
Sekarang pintu kamarnya sudah diganti dan Keyla juga sudah pamit pulang dari tadi siang.
Malam telah tiba setelah sholat isya berjamaah, Key dan Andin makan malam bersama. Setelah itu mereka kembali ke kamarnya. Key memeluk istrinya dari belakang saat Andin mulai menyalakan lampu tidur di kamarnya.
"Sayang, malam ini tidak boleh gagal lagi," bisik Key pada telinga istrinya.
Seketika Andin bulu kuduknya merinding. Key bahagia akhirnya tidak akan ada yang bisa menggagalkan rencananya malam ini. Key perlahan tangannya merayap bagaikan cicak.
Andin merasa geli saat ini. Tiba-tiba Andin merasakan ada sesuatu dan lalu melepaskan pelukan suaminya dengan segera membuka lemari pakaiannya.
"Bentar ya sayang, aku ke kamar mandi dulu."
Key mengernyitkan dahinya saat istrinya itu terburu-buru ke kamar mandi.
"Sayang, kok lama sekali?"
"Sebentar lagi sayang."
"Apa dia grogi ya? Eh, tapi kan kalau semalam Keyla tidak datang mungkin Andin sudah menjadi milikku seutuhnya," batin Key.
Andin tak lama kemudian keluar dari kamar mandi. Key yang duduk pada tepi ranjang lalu menoleh saat istrinya berjalan mendekatinya. Key tersenyum saat istrinya duduk disampingnya.
"Sayang, aku sudah menunggu kamu," ucap Key.
"Key, maaf. Kita tidak bisa melakukannya malam ini. Tidak apa-apa kan kalau ditunda?"
Key keningnya mulai berkerut dan alisnya seketika bertautan.
"Kenapa sayang? Kan semuanya sudah beres, kamar kita juga sudah kedap suara. Lihatlah lampu tidur dan pintunya sudah diganti. Lagian tidak ada yang bisa menggangu kita lagi karena Keyla sudah pulang ke rumah."
"Bukan masalah itu sayang. Tapi," ucap Andin menggantung perkataannya karena malu untuk mengatakannya.
"Tapi apa sayang? Apa kamu masih belum siap?"
"Aku sedang kedatangan tamu bulanan," lirihnya.
"Hah? Apa???" tanya Key membolakan matanya.
Andin jadi canggung saat ini.
"Huh, gagal lagi deh. Kenapa harus datang malam ini?" ucap Key terlihat kecewa karena gagal lagi.
"Tidak bisa diprediksi Key. Maaf ya sayang."
"Tidak apa-apa sayang."
"Hmm, jadi honeymoon ke Bali kita tunda juga dong."
Andin mengangguk pelan. Key lalu menghela napas panjang.
"Untung saja kita belum memesan tiket pesawatnya."
"Pesan saja dari besok pagi sayang. Jadi kita bisa memilih jam keberangkatannya jam berapa."
"Iya sayang."
Andin akan beranjak dari tempat duduknya dan Key mencegah dengan menarik tangan istrinya sehingga menyebabkan Andin yang kehilangan keseimbangannya dan lalu terjatuh dalam pelukan suaminya.
Key mengecup bibir sang istri dan Andin membalasnya. Dengan segera Andin meregangkan pelukannya.
"Sayang, kenapa grogi?"
__ADS_1
"Ehm, belum terbiasa."
"Makanya dibiasakan ya," ucapnya tertawa kecil.
Andin hanya tersipu malu saat Key berbicara seperti itu.
"Oh iya sayang, berapa lama kamu datang bulannya?" tanya Key penasaran.
"Kurang lebih selama seminggu," ucapnya lirih.
Key matanya membola seperti kelereng.
"Hah apa? Kenapa lama sekali? Tidak bisa dipersingkat saja?"
"Tidak bisa Key," ucap Andin sambil menggelengkan kepalanya.
"Maaf ya sayang, aku telah membuat kamu kecewa," ucapnya lirih.
"Hmm kamu tidak salah. Ya sudahlah jangan terlalu dipikirkan sayang."
"Kita sebaiknya tidur saja ya sayang," ucapnya kembali.
"Hmm iya."
Mereka akhirnya memutuskan untuk tidur. Tak lama kemudian akhirnya mereka terlelap dalam tidurnya.
...*****...
Hari-hari telah mereka lewati dan kini saatnya Andin dan Key akhirnya honeymoon di Bali.
"Sayang, jangan lupa pesanan Keyla ya," ucap Key saat mereka sudah sampai di kamar hotel.
"Ini masih siang sayang. Kita makan siang bersama dulu yuk, aku udah lapar nih," ajak Andin.
Sore hari Andin dan Key saat ini tengah berada di pantai. Mereka akan menikmati sunset bersama-sama hari ini.
"Sayang, kejar aku," ucap Andin yang lalu berlari kencang.
Key lalu mengejar istrinya dan memeluknya dari belakang.
"Ketangkap!"
"Aku tidak akan melepaskan kamu malam ini sayang," bisik Key pada telinga istrinya.
Wajah Andin bersemu merah seperti tomat yang siap untuk dimasak.
"Iya, tidak ada lagi alasan untuk aku menolak kamu karena aku milik kamu, Key Sanjaya," ucapnya yang lalu membalikkan badannya dan memeluk sang suami dengan erat.
Key tersenyum saat istrinya berbicara seperti itu. Key jadi tidak sabar menanti malam tiba.
Key dan Andin lalu duduk ditepi pantai. Key meraih pinggang istrinya agar duduknya lebih dekat. Sedangkan Andin lalu merebahkan kepalanya pada pundak suaminya. Tak lupa mereka meminta tolong orang untuk mengabadikan fotonya.
"Bagus sekali," ucap Andin saat melihat hasil jepretan foto itu.
Key lalu mengirim foto itu ke Keyla dan Leon.
"Kenapa kamu mengirimkan fotonya ke Keyla dan Leon?"
"Biar mereka ingin cepat-cepat menikah sayang," ucap Key terkekeh.
"Dasar jahil suami aku ini," ucap Andin menoel pipi suaminya.
__ADS_1
"Biarin, tapi aku yakin kalau Leon iri saat melihat foto kita."
"Kalau Leon aku yakin pasti ingin segera menikah. Tapi untuk Keyla, adik kita itu belum memikirkan tentang pernikahan," ucap Andin ragu karena Keyla susah untuk didapatkan.
"Nah makanya kamu bantu aku untuk menyatukan mereka ya sayang. Karena kita bisa bersama juga berkat Keyla."
"Insya'allah. Tapi jika tidak berhasil juga maka Leon dan Keyla memang tidak berjodoh."
"Iya, aku juga sepemikiran sama kamu."
"Kan kita sehati," ucap Andin malu-malu.
"Sekarang kamu kok bisa gombal sayang?"
"Ketularan kamu sayang."
"Eh, sebentar. Kamu bisa belajar gombal dari siapa?" tanyanya penasaran.
"Papa Yudha. Papa, selalu saja mengatakan hal-hal yang romantis sama Mama. Bahkan seperti tidak tahu tempat saja kalau sedang ada anak-anaknya."
"Wah, Mama Karin beruntung sekali ya."
"Iya, Papa sangat setia sama Mama. Begitu pula sebaliknya. Aku juga akan setia sama kamu, Andini Oktavia. Sampai akhir hayat, aku ingin bersamamu," ucap Key sambil menggenggam tangan Andin dengan erat.
"Aku juga janji akan selalu setia sama kamu, Key Sanjaya. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kita."
Malam ini Andin mantap akan menyerahkan apa yang selama ini dia jaga dan hanya untuk suaminya.
Mereka lalu kembali ke hotel. Malam telah tiba, Key dan Andin saat ini sedang dinner romantis di restoran yang ada dalam satu gedung dengan hotel tersebut. Setelah selesai dinner romantis Andin dan Key berjalan ke arah lift. Setelah lift terbuka lebar dengan cepat Key menggendong istrinya dan menuju ke kamar yang mereka pesan.
"Key turunkan aku," ucap Andin malu karena ada beberapa orang berlalu lalang lewat.
"Tidak usah malu sayang. Santai saja ya," ucap Key yang lalu mempercepat langkah kakinya.
Andin lalu menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya. Tak lama kemudian mereka sampai di pintu depan kamarnya.
"Sayang, tolong ambil kartu aksesnya pada kemeja yang aku pakai."
Setelah membuka pintu kamar dengan kartu aksesnya akhirnya Key dan Andin sampai di kamarnya. Pintu kamar sudah terkunci rapat. Key merebahkan tubuh istrinya perlahan ke ranjang.
"Sayang, aku belum gosok gigi," ucap Andin beralasan karena masih grogi.
"Tidak usah sayang, kamu tetap wangi kok. Lagian tadi sore kan sudah gosok gigi. Aku tahu kamu hanya beralaskan saja kan?" ucap Key tersenyum penuh arti.
"Kan aku sudah bilang kalau tidak akan melepaskan kamu malam ini sayang," bisik Key.
"Iya, tadi aku hanya grogi saja. Malam ini aku milik kamu sayang," ucap Andin lirih.
"Aku juga milik kamu," ucap Key yang lalu mengecup kening dan kemudian bibir istrinya.
Key lalu mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur. Dengan cepat Key membuka semua pakaian yang istrinya kenakan dan juga miliknya. Key akan menjalankan tugasnya sebagai suami malam ini. Andin memalingkan wajahnya karena malu saat pertama melihat seluruh tubuh suaminya.
"Sayang, tatap aku," ucap Key lirih.
Perlahan Andin menatap wajah suaminya. Malam ini menjadi malam yang indah untuk mereka berdua menyalurkan rasa cinta yang begitu menggelora. Pasangan halal itu akhirnya melakukan olahraga malam yang mendapatkan pahala sampai hingga pagi menjelang.
Bersambung .....
Maaf gak ceritain secara detail karena belum tahu juga sebenarnya seperti apa ✌️
Mohon maklum ya readers karena author masih single 😀🏃
__ADS_1
Yuk kenalan dengan author untuk lebih dekat dengan follow akun instagram @Linaysofficial