Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 11 - Rindu Suasana di Korea


__ADS_3

Saat sudah sampai di restoran mereka berbincang-bincang sambil menunggu pesanannya datang.


"Gimana bro hubungan kamu dengan gadis remaja yang pernah kamu ceritakan itu?" tanya Rio penasaran.


"Dia bilang akan berusaha membuka hatinya untukku," ucap Yudha dengan senyum mengambang di wajahnya.


Rio masih terdiam mendengarkan curhatan sahabatnya.


"Padahal laki-laki yang dijodohkan dengannya masih mengejarnya, namun dia lebih memilihku dari pada laki-laki yang lebih muda 6 tahun dariku," ucap Yudha sambil menyeruput minumannya yang baru saja datang.


"Apa? Jadi kamu beda 6 tahun dari laki-laki yang akan dijodohkan dengannya?" tanya Dokter Rio heran.


"Iya laki-laki itu masih berumur 19 tahun, apalagi dia juga seorang Hafidz Qur'an temannya Rey."


"Wah saingan berat tuh bro!"


"Iya, apalagi dia masih mengejar gadis yang ku suka. Aku sengaja membayar orang untuk merekam percakapan mereka saat mereka bertemu di Cafe. Kita makan terlebih dahulu nanti aku akan perlihatkan videonya," ucap Yudha lalu mulai makan.


Setelah mereka selesai makan Yudha lalu mengambil hp dari sakunya.


"Nih bro, kamu lihat aja videonya." Yudha lalu menyerahkan hpnya.


Rio lalu menerima hp Yudha dan memutar videonya. Rio membulatkan matanya saat melihat gadis cantik yang masih sangat muda berbicara dengan pria yang didepannya. Rio menggelengkan kepalanya saat gadis tersebut bilang bahwa tidak mempunyai kekasih tapi sudah memiliki calon suami.


"Jadi dia sudah menerimamu?"


"Iya dia berusaha untuk berkomitmen denganku dan katanya juga dia nyaman saat berada di dekatku dan kamu tahu sendiri kan aku pengennya gak mau pacaran langsung nikah aja."


"Wah bagus dong bro! Gadis Pilihanmu benar-benar berbeda dari gadis yang lainnya. Pantas saja kamu ingin segera menikahinya. Gadis remaja yang kamu suka ternyata cantik dan menggemaskan."


"Iya, aku bingung. Orang tuaku ingin aku menikah di umurku yang sudah 25 tahun ini dan mereka ingin segera mempunyai cucu dariku."


"Hahaha kamu nikahi saja gadis itu setelah dia lulus SMA dan terus nanti kamu kabulkan permintaan kedua orang tuamu untuk segera punya cucu."


"Gak semudah itu bro," ucapnya sambil menghela nafas panjang.


"Maksudnya?" Rio bingung dengan ucapan Yudha.


"Dia ingin menikah nanti setelah lulus kuliah dan kerja."


Yudha teringat saat menjenguk Risa, Karin bilang begitu dengan Risa kalau dirinya nanti ingin lulus kuliah dan bekerja lalu menikah.


"Hmm... Masih lama banget dong bro. Nungguin dia lulus kuliah umur kamu nanti sudah 29 tahun. Apalagi kalau nungguin dia bekerja bisa-bisa kamu menikah di umur 30an. Sedangkan kamu sudah di buru-buru orang tua kamu saat ini untuk segera menikah dan memberikannya cucu."

__ADS_1


"Iya orang tuaku ingin sekali bertemu dengannya. Kalau tidak segera aku kenalkan, Papaku punya gadis pilihannya untukku. Nanti setelah dia lulus SMA akan aku segera kenalkan dia dengan kedua orang tuaku. Semoga saja setelah bertemu kedua orang tuaku dia mau berubah pikiran untuk aku nikahi tanpa harus menunggunya sampai selesai kuliah."


"Aku setuju banget dengan kamu bro. Semoga saja gadis itu mau. Langgeng terus ya hubungan kamu dengannya."


"Aamiin makasih bro."


...*****...


Malam telah tiba Karin sedang berada di kamarnya. Dia rindu suasana di Korea dan bertemu dengan kedua orang tuanya. Di Indonesia dia tinggal bersama dengan Kakak dari Papanya. Meskipun Risa dan Karin sepupuan tapi Orang tua Risa ingin Karin menganggapnya seperti orang tuanya sendiri. Bahkan menyebut namanya harus Mama dan Papa juga seperti Risa. Mama Angel dan Papa Kevin sudah memberitahu kepada orang tua Karin yaitu Papa Keynan dan Mama Chintya kalau Karin mempunyai pilihannya sendiri dalam memilih pasangan. Orang tuanya tidak masalah bahkan mendukung keputusan yang Karin ambil.


"Kalau aku telepon Papa atau Mama nanti kakek dan nenek tahu dan terus nanyain kenapa perjodohanku dengan Dion bisa batal. Lebih baik aku WhatsApp Mama saja," ucapnya lalu mengambil hpnya.


📤 Karin : "Hallo Ma. Assalamualaikum. Gimana kabar Mama dan Papa di Korea? Karin kangen banget sama Mama. Karin sebenarnya mau telepon tapi takut kalau ada kakek dan nenek di sebelah Mama."


📥 Mama Chintya : "Wa'alaikum Salam sayang. Mama lagi di kamar sama Papa. Video call saja sayang."


Karin lalu video call dengan Mamanya.


📹 Chintya : "Hallo sayang... Anak Mama apa kabar disana?"


📹 Karin : "Karin baik-baik saja disini Ma. Karin kangen Mama dan Papa."


📹 Chintya : "Kamu mau bicara sama Papa sayang?"


📹 Keynan : "Hallo anak Papa yang cantik. Sekarang sudah dewasa dan pintar memilih pasangan."


📹 Karin : "Papa apa-apa sih? Karin video call karena kangen Papa dan Mama. Kok jadi pertanyaannya mengarah kesitu."


📹 Keynan : "Kan Papa tahu dari Kak Kevin kalau kamu sedang dekat dengan Dokter Muda bernama Yudha dan membatalkan perjodohan dari kakek dan nenek."


📹 Karin : "Karin mempunyai alasan Pa kenapa memilih Dokter Yudha dari pada Dion. Dion baru pertama kali bertemu dan malamnya curhat dengan Kak Rey kalau dia sudah menyukai gadis lain dan membatalkan perjodohannya sepihak tanpa memberitahukan Karin. Padahal sudah punya nomor Karin kan bisa bilang langsung saja tidak melalui Kak Rey. Lagian Dion orangnya kaku dan dingin Pa. Sedangkan Dokter Yudha orangnya baik dan pengertian. Karin nyaman bila dekat dengannya rasanya deg-degan."


Karin pun mencurahkan isi hatinya kepada Papanya.


📹 Keynan : "Wah anak Papa yang cantik ini sepertinya sudah mulai bucin dengan Dokter Yudha sepertinya."


📹 Karin : "Papa kok bilang begitu sih. Papa dan Mama menyetujui tidak kalau Karin menjalin hubungan sama Dokter Yudha? Sedangkan kita berbeda usia 7 tahun."


📹 Keynan : "Papa terserah kamu saja sayang. Kamu kan yang akan menjalaninya dan yang penting kamu bahagia."


📹 Karin : "Iya Pa. Bagaimana dengan Mama?"


Lalu Papa Keynan mengarahkan hpnya ke wajah istrinya.

__ADS_1


📹 Chintya : "Mama setuju sayang, sepertinya Dokter Yudha baik orangnya. Apapun pilihan kamu itulah yang akan menjadi masa depan kamu."


📹 Karin : "Dokter Yudha juga belum pernah berpacaran dan tidak ingin berpacaran Ma. Dokter Yudha ingin serius menikahi Karin setelah lulus SMA. Tapi Karin pengennya kalau sudah lulus kuliah dan bekerja saja nikahnya. Gimana menurut Mama?"


📹 Chintya : "Menurut Mama sih kamu nurut aja sayang. Lagian nanti kan kamu bisa kuliah walaupun sudah menikah. Kamu bisa pacaran dengannya setelah menikah. Bukankah Dokter Yudha tadi bilang belum pernah pacaran bukan?"


Karin belum menjawab pertanyaan Mamanya tapi Papa Keynan sudah merebut hpnya.


📹 Keynan : "Karin kamu pikirkan terlebih dahulu keputusan kamu. Nikah itu tidak main-main sayang. Kamu harus siap lahir dan batin. Apakah kamu ingin segera mempunyai anak setelah menikah?"


Karin melongo mendengar ucapan Papanya.


📹 Karin : "Enggaklah Pa. Karin belum kepikiran untuk menikah apalagi mempunyai anak. Karin setelah lulus pengennya fokus kuliah dan bekerja terlebih dahulu."


📹 Keynan : "Papa dukung kamu sayang. Tapi kalau misalkan nanti sewaktu-waktu orang tua Dokter Yudha ingin kamu segera menikah dengan anaknya kamu jangan nolak ya nak? Gak boleh menolak lamarannya soalnya nanti kamu bisa susah dapat jodoh."


📹 Chintya : "Papa kok ngomong gitu sih ke anak sendiri?"


📹 Keynan : "Itu sudah menjadi mitos di Indonesia Ma. Papa gak mau nantinya Karin jadi susah jodoh."


📹 Karin : "Loh kok Mama sama Papa jadi ribut sendiri? Oh iya Pa gimana tanggapan soal kakek dan nenek kalau Karin dan Dion membatalkan perjodohan ini."


📹 Keynan : "Iya nanti Papa jelaskan ke mereka kalau Dion dahulu yang memutuskan untuk membatalkan perjodohan ini. Oh iya saat liburan semester nanti kamu boleh pulang ke Korea sayang. Ajak Dokter Yudha juga nanti biar Papa tes lulus gak dia nanti jadi calon menantu Papa."


📹 Karin : "Pa, apakah tidak kecepetan untuk bertemu dengan Dokter Yudha?"


📹 Keynan : "Sepertinya tidak sayang. Biar Papa tahu seperti apa dia sebenarnya dan biar kenal dengan nenek kakekmu."


📹 Karin : "Hmm Karin pikir-pikir dulu ya Pa. Pulang ke Korea ajak dia atau enggak."


📹 Keynan : "Harus nak. Papa penasaran dengan laki-laki yang sudah menyukaimu sejak lama dan ingin segera menikahimu."


📹 Chintya : "Benar sayang kita penasaran dengan laki-laki pilihan kamu."


📹 Karin : "Baiklah nanti Karin pikirkan lagi untuk bicara dengannya."


📹 Chintya : "Nah gitu dong sayang."


📹 Karin : "Yaudah kalau begitu sudah dulu ya Ma, Pa Wassalamu'alaikum."


📹 Chintya dan Keynan : "Wa'alaikum Salam."


Karin lega sudah bicara kepada orang tuanya secara langsung melalui video call.

__ADS_1


"Liburan semester kan tinggal dua bulan lagi. Hmm aku kayaknya harus bilang ke Kak Yudha, agar dia nanti jauh-jauh hari bisa mengambil cuti."


__ADS_2