
Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu sebelum membaca karena jempolnya semakin menghilang akhir-akhir ini 😌
Beberapa bulan kemudian.
Terlihat seorang wanita cantik yang sedang melihat hasil USG. Dia adalah Keisha. Semenjak dia hamil suaminya itu tidak pernah perhatian lagi dengannya. Keisha hanya memendam perasaannya sendiri dan enggan untuk bercerita dengan keluarganya. Maka dari itu Keisha jarang mengaktifkan hp karena untuk menghindari pertanyaan mengenai kabarnya. Keisha tidak ingin keluarganya terlalu kepikiran.
Keisha mengusap perutnya yang sudah mulai membesar.
"Nak, Papa kamu sudah tidak peduli sama Mama."
Semenjak Keisha hamil, Adrian tidak seromantis seperti biasanya. Keisha lalu mengingat saat pertama kali dia akan memberitahu suaminya kalau sedang hamil.
Flashback On
Suaminya pulang dengan wajah berseri-seri. Keisha lalu akan memberikan kabar bahagia kehamilannya itu dengan suaminya.
"Sayang, aku terpilih sebagai wakil rektor."
"Alhamdulillah Mas, itu mungkin berkat kehadiran anak kita yang membawa rezeki."
"Anak? Jadi kamu hamil?" tanya Adrian terkejut.
"Iya Mas, kita akan punya buah hati," ucap Keisha yang menuntun suaminya memegang perutnya.
Adrian seketika terdiam. Tak lama kemudian lalu melepaskan tangannya.
"Sudah aku bilang jangan hamil dulu. Bahkan aku kasih kamu pil pencegah kehamilan itu rutin kan?"
"Mas, yang terakhir kali itu aku lupa meminumnya," ucapnya beralasan.
"Mas, apa kamu tidak bahagia kalau aku hamil? Ini anak kita, darah daging kamu Mas," ucapnya kembali.
Tak ingin istrinya berpikir macam-macam, Adrian langsung berbicara lagi.
"Aku bahagia, ya sudah aku mau mandi dulu," ucap Adrian yang lalu mengecup kening Keisha dan setelah itu bergegas pergi ke kamarnya.
"Senyuman kamu terlihat palsu Mas," lirih Keisha.
...*****...
Pagi itu Bibi sedang tidak datang bekerja. Keisha pagi ini masak telur ceplok untuk suaminya.
"Makan dulu Mas."
"Iya," jawab Adrian singkat.
Adrian lalu memasukkan makanan istrinya ke dalam mulutnya. Beberapa detik kemudian lalu memuntahkannya dipiring.
"Cuihhh .... Kenapa asin sekali? Dan ketika dibalik gosong."
"Maaf Mas, aku hanya bisa memasak ini."
"Sudah kamu gak usah masak lagi. Bikin mood aku jelek saja!" celetuk Adrian.
"Nyari istri bukannya tambah bahagia tapi sengsara. Masak saja kamu tidak bisa. Lalu bisanya apa coba?" ucap Adrian lagi yang seketika membuat Keisha sedih.
Keisha dan Keyla memang berbeda, saat di rumahnya Keyla sering membantu sang Mama untuk menyiapkan sarapan dan makan malam. Bahkan dia juga ingin kursus masak dan menjadi seorang chef. Sedangkan Keisha sibuk untuk kuliah dan bermain bersama teman-temannya. Jadi tidak ada waktu untuk belajar memasak.
"Mas, maaf. Aku akan belajar untuk memasak."
__ADS_1
"Tidak usah, kamu memang istri yang bandel. Sudah disuruh untuk tidak hamil dulu ini justru langsung hamil," kata Adrian.
"Percuma kamu cantik dan kuliah sampai S3 jika masak saja tidak bisa," ucapnya kembali.
"Mas maaf, aku janji akan bisa masak yang enak untuk kamu."
"Sudah kamu jangan masak lagi yang ada bikin dapur berantakan saja," ucapnya sambil meneguk teh hangat.
"Sekarang aku mau pergi ke kampus dulu. Jaga anak kamu baik-baik karena itu yang mau kamu kan," ucap Adrian sebelum pergi.
"Mas ini juga anak kamu," lirih Keisha yang sudah meneteskan air mata sambil melihat punggung suaminya yang lama-kelamaan menghilang.
Semenjak suaminya tahu dia hamil sekarang setiap hari tidak ada kecupan pada keningnya. Keisha sangat rindu dengan sikap romantis suaminya.
Semenjak saat itu Keisha jadi kursus masak di rumahnya. Dia mengundang chef untuk mengajarinya masak.
Flashback Off
Keisha saat ini sedang berada di kamar bayi. Dia sudah menyiapkan tempat tidur untuk anaknya.
Keisha menoleh dan seketika air matanya kembali menetes. Dengan segera Keisha menghapus air matanya.
"Anak kita akan lahir beberapa bulan lagi Mas. Aku harap kamu bisa berubah seperti dulu lagi. Sayang lagi sama aku dan aku berharap juga kamu akan sayang juga dengan anak kita."
Berbeda dengan Anisa. Dia mendapatkan kasih sayang yang penuh dari suaminya. Bahkan suaminya itu ingin cepat pulang dan bertemu kedua jagoannya dan juga istrinya yang tengah mengandung saat ini.
Anisa selalu saja membuat suaminya ingin cepat pulang ke rumah. Tadi saja Anisa mengirimkan fotonya ke suaminya.
Semenjak kehamilan kedua Anisa jadi lebih manja dengan sang suami. Ingin dekat terus dengan Keifano. Entah kenapa berbeda dengan kehamilan pertamanya. Keifano langsung membalas pesan WhatsApp dari istrinya.
"Yang kangen anak kita atau kamu sayang? Nanti aku video call ya. Saat ini aku sedang sibuk karena ada jadwal pasien yang operasi 10 menit lagi."
"Hehe dua-duanya kangen. Semangat sayang."
Anisa harus bersabar untuk menunggu suaminya pulang. Anisa memaklumi suaminya itu bekerja sebagai seorang Dokter. Jadwalnya di rumah sakit sangat sibuk. Kadang juga pulang terlambat karena ada pasien dadakan yang harus ia tangani.
Anisa sekarang tidak perlu khawatir tentang adanya orang ketiga, secara suaminya itu sudah bucin sama dia. Saat jam makan siang Keifano selalu video call dengan sang istri sambil makan masakan Anisa.
Keifano lebih suka makan masakan sang istri dibandingkan beli di restoran. Selain makan makanan yang sehat, istrinya juga pintar memasak dan satu hal alasan yang menjadikan Keifano ingin cepat pulang karena Anisa bisa memanjakan suaminya saat sudah pulang ke rumah.
Anisa menerapkan tips dari sang mertua supaya rumah tangganya agar tetap langgeng dan sekarang sudah membuktikan sendiri. Anisa bersyukur memiliki mertua seperti Karin yang baik dan juga perhatian dengan menantunya.
...*****...
Tak terasa kehamilan Keisha sudah berjalan 7 bulan. Perutnya sudah terlihat membuncit. Suaminya itu tidak pernah mengantarkan dia untuk periksa kandungan. Kali ini Keisha akan memohon kepada suaminya agar mau menemani dirinya ke dokter kandungan meskipun hanya sekali saja.
"Mas, antarkan aku ke dokter kandungan yuk. Sekali ini saja. Aku sedang ngidam ingin bersama kamu seharian ini."
"Hmm baiklah."
Keisha bahagia jika dia bilang ngidam, suaminya itu tidak akan menolak keinginannya.
Adrian dan Keisha pergi ke dokter kandungan. Adrian terkejut saat dokter memeriksa istrinya dan seketika Adrian mendengarkan sesuatu.
"Dok, itu yang bunyi suara apa ya?" tanya Adrian penasaran.
__ADS_1
"Suara detak jantung bayinya Pak."
"Oh seperti itu," jawab Adrian sambil manggut-manggut mengerti.
"Kalau jenis kelamin bayinya Dok?"
"Anda akan memiliki seorang putri karena jenis kelamin bayinya perempuan Pak."
Adrian hanya berekspresi biasa saja setelah tahu jenis kelamin anaknya. Setelah pemeriksaannya selesai Adrian dan Keisha duduk sambil mendengarkan penjelasan dari Dokter.
"Anda harus lebih perhatian dengan sang istri ya Pak. Ini saja baru pertama kali Anda menemani Bu Keisha periksa kandungan."
Adrian masih terdiam dan ingin tahu Dokternya akan berbicara apa saja.
"Saat sedang hamil seperti ini Bu Keisha membutuhkan perhatian dari kasih sayang dari Pak Adrian. Tak hanya itu, anak dalam kandungannya juga membutuhkan perhatian dari sang ayah. Mengajak bicara sang anak yang masih dalam kandungan bisa memberikan pengaruh positif terhadap perkembangannya."
Adrian lalu menatap tajam ke Keisha. Ia penasaran istrinya itu sudah berbicara apa saja dengan Dokter tersebut selama ini. Sedangkan Keisha menunduk karena takut dengan tatapan tajam sang suami.
Setelah keluar dari ruangan tersebut saat Keisha akan menebus obatnya dengan cepat Adrian menariknya. Keisha lalu mengikuti keinginan suaminya sampai ke mobil.
"Mas, kita tadi belum menebus obat penambah darah dan juga vitaminnya," ucap Keisha.
"Ada hal yang lebih penting dari itu. Akan aku bicarakan setelah sampai di rumah."
Setelah sampai di rumahnya, Adrian langsung akan memulai dengan pertaannya yang memberondong.
"Apa yang kamu katakan sama Dokter itu selama ini? Kenapa Dokter itu jadi memojokkan aku. Jawab Keisha, kamu bilang apa saja sama Dokter itu?"
"Aku tidak bilang apa-apa Mas," jawab Keisha jujur karena selama ini merasa tidak bilang macam-macam.
"Bohong kamu!"
Adrian lalu mendorong tubuh istrinya sehingga sampai tak sengaja tubuh Keisha terbentur ujung sofa ruang tamu.
"Arghhh Mas, perutku sakit," ucap Keisha sambil memegang perutnya.
"Aku tidak peduli," ucap Adrian yang lalu pergi ke kamarnya.
Bibi yang mendengar majikannya itu kesakitan langsung mengakhiri kegiatan cuci piringnya.
"Astagfirullah Nyonya pendarahan."
"Bi, tolong aku," ucap Keisha sambil memegang perutnya.
"Nyonya ayo saya bantu."
Bibi memapah sang majikannya keluar rumah. Taksi tidak ada yang lewat saat ini. Karena Keisha dan Adrian tinggal di perumahan elite maka jarak rumah yang satu dengan yang lainnya berkisar 20 meteran. Karena setiap rumah yang mereka beli itu memiliki tanah yang luas. Lagian rumah yang lainnya halamannya terlalu luas dan pagarnya terlalu tinggi jadi jika Bibi berteriak minta tolong atau menekan tombol bel pasti akan lama menunggu tetangganya itu keluar.
Jadi Bibi berinisiatif untuk menghentikan setiap mobil yang lewat untuk meminta pertolongan. Akhirnya Bibi berhasil menghentikan salah satu mobil yang sedang lewat.
"Tuan, tolong Nyonya saya," ucap Bibi ketika melihat laki-laki berjalan mendekat.
"Keisha ......,"
"Mas Ferdi, tolong anakku," ucapnya yang lalu pingsan.
Melihat wanita yang sangat ia kenali dengan cepat Ferdi menggendong Keisha dan memasukkan ke dalam mobilnya.
Bibi hanya bisa mengantarkan sang majikan sampai ditolong oleh orang lain. Dia juga takut akan dipecat kalau ikut ke rumah sakit.
Bersambung ...
__ADS_1
Dukung author juga dengan memberikan vote gratis (tanpa mengurangi poin)