
Keifano tidak akan membiarkan istrinya tidur dengan Mamanya malam ini.
"Mana bisa seperti itu Mama. Anisa sedang hamil dan harus selalu tidur bersamaku. Kedua anakku ingin selalu dekat dengan ayahnya," jawab Keifano beralasan.
"Yuk nak ke kamar Mama saja. Kita ngobrol-ngobrol cantik dulu yuk," ucap Karin memberikan kode kedipan mata kepada Anisa.
Anisa tahu mertuanya itu ingin mengerjai suaminya dan anaknya. Mereka berjalan mendekati tangga.
"Mama, jangan seperti ini. Aku sama Anisa baru saja baikan," ucap Keifano dengan nada memelas.
"Sayang, nanti malam kamu tetap tidur denganku," ucap Yudha.
"Haha, kamu cuma Mama kerjain saja nak. Lagian kan kalian pengantin baru inginnya dekat terus. Apalagi kalian akan punya 2 buah hati sekaligus," ucap Karin tersenyum.
Yudha mengelus dadanya dan lega tidak tidur sendirian malam ini.
"Jadi kamu hanya mengerjai kita?" ucap Yudha.
"Untuk kamu tidur sama Key malam ini," tunjuk Karin kepada suaminya.
"Kok sama Key sih sayang?"
"Kamu tadi berbohong padaku. Huh, emangnya kamu pikir aku tidak tahu apa?" ucap Karin sewot.
"Sayang maaf. Bolehin aku tidur di kamar ya?" ucap Yudha dengan nada memohon.
"Hmm baiklah kamu boleh tidur di kamar."
"Alhamdulillah....." Yudha lega dibolehin tidur di kamar bersama istrinya.
"Tapi nanti malam aku yang tidur sama Keyla."
Yudha melongo istrinya mengizinkannya untuk tidur di kamar tapi hanya sendirian saja tidurnya.
"Sayang jangan seperti ini dong. Aku tidak mau kamu tidur sama Keyla. Lagian Keyla sudah besar, sudah SMA."
"Jangan protes, siapa suruh berbohong padaku," ucap Karin menatap wajah suaminya.
Yudha hanya bisa pasrah jika sudah seperti ini.
"Asyik malam ini ditemani Mama tidur," jawab Keyla yang tiba-tiba muncul.
"Senang banget ya adikku?" tanya Keifano.
"Senang dong Kak. Kan Keyla jadi ada yang menemani tidur," jawabnya sambil tersenyum senang.
Wajah Keyla sangat bahagia, sedangkan Yudha sekarang wajahnya ditekuk karena malam ini akan tidur sendirian di kamar.
__ADS_1
"Kamu juga nanti tidak akan tidur sendirian lagi Keyla karena akan ada yang menemani kamu saat tidur jika kamu sudah menikah," ucap Keisha.
"Eh? Kan Kak Keisha dan Kak Key duluan yang akan menikah. Aku ingin lulus SMA dan langsung bekerja saja."
"Eh, eh mana bisa seperti itu nak? Papa dan Mama saja S2. Semua Kakak kamu kuliah, apalagi Keisha saat ini sedang menempuh pendidikan S3. Pokoknya kamu harus kuliah," jawab Karin.
"Mama dan Papa kan sudah kaya. Untuk apa aku sekolah tinggi-tinggi jika nantinya hanya menjadi seorang ibu rumah tangga?" jawab Keyla.
"Kalau kamu tidak mau kuliah, Papa akan menikahkan kamu dengan teman anak Papa," ancam Yudha.
"Papa ini sudah zaman modern dan sudah tidak zaman Siti Nurbaya. Aku tidak mau dijodohkan. Yang ada nanti hidupku akan sengsara."
"Sengsara dari mana? Kakak justru bahagia bisa dijodohkan dengan Kakakmu yang cantik ini. Hidup Kakak semakin berwarna ditambah akan punya dua anak sekaligus," ucap Keifano merangkul pinggang Anisa.
Wajah Anisa bersemu merah saat suaminya berbicara seperti itu.
"Terima saja adikku, siapa tahu anak dari teman Papa gantengnya seperti pangeran," ucap Keisha.
"Kak Keifano sama Kak Keisha jangan menceramahi aku. Pokoknya Keyla tidak mau dijodohkan," ucap Keyla menghentakkan kakinya dan pergi.
"Astaga anak siapa sih itu kok keras kepala banget."
"Keyla anakku," jawab Karin dengan cepat.
"Eh sayang aku tidak bermaksud menyindir kamu."
"Papa yang sabar ya," ucap Keifano.
"Papa pusing nak. Jika Mama kamu sedang kedatangan tamu bulanannya jadi seperti itu. Galak banget kan?" ucap Yudha mendengus kesal.
"Hmm iya Papa. Yang penting Papa tetap sabar. Kita duluan ke kamar."
"Iya nak. Papa mau ke dapur haus banget rasanya."
Keifano dan Anisa lalu naik ke kamarnya sedangkan Yudha menuju ke dapur untuk meredakan rasa dahaganya.
...*****...
Seminggu telah berlalu kini Karin sudah kembali lagi tidur di kamarnya bersama suaminya. Mereka sudah tidak marahan lagi malah terlihat semakin mesra. Karin sedang melihat keluar jendela Yudha lalu memeluknya dengan erat.
"Sayang, kamu mengagetkan aku saja."
"Aku kangen masa-masa kehamilan kamu sayang," ucap Yudha sambil mengusap perut Karin.
"Mas, jangan memaksaku untuk hamil lagi. Sudah 4 anak aku berikan dan jika dulu si kembar tidak keguguran sudah 7 anak yang aku berikan untukmu."
Yudha tidak menjawab pertanyaan istrinya. Alih-alih Yudha membicarakan Risa.
__ADS_1
"Sayang apa kamu tidak ingin seperti Risa yang hamil lagi bersama menantunya saat itu? Bukankah hal itu seru sayang, saat bisa hamil bareng dengan menantu," ucap Yudha lirih dan merebahkan kepalanya di pundak sang istri.
Karin lalu teringat saat sepupunya itu hamil lagi bareng menantunya yang bernama Kezia. Bahkan kehamilan mereka hanya berjarak 5 minggu. Risa ngidam ingin mengusap perut menantunya dan merasakan tendangan kecil dari cucunya. Akhirnya Kezia mengabulkan permintaan mertuanya dengan hamil lagi anak kedua.
"Astaga Mas... Yang ada aku akan malu jika hamil lagi. Keisha sudah besar dan sudah SMA. Aku pusing anak kita tidak mau kuliah dan ingin berkerja saja. Kamu jangan menambah beban pikiranku."
"Sayang, tambah satu lagi ya? Biar anak kita pas lima."
"Tidak ada tambah-tambahan. Aku capek Mas Yudha! Kamu bisa ngertiin aku gak sih? Biarkan saja Kak Risa punya anak lagi. Lebih baik kita menggendong cucu daripada menggendong anak."
"Hmm baiklah," ucap Yudha yang pasrah.
Kalau sudah seperti ini Yudha tidak mau melawan lagi. Karena yang ada nanti disuruh tidur di luar kalau tidak Karin yang akan tidur sama Keyla.
...*****...
Beberapa bulan kemudian.
Keifano lega saat Cassandra sudah tidak muncul lagi ke hadapannya. Anisa sudah cuti dari kerjaannya dan saat ini fokus dengan kehamilannya. Umi Alya bilang bahwa Anisa tidak boleh terlalu lelah saat hamil karena saat ini Anisa hamil anak kembar jadi harus benar-benar hati-hati menjaga kandungannya. Mama Karin juga bilang Anisa harus selalu menjaga kesehatannya dengan perbanyak makan buah dan sayuran. Anisa menerima saran dari Umi Alya maupun Mama Karin. Kedua wanita yang sangat berarti untuk hidupnya itu juga pernah mengandung anak kembar. Sekarang Anisa sedang duduk di sofa kamar, Keifano mendekati istrinya.
"Sayang, kamu kenapa melamun?"
"Aku sedang ingin ke danau."
"Anak-anak Ayah ingin ke danau ya nak?" ucap Keifano sambil mengusap perut Anisa.
Anisa tersenyum saat suaminya semakin perhatian dan sayang dengan dua anaknya. Perut Anisa sudah semakin terlihat. Keifano setiap hari mengusap perut istrinya. Bahagianya ia akan mempunyai dua anak sekaligus.
"Ayah, ayo kita ke danaunya sekarang," rengek Anisa.
"Baiklah, kita ke danau sekarang saja yuk."
Mereka lalu jalan-jalan ke danau. Keifano bersyukur Anisa tidak ngidam yang aneh-aneh sampai detik ini.
"Sayang, hadap sini dong," ucap Keifano.
Anisa langsung menoleh dan Keifano lalu memfotonya.
"Sayang, kamu jahil banget sih. Tidak bilang-bilang mau foto aku," ucapnya yang seketika wajahnya cemberut.
"Jangan cemberut gitu dong sayang. Nanti cantiknya hilang loh," ucap Keifano terkekeh.
"Sayang, aku lapar sekali," ucap Anisa sambil memegang perutnya.
Anisa sering merasa lapar. Keifano memakluminya mungkin karena hamil dua anak sekaligus.
"Ya sudah ayo kita pergi ke restoran terdekat."
__ADS_1
Anisa mengangguk pelan. Mereka tidak tahu dibalik pohon ada sepasang mata yang melihat kebahagiaan Keifano dan juga Anisa. Dia mengepalkan tangannya dan lalu segera pergi meninggalkan danau sebelum Anisa dan Keifano melihatnya.