Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Kelahiran Baby Twins


__ADS_3

Key dengan segera mencari aplikasi yang berwarna biru. Saat sudah mengetik PIN untuk mengecek saldo dengan segera Keyla menyambar hp Kakaknya dan mentransfer uang sebesar tiga ratus ribu rupiah. Keyla tadi mengintip berapa nomor PIN Kakaknya.


"Makasih Kakakku yang ganteng," ucap Keyla sambil mengecup pipi Key.


Key membolakan matanya saat adiknya itu mengembalikan hpnya dan mentransfer sejumlah uang tiga ratus ribu, padahal tadinya Key ingin mentransfer hanya seratus ribu saja untuk jajan adiknya.


"Kamu malak Kakak? Akan aku adukan sama Papa dan Mama nanti," ucap Key menatap tajam adiknya.


"Boleh saja kalau Kakak mau mengadukan aku sama Papa dan Mama. Tapi ingat, aku punya foto rahasia Kakak dan itu akan menjadi pertimbangan Kak Andin untuk menerima cinta Kakak atau tidak," ancam Keyla.


Key melongo saat adiknya itu punya foto saat Key tengah tertidur pulas. Muka jeleknya terlihat sangat jelas. Key memang keseringan lupa mengunci pintu kamarnya. Keyla waktu itu tengah haus dan keluar untuk minum di dapur. Saat akan kembali ke kamarnya, Keyla melihat pintu kamar Kakaknya terbuka sedikit. Karena penasaran Kakaknya sedang apa lalu Keyla menyelinap masuk ke kamar Key. Terlihat Key sedang tertidur pulas, ide jahil Keyla muncul. Keyla lalu saja berlari ke kamarnya mengambil hp dan lalu mengambil foto Key yang tengah terlelap dalam mimpinya.


"Aku harus selalu mengunci pintu kamar. Bahaya kalau Keyla sampai masuk lagi ke kamarku dan memfotoku." Batin Key.


Key terbiasa kalau tidur cuma memakai kaos dalam saja dan kadang kalau musim panas Key tidak memakai kaos dalamnya. Jadi terekspos tubuhnya saat tertidur dan saat Keyla memfotonya Key tengah tidak memakai kaos dalamnya dan terlihat tubuh bagian atasnya.


"Gimana? Apa Kakak masih mau mengadu sama Papa dan Mama? Kalau misalkan iya jangan salahkan aku jika foto jelekmu ini sampai ke tangan Kak Andin satu menit lagi. Nanti belum menyatakan cinta tapi Kakak sudah dicoret dari daftar calon suami."


Key membolakan matanya saat adiknya mengancamnya dan akhirnya Key hanya bisa pasrah saja.


"Untung saja aku hanya punya adik satu. Jika dua atau tiga bisa bangkrut dadakan."


Keyla terkekeh geli mendengarnya.


"Ikhlas gak nih? Kalau gak ikhlas aku bisa balikin uangnya. Tapi ya tadi itu, foto Kakak akan aku kirim ke Kak Andin."


"Kakak ikhlas Keyla," ucap Key lirih.


Key mengikhlaskan uangnya kalau tidak reputasinya bisa hancur didepan sang pujaan hati bila foto itu terkirim saat ini juga. Keyla gembira mendapatkan uang tiga ratus ribu dari Kakaknya.


"Bye Kak Key. Sering-sering ya kasih aku uang."


Keyla langsung berlari dan temannya sudah menunggunya di luar rumah. Mereka akan pergi ke toko buku untuk membeli novel. Akhir-akhir ini gadis cantik itu suka membaca novel. Sudah 3 novel dia koleksi di kamarnya.


Anisa menjatuhkan bunga mawar merah yang suaminya berikan karena perutnya terasa mulai sakit. Tapi sakitnya tidak seperti biasanya, kali ini rasanya melilit. Anisa matanya terbelalak sepertinya sudah saatnya si kembar untuk lahir dan melihat indahnya dunia.


"Auwww... Arghhh....."


Mendengar istrinya merintih kesakitan lalu Keifano melepaskan pelukannya. Anisa masih saja terus memegang perutnya.


"Sayang, apa perutmu kram? Atau kontraksi palsu lagi?"


Tidak menghiraukan perkataan suaminya Anisa justru semakin merasakan perutnya sakit dan melilit.


"Sepertinya aku akan melahirkan," jawab Anisa sambil menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


Keifano lalu melihat ke arah kaki istrinya.


"Sayang, tapi air ketubannya belum pecah."


"Nunggu pecah dulu dan baru kamu bawa aku ke rumah sakit gitu hah?" sungut Anisa.


"Eh, bukan begitu sayang."


"Arghhh, perutku semakin sakit Keifano. Sepertinya anakmu ingin keluar sekarang," rancu Anisa.


Keifano lalu memegang perut istrinya dan mengecupnya dua kali.


"Nak, jika kalian ingin segera melihat dunia maka jangan membuat Bunda kesakitan."


"Keifano......" Anisa menggetok kepala suaminya. Bisa-bisanya dalam keadaan genting seperti ini Keifano bercanda.


"Iya sayang, ayo kita ke rumah sakit sekarang juga."


Keifano lalu menggendong istrinya dan berjalan dengan cepat.


"Key, tolong setir mobilku. Anisa akan melahirkan."


"Apa? Melahirkan?" ucap Key yang dengan mimik muka terkejut.


Key dengan segera mengambil kunci mobilnya. Key juga membantu membukakan pintu.


"Key, ayo cepat jalankan mobilnya! Tunggu apalagi?"


"Iya Kak..."


Dengan segera Key melajukan mobilnya keluar dari rumah mewahnya menuju ke rumah sakit. Sepanjang jalan Anisa mengeluh karena perutnya yang semakin sakit. Keifano mengusap-usap perut buncit istrinya. Anisa menjambak rambut suaminya dengan kuat sehingga Keifano meringis.


"Arghhh perutku semakin melilit," teriak Anisa.


"Bunda, jangan menjambak rambutku. Sakit sekali rasanya. Nanti kalau kepalaku botak gimana?" keluh Keifano.


"Kakak ini baru begitu saja mengeluh. Lihatlah, Kak Anisa yang dari tadi kesakitan dan sebentar lagi akan bertaruh nyawanya untuk melahirkan dua anakmu."


"Kamu tidak tahu saja adikku. Ini rasanya sangat sakit."


"Kak Anisa jauh lebih kesakitan daripada Kakak. Sudahlah, Kakak jangan mengeluh seperti itu. Kakak buatnya kemarin saja dengan senang hati dan sekarang Kakak juga harus merasakan kesakitan saat kedua anak Kakak akan lahir. Jangan salahkan Kak Anisa yang menjambak rambut Kakak, salahkan diri kamu sendiri yang telah menghamili istrimu."


Keifano membolakan matanya saat ini dan hanya terdiam saja tidak bisa menjawab perkataan Key. Adiknya itu memang keseringan berkata ceplas-ceplos.


"Kalian jangan berisik. Perutku jadi semakin tambah sakit mendengar perkataan kalian."

__ADS_1


Dua laki-laki berstatus Kakak beradik itu lalu terdiam. Key lalu melajukan mobilnya secepat mungkin agar segera sampai di rumah sakit.


"Key... Apa kamu akan membuat aku melahirkan sekarang juga? Kedua anakku bisa brojol di mobil kalau kamu nyetirnya ugal-ugalan," sungut Anisa kesal.


"Key turunkan kecepatan mobilnya," perintah Keifano.


"Tapi Kak, kan Kak Anisa akan segera melahirkan dan lebih cepat lebih baik untuk sampai ke rumah sakitnya."


"Sayang sabar ya, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit. Kamu tahan bentar ya dan jangan melahirkan di mobil."


"Kamu bilang aku harus sabar dan menahan rasa sakit ini? Suami macam apa kamu ini?"


Keifano jadi serba salah saat ini. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit dengan segera Keifano menggendong istrinya.


"Dokter, tolong istri saya mau melahirkan," teriak Keifano.


Beberapa perawat datang dan Anisa lalu dibawa ke ruang tindakan. Keifano ikut masuk menemani istrinya yang sedang berjuang untuk melahirkan kedua anaknya. Sedangkan Key menghubungi keluarganya dan keluarga Kakak iparnya, memberitahu bahwa Anisa akan segera melahirkan.


Di dalam ruangan Anisa sedang berusaha untuk melahirkan kedua anaknya. Mereka dulu sepakat untuk tidak ingin tahu jenis kelamin anaknya karena agar surprise saat melihatnya secara langsung saat lahir.


"Dokter sakit..."


Dokter tersebut kemudian memberikan arahan agar Anisa bisa segera melahirkan. Keifano menggenggam tangan istrinya.


"Sayang, semangat. Aku akan selalu ada di sini. Menemani kamu sampai anak kita lahir," ucap Keifano sambil mengecup kening Anisa, memberinya semangat.


Keifano berdoa agar istrinya lancar dalam persalinan dan mengecup keningnya sekali lagi.


"Ayo Bu dorong lagi..."


Anisa berusaha sekuat tenaga untuk melahirkan anaknya. Tak lama kemudian terdengar suara bayi yang menangis. Anisa tersenyum tipis sambil menahan rasa sakitnya. Dia melahirkan putra pertamanya dengan lancar.


"Dok, saya tidak kuat lagi."


"Semangat sayang, sebentar lagi kita bisa menggendong mereka bersama-sama."


Anisa mengumpulkan tenaganya untuk melahirkan anaknya kembali.


"Arghhh Keifanoooooo," jerit Anisa sambil mencengkram lengan kekar suaminya, berusaha sekuat tenaga untuk melahirkan anaknya kembali.


Setelah menyebutkan nama suaminya kemudian terdengar lagi suara bayi yang menangis. Anisa berhasil melahirkan anak lagi dengan jenis kelamin laki-laki. Bayi kembarnya semua berjenis kelamin laki-laki. Keifano mengucapkan puji syukur atas kelahiran kedua putranya. Si kembar lahir dengan jeda waktu hanya 10 menit saja.


"Sayang makasih. Kamu ibu yang hebat." Keifano mengecup kening Anisa.


Anisa menjawab dengan anggukan kecil. Tenaganya sudah habis untuk melahirkan kedua buah hatinya. Anisa bahagia atas kelahiran kedua anaknya yang semakin melengkapi keluarga kecilnya.

__ADS_1


__ADS_2