dan akan segera berangkat ke sekolah Key. Karin takut mimpinya akan menjadi kenyataan. Karin sekarang sudah melajukan mobilnya ke arah sekolah anaknya. Karin menunggu Key di mobilnya. Tak lama kemudian bel pulang sekolah berbunyi. Karin segera turun dari mobilnya dan menuju ke kelas Key. Karin menunggu di bangku depan kelasnya Key.


Ada seseorang yang mengawasi gerak-gerik mereka dari tadi. Seseorang telah melakukan panggilan telepon saat ini.


"Bos, ternyata ibunya datang. Bagaimana ini?"


"Tidak apa-apa kalian tetap jalankan misi."


"Baiklah bos."


"Satu kali tepuk 3 nyamuk terperangkap." Wanita cantik itu tersenyum jahat. Bella tahu saat ini Karin sedang hamil lagi dan itu yang membuat Bella semakin marah karena rumah tangga Yudha semakin harmonis saja.


Bella tadinya berniat ingin menculik Key saja. Yudha sangat sayang sama Key jadi dirinya akan menculik Key untuk memancing Yudha agar datang menemuinya. Bella tetap ingin Yudha menjadi suaminya seperti yang dikatakan Mama Sabrina beberapa tahun lalu. Karena Mama Sabrina pernah menjodohkannya dengan Yudha. Tapi semenjak Yudha menghilang beberapa tahun yang lalu Mama Sabrina membatalkan perjodohannya dengan Bella. Dari situ Bella tidak terima dan berusaha untuk mencari Yudha.


Bella sudah terlanjur mencintai Yudha meskipun Yudha adalah suami orang. Jadi niat Bella menculik Key ingin membuat Yudha menjadi suaminya. Bella sudah tahu nanti Yudha tidak akan menolak permintaannya. Karena Bella akan menyakiti Key saat itu juga jika Yudha tidak mau menuruti keinginannya untuk menikah. Bella rela menjadi istri kedua. Karena Bella ingin mempunyai suami sesempurna Yudha. Bella iri dengan Karin yang sudah punya 3 anak darinya dan saat ini Karin juga sedang hamil lagi. Bella juga ingin mempunyai anak dari Yudha seperti Karin. Maka dari itu Bella nekat melakukan apa saja demi tujuannya tercapai. Sampai dirinya rela jika harus menjadi istri kedua.

__ADS_1


__ADS_2