Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 46 - Mulai Mencintainya


__ADS_3

DI KAMAR ALYA


Alya sedang mengetik revisi skripsinya. Meskipun Dion membantunya namun Alya juga tidak lupa untuk menelitinya kembali dan menambahkan apa yang menurutnya kurang. Saat sedang fokus dengan laptopnya tiba-tiba hp Alya bunyi tanda ada pesan WhatsApp masuk.


📥 Dion : "Assalamualaikum. Kak Alya sedang apa?"


📤 Alya : "Wa'alaikum Salam. Sedang merevisi skripsiku Dion."


📥 Dion : "Oh, maaf ya Kak kalau Dion ganggu. Kak Alya jangan lupa makan ya."


📤 Alya : "Gak ganggu kok Dion. Kakak sudah makan."


Alya tersenyum saat melihat pesan WhatsApp dari Dion. Perhatian Dion yang menjadikan hati Alya jadi berbunga-bunga. Mama Sofie berjalan menuju kamar anaknya. Mama Sofie melihat Alya sedang tersenyum saat melihat hpnya. Mama Sofie sudah menebak yang membuat Alya tersenyum adalah Dion. Ternyata benar saat Mama Sofie sudah berada di belakang tubuh Alya yang sedang WhatsApp adalah Dion. Mama Sofie melihat pesan WhatsApp dari Dion. Alya tidak sadar bahwa ada Mamanya di belakangnya.


"Ehm..... Ada yang sudah mulai jatuh cinta nih. Senyam-senyum sendiri sampai gak tahu kalau ada orang masuk kamarnya." Mama Sofie dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Eh? Mama....." Alya merasa malu bahwa dirinya tadi tersenyum saat membaca dan membalas pesan WhatsApp dari Dion.


"Mama melihat semua pesan WhatsApp Alya sama Dion?" Tanya Alya gugup.


"Gak usah gugup begitu sayang. Mama membaca semua pesan WhatsApp kamu."


Seketika Alya wajahnya merah merona karena malu.


"Hehehe Alya jadi malu Mama."


"Oh iya sayang sebentar lagi kan kamu akan menikah dengan Dion. Kamu dampingi suami kamu dimana pun ia berada."


"Jangan lupa kamu tidak boleh bantah perintahnya ya sayang. Meskipun Dion lebih muda darimu, tapi kamu juga harus menghormatinya," ucap Mama Sofie kembali.


"Iya Mama, Alya akan menuruti semua perintahnya."

__ADS_1


"Bagus... Termasuk jika Dion ingin segera punya anak darimu, kamu jangan menolaknya atau menundanya ya sayang."


"Hah? Tapi Mama Alya belum mencintai Dion. Mana bisa melakukannya kalau tanpa dengan cinta."


"Cinta itu akan datang dengan sendirinya nak. Mulai sekarang kamu belajar mencoba mencintainya. Dion anak yang baik nak."


"Tadi Mama lihat kamu bahagia mendapatkan pesan WhatsApp dari Dion. Itu tandanya kamu sudah mulai mencintainya nak," ucapnya kembali.


"Benarkah aku sudah mencintai Dion?" Batin Alya yang belum yakin.


"Mama bisa melihat kalau kamu sudah mulai menyukainya.'


"Emang kelihatan banget ya Ma? Kalau Alya suka sama Dion?"


"Iya sayang dari ekspresimu tadi sudah terlihat bahwa kamu mulai ada rasa dengannya. Itu akan lebih baik dan kalian sebentar lagi akan menikah maka kalian akan lebih dekat nantinya.


Alya hanya tersenyum mendengar perkataan Mamanya.


"Mama berharap pernikahan kalian akan langgeng sampai maut memisahkan dan segera dikasih keturunan nantinya."


"Ya sudah Mama keluar dulu ya nak. Kerjakan skripsimu dengan benar. Sebentar lagi kamu akan sidang skripsi."


"Iya Mamaku siap." Alya sambil hormat kepada Mama Sofie. Mamanya terkekeh melihat tingkah laku Alya.


Setelah Mamanya keluar dari kamarnya Alya lega.


"Malu banget aku, tadi Mama melihat semua pesan WhatsApp dengan Dion lagi," ucap Alya sambil menepuk jidatnya.


Alya lalu kembali mengetik skripsinya.


...*****...

__ADS_1


Tak terasa hari ini Alya akan sidang skripsinya. Dion mensupport Alya sebelum masuk ke ruang sidang. Alya membawa laptop dan bahan skripsinya untuk di presentasikan sesudah itu saatnya Alya untuk disidang dengan 3 dosen penguji di ruangan tersebut yang sudah memegang 3 salinan skripsinya. Alya harus sebisa mungkin menjawab dengan cepat dan benar tentang semua pertanyaan dari dosen penguji mengenai skripsinya.


Dosen penguji tersebut bertanya secara bergantian dari Bab 1 sampai dengan Bab 5. Alya bisa menjawab semua pertanyaan dosen penguji. Sidang diberi waktu selama 60 menit. Alya hanya memerlukan waktu 52 menit untuk presentasi dan menjawab semua pertanyaan dari dosen penguji. Dion datang menemani Alya yang sedang sidang di dalam ruangan. Dion menunggu Alya di luar ruang sidang. Dion berharap Alya lulus sidang skripsinya dan mendapatkan nilai terbaik. Hasil sidang skripsi akan diumumkan di sebuah aula bersama dengan teman seperjuangan skripsinya nanti pukul 18:00 wib. Alya lalu ke luar dari ruang sidang membawa laptop dan berkas salinan skripsinya.


(Author jadi teringat waktu kemarin sidang, rasanya masih deg-degan ketika masuk ruangan sidang. Saat itu virus corona belum melanda ya 😁. Tapi apalah daya author hanya sendiri tidak seperti Alya yang disupport Dion 😂. Author ditemani mama dan teman-teman. Curhat dikit gpp ya 🤭).


"Bagaimana Kak sidangnya apa lancar?" Tanya Dion menunggu jawaban sang pujaan hatinya.


"Alhamdulillah lancar Dion. Tinggal menunggu pengumuman hasil sidangnya nanti masih 3 jam lagi." Alya sambil melihat jam tangannya.


"Kalau begitu kita makan dulu yuk Kak. Kak Alya pasti sudah lapar."


"Kamu tahu saja kalau Kakak sedang lapar hehehe," ucapnya terkekeh.


"Iya, terlihat dari raut wajah Kakak."


Alya dan Dion lalu masuk ke mobil Dion. Seperti biasa Alya selalu duduk di belakang. Dion sudah seperti sopirnya saja. Mereka selalu menjaga jarak sebelum ada kata sah yang terucap. Saat sedang di perjalanan seketika terdengar suara adzan ashar. Dion lalu membelokkan mobilnya ke halaman masjid. Alya dan Dion lalu menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. Setelah sholat ashar, Dion kembali melajukan mobilnya ke sebuah restoran. Suasana restoran cukup ramai.


"Kak Alya mau pesan apa?"


"Samakan saja Dion makanannya. Tapi minumannya jus strawberry."


Dion kemudian memesan 2 chicken steak, 2 spring roll, 1 orange juice and 1 strawberry juice.


...(btw ini menu kesukaan author 😍. Kalian wajib coba deh pasti suka 😁)...


20 menit kemudian makanan dan minuman yang mereka pesan datang. Mereka makan dengan suasana hening hanya ada suara garpu dan pisau yang terdengar. Saat ada bekas saus yang menempel pada ujung bibir Alya, Dion yang melihatnya dengan cepat mengambil tisu dan langsung mengelapnya. Alya terbengong dengan perilaku Dion.


"Eh, maaf Kak Alya tadi ada sausnya yang masih menempel," ucap Dion sambil memperlihatkan tisunya yang ada sausnya.


Alya malu dengan perlakuan Dion terhadapnya yang tiba-tiba mengelap bibirnya dengan tisu. Seolah-olah Alya tidak bisa makan dengan rapi karena masih belepotan. Namun tidak bagi Dion karena hal ini bisa membuat Alya untuk jatuh cinta padanya. Karena Dion akan selalu perhatian dengan Alya sebelum menikah ataupun sesudah menikah dengannya.

__ADS_1


Setelah selesai makan bersama Dion dan Alya kembali ke kampus untuk melihat pengumuman hasil sidangnya. Mahasiswa-mahasiswinya dipanggil satu-satu oleh dosen sang ketua jurusan untuk maju kepan. Alya yang sudah dari tadi masuk ke dalam ruang aula jantungnya berdegup kencang. Perjuangannya 3,5 tahun sudah berada di depan mata. Dion masih setia menunggunya di luar. Saat Alya dinyatakan lulus saat mendapatkan satu lembar berisi nilai dari hasil sidangnya, Alya bahagia saat dia mendapatkan nilai A. Alya mendapatkan nilai sempurna dengan IPK 4,0 saat sidang skripsinya tadi.


Alya keluar ruangan aula tersebut dengan senyuman dan menemui Dion untuk memberi tahu bahwa Alya mendapatkan nilai sempurna berkat Dion juga yang selalu mensupport Alya dan juga membantu mengetikkan naskah skripsinya. Dion ikut bahagia saat Alya mendapatkan nilai sempurna. Alya mengucapkan banyak terima kasih dengan Dion karena selalu membantunya selama ini. Dion bahagia Alya sebentar lagi akan menjadi miliknya dan hanya Dion laki-laki satu-satunya yang bisa meluluhkan hati Alya Assyifa sang wanita populer di kampusnya.


__ADS_2