
Setelah ke acara pengajian Anisa langsung masuk mobil karena sopirnya sudah menjemputnya.
"Nyonya, kita mau kemana lagi?"
"Jalan saja dulu Pak. Nanti jika aku ingin makan sesuatu maka aku akan suruh Bapak untuk berhenti."
"Siap Nyonya."
Sebenarnya Anisa sudah melarang sopirnya untuk memanggilnya Nyonya. Tapi tetap saja sang sopir merasa tidak enak jika harus memanggil majikannya dengan sebutan nama saja. Tak lama kemudian Anisa matanya berbinar-binar saat akan melewati sebuah restoran. Anisa ingin makan gurame bakar kali ini.
"Pak, tolong berhenti sebentar."
Sang sopir lalu memberhentikan mobilnya.
"Saya mau ke restoran dulu ya Pak."
"Baik Nyonya, saya akan menunggu Nyonya di mobil saja."
"Iya Pak, saya hanya sebentar saja kok."
Anisa lalu keluar dari mobil dan berjalan ke restoran. Lidahnya sudah ingin dimanjakan dengan rasa asin dan pedas dari gurame bakar yang dicampur dengan sambalnya. Anisa duduk dan memesan makanan dan minumannya. Setelah beberapa menit kemudian makanannya sudah tersaji di meja.
"Wah sepertinya enak sekali," ucap Anisa yang matanya berbinar-binar.
Anisa tak lupa membaca doa dan setelah itu menyantap makanannya. Setelah selesai makan dan tak lupa menyegarkan tenggorokannya dengan jus jeruk. Kini Anisa tinggal menunggu makanannya yang dia pesan untuk dibawa pulang. Tak lupa Anisa membelikan untuk sopirnya juga.
Dari tadi Cassandra mengikuti mobil Anisa dan menunggu Anisa sampai selesai pengajian. Cassandra juga mengikutinya sampai ke dalam restoran. Cassandra melepaskan kacamata dan maskernya. Dia tersenyum kecut saat melihat targetnya sudah ada dihadapannya. Cassandra lalu berjalan mendekati Anisa.
"Aku akan membuatmu malu Anisa. Jangan main-main sama aku. Jangan sebut namaku Cassandra jika aku tidak bisa mempermalukan kamu hari ini!" Batin Cassandra.
Saat sedang menunggu pesanannya datang, Anisa seketika didekati oleh seorang wanita. Orang tersebut langsung menampar pipi Anisa dua kali.
"Berani-beraninya kamu merebut Keifano dariku. Dasar wanita tak tahu diri," ucap Cassandra dengan nada tinggi dan membuat perhatian orang-orang sekitarnya.
"Kamu itu wanita yang tidak tahu diri. Keifano sudah punya istri tapi kamu masih saja mendekatinya," ucap Anisa sambil memegang pipinya yang memerah bekas mendapatkan hadiah cap lima jari dari Cassandra.
Orang-orang yang berada di restoran lalu melihat pertengkaran antara Cassandra dengan Anisa. Ada juga yang melanjutkan makannya dan tak peduli dengan apa yang terjadi.
Cassandra lalu menunjuk-nunjuk orang-orang yang melihatnya dengan jari telunjuknya.
"Kalian semua bisa lihat. Wanita ini telah merebut apa yang seharusnya menjadi milikku. Dia sudah berhasil merebut kekasihku. Harusnya aku yang hamil anaknya saat ini," ucap Cassandra yang lalu menampar kembali pipi Anisa.
"Pakai hijab tapi kelakuannya merebut kekasih orang. Dasar wanita penggoda," ucapnya kembali.
__ADS_1
Ibu-ibu kasak-kusuk bergosip ria membicarakan Anisa. Tidak terima Anisa digosipkan yang tidak-tidak dan apalagi sudah tiga kali mendapatkan cap lima jari dari Cassandra. Anisa lalu beranjak dari tempat duduknya.
Plak .... Plak ....!
"Kamu yang wanita penggoda. Sudah tahu Keifano punya istri dan masih saja kamu rayu. Pikiran kamu di mana huh?" ucap Anisa yang tidak mau kalah berdebat.
Semenjak hamil Anisa mudah terpancing emosi.
"Dasar pelakor tidak tahu malu," ucap Anisa kembali yang lalu menampar pipi Cassandra dua kali.
Anisa tersenyum puas saat sudah menampar Cassandra empat kali. Anisa diajarkan oleh mertuanya untuk membasmi bibit-bibit pelakor dengan cara memberinya pelajaran agar tidak ngelunjak. Orang-orang yang ada di restoran membela Anisa dan memojokkan Cassandra sebagai pelakor. Cassandra geram seharusnya tuduhan pelakor jatuh pada Anisa tapi malah berbalik pada dirinya sendiri. Cassandra lalu pergi meninggalkan restoran. Setelah pesanannya semuanya sudah lengkap Anisa lalu membayarnya dan pergi meninggalkan restoran tersebut.
Malam telah tiba. Keifano terlihat gusar wajahnya.
"Ayah, apa ada yang sedang kamu pikirkan?" tanya Anisa sambil memegang pundak suaminya.
"Entahlah Bunda, tapi perasaanku dari tadi tidak enak saja. Mana besok aku tidak bisa menemani kamu kondangan."
"Tidak apa-apa Ayah, pekerjaan kamu juga penting. Menolong nyawa orang lebih penting daripada sekedar kondangan. Aku bisa sendiri kok, lagian ada sopir yang mengantarku."
"Sayang, apa sebaiknya kamu tidak usah datang?"
"Aku tidak enak dengan temanku jika aku tidak datang saat akad nikah dan resepsi pernikahannya."
"Keifano, kamu jangan berpikiran macam-macam. Aku tidak akan kenapa-kenapa kok."
"Maaf ya sayang. Lain kali aku akan luangkan waktuku untukmu dan kemanapun kamu pergi aku akan selalu bersamamu," ucap Keifano sambil membelai rambut panjang istrinya.
Anisa memang tidak memakai hijabnya saat akan tertidur saja.
"Iya sayangku."
"Aku suka jika kamu berbicara dengan nada manja seperti itu," ucapnya terkekeh dan menoel hidung Anisa.
"Jangan menggodaku!"
Keifano lalu memeluk istrinya. Anisa membalas pelukan suaminya.
"Entah mengapa aku takut terjadi sesuatu padamu sayang." Batin Keifano sambil mengusap punggung istrinya.
"Ayah bisakah kamu melepaskan pelukannya? Anak-anak kita nanti tertekan dengan kamu yang memelukku terlalu erat."
Keifano lalu melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Sayang, aku sampai lupa jika kita akan punya dua anak sekaligus," ucapnya terkekeh.
"Nak, Ayah kamu jahat dan tadi melupakan kalian," ucap Anisa sambil memegang perutnya.
"Aku tidak melupakan kalian nak. Tadi Ayah hanya ingin selalu berdekatan dengan Bunda kalian," ucap Keifano sambil mengelus perut Anisa.
Anisa menguap pertanda sudah mengantuk.
"Sayang, ayo kita tidur."
Anisa mengangguk pelan dan membaca doa tidur. Seperti biasa Keifano mengucapkan selamat tidur kepada istri dan kedua anaknya. Tak lama kemudian Anisa tertidur pulas pada dada bidang suaminya. Keifano lalu menyusul istrinya ke alam mimpi.
...*****...
Pagi-pagi Anisa berangkat ke tempat acara. Temannya itu akan akad nikah sekaligus resepsi hari ini. Jadi Anisa meluangkan waktunya untuk datang pagi-pagi.
Dari tadi ada yang mengintip gerak-gerik Anisa dari luar rumah. Wanita itu berkacamata hitam, memakai topi dan masker. Dia juga menggunakan mobil sewaan agar tidak ada orang yang bisa melacak indentitasnya.
"Anisa, siap-siap saja kamu akan pergi untuk selama-lamanya."
Wanita itu tak lain adalah Cassandra. Dia mempunyai niat licik untuk menghabisi nyawa istri dari mantan kekasihnya. Cassandra akan menggeser posisi Anisa. Jika Anisa tiada maka keluarga Keifano pasti akan menyuruhnya untuk menikah lagi karena anaknya masih muda. Cassandra menyesal telah menyia-nyiakan Keifano selama ini. Dia menyesali telah berselingkuh dengan pria lain, di mana pria itu sekarang usaha keluarganya bangkrut dan Cassandra ingin kembali lagi bersama Keifano.
"Keifano, sebentar lagi kita akan menikah. Aku akan memberikan kamu 5, 6 atau 7 anak ya? Hahaha, aku ingin punya banyak anak darimu. Hartamu tidak akan habis untuk diwariskan kepada anak-anak kita nantinya."
Cassandra bertekad untuk menjadikan Keifano miliknya lagi.
"Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku lagi sayang. Sebentar lagi keinginanku akan segera terwujud. Anisa habislah kamu hari ini," ucapnya sambil membenarkan kacamata hitamnya.
Lagi-lagi Keifano tidak dapat menemani Anisa kondangan. Suaminya itu ada jadwal operasi hari ini. Anisa sudah datang sendiri ke acara akad nikah temannya. Anisa diantarkan oleh sopirnya menuju ke acara akad nikah sekaligus resepsi pernikahan temannya. Setelah acaranya selesai Anisa keluar dari rumah temannya dan sopirnya belum menjemputnya. Saat ini mata Anisa berbinar-binar melihat tukang bakso yang berjualan di pinggir jalan. Anisa tengah mengidam saat ini. Tadi di tempat kondangan Anisa tidak makan dan hanya memakan jajanan saja.
"Nak, Bunda akan belikan bakso untuk kalian. Yang sabar ya nak," ucap Anisa sambil mengelus-elus perutnya.
Anisa menyebrang jalan dan lalu memesan bakso. Tak terasa Anisa menikmati dua porsi bakso tersebut. Sang penjual tidak heran karena melihat perut Anisa yang sudah terlihat membesar jadi tahu bahwa Anisa sedang mengalami fase ngidam. Anisa membayar dua mangkok bakso tersebut. Sopirnya sudah menunggu diseberang jalan. Anisa lalu menyebrang jalan.
"Nyonya awas........." Teriak sang sopir.
Anisa yang sedang menyebrang jalanan dan kemudian terkejut saat mendengar teriakkan sopirnya. Anisa langsung menoleh dan ada mobil kencang yang melaju kencang dan akan menabrak dirinya.
"Aaaaaaaa.............."
Brak
Insiden tabrak lari itu memakan satu korban.
__ADS_1