Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Kita Putus!


__ADS_3

Karin masih teringat betapa susahnya saat mengandung si kembar yang waktu itu Karin juga sambil kuliah di Korea. Karin berkuliah dalam keadaan hamil karena tidak ingin cuti lagi karena nantinya akan menambah waktu dirinya untuk lulus. Untung saja waktu itu saat melahirkan si kembar sedang liburan semester dan pulang ke Indonesia.


"Mama, maafkan Keifano," ucapnya sendu.


Karin sebenarnya tidak tega akan berbicara seperti ini. Tapi demi bisa mendapatkan menantu seperti Anisa apapun caranya akan Karin lakukan. Karena ini merupakan satu-satunya cara agar Keifano mau menikah dengan Anisa. Menantu yang diidam-idamkan oleh Karin selama ini.


"Anggap saja kamu tidak memiliki ibu saja nak. Anggap saja Mama sudah mati atau kamu lahir bukan dari Mama. Karena percuma saja, Mama yang sudah susah payah mengandung kamu bersama Keisha selama 9 bulan lebih tapi kamu tidak mau menuruti apa keinginan Mama. Kamu tahu tidak nak, Mama hanya ingin yang terbaik untukmu dan menurut Mama, Anisa pilihan yang tepat untuk dijadikan istrimu," ucapnya yang kini air matanya tidak dapat ditahan lagi. Kini air matanya sudah membasahi pipinya.


Keifano hanya terdiam saja. Sedangkan Yudha mendengarkan pembicaraan mereka. Yudha nanti akan menasihati anaknya jika Karin sudah selesai berbicara.


"Aku masih punya 3 anak lagi yang bisa aku atur dan menurut semua perkataanku. Kalau kamu tidak mau Mama atur. Silakan kamu bisa keluar dari rumah ini. Karena aku tidak mau punya anak yang durhaka seperti kamu," ucapnya kembali sambil berjalan keluar kamar anaknya.


"Mama..... Dengarkan dulu penjelasan Keifano." Kini Keifano merasa bersalah dengan Mamanya. Keifano sebenarnya tidak ingin merahasiakan kalau dirinya masih berpacaran dengan Cassandra. Namun ketakutan Keifano kalau Mamanya meminta dirinya untuk menjauhi sang kekasih.


Karin tidak menghiraukan perkataan anaknya. Karin terlanjur kecewa karena kini persahabatannya hancur karena ulah anaknya sendiri. Karin membanting pintu kamar Keifano yang membuat Yudha dan Keifano terkejut. Sekarang tinggal Keifano yang sedang dilanda kebingungan.


"Papa aku harus gimana?" Tanyanya dengan serius sambil menatap wajah Yudha.


Karin kalau sudah marah tidak bisa mengontrol emosinya. Yudha melihat anaknya juga kasihan karena tadi Karin bersikap seperti itu.


"Sekarang mana hp kamu?"

__ADS_1


Keifano lalu mengambil hp diranjangnya. Keifano masih bingung dengan perintah Papanya yang tiba-tiba ingin melihat hpnya.


"Kamu sekarang telepon Cassandra dan lalu kamu putuskan hubungan kamu dengannya. Hanya cara itu nak yang bisa Papa sarankan untuk kamu. Ini demi kebaikan kita semua. Agar hubungan kamu dengan Mama tidak renggang."


Seketika Keifano terbengong mendengar ucapan Yudha. Disatu sisi dirinya tidak ingin putus dengan kekasihnya. Tapi disisi lain Keifano juga sangat menyayangi Mamanya yang telah membesarkannya dari masih dalam kandungan sampai sebesar ini.


"Tapi Papa, aku masih mencintainya."


"Tapi dia tidak mencintai kamu nak. Papa punya bukti kalau dia hanya memanfaatkan kamu saja selama ini nak." Keifano terkejut saat mendengar perkataan Papanya. Keifano jadi penasaran bukti apa yang Papanya bicarakan.


Yudha lalu mengambil hpnya dari sakunya. Yudha lalu memutar video yang memperlihatkan bahwa Cassandra tengah berkencan dengan pria lain. Bahkan tidak hanya satu saja. Keifano geram akan kekasihnya yang hanya memanfaatkannya saja. Keifano baru sadar dari video tersebut bahwa sifat Cassandra yang sebenarnya kini telah terungkap. Cassandra perempuan yang materialis. Keifano tidak menyangka bahwa Cassandra orang yang seperti itu. Didalam video tersebut saat Cassandra masih di Jakarta dan belum melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta.


"Papa diam-diam menyelidiki pacarmu itu. Sejak awal Papa dan Mama punya firasat buruk kalau dia bukanlah gadis baik-baik. Kamu lihat sendiri kan nak, bahkan pacar kamu itu seorang playgirl. Yang suka bergonta-ganti pasangan dan mencari pria yang lebih kaya daripada pria yang sebelumnya."


"Tidak Papa..." Sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak sia-sia aku menyelidiki Cassandra." Batin Yudha.


"Bagus nak. Cepat kamu putusin hubungan kamu dengannya. Papa ingin mendengar percakapan kalian melalui telepon." Sambil menepuk pundak Keifano.


"Baik Papa..."

__ADS_1


Keifano langsung menelepon Cassandra. Ternyata yang mengangkat teleponnya adalah suara laki-laki.


"Hallo, ini siapa ya?" ucap sang laki-laki diseberang sana.


"Cassandra mana? Aku ingin berbicara dengannya, bisakah kamu berikan teleponnya ke dia?" Tanya Keifano.


"Sayang, ada telepon untukmu," ucap sang laki-laki itu memanggil Cassandra begitu mesra.


"Sayang siapa yang telepon?" Tanya Cassandra yang terdengar suara manjanya.


Keifano geram saat mendengar suara manja Cassandra dengan sang pria yang tadi mengangkat teleponnya.


"Ternyata kamu wanita tidak punya perasaan. Beraninya kamu memainkan perasaanku. Padahal cintaku begitu tulus kepadamu." Batin Keifano.


Cassandra membolakan matanya saat melihat nomor telepon yang tertera di layar hpnya. Cassandra tahu bahwa itu nomor kekasihnya yang berada di Jakarta. Cassandra dan Keifano saat ini sedang LDR. Cassandra sedang menempuh pendidikan S2 disalah satu universitas yang ada di Yogyakarta.


"Hallo Kei..." Cassandra berusaha untuk menormalkan nada bicaranya. Cassandra tidak bisa bilang sayang karena disampingnya juga ada sang kekasihnya yang jauh lebih kaya daripada Keifano.


"KITA PUTUS! DAN MULAI SAAT INI KAMU BUKAN KEKASIHKU LAGI. KAMU HANYA AKAN MENJADI BAGIAN DARI MASA LALUKU!"


"Ah, kenapa kamu berbicara seperti ini? Apa salahku Kei?" Cassandra pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


Keifano geram saat ini karena mantan kekasihnya pura-pura tidak tahu dengan apa yang sebenarnya dia lakukan karena telah memanfaatkannya selama ini.


__ADS_2