
Karin sudah mentransfer uang yang selama ini Yudha berikan ke ATM milik pribadinya. Karin lupa untuk memberikan ATM yang diberikan oleh Yudha. Misalnya Yudha tetap mentransfer uangnya setiap bulan. Nanti akan Karin kembalikan karena sudah tidak bisa menerimanya lagi karena sudah bukan haknya. Tak lupa Karin juga mengunjungi makam ketiga anaknya sebelum pergi meninggalkan Indonesia. Karin sekarang sudah tiba di rumah kedua orang tua Rey. Semua keluarganya sudah menyambut kedatangannya.
"Nak, kamu beneran mau pergi ke Korea kembali?" tanya Mama Chintya untuk memastikannya.
"Iya Mama."
Semua orang lalu memeluk Karin secara bergantian untuk salam perpisahan.
"Kita pasti akan merindukan kamu nak."
"Iya, aku juga pasti akan merindukan kalian semua. Setelah kuliahku akan selesai aku akan kembali," ucapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Ayo nak sudah siap?" tanya Papa Keynan.
"Iya Papa."
Mereka kini sudah sampai bandara. Jet pribadi milik Keluarga Wijaya sudah ada di sana. Semua orang melambaikan tangan atas kepergian Karin. Sebelum pergi Karin melihat sekitar dan menghembuskan napasnya secara kasar. Kini Karin sudah masuk ke dalam jet pribadi.
"Selamat tinggal Kak Yudha. Aku pasti akan merindukan kamu Mas. Selamat tinggal Indonesia, semua kenangan akan hilang setelah aku kembali lagi ke Korea. Mungkin memang kebahagiaan aku akan kembali seperti semula saat tinggal di Korea. Meskipun keluargaku sudah berpindah ke Indonesia." Batin Karin.
Setelah kurang lebih 8 jam lamanya perjalanan akhirnya Karin tiba di bandara Incheon.
"Akhirnya aku kembali lagi ke Negara kelahiranku."
Karin sudah disambut oleh sahabatnya waktu SMA dulu. Karena Karin kelas X sampai XI di Korea. Baru kelas XII pindah ke Indonesia.
"Karin..............." Sahabatnya langsung memeluknya.
__ADS_1
Mereka lalu berpelukan karena sudah lama tidak bertemu. Karin akan menyewa apartment sebelah kamar sahabatnya. Jadi sahabatnya yang menjemputnya. Mereka lalu ke sebuah restoran. Kali ini sahabatnya yang akan mentraktir Karin karena sahabatnya sangat bahagia Karin kembali lagi ke Korea. Selama di Indonesia Karin juga sering WhatsApp dan cerita dengan sahabatnya. Setelah makan bersama lalu Karin ke apartment yang disewanya. Karin merebahkan tubuhnya ke ranjang. Dia akan istirahat setelah menempuh perjalanan jauh.
...*****...
Kini Yudha sudah pulang ke rumahnya. Yudha bingung mencari-cari istrinya tidak ada di rumahnya. Tiba-tiba Mama Sabrina datang membawa surat gugatan cerai yang sudah Karin tanda tangani.
"Nak, Karin sebelum pergi menitipkan ini sama Mama."
Yudha lalu membuka map berwarna hijau tersebut. Matanya terbelalak saat melihat tanda tangan Karin sudah terlihat jelas.
"Karin, menggugat cerai aku Mama?" Matanya kini sudah berkaca-kaca.
"Iya nak, Dia telah pergi meninggalkan kamu dan dia menitipkan surat ini."
Padahal Karin hanya menandatangani surat gugatan cerai yang diajukan oleh Mama Sabrina. Bukan surat pribadi yang Karin tulis.
"Kenapa kamu meninggalkan aku sayang?" Kini Yudha sudah menangis tersedu-sedu.
Yudha tidak mau menandatangani surat perceraiannya karena Yudha ingin bertemu dengan Karin sendiri menanyakan apakah dirinya ingin berpisah dengannya. Yudha penasaran dengan surat yang Karin titipkan ke Mamanya. Yudha lalu membuka surat dari Karin. Yudha terkejut saat membaca isi suratnya yang mengatakan bahwa Karin sudah tidak mencintainya lagi dan menyuruh Yudha untuk melupakannya dan menikah lagi.
Sebenarnya surat itu palsu. Karin tidak pernah mengetik suratnya. Sebenarnya yang mengetik suratnya adalah wanita yang akan menjadi calon istrinya, Mama Sabrina yang menyuruhnya. Karena dengan ini Yudha pasti akan mau menandatangani surat perceraiannya. Kini Yudha telah membanting vas bunga yang ada di ruang tamu. Yudha tidak percaya istrinya begitu saja menceraikan dan pergi dari rumah. Yudha curiga kalau ada yang tidak beres mengenai hal ini.
Sang asisten rumah tangganya tidak tega dengan majikannya. Lalu perlahan Bibi akan mengungkapkan kebenarannya.
"Maaf Tuan, saya ingin bicara yang sejujurnya."
"Apa yang ingin Bibi bicarakan?"
__ADS_1
Bibi lalu menceritakan semuanya tentang Karin yang tadi pagi disuruh memilih untuk bersedia untuk dimadu atau harus meninggalkan Yudha. Bibi bercerita apa adanya agar Tuannya tidak salah paham dengan Nona Karin. Dan mengenai surat itu Bibi juga bilang surat itu palsu karena Karin hanya menandatangani surat perceraiannya tidak ada surat pribadi yang ditinggalkan. Yudha mengepalkan tangannya saat sudah mendengar cerita dari Bibi. Tenyata Mamanya yang ada dibalik semua ini. Karin pergi karena ulah Mamanya. Bibi lega setelah bercerita semuanya dengan majikannya. Yudha lalu masuk ke dalam kamarnya. Yudha melihat ke lemari baju dan sudah beberapa baju Karin tidak tergantung di sana. Kopernya juga tidak ada.
"Kenapa kamu tidak bercerita tentang hal ini sayang? Kenapa kamu lebih memilih pergi dariku?" gumamnya saat melihat bingkai foto Karin yang ada di meja.
Yudha lalu membaca diary Karin yang ada di laci. Yudha membaca semuanya. Yudha juga melihat rekaman CCTV hari ini. Ternyata yang Bibi bicarakan tadi benar adanya. Karin dipaksa untuk menentukan dua pilihan yang sulit. Karin lebih memilih berpisah dari suaminya daripada dimadu. Sebagai seorang wanita Karin tidak ingin diduakan. Yudha terkejut saat melihat siapa perempuan yang bersama Mamanya adalah temannya sendiri saat masih SMP. Yudha sekarang mengerti bahwa Mamanya sengaja membawa wanita itu agar Karin benar-benar pergi dari hidupnya. Yudha tadi diberitahu oleh Bibi kalau Karin pergi keluar negeri hari ini. Tapi Bibi tidak tahu negara tujuan Karin kemana.
Yudha langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah Mamanya. Yudha marah karena Mamanya melakukan segala cara agar bisa memiliki cucu.Yudha tidak suka dengan wanita manapun selain istrinya. Setelah beberapa puluh menit kemudian akhirnya Yudha sampai di rumah orang tuanya.
"Nak, apa kamu sudah menandatangani surat gugatan cerai dari Karin?"
Yudha langsung menandatangani surat itu didepan Mamanya. Mama Sabrina tersenyum melihat mereka kini sudah berpisah karena Yudha juga sudah menandatangani surat perceraiannya.
"Apa ini yang Mama inginkan? Apa Mama ingin hidupku hancur?"
"Tidak nak. Apa yang kamu katakan itu tidak benar sayang. Istrimu memang ingin berpisah darimu."
"Bohong! Aku sudah tahu semuanya. Ini semua rencana Mama kan?"
"Mama tidak mengerti apa yang kamu bicarakan nak."
"Aku sudah tahu semuanya Mama. Aku sudah membaca buku diary Karin dan melihat CCTV di rumah. Ternyata Mama cuma ingin cucu dari Karin, selama ini Mama tidak tulus menyayanginya. Yudha kecewa sama Mama."
"Ingat Mama. Selamanya aku tidak akan pernah menceraikan istriku. Aku masih suaminya sampai sekarang."
Yudha langsung merobek surat gugatan cerai tadi yang sudah ditandatangani hingga berkeping-keping. Mama Sabrina terkejut atas apa yang anaknya lakukan. Setelah itu Yudha lalu pergi meninggalkan rumah orang tuanya. Yudha langsung masuk ke dalam mobilnya.
"Aku harus pergi mencarimu kemana sayang?" gumamnya.
__ADS_1
Yudha lalu teringat dengan Rey dan Risa. Yudha langsung melajukan mobilnya ke arah rumah Rey. Yudha pasti akan mendapatkan petunjuk melalui Rey dan Risa.