Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 120 - Key Sanjaya


__ADS_3

Yudha bahagia bisa menemani istrinya melahirkan 2 kali. Perjuangan Karin melahirkan ketiga anak-anaknya sangatlah luar biasa. Karin ibu yang hebat, masih muda tapi sudah punya tiga anak.


Di luar semua orang mengucapkan syukur alhamdulilah karena Karin sudah berhasil melahirkan anaknya.


"Cucuku tadi itu suara tangisan bayi. Adik kalian telah lahir nak," ucap Mama Chintya kepada kedua cucunya.


Keifano duduk dipangkuan Mama Chintya sedang Keisha duduk dipangkuan Papa Keynan. Mama Sabrina dan Risa sedang beli minuman di kantin rumah sakit untuk semua orang. Mereka yang sedang menunggu Dokter yang menangani Karin di ruangan.


Papa Yudhistira dan Rey berdiri menghadap ruangan tersebut. Menunggu sang Dokter atau Suster keluar dari ruangan. Risa dan Mama Sabrina sudah kembali dari kantin membawa minuman dingin.


"Bagaimana apakah Dokter sudah keluar ruangan Rey?" Tanya Risa.


"Belum sayang," ucap Rey.


Sambil menunggu Dokter keluar ruangan mereka semua minum minuman dingin tersebut.


Di dalam ruangan Yudha telah selesai mengadzani putranya.


"Kamu sekilas mirip denganku nak," ucapnya sambil mengecup pipi anaknya pelan-pelan.


Suster lalu membawa box bayi dan papan informasi. Suster lalu bertanya-tanya dengan Yudha.


"Anaknya mau dinamakan siapa Mas?"


"Key Sanjaya."


"Namanya kok singkat sekali Mas?" Tanyanya terheran-heran, soalnya biasanya para orang tua memberi nama anaknya yang panjang dan ini Yudha hanya memberi nama anaknya Key saja. Nama Sanjaya yang menjadi nama belakangnya itu adalah namanya sebagai seorang ayahnya.


"Iya sus. Karena nama panjangnya sudah diborong oleh Kakeknya."


"Memang Kakeknya bernama siapa Mas?" Tanya Suster yang semakin penasaran.


"Keynan Putra Alexander."


"Oh, bagus ya Mas nama Kakeknya."


"Iya sus. Lagian nama Kakaknya Baby Key kan sudah panjang."


"Kalau boleh tahu nama Kakaknya siapa Mas?"


"Keifano Putra Sanjaya dan Keisha Putri Sanjaya. Mereka kembar jadi saya memberi nama yang panjang. Kalau adiknya ini kan tidak kembar jadi namanya singkat saja."


"Masnya lucu deh. Seharusnya yang si kembar yang namanya singkat."


"Ya terserah saya dong Sus. Kan saya yang punya anak."


"Iya Mas saya mengerti. Maaf Mas tadi saya lancang."


"Tidak apa-apa. Lain kali jangan kepo ya Mbak sama nama anak orang yang baru lahir."


"Iya Mas. Saya paham."


Karin kini sudah dipindahkan ke ruang rawat inap kelas VVIP. Karin belum sadar setelah melahirkan tadi. Karin masih terpengaruh obat bius dari sang Dokter saat melakukan penanganan.


"Papa... Keisha ngin ihat dik ong." [Papa... Keisha ingin lihat adik dong.]


Karena Keisha badannya belum terlalu tinggi jadi belum bisa melihat adiknya dari box bayi tersebut. Begitu juga dengan Keifano. Kedua balita yang baru berusia 3 tahun tersebut kini sudah resmi menyandang status sebagai Kakak.

__ADS_1


"Ayo nak Papa gendong. Pegangan yang kuat ya."


"Ciap Papa..." [Siap Papa.]


Keisha lalu melingkarkan tangannya ke leher Papanya. Yudha lalu menggendong putrinya. Keisha lalu bahagia saat sudah melihat wajah adiknya.


"Ucu ya Papa, dikna Keisha cih ecil." [Lucu ya Papa, Adiknya Keisha masih kecil.]


"Iya nak. Kamu dulu juga seperti itu sayang sama Kakak kamu Keifano."


"Papa... Keifano uga ngin hat dik ayi." [Papa... Keifano juga ingin lihat adik bayi.]


"Sayang, gantian ya lihat adiknya. Kakak kamu Keifano juga ingin lihat adik kamu."


Keisha menganggukkan kepalanya.


"Pintar anak Papa," ucap Yudha lalu mengecup pipi putrinya dan menurunkannya pelan-pelan.


"Ayo nak Papa gendong," ucapnya dengan senyuman.


Sekarang gantian Keifano yang sudah Yudha gendong.


"Kok milip Papa dik ayina?" [Kok mirip Papa adik bayinya?]


Yudha terkekeh mendengarkan celotehan Keifano yang masih cedal.


"Hayo Kak Yudha, kamu mau gimana jelasinnya sama anak kecil seusia Keifano," ucap Rey sambil terkekeh dan penasaran dengan jawaban Yudha.


"Gampang saja Rey. Jawab saja apa adanya dan mereka mudah untuk memahaminya."


"Sayang, jelas saja adik bayinya mirip Papa. Coba lihat Mama kamu sama Nenek Chintya sama cantiknya bukan?" ucapnya kembali.


"Nah, begitu juga dengan adik kamu nak. Jadi wajar saja kalau mirip dengan Papa. Kan memang kita keluarga nak. Bagaimana? Apakah kamu sudah mengerti sayang?"


"Mengelti Papa." [Mengerti Papa.]


"Anak Papa ternyata pintar-pintar semuanya. Sini Papa hadiahi kamu nak."


Yudha juga mengecup pipi Keifano sama halnya dengan Keisha tadi.


"Aku pikir kamu bakal bilang bahwa karena kamu yang membuatnya sehingga mirip wajahnya denganmu hahaha..." Rey sekarang sudah tidak bisa lagi untuk menahan tawanya.


Rey langsung mendapatkan tatapan tajam dari Risa. Istrinya itu menghadiahkan cubitan pada perutnya.


"Ampun sayang. Aku hanya bercanda saja kok sama Kak Yudha."


"Bikin malu saja kamu Reynaldi Wijaya!" Risa kalau kesal dengan suaminya hanya menyebutkan namanya saja.


Semua orang sudah melihat Baby Key. Mereka sangat gemas melihat Baby Key yang baru saja lahir ke dunia. Karin mulai mengerjapkan matanya.


"Sayang... Alhamdulillah kamu sudah sadar."


"Iya Mas. Wah, semuanya sudah pada kumpul di sini."


"Iya nak. Kami semua juga sudah melihat anak kamu. Bayinya sangat lucu."


"Ah, benarkah Mama?" ucapnya dengan mata yang berbinar-binar.

__ADS_1


Saat Karin melahirkan anaknya tadi hanya sekilas saja melihat wajah putranya.


"Iya Nak. Kamu lihat saja sendiri betapa lucunya anak kamu sayang."


"Mas, kamu bawa kemari anak kita." Memerintahkan suaminya agar anaknya dibawa mendekat dengannya.


"Iya sayang, sebentar ya." Yudha langsung mengambil anaknya dari box bayi tersebut.


Karin menggendong anaknya pelan-pelan dan lalu mengecup pipinya.


"Mas, nama anak kita siapa?"


"Key Sanjaya."


"Kok kamu memberi nama anak kita singkat sekali Mas dan tidak seperti saat memberikan nama Keifano dan Keisha."


"Mereka kan kembar sayang."


"Justru seharusnya anak kembar kita namanya yang singkat."


"Tidak sayang karena biar unik saja."


Karin lalu tidak mau berdebat lagi dengan suaminya. Karin lalu memperhatikan wajah anaknya.


"Mas, kok wajahnya Baby Key mirip sekali dengan kamu. Masa tidak ada mirip-miripnya denganku. Kan aku ibunya yang mengandungnya selama 9 bulan lebih 7 hari."


"Sayang, apa kamu lupa? Kan aku Papanya, ya harus mirip akulah masa mirip Rey. Nanti yang ada Risa menuduh kamu berselingkuh dengan Rey kalau anak kita mirip Rey."


Karin membolakan matanya dan lalu menatap tajam suaminya. Karin ingin memarahi suaminya tapi di sini banyak orang. Lagian juga ada Papa Yudhistira dan Mama Sabrina. Jadi Karin hanya mencubit perut suaminya.


"Mas jangan keterlaluan. Bercandanya tidak lucu tahu."


"Hahaha... Rasain tuh Kak Yudha. Kamu akhirnya kena cubitan mematikan dari istri kamu juga."


Semua orang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Rey dan Yudha.


"Nak, Papa tidak menyangka punya cucu tiga dari kalian," ucap Papa Yudhistira dengan tersenyum.


"Iya... Alhamdulillah ya Papa. Apa Papa mau cucu lagi? Kalau Karin mau hamil lagi, Yudha siap kok untuk memberikan Papa cucu lagi," ucapnya dengan bersemangat.


Karin menatap tajam ke arah suaminya. Sedangkan semua orang yang ada di ruangan tersebut terkejut. Karin lalu menjitak dahi suaminya.


"Ampun sayang. Aku hanya bercanda. Tapi kalau kamu mau tidak apa-apa kok."


"Mas Yudha saja yang hamil sendiri. Aku baru saja lahiran beberapa jam yang lalu dan kamu sudah bicara soal kehamilan lagi."


Semua orang tertawa terpingkal-pingkal. Bahkan Rey sampai sakit perutnya.


Jangan lupa tinggalkan like 👍 rate 5 🌟 and biar author tambah semangat 🆙


tambahkan ke favorit biar saat 🆙 ada pemberitahuannya 🙂


Jangan lupa berikan hadiah dan vote. Terima kasih ❤️



Akhirnya karya author masuk karya rekomendasi ❤️

__ADS_1



__ADS_2