Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Kepergian Anisa


__ADS_3

Anisa sudah memutuskan untuk sementara menjauh dari suaminya. Anisa memutuskan untuk pergi dari rumah mertuanya. Tak lama kemudian Anisa sudah sampai di rumah kedua orangtuanya. Mereka semua belum ada di rumah. Andika dan Dion sedang berada di kantor sedangkan Alya masih di toko kuenya. Jadi hanya Bibi saja yang ada di rumah. Setelah Bibi membuka pintunya Anisa segera pergi ke kamarnya.


Bibi yang tadi melihat Anisa datang dan masih berderai air mata pun ada rasa sedih melihat anak dari majikannya itu terlihat sedang ada masalah. Bibi langsung lapor ke Alya dan sekarang Alya sedang perjalanan pulang ke rumah. Sebagai seorang ibu, Alya merasakan anaknya sedang tidak baik-baik saja. Maka dari itu Alya langsung bergegas pulang dan akan menemui anaknya. Dua puluh lima menit kemudian Alya sudah sampai di rumah dan tujuannya adalah ke kamarnya Anisa. Alya mengetuk pintu kamar putri kesayangannya.


"Nak, ini Umi sayang. Bukalah pintunya nak," ucap Alya sambil mengetuk pintu kamar Anisa kembali.


Anisa lalu menghapus air matanya dan membuka pintu kamarnya.


"Sayang, kamu kenapa nak?" ucap Alya yang melihat anaknya habis menangis.


Anisa lalu memeluk Alya dengan erat.


"Umi," ucap Anisa yang tak terasa air matanya kembali menetes.


"Nak, cerita sama Umi. Kamu kenapa? Dan apa yang membuatmu bersedih sayang?" tangan Alya mengusap punggung dan kepala Anisa.


"Masuk dulu Umi dan nanti baru Anisa ceritakan semuanya," ucap Anisa yang lalu melepaskan pelukannya.


Anisa dan Alya lalu masuk kamar dan duduk ditepi ranjang. Anisa akan menceritakan semuanya masalah rumah tangganya.


"Umi, Anisa hamil anak kembar," ucap Anisa yang lalu menundukkan kepalanya.


Alya matanya berbinar-binar saat mendengar anaknya sedang mengandung cucu kembar.


"Alhamdulillah, akhirnya aku akan punya cucu. Umi bahagia sekali nak," ucap Alya yang lalu memeluk Anisa.


Anisa kembali terisak dan itu membuat Alya bingung. Alya lalu melepaskan pelukannya.


"Sayang, apa yang terjadi nak? Kenapa kamu bersedih? Apa kamu belum siap untuk menjadi seorang ibu?" tanya Alya dengan lembut dan lalu menghapus air mata putri kesayangannya.


Anisa lalu menceritakan tentang kesalahpahaman dengan Keifano. Suaminya itu cemburu terhadap adiknya sendiri dan menuduhnya berselingkuh dengan Key. Anisa juga bercerita bahwa harus bersikap mesra seperti biasanya jika sedang bersama keluarga. Keifano juga bilang bahwa tidak ingin punya anak darinya. Padahal sebelumnya Keifano sangat menginginkan anak dari Anisa. Namun kesalahpahaman yang terjadi membuat Keifano berubah. Alya mulutnya sampai menganga dengan tangan kanannya separuh menutup mulutnya. Anisa juga menceritakan tadi melihat Keifano di sebuah cafe dan bertemu dengan mantan kekasihnya. Mereka berpelukan dengan mesra. Anisa tidak tahu mereka balikan atau tidak. Anisa tidak kuat untuk melihatnya. Anisa juga bercerita kepada Alya tadi sempat bilang sama Key untuk merahasiakan kehamilannya dari Keifano dan keluarga Sanjaya.


"Umi, Anisa merasa menjadi orang ketiga di antara mereka. Bukankah seharusnya mereka yang menikah?"


"Nak, jangan berbicara seperti itu. Kamu bukan orang ketiga karena saat kamu menikah dengan Keifano mereka sudah putus."

__ADS_1


"Sekarang kamu maunya gimana nak?" tanya Alya yang merasa kasihan dengan anaknya.


"Anisa tidak ingin bertemu dengan Keifano untuk saat ini. Karena Keifano tidak ingin punya anak dariku maka Anisa sendiri yang akan membesarkan mereka," ucap Anisa sambil memegang perutnya.


Kata mereka membuat Alya meneteskan air mata karena dulu Alya juga hamil anak kembar dan Dion selalu disampingnya. Kesalahpahaman antara Anisa dan Keifano membuat hubungan mereka semakin renggang. Harusnya disaat Anisa sedang hamil muda seperti ini suaminya selalu ada disampingnya. Karena Keifano tidak ingin punya anak darinya maka Anisa putuskan untuk tinggal sementara di rumah kedua orangtuanya. Anisa tidak ingin tinggal bersama suaminya karena nanti ketahuan sedang hamil karena setiap pagi Anisa merasakan mual. Anisa juga ingin Keifano memikirkan kata-katanya waktu itu kalau dirinya tidak berselingkuh dengan Key, adik iparnya sendiri.


"Baiklah nak. Tapi nanti kamu harus menceritakan ini semua sama Abi dan Andika."


Anisa mengangguk pelan dan seketika perutnya berbunyi karena lapar. Anisa tadinya ingin makan siang bersama Keifano karena tadi Anisa masak tapi bekal yang Anisa bawa Anisa berikan kepada pengemis jalanan saat akan pulang ke rumah mertuanya.


"Nak, kamu lapar? Kamu ingin makan apa sayang?"


"Anisa ingin makan sayur asem buatan Umi. Sepertinya segar sekali Umi."


"Wah kamu sudah mulai ngidam nak. Umi akan buatkan untukmu dan juga untuk kedua cucu Umi," ucap Alya sambil memegang perut Anisa.


"Anisa ikut melihat Umi memasak ya?"


"Iya sayang."


Mereka lalu memutuskan untuk pergi ke dapur.


"Iya nak."


Setelah beberapa puluh menit kemudian akhirnya Alya sudah selesai memasak. Karena Anisa Ingin memakan sayur asem yang dingin maka Alya menuangkan satu mangkok besar dan didinginkan menggunakan kipas angin. Setelah kira-kira dingin Alya lalu membawanya ke ruang makan.


"Wah, sepertinya enak sekali Ini," ucap Anisa yang matanya berbinar-binar dan ingin segera menyantap makanan yang menggiurkan lidahnya itu.


"Makanlah yang banyak sayang. Umi bahagia bisa membuatkan makanan untuk pertama kalinya kamu ngidam."


"Terimakasih Umi sudah masak buat Anisa. Aku akan makan sekarang. Ayo Umi juga makan."


"Iya kamu duluan saja sayang. Habis itu nanti Umi makan."


Anisa mengangguk pelan dan lalu menyantap sayur asem itu. Rasanya segar sekali dan sesuai yang Anisa bayangkan. Alya bahagia Anisa dengan lahap memakan masakannya. Anisa bahagia ngidamnya tidak menyulitkan dan mudah untuk didapat.

__ADS_1


...*****...


Kejadian yang sebenarnya di cafe.


Keifano menunggu mantan kekasihnya di cafe. Tak lama kemudian Cassandra datang dengan senyuman manisnya dan duduk disebelah Keifano. Cassandra kali ini berpakaian tidak seperti biasanya. Dia berani memakai dress diatas paha. Dengan segera Keifano menjaga jarak dengan Cassandra karena bagaimanapun juga Keifano sadar bahwa sudah menikah dengan Anisa.


"Untuk apa kamu ingin bertemu denganku? Bukankah sudah aku katakan berkali-kali bahwa aku tidak mau lagi berhubungan denganmu."


"Keifano aku cinta pertamamu. Bukankah kita bisa balikan?"


"Hei, apa kamu tidak berpikir? Aku sudah punya istri."


"Aku bisa jadi selingkuhan kamu," ucap Cassandra bergelayut manja di lengan kekar Keifano.


"Kamu hanyalah masa laluku Cassandra."


"Tapi Keifano kita bisa merahasiakan hubungan kita."


"Aku tidak mau mengkhianati istriku karena aku sangat mencintainya," ucap Keifano.


Keifano segera melepaskan tangan Cassandra dan menjaga jarak dengannya. Cassandra lalu melihat Anisa dan dengan segera Cassandra berbicara dengan Keifano.


"Baiklah, kalau begitu peluklah aku untuk terakhir kalinya. Setelah ini aku tidak akan pernah mengganggu kamu lagi."


Keifano lega saat Cassandra berbicara seperti itu. Keifano lalu tersenyum dan merentangkan kedua tangannya. Akhirnya mereka berpelukan dengan mesra. Saat itu juga Anisa melihat Keifano tengah berpelukan dengan Cassandra dan langsung pergi meninggalkan Key yang masih mematung melihat Kakaknya bersama mantan kekasihnya.


"Akhirnya aku bisa membuat hubungan mereka renggang. Jika Anisa meminta cerai dengan Keifano maka dengan mudah aku bisa mendapatkan Keifano kembali. Bagaimanapun juga Keifano pernah mencintaiku." Batin Cassandra tersenyum licik.


Keifano segera melepaskan pelukannya.


"Ini terakhir kalinya kita bertemu dan jangan pernah menemui aku lagi."


"Keifano, kita makan siang bersama dulu yuk," ajak Cassandra dengan nada bicara manja.


"Aku sudah gak mood untuk makan siang setelah bertemu denganmu," ucap Keifano yang lalu beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


Keifano lalu pergi meninggalkan Cassandra. Setelah Keifano hilang dari pandangannya Cassandra lalu memesan makanan untuk mengganjal perutnya.


"Nanti kamu juga akan mencari aku Keifano. Lihat saja istrimu pasti sakit hati melihat kita berpelukan dengan mesra. Mudah-mudahan saja perempuan itu langsung minta cerai," ucap Cassandra tersenyum bahagia karena sepertinya akan ada perang dunia antara Keifano dan Anisa.


__ADS_2