
Anisa merasa kecewa dengan suaminya. Nanti tengah malam adalah ulang tahunnya namun suaminya memberikan kado yang tak pernah Anisa lupakan seumur hidup. Anisa masih teringat kejadian tadi siang di cafe yang membuat hatinya terluka. Disaat ingin memberikan kabar bahagia tentang kehamilannya namun justru rasa kecewa yang dia dapatkan ketika suaminya memeluk mantan kekasihnya di depan mata kepalanya sendiri. Suaminya menghadiahkan sebuah goresan luka yang mendalam. Sebelumnya Anisa dituduh berselingkuh dengan adik iparnya sendiri bukankah hal yang tidak masuk akal. Namun kenyataannya suaminya sendiri yang menusuknya dari belakang.
Alunan nada dering ponsel membuyarkan lamunan wanita cantik berhijab itu. Anisa meraih hp dan melihat layar siapa yang sedang melakukan panggilan telepon. Mertuanya menelepon berkali-kali. Anisa mengernyitkan dahinya saat mendapatkan pesan WhatsApp dari Karin. Sebagai sesama perempuan Karin meminta maaf kepada menantunya atas sikap anaknya.
"Berarti Key sudah bilang sama Mama Karin kalau aku hamil."
Anisa lalu mulutnya menganga. Jika mertuanya tahu dan pastinya suaminya akan tahu kalau saat ini Anisa hamil. Anisa semakin takut untuk bertemu dengan suaminya. Karena terakhir kali Keifano bilang tidak mau memiliki anak darinya. Anisa jadi ketakutan jika bertemu dengan suaminya, takut jika suaminya menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya. Perubahan sikap suaminya menjadi lebih kasar setelah menuduhnya berselingkuh dengan Key.
"Nenek dan Kakekmu sudah tahu kehadiran kamu nak. Bunda jadi takut jika bertemu dengan ayah kalian," ucap Anisa seraya mengusap perutnya.
"Kalian jangan khawatir, Bunda akan membesarkan kalian sampai nanti tiba saatnya kalian lahir ke dunia," ucapnya kembali.
...*****...
Di rumahnya Karin sedang kesal karena sudah beberapa kali menelepon Alya tapi tidak dijawab begitu juga dengan Anisa. Mereka memilih untuk tidak menerima panggilan telepon dari Keluarga Sanjaya untuk saat ini. Alya juga sudah menghubungi suaminya dan Andika untuk sementara tidak berhubungan dengan Keluarga Sanjaya dan nanti akan cerita saat mereka sampai di rumah. Karin tahu bahwa rasa kecewanya Anisa terhadap anaknya mungkin terlalu dalam dan Keifano harus berjuang keras untuk meluluhkan hati Anisa lagi.
"Ini semua gara-gara kebodohan anak kita mas, sekarang Alya maupun Anisa tidak mau menerima panggilan telepon dariku."
"Sudahlah sayang. Biarkan Keifano ke rumah Dion dan membujuk Anisa. Semuanya akan baik-baik saja kok."
"Baik-baik katamu? Aku tidak bisa tenang jika sudah seperti ini."
Yudha menghembuskan napas kasar dan bingung lagi harus berkata apa lagi karena menurut istrinya ucapannya selalu saja salah. Sementara Keifano sudah selesai mandi dan berpakaian rapi. Keifano siap untuk menjemput istrinya. Keifano akan meminta maaf dan membawa istrinya pulang ke rumah.
Keifano bergegas menuruni anak tangga dan keluar dari rumahnya. Keifano dengan langkah gontai langsung masuk ke dalam mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah mertuanya. Setelah menempuh perjalanan cukup lama karena dilanda kemacetan dan pada akhirnya Keifano sudah sampai di rumah kediaman Keluarga Hendrawan. Satpam tadi membuka pintu gerbangnya karena belum ada arahan apa-apa dari sang pemilik rumah. Keifano keluar dari mobilnya dan bergegas menuju ke arah pintu. Ia menekan bel beberapa kali dan secara tidak langsung Alya yang membukakan pintunya karena asisten rumah tangganya sedang mencuci pakaian dibelakang.
__ADS_1
"Assalamualaikum Umi," ucap Keifano yang lalu mengecup punggung tangan Alya.
"Wa'alaikum Salam nak," ucap Alya yang masih menyambut baik kedatangan menantunya.
"Umi, Keifano ingin bertemu dengan Anisa."
"Maaf nak, Anisa tidak mau bertemu dengan kamu untuk saat ini. Lebih baik kamu pikirkan tentang apa kesalahan kamu terhadap Anisa."
Alya tidak ingin ada kesalahpahaman antara anaknya dan juga menantunya.
"Maaf Umi, Keifano memang salah dan tolong izinkan Keifano masuk ke dalam rumah untuk menemui Anisa."
"Maaf nak, untuk sementara keluarga kami tidak menerima kedatangan keluarga kalian."
"Tapi kenapa Umi?"
"Sudahlah nak lebih baik kamu pulanglah," ucap Alya yang lalu menutup pintu.
Keifano kecewa kedatangannya sia-sia untuk menemui Anisa bahkan istrinya itu tidak menampilkan batang hidungnya saat ia datang. Anisa lebih memilih untuk berdiam diri di kamarnya. Anisa juga tahu jika suaminya datang karena dia melihatnya dari jendela kamarnya. Keifano meninggalkan rumah mertuanya dan masuk ke mobilnya. Keifano membanting stir mobil dan merutuki dirinya sendiri. Sekarang istrinya tidak mau bertemu dengannya. Ketakutan akan kehilangan istri dan juga anaknya pun semakin terlihat.
"Apa benar yang dikatakan oleh Mama kalau Anisa ingin berpisah dariku setelah anaknya lahir?" gumamnya.
"Tidak bisa! Anisa tidak boleh pergi dari hidupku."
Keifano lalu memilih untuk pulang ke rumahnya. Saat sudah sampai rumah, Keifano langsung masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Anisa seberapa lama kamu akan seperti ini? Seberapa lama kamu bisa tahan untuk tidak bertemu denganku?" lirihnya.
Yang Keifano tahu bahwa jika wanita yang sedang hamil tidak bisa jauh-jauh dari suaminya. Contohnya Mamanya sendiri, Keifano dulu melihat Karin tidak bisa jauh-jauh dari Papanya. Karin bahkan selalu ingin dekat-dekat dengan Papanya dan bahkan minta dimasakin Papanya waktu itu.
"Akan aku ikuti permainan kamu Anisa dan seberapa lama kamu tidak bisa jauh dariku."
Keifano meletakkan kembali kado untuk istrinya di atas nakas. Keifano akan ke rumah Dion lagi nanti malam untuk menemui istrinya. Keifano masih yakin jika Anisa akan keluar saat nanti malam karena nanti adalah ulang tahunnya. Anisa pasti tidak akan tega melihat suaminya berdiri di depan pintu terus. Keifano akan melakukan hal itu agar Anisa mau menemuinya.
...*****...
Dion dan Andika ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi karena Alya tidak memberitahu apapun dan hanya berpesan untuk sementara tidak menerima telepon maupun pesan WhatsApp dari Keluarga Sanjaya. Dion dan Andika lalu memutuskan pulang ke rumah setelah seharian berada di kantor. Mereka pulang sehabis adzan magrib.
Saat sampai rumah mereka langsung berkumpul di ruang keluarga. Mereka berbincang-bincang sambil minum teh.
"Ada apa sebenarnya Umi? Kenapa Umi melarang untuk menerima telepon ataupun pesan WhatsApp dari besan kita?"
"Nak, yang cerita kamu apa Umi?" tanya Alya kepada Anisa.
"Biar Umi saja yang menceritakan semuanya," ucap Anisa.
Alya lalu menceritakan semuanya dan tidak ada yang tertinggal sedikitpun cerita yang Anisa ceritakan padanya. Dion maupun Andika terkejut saat mendengarkan perkataan Alya. Terlihat jelas rasa kecewanya terhadap Keifano. Bisa dilihat dari wajahnya.
"Jadi kurang lebih seperti itu ceritanya," ucap Alya.
"Apa Keifano tidak waras menuduh Anisa selingkuh dengan Key?" ucap Andika geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Hmm, keputusan kamu sudah benar nak. Sementara kita tidak akan berhubungan dengan keluarga dari suamimu. Biar mereka menyadari kesalahan dari Keifano," ucap Dion.
Dion mendukung keputusan anaknya untuk tidak bertemu dengan Keifano untuk sementara waktu.