
Anisa hari ini mengajar mata kuliah jam ke dua. Biasanya setelah mengajar Anisa pergi ke toko kue Umi Alya. Namun kali ini Anisa ingin pergi ke rumah sakit untuk memberikan bekal makan siang untuk suaminya dan sekaligus memberikan kabar tentang kehamilannya. Anisa tidak mau merahasiakan lagi kabar gembira ini. Anisa turun dari kamarnya dan ingin memasak untuk Keifano. Dengan cepat Anisa meraih celemek dan bertempur dengan alat dapurnya.
"Sayang, kamu sedang masak apa nak?" tanya Karin mendekati menantunya.
"Ini Mama, Anisa masak makanan kesukaan Keifano," ucap Anisa tersenyum tipis dan sambil mengaduk masakannya.
"Wah menantu Mama rajin sekali. Pasti Keifano tambah sayang sama kamu nak," ucap Karin tersenyum bahagia.
Karin tahunya Anisa dan Keifano hubungannya baik-baik saja karena mereka selalu romantis di depan keluarga.
"Ehm eh, iya Mama," ucapnya tersenyum kecut.
"Mama tidak tahu saja kalau hubungan aku dan Keifano renggang dan ini aku sedang memperbaiki hubunganku dengannya." Batin Anisa.
Setelah selesai memasak dan memasukkan ke tempat makan, Anisa lalu pergi ke kamarnya untuk siap-siap berangkat ke kampusnya karena Anisa hanya mengajar satu mata kuliah saja hari ini. Jadi setelah selesai ngajar Anisa akan langsung pergi ke rumah sakit menemui suaminya dan memberitahu bahwa dia sedang hamil anaknya. Anisa membawa bekal untuk suaminya dan Anisa tenteng dalam tas kecil, tas khusus untuk bekal makan siang.
Anisa semangat berangkat ke kampusnya dan kali ini Anisa di antar oleh sopirnya Karin. Karena Karin tidak mengizinkan menantunya untuk mengendarai mobil karena baru saja sembuh dan Anisa menurut apa yang mertuanya perintah.
Kebetulan saja hari ini Anisa mengajar di kelasnya Keifano. Saat tiba-tiba sedang menerangkan materi tiba-tiba saja kepalanya merasa pusing dan matanya berkunang-kunang.
Brukk
Anisa jatuh pingsan saat mengajar di kelasnya Key.
"Kakak ipar," teriak Key yang merasa cemas saat Anisa pingsan.
Key lalu menggendong Anisa dan temannya membantu merapihkan laptop dan tas milik Anisa. Barang-barang yang Anisa bawa tadi yang sekarang sudah masuk ke mobilnya Key. Anisa masih pingsan dan Key segera menuju ke rumah sakit.
Key sudah sampai di rumah sakit dan langsung menggendong Anisa keluar dari mobilnya.
"Sus tolong dia tiba-tiba pingsan."
Anisa lalu dibawa masuk ke ruangan. Key mondar-mandir menunggu sang Dokter dan Suster keluar. Tak lama kemudian Dokter keluar.
"Dok bagaimana keadaannya?" tanya Key.
__ADS_1
Dokter muda tersebut tersenyum. "Selamat Anda sebentar lagi akan menjadi ayah. Istri Anda sedang hamil saat ini."
"Apa? Hamil?" Key matanya berbinar-binar karena akan punya keponakan.
"Iya benar. Anda bisa menemuinya sekarang dan jika ingin tahu berapa usia kandungannya bisa langsung ke ruang Dokter kandungan," ucap sang Dokter tersebut memberikan saran.
"Tapi saya." Perkataannya terpotong karena Dokter sudah berbicara lagi.
"Saya tahu Anda masih muda. Jadi Anda harus menerima kenyataan bahwa istri Anda sedang hamil. Sekali lagi selamat ya. Anda akan punya anak dan istri Anda sudah bisa untuk ditemui," ucap sang Dokter tersebut.
Key hanya tersenyum kecut. Dokter tadi yang mengecek kondisi Anisa hanya Dokter umum saja. Menurut Key untuk apa menceritakan tentang keluarganya karena yang terpenting saat ini adalah menemui Anisa. Key bahagia akan punya keponakan.
"Baik Dok," jawab Key yang langsung ingin menemui Kakak iparnya.
Dokter tersebut langsung berlalu pergi dan Key langsung masuk ke dalam ruangan.
"Arghhh kepalaku," ucap Anisa sambil memegang kepalanya.
"Alhamdulillah, Kak Anisa sudah sadar."
"Key.. Kamu yang membawa Kakak ke rumah sakit?"
"Astaga aku hampir saja lupa Kak. Aku belum menghubungi keluarga kita. Terutama Kak Keifano."
"Jangan Key!"
Key mengernyitkan dahinya.
"Kenapa Kak?"
"Maksudku aku sendiri yang akan bilang sama Keifano dan keluarga kita. Kamu sementara rahasiakan ini dulu ya dari mereka. Aku akan kasih kejutan dulu sama Kakakmu," ucap Anisa tersenyum tipis.
"Iya Kak Anisa. Kak Keifano yang berhak tahu duluan. Oh iya Kak tadi Dokternya bilang kalau ingin tahu berapa minggu usia kehamilannya Kak Anisa harus ke ruang Dokter kandungan."
"Iya Key. Kakak juga ingin memeriksakan kandungan Kakak dan nanti hasil USG itu akan Kakak berikan sama Kakakmu. Kakak sudah ada rencana untuk ke rumah sakit milik Papa dan memberikan kejutan. Kakak ingin mengajak Kakakmu makan siang bersama dengan masakan yang sudah Kakak masak tadi sekalian nanti memberitahu bahwa Kakak sedang hamil."
__ADS_1
"Wah, Kak Keifano pasti akan sangat bahagia sekali akan mendapatkan kejutan dari Kak Anisa."
"Iya semoga hubungan Kakak dengan Kakakmu bisa baik-baik saja."
"Maksudnya Kak?"
Anisa lalu menceritakan semuanya pada Key. Berapa terkejutnya Key saat mengetahui Kakaknya cemburu sama dirinya.
"Kak Keifano sudah terlalu bucin sama Kak Anisa. Bahkan sama aku saja dicemburuin. Kakak memang keterlaluan," ucap Key geleng-geleng kepala.
"Maka dari itu Kakak ingin menjelaskan semuanya."
"Iya Kak. Biar Kak Keifano tidak salah paham dan masalah ini harus segera terselesaikan. Aku ingin Kak Anisa bahagia dengan Kak Keifano."
Anisa mengaminkan doa Key.
"Eh ayo Kak aku antar Kakak ke ruang Dokter kandungan," ucapnya kembali.
Anisa mengangguk pelan. Key hanya mengantar Anisa dan menunggunya di luar ruangan. Sebelum diperiksa Anisa mengeluh bahwa sudah beberapa kali mual dan muntah pagi ini. Dokter tersebut nanti akan memberikan obat anti mual, obat penambah darah dan vitamin. Dokter lalu memeriksa Anisa. Dokter berambut pirang tersebut lalu tersenyum saat melihat layar monitornya.
"Kandungannya baru berjalan 2 minggu lebih 5 hari. Kandungannya sehat dan kuat Bu."
"Alhamdulillah..."
"Satu hal yang akan mengubah kehidupan Ibu Anisa."
"Apa itu Dokter?" Anisa pun bingung dengan perkataan Dokter.
"Selamat ya Bu. Saat ini Anda sedang mengandung anak kembar."
"Apa Dokter? Saya hamil anak kembar?" ucapnya kembali dan meyakinkan jika tadi tidak salah dengar.
"Baby Twins," ucapnya yang lalu tersenyum dan menunjukkan pada layar monitor.
Anisa melihat Dokter yang menunjuk layar tersebut. Kini matanya sudah berkaca-kaca saat melihat anaknya dari layar monitor. Anisa tidak menyangka akan hamil bayi kembar. Anisa bersyukur tidak jadi mengkonsumsi pil pencegah kehamilan yang Keifano berikan waktu itu. Sangat menyesal sekali jika Anisa kemarin mengkonsumsinya.
__ADS_1
"Keifano kita akan punya anak kembar." Batin Anisa bahagia dengan kehadiran sang buah hatinya.
Anisa semakin bersemangat untuk bertemu Keifano dan mengajaknya makan siang bersama. Anisa akan memberikan kejutan kehamilannya kepada suaminya. Anisa sudah tidak sabar menunggu ekspresi wajah Keifano saat mengetahui bahwa dirinya sedang hamil anaknya. Apalagi Anisa hamil anak kembar. Anisa jadi tidak sabar ingin bertemu dengan suaminya.