Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Kontraksi


__ADS_3

Tak lama kemudian Mama Sabrina dan Papa Yudhistira datang. Tadi Yudha menghubungi Papa dan Mamanya. Tak lupa Yudha juga menghubungi Papa Keynan dan Mama Chintya. Mama Sabrina berjalan mendekati menantunya.


"Syukur Alhamdulillah kalian tidak apa-apa nak. Papa tadi terkejut saat mendapatkan telepon dari Yudha bahwa kalian mengalami kecelakaan."


"Iya kita tidak apa-apa Pa. Ket hanya lecet pada tangan kirinya dan aku pelipisnya hanya sedikit tergores."


"Kenapa kalian bisa dirawat di rumah sakit nak? Tadi Yudha hanya menghubungi jika kalian masuk ke rumah sakit karena kecelakaan." Mama Sabrina ingin tahu kejadian sebenarnya.


Karin lalu menceritakan kejadian semuanya dari kronologi Key yang akan diculik dan sampai mobilnya ditabrak dari belakang oleh Bella. Karin juga cerita bahwa dirinya hampir saja tertabrak truk muatan pasir yang akhirnya truk itulah yang menabrak Bella dan hingga Bella meninggal dunia. Kejadian penculikan Key juga karena orang suruhannya Bella sudah mengakui di kantor polisi.


"Ya ampun, Bella ternyata jahat sekali. Dia seorang pengacara, tapi kelakuannya seperti itu. Bella sepertinya ingin balas dendam dengan menculik Key. Tapi untung saja dia langsung terkena karmanya."


Mama Sabrina teringat saat itu Karin belum hamil lagi setelah kehilangan 3 anak dalam kandungannya. Dalam setahun Karin kosong. Lalu Mama Sabrina membawa Bella ke rumah Yudha. Maka Sabrina memberikan penawaran untuk Karin ingin dimadu atau ingin pergi saja dari kehidupan Yudha karena saat itu Karin tak kunjung hamil. Setelah Karin memutuskan untuk pergi ke Korea dan meninggalkan Yudha, ternyata Karin hamil si kembar Keifano dan Keisha saat itu. Mama Sabrina menyesal karena waktu itu tidak sabar menunggu Karin hamil dan memilih jalan pintas untuk menjodohkan Bella dengan Yudha. Namun akhirnya Yudha merobek surat gugatan cerai tersebut dan mencari Karin. Hingga akhirnya Yudha berhasil bertemu dengan Karin berkat bantuan Rey dan Risa. Saat itu Karin sudah hamil besar. Yudha bahagia bisa menemani Karin hingga sampai Karin lahiran si kembar waktu itu.


Mama Sabrina menyesal telah menyia-nyiakan Karin. Mama Sabrina pernah mengatakan bahwa Karin sudah tidak bisa memberikan cucu lagi untuknya. Sekarang terbukti Karin bisa memberikan cucu untuknya. Keifano, Keisha dan Key adalah cucunya. Sekarang juga Karin sedang hamil lagi. Mama Sabrina beruntung memiliki menantu seperti Karin. Mama Sabrina menyesali perbuatannya dimasa lalu.


"Mama menyesal nak karena Mama dulu akan menjodohkan Bella sama Yudha dan menyuruh kamu pergi dari kehidupan Yudha. Ternyata Bella wanita yang jahat. Maafkan Mama ya nak."


"Iya Mama. Sudah jangan membahas masa lalu lagi ya Mama. Karin tidak ingin membuka lembaran lama."


"Iya nak. Tapi untung saja kamu dan Key tidak apa-apa nak. Mama khawatir sama kamu. Terlebih tadi Yudha bilang kamu kecelakaan bersama Key. Mama takut akan kehilangan cucu Mama kembali nak," ucap Mama Sabrina sambil memegang perut Karin.


"Untung saja anak yang masih dalam kandungan Karin tidak apa-apa Mama. Karin tadi hanya mengalami kontraksi palsu saja saat kecelakaan. Mungkin karena Karin sudah hamil 8 bulan ya Ma..." Karin sambil mengusap-usap perut buncitnya.


"Iya nak. Eh? Mama merasakan cucu Mama menendang-nendang dalam perutmu nak."


"Iya Ma, putriku begitu aktif menendang-nendang dalam perutku," ucapnya terkekeh.


"Sayang, Mama bersyukur kamu akan memberikan cucu untuk Mama lagi."

__ADS_1


"Aku berharap ini kehamilan aku yang terakhir Mama. Aku capek Ma... Karin sudah hamil 4 kali."


Papa Yudhistira lalu menatap tajam ke arah Yudha.


"Papa, Yudha tidak akan macam-macam lagi kok. Sungguh..."


"Nak, kasihan istrimu. Usianya masih muda sudah hamil 4 kali. Papa senang saja jika mendapatkan cucu lagi dari kalian. Tapi Papa juga kasihan sama Karin."


"Itu karena Karin lupa untuk meminum pil pencegah kehamilannya sudah 2 kali Papa."


"Suruh ganti KB saja nak. Jika masih mengkonsumsi pil pencegah kehamilan nanti Karin bisa lupa lagi dan akan hamil lagi nanti." Saran Papa Yudhistira kepada Yudha.


"Iya Papa. Nanti biar aku bicarakan lagi sama Karin Papa."


"Pokoknya kalau sampai Karin hamil lagi tetap kamu yang Papa salahkan. Kasihan menantuku nak jika nanti hamil lagi."


"Iya Pa. Tidak akan kok. Janji deh ini kehamilan Karin yang terakhir."


"Iya Papa, lagian anakku sudah 3 dan mau 4." Yudha lalu tersenyum.


"Iya anakmu sudah lengkap. Jadi cucu Mama 2 laki-laki dan 2 perempuan nanti."


"Arghhh.... Perutku sakit lagi Mas." Karin memegang perutnya karena tendangan anaknya begitu kuat.


"Sayang kamu mengalami kontraksi palsu lagi sepertinya."


Yudha lalu mendekati istrinya dan mengusap perutnya. terlihat perut Karin lebih menonjol ke kanan. Yudha merasakan tendangan anaknya dari dalam perut Karin.


"Kamu begitu aktif sekali nak dalam perut Mama Karin."

__ADS_1


"Bagaimana sayang apa rasa sakitnya sudah hilang?" ucap Yudha kembali dan masih saja terus mengusap perut Karin.


"Iya Mas, lumayan tidak sakit lagi berkat kamu mengusap perutku."


"Dia tahu Papanya yang mengusapnya sayang. Mungkin dia rindu sama aku," ucapnya terkekeh dan lalu mendaratkan kecupannya di perut Karin.


Papa Yudhistira dan Mama Sabrina saling tersenyum. Rumah tangga anaknya semakin harmonis. Tak lama kemudian Papa Keynan dan Mama Chintya datang. Mereka tadi juga melihat Yudha sedang mengusap perut Karin dan mengecupnya. Mama Chintya dan Papa Keynan bahagia Karin akan memberikan cucu lagi untuknya. Mama Chintya berjalan mendekati anaknya.


"Sayang, Alhamdulillah kamu tidak apa-apa. Mama khawatir sama kamu dan Key nak. Tadi Yudha hanya mengabari bahwa kalian masuk rumah sakit karena habis kecelakaan."


"Karin dan Key tidak apa-apa kok Mama. Cucu Mama juga baik-baik saja. Bahkan dia begitu aktif menendang-nendang dalam perutku dari tadi Mama."


"Mama ingin merasakan tendangannya nak."


Yudha lalu mundur dan membiarkan Mama Chintya mengusap perut Karin. Mama Chintya mengelus perut Karin. Memang benar anaknya begitu aktif.


"Sebenarnya apa yang terjadi nak? Kenapa Karin dan Key bisa kecelakaan?"


Yudha lalu menceritakan semuanya. Papa Keynan dan Mama Chintya sangat terkejut dengan apa yang Yudha bicarakan.


"Sayang untung saja kamu tidak apa-apa nak." Mama Chintya kini memeluk Karin.


"Iya Mama. Allah masih sayang sama Karin, Key dan cucu Mama yang masih dalam kandungan Karin." Karin semakin mengeratkan pelukannya.


Karin nyaman berada dalam pelukan Mamanya saat ini.


"Mama, tinggallah bersama kami. Karin ingin selalu ditemani Mama sampai lahiran." Karin memohon kepada Mamanya.


"Iya nak. Mama akan menemanimu nak sampai kamu melahirkan nanti." Mama Chintya mengusap kepala Karin dengan pelan.

__ADS_1


Karin lega Mamanya mau tinggal bersamanya sampai Karin mau melahirkan nanti. Yudha tersenyum mertuanya akan menemani Karin sampai nanti akan tiba waktunya untuk melahirkan. Yudha juga tidak sabar untuk menunggu waktunya Karin akan melahirkan. Yudha menantikan kelahiran putrinya. Pasti nanti putrinya akan mirip dengan Karin cantiknya. Keisha saja juga cantiknya seperti Karin. Putri kesayangannya itu sangat menggemaskan.


__ADS_2