Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 25 - Aku Akan Segera Menikahinya


__ADS_3

Dalam hatinya Alya sedang berbunga-bunga karena Dionlah satu-satunya laki-laki yang pertama kali menyatakan perasaannya kepadanya. Selama ini laki-laki lainnya hanya mengaguminya dan yang ingin mendekatinya tidak ada satupun yang berani menyatakan perasaannya. Mereka hanya mengagumi Alya dalam diam.


"Aku tahu kalau Kak Alya akan menolakku. Aku yakin aku bukanlah tipe laki-laki yang Kak Alya idam-idamkan untuk menjadi suami Kakak. Lagian aku juga belum mapan. Maaf Kak Alya, aku telah berbicara dengan lancang seperti tadi di depan Kakak. Namun aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja tentang perasaanku ke Kakak. Aku permisi pulang dulu ya Kak. Maafkan atas semua perkataanku tadi dan semoga Kak Alya tidak membenciku karena aku telah lancang berbicara seperti tadi."


Raut wajah Dion tampak begitu kecewa wajahnya ditekuk dan menunduk karena Alya hanya diam saja dari tadi tidak merespon ucapannya dan Dion menyimpulkan bahwa Alya telah menolaknya karena tidak memberikan jawaban apapun. Saat Dion akan beranjak pergi, Dion sudah berdiri dari tempat duduknya dan ingin meninggalkan Alya di restoran. Alya akhirnya membuka suaranya untuk menghentikan Dion.


"Dion tunggu dulu penjelasan dari Kakak. Kamu duduklah kembali."


Dion lalu duduk kembali. Dion penasaran Alya akan menjelaskan apa dengannya.


"Kakak sebenarnya telah dijodohkan dengan kedua orang tua Kakak. Minggu ini Kak Alya dipertemukan dengan orang yang dijodohkan dengan Kak Alya bersama orang tuanya."


"Deg............." Seketika hati Dion terasa sakit saat mendengarkannya.


"Apakah aku akan kehilangan wanita yang kusuka untuk ketiga kalinya? Huft betapa malang sekali nasipku." batin Dion.


"Kalau begitu maaf ya Kak atas tadi sudah menyita waktu Kak Alya. Dion mau pamit pulang dulu."


"Dengarkan Kak Alya dulu Dion! Kakak juga belum pernah bertemu dengan laki-laki tersebut. Aku menghormati atas kejujuran kamu Dion. Kakak saat ini belum milik siapa-siapa. Kakak akan sholat istikharah dulu dan nanti segera Kakak akan menghubungi kamu untuk menjawab semua pertanyaan yang tadi kamu berikan."


Dion saat ini merasa lega saat Alya berkata seperti itu. Berarti masih ada kesempatan untuk bersama dengan Alya meskipun Alya sudah dijodohkan seperti dirinya yang juga sudah dijodohkan dengan wanita pilihan orang tuanya, tapi Dion ingin memperjuangkan cintanya dengan Alya.


"Baiklah Kak. Dion akan menunggu jawaban Kak Alya," ucapnya sambil tersenyum.


Tak lama kemudian Karin dan Yudha masuk ke restoran tersebut. Yudha terkejut dengan siapa wanita yang dikenalinya ternyata lagi bersama Dion.


"Alya..."


"Sayang kamu kenal wanita yang lagi bersama Dion itu?"


"Iya sayang, dia dulu adik kelasku waktu SD."


"Kita samperin mereka saja yuk sayangku. Anggap saja kita double date."


Yudha mengangguk dan mereka mendekati Alya dan Dion.


"Boleh gabung gak?" ucap Karin tersenyum.


"Boleh saja. Eh Kak Yudha," ucap Alya terkejut.


Dion juga tak kalah terkejut saat Karin sudah duduk disamping Alya.


"Wah Alya kamu lagi ulang tahun ya? Selamat ulang tahun ya. Semoga sehat selalu dan secepatnya dihalalkan oleh Dion," ucap Yudha dengan senyuman.

__ADS_1


"Aamiin." Dion lalu tersenyum setelah mendengar ucapan Yudha.


Berbeda dengan Alya saat ini Alya bingung harus jawab bagaimana.


"Terima kasih Kak Yudha. Kak Yudha lagi sama calon istri ya?"


Karena tadi Alya melihat Yudha bergandengan tangan dengan Karin.


"Iya dia calon istriku."


"Selamat ulang tahun ya Kak Alya. Kenalin Kak Aku Karina Alexander. Panggil saja Karin," ucapnya dengan ramah sambil mengulurkan tangannya.


"Terima kasih Karin. Aku Alya Assyifa. Biasa di panggil Alya," ucapnya sambil menjabat tangan Karin.


"Aku juga mengenal Dion loh Kak Alya. Dion itu sahabatnya Kak Rey. Rey itu suami sepupuku."


"Hmm untung saja Karin tidak bicara bahwa aku pernah dijodohkan dengannya." batin Dion.


"Aku juga pernah dijodohkan dengan Dion tapi aku lebih memilih Kak Yudha yang sifatnya lebih dewasa. Eh ternyata Dion sekarang sudah bersama Kak Alya. Kalian cocok loh kalau aku lihat kelihatannya serasi."


"Astaga baru saja diomongin. Bagaimana ini bisa-bisa Kak Alya benar-benar menolakku setelah melihat Karin yang tidak menggunakan hijab." batin Dion.


Alya hanya tersenyum kecut. Alya baru tahu bahwa calon istrinya Yudha ternyata dulu pernah dijodohkan dengan Dion. Untuk mengurangi rasa kecanggungan akhirnya Alya berbicara.


"Wah boleh tuh Kak," ucap Karin senang.


Mereka lalu makan bersama. Hingga akhirnya ada bekas makanan yang menempel di ujung bibir Yudha.


"Sayang biasanya aku makannya yang belepotan. Eh sekarang kamu sendiri yang makannya belepotan," ucap Karin sambil mengelap ujung bibir Yudha dengan tisu.


"Sudah sedekat itukah Yudha dengan Karin. Bikin iri saja mereka ini. Apa mereka sengaja ingin bermesraan di depanku?" batin Dion.


Alya melihat raut wajah Dion yang nampak kesal melihat kemesraan Yudha dan Karin.


"Dion nampak kesal gitu mukanya. Apakah Dion masih menyukai Karin? Atau hanya iri saja melihat Karin dan Kak Yudha yang sedang bermesraan." batin Alya.


"Kalian bikin iri saja. Ingat kalian belum muhrim."


"Hmm ternyata Dion hanya iri dengan kemesraan Kak Yudha dan Karin. Aku kira Dion masih ada perasaan dengan Karin." batin Alya dengan perasaan lega.


"Aku akan segera menikahinya kalau dia sudah siap aku nikahi. Namun sayangnya dia belum mau ku nikahi karena belum lulus SMA. Kami berencana akan segera bertunangan," ucap Yudha.


"Baguslah. Lebih cepat lebih baik."

__ADS_1


"Wah Kak Yudha sepertinya ingin segera menikahi kamu Karin saat kamu sudah lulus SMA."


"Iya aku maunya juga begitu Al."


"Aku doakan setelah Karin lulus SMA kalian segera menikah," ucap Dion tersenyum.


"Papa sama Mamaku juga maunya gitu. Mereka sudah ingin aku segera menikah dan memberikan cucu untuknya."


"Uhukk..... Uhukkk........"


Karin tersedak mendengar ucapan Yudha dengan Dion.


"Sayang makannya jangan terburu-buru, kan jadi tersedak. Ayo ini minum dulu." Yudha menyodorkan minumannya ke Karin dan Karin langsung meminumnya.


"Niat baik itu harus segera dilaksanakan Kak Yudha," ucap Dion kembali.


"Iya benar. Lalu kapan kamu akan menikahi Alya?" Yudha balik bertanya kepada Dion dan juga penasaran dengan jawabannya.


"Secepatnya aku akan menikahinya jika aku nanti sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya."


Alya melongo mendengar ucapan Dion. Karin juga terkejut dengan ucapan Dion. Mereka terkejut bahwa Dion benar-benar serius dengan Alya.


"Baguslah. Alya ini wanita baik-baik Dion. Jadi kamu harus selalu membahagiakannya. Ingat pesanku jangan pernah menyakiti hati seorang wanita."


"Iya aku akan berusaha untuk membahagiakannya dengan caraku sendiri," ucapnya sambil tersenyum.


"Kak Alya cocok dengan Dion. Kalian sama-sama berakhlak baik," ucap Karin.


Alya hanya tersenyum mendengar perkataan Karin.


"Ehm kita duluan ya dan terima kasih Alya sudah mentraktir kita. Lain kali kita double date dan aku yang bayar ya?"


"Ok sip Kak."


"Oh iya Kak Alya aku minta nomor Kakak. Biar kita bisa janjian untuk double date lagi."


Alya langsung mengetik nomornya dihp Karin.


"Ok Kak udah aku WhatsApp ya."


"Iya udah aku save nomor kamu."


Karin dan Yudha lalu pergi meninggalkan restoran tersebut. Sedangkan Alya dan Dion sekarang menjadi canggung. Alya sekarang sudah percaya bahwa Dion ternyata bersungguh-sungguh ingin menikahinya.

__ADS_1


__ADS_2