Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 17 - Dinner Romantis


__ADS_3

Yudha lalu melajukan mobilnya menjadi lebih cepat agar segera sampai di tempatnya. Saat akan sampai di tempatnya Yudha teringat bahwa Karin belum menggunakan penutup matanya. Yudha lngsung memberhentikan mobilnya sebentar.


"Loh Kak Yudha kenapa berhenti dipinggir jalan?"


Karin bingung secara tiba-tiba Yudha berhenti dipinggir jalan yang sepi. Karin pikirannya sudah berkecamuk kemana-kemana dan mengarah ke hal yang tidak-tidak. Gimanapun dia sedang pergi dengan orang lain yang bukan dari keluarganya. Ada rasa was-was karena mendadak berhenti dipinggir jalan.


"Sayang karena hampir sampai ke tempatnya dan aku akan menutup matamu dengan ini," ucapnya sambil memegang penutup mata.


"Kenapa pakai penutup mata segala? Kakak tidak ada niat ingin berbuat macam-macam padaku kan? Apalagi sekarang ini di tempat yang sepi." pertanyaan itu lolos keluar dari bibir manis Karin.


Karin menatap Yudha dengan tajam setelah bertanya seperti itu. Yudha pun kaget dengan pertanyaan Karin dan akhirnya Yudha mengatakan kalau dia ingin memberikan kejutan untuk Karin ke suatu tempat.


"Duh kenapa Karin mikirnya yang tidak-tidak sih. Ah iya ini salahku karena berhenti dipinggir jalan yang sepi. Harusnya dari berangkat tadi aku memasang penutup matanya." batin Yudha yang merutuki dirinya sendiri


"Astagfirullah, sayang kamu ini mikirin apa sih? Tidak mungkin aku berani macam-macam padamu. Aku hanya ingin memberikan kejutan terhadapmu. Hanya itu saja tidak ada maksud lainnya." Akhirnya Yudha bicara seperti itu.


"Beneran?" tanyanya meyakinkan sambil menatap mata Yudha dan tidak ada kebohongan yang terlihat disana.


Yudha mengangguk pelan.


"Baiklah," ucapnya singkat.


Karin pasrah dengan perlakuan Yudha yang memasang penutup mata untuknya. Dimana sekarang Yudha akan memberikan kejutan untuknya.


"Kak Yudha ingin memberiku kejutan apaan sih kok sampai harus pakai penutup mata segala?" tanyanya penasaran.


"Kalau Kakak kasih tahu namanya bukan kejutan dong sayang. Kakak hanya ingin mengajakmu ke suatu tempat yang belum pernah kita kesana."


"Kakak ini bikin Karin penasaran saja. Masih lama gak sih Kak? Kalau kelamaan Karin bisa ketiduran ini kalau lama-lama ditutup matanya."


"Bentar lagi sayang tidak sampai sepuluh menit kok kita sampai ke tempatnya."


Karin hanya menjawab berdehem saja.Yudha terus menjalankan mobilnya dengan kencang. Akhirnya mereka sudah sampai ke tempat yang dituju.


"Sayang sudah sampai."


"Hmm iya aku kan gak bisa lihat Kak, kita sampai dimananya. Kan Kakak sendiri yang menutup mataku."

__ADS_1


"Hehe iya sebentar lagi Kakak buka penutup matanya sayang."


Yudha langsung keluar mobilnya dan membukakan pintunya untuk Karin.


"Sini Kakak bantu turun dari mobil." sambil menggandeng tangan Karin dan Karin turun dari mobil pelan-pelan.


Yudha menuntun Karin untuk masuk ke restoran yang sudah ia siapkan untuknya. Mereka naik lift agar sampai ke rooftop. Saat sudah sampai di atas Yudha perlahan menuntun Karin untuk berjalan mendekat ke arah yang dituju.


"Sudah sampai sayang. Aku buka ya penutup matanya."


"Iya sayang. Aku penasaran kamu membawaku kemana."


Yudha lalu membuka penutup matanya. Karin mulai mengerjapkan matanya. Saat sudah membuka matanya Karin melihat Yudha sudah berada di depannya.


"Surprise....."


Karin terkejut melihat saat dirinya dan Yudha sudah berada di rooftop. Karin menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ternyata Yudha mengajaknya untuk dinner romantis malam ini.



"Kak Yudha so sweet banget sih mengajakku ke tempat yang romantis. Aku kira Kak Yudha tidak bisa romantis selama ini. Tapi nyatanya dia bisa menjadi pria romantis yang selama ini aku idam-idamkan. Karin makin suka deh sama Kakak." batin Karin.


"Suka sekali sayang. Kakak yang nyiapin semua ini?"


Yudha tersenyum karena Karin menyukai kejutannya.


"Iya, kemarin Kakak udah pesan untuk menyewa tempat ini semalaman. Soalnya selalu saja kalau Kakak ajak Karin makan sama Kakak selalu di ruang VIP yang bebas asap rokok dan belum pernah ke ruangan terbuka seperti ini."


"Maaf tadi aku kira kamu ingin berbuat macam-macam terhadapku. Kamu sendiri sih pakai berhenti dipinggir jalan yang sepi."


"Maaf sayang. Kakak berhentinya tadi salah tempat."


"Iya gak apa-apa kok sayang. Tapi malam ini aku bahagia dan tidak menyangka Kakak bisa menjadi seromantis seperti ini."


"Aku akan berusaha untuk membahagiakan kamu sayang." Yudha tersenyum mengarah ke Karin.


Karin tersenyum mendengar perkataan Yudha. Karin menyesal telah berprasangka buruk tadi dengannya. Yudha menggandeng Karin dan lalu membukakan kursi untuknya. Terdengar lagu yang menambah kesan romantis.

__ADS_1


"Terima kasih sayang." Karin lalu duduk.


"Sama-sama sayangku. Ayo sayang kita makan," ucap Yudha sambil duduk disebelahnya.


Karin mengangguk pelan dan mulai makan makanannya. Disaat itu juga ada sisa makanan yang menempel di ujung bibir Karin.


"Kamu makanannya belepotan sayang."


Lalu dengan sigap Yudha mengelap makanannya dengan tisu. Mereka lalu saling berpandangan sejenak. Jantung mereka berdetak lebih cepat dari biasanya. Karin jadi tersipu malu saat ini. Lalu mereka melanjutkan makannya kembali. Setelah mereka makan Yudha lalu berdiri.


"Kamu mau kemana sayang?" Karin pun bingung ketika Yudha tiba-tiba berdiri.


"Aku masih ada kejutan satu lagi untuk kamu sayangku," ucapnya di telinga Karin dan lalu tersenyum.


Yudha langsung mengambil kotak dari sakunya yang berisi kalung dan lalu memakaikannya ke Karin. Karin terkejut saat kalung sudah dipakaikan Yudha di lehernya.


"Cantik kalungnya sayang," ucap Karin sambil tersenyum.


"Iya cantik seperti kamu sayangku."


Yudha lalu memakaikan jaketnya ke Karin agar Karin tidak kedinginan karena masih ada satu kejutan lagi untuk sang pujaan hatinya.


Hari ini Karin sangat bahagia karena diberi kejutan 3 kali. Yang pertama diberikan sebuket bunga mawar merah yang masih segar dan wangi saat membuka pintu rumah. Yang kedua dinner romantis di rooftop dengan lagu yang menambah kesan romantis dan yang ketiga diberikan hadiah kalung.


Tidak sampai disitu saja kejutan dari Yudha. Mereka juga menyaksikan kembang api di rooftop.


"Sayang bagus banget deh aku suka."


"Hari ini tepat dua bulan aku mengenal kamu sayang. Jadi aku siapkan ini semua untukmu."


"Terima kasih ya sayang untuk hari ini. Karin sangat bahagia sekali Kak Yudha memberikan banyak kejutan kepada Karin."


"Iya sama-sama sayang. Kakak senang kalau kamu juga senang dapat kejutan dari Kakak. Yaudah ayo kita pulang sayang udah malam."


"Iya ayo sayang."


Karin sangat bersyukur bisa mengenal Dokter Yudha yang sifatnya baik dan romantis. Karin berharap akan selalu seperti ini bahagia selalu dengan Yudha dan tidak ada yang mengganggu hubungan mereka kedepannya. Yudha bahagia hari ini bisa memberikan berbagai kejutan untuk calon istrinya.

__ADS_1


__ADS_2