Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 41 - Kejutan Ulang Tahun


__ADS_3

Hay Readers 😊


Jangan lupa tinggalkan Like 👍


Hari ini adalah hari ulang tahun Yudha yang ke 26 tahun. Karin berharap Yudha akan kembali ingatannya di hari ulang tahunnya. Karin sudah meminta izin kepada Rey untuk malam ini khusus untuk acara Ulang Tahun Yudha di rooftop restorannya. Karin sudah menyiapkan kado yang specialnya untuknya.


"Mudah-mudahan Kak Yudha suka dengan kado pilihanku," ucap Karin sambil tersenyum lalu menutup kotak berwarna hitam tersebut.


Karin memiliki rencana untuk dinner romantis dengan Yudha di hari specialnya, tak lupa Karin juga sudah meminta izin kepada kedua orang tuanya yang sekarang sudah berada di Indonesia dan sekarang tinggal dengannya. Hanya saja barang-barang Karin belum semuanya di pindahkan ke rumah baru orang tuanya yang berdekatan dengan rumah Risa. Sekarang Kakek dan Neneknya sudah setuju dengan pilihan Karin. Kakek dan Neneknya juga sudah tahu bahwa Dion akan segera menikah dalam waktu dekat ini dengan gadis pilihannya.


Ternyata Yudha anak yang baik dan sopan menurut Kakek dan Neneknya, meskipun usianya berbeda 7 tahun. Hanya saja saat ini Yudha belum mengingat Karin. Neneknya selalu bilang kepada Karin bahwa harus tetap bersabar dan selalu menyemangati Yudha agar segera sembuh. Karin dan Yudha janjian jam 19:45 wib. Saat akan menjemput Yudha di rumahnya, Karin saat akan masuk ke mobilnya, terlihat mobil Yudha sudah masuk ke dalam rumahnya. Yudha selalu di antar oleh sopirnya dan Yudha lalu keluar dari mobilnya. Karin berjalan mendekati mobil Yudha.


"Kak, naik mobilku saja yuk. Aku akan mengajak Kakak ke suatu tempat."


"Baiklah."


"Pak, nanti Kak Yudha biar saya yang antar sampai rumah. Bilangin ke Papa Yudhistira dan Mama Sabrina. Salam untuk mereka ya Pak."


"Baik Non. Bapak permisi pulang dulu."


"Iya, hati-hati Pak."


Selama hilang ingatan sudah dua bulanan ini Yudha kemanapun selalu di antar sopirnya. Mobil Yudha yang baru itu baru saja dibelikan oleh Papanya. Karena mobil lamanya sudah hangus terbakar saat kecelakaan.


"Kak, ayo masuk ke mobilku."


"Eh iya ayo Karin."


"Apa malam ini Kakak boleh nyetir mobil? Masa kamu mulu yang nyetir sih?" ucap Yudha.


"Kakak masih sakit gak boleh nyetir mobil. Kakak tidak ingat kemarin saat kecelakaan mobil Kakak rusak parah dan sampai akhirnya terbakar. Karin juga tidak akan mengizinkan Kakak menyetir mobil. Kecuali kalau Kakak sudah sembuh, baru boleh nyetir mobil lagi."


"Hmm baiklah. Kakak juga sudah ingin sembuh. Sudah 2 bulanan ini Kakak tidak bebas. Kemana-mana di antar sopir."

__ADS_1


Mereka sudah berada di mobil. Tak lupa Karin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Yudha sebenarnya ingin menyetir mobil saat ini. Tapi Karin dan orang tuanya masih melarangnya. Yudha hanya berharap segera sembuh kembali dan keadaan akan seperti semula.


Beberapa puluh menit kemudian Karin dan Yudha sudah sampai di restoran. Karin sudah menyewa tempat itu untuk hari ini. Mereka sudah keluar dari mobil. Karin berjalan diikuti oleh Yudha untuk masuk ke restoran yang sudah dia siapkan untuk acara ulang tahun Yudha. Mereka langsung naik lift agar sampai ke rooftop. Saat sudah sampai di atas Karin perlahan menggandeng tangan Yudha untuk berjalan mendekat ke meja yang dituju. Yudha merasa tidak asing dengan tempat ini, namun Yudha belum ingat apa-apa. Mereka lalu duduk di kursi masing-masing.


"Kakak ingat tidak saat itu kita berdua sebelum kita kesini. Kakak saat itu memberikanku kejutan sebuket bunga mawar merah saat aku keluar rumah. Saat sampai di sini kita dinner romantis dengan diiringi lagu yang romantis yang diputar. Kakak juga memberikan kalung untukku."


Yudha mendengar setiap perkataan Karin. Tiba-tiba saja kepalanya jadi sakit. Yudha memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


"Arrgghhhh....................." Yudha berteriak dan membikin Karin terkejut.


"Kak..... Kak Yudha. Kakak kenapa?"


Karin panik saat ini. Ingin kasih kejutan di saat ulang tahunnya. Eh Yudha bukannya mengingat semuanya, justru jadi sakit kepalanya.


"Kepalaku... Kepalaku sakit sekali Karin." Yudha masih memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


Yudha memejamkan matanya, seketika bayangan masa lalunya teringat kembali saat ini. Sekarang ingatannya sudah kembali. Yudha juga ingat kejadian di saat waktu Yudha membeli sebuket bunga mawar merah, saat akan diberikan ke Karin sempat salah orang ternyata Mama Angel yang membukakan pintu saat keluar rumah. Kemudian yang kedua kalinya Karin yang keluar setelah itu dan Yudha memberikan sebuket bunga mawar merah itu untuknya. Yudha ingat rooftop saat ini dengan rooftop waktu itu sama persis. Karin memang sengaja menyuruh orang agar dibikin semirip mungkin dengan yang Yudha waktu itu pesan saat memberi kejutan untuknya. Karin tambah panik, saat Yudha memejamkan matanya dan masih memegang kepalanya. Karin sudah berdiri dari kursinya dan mendekati ke arah Yudha.


Yudha mulai membuka matanya dan tangan Karin ia pegang. Yudha lalu tersenyum kearah Karin.


"Kakak sudah tidak apa-apa kok sayang. Aku senang kamu khawatir sama aku. Itu tandanya kamu beneran cinta sama aku," ucapnya dan seketika Yudha mengecup punggung tangan Karin dengan mesra.


"Kak Yudha... Kak," ucapannya terpotong saat Yudha bilang sayang tadi kepadanya.


"Kamu hebat Karin. Kamu bisa membuatku jatuh cinta 2 kali, saat aku sadar bahkan saat aku sedang hilang ingatan hehehe," ucapnya terkekeh.


"Hah??" Karin matanya terbelalak saat Yudha berbicara seperti itu, sekarang yang ada dipikiran Karin bahwa Yudha saat ini sudah mengingatnya.


"Kak Yudha serius sudah mengingat semuanya? Kak Yudha beneran sudah ingat Karin?" ucapnya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Air matanya lalu menetes membasahi pipinya.


Saat itu juga Yudha mengangguk. Pertanda mengiyakan bahwa dirinya sudah ingat semuanya. Yudha langsung berdiri dan menatap wajah Karin. Tangannya yang masih menggenggam tangan Karin ia lepaskan dan untuk mengusap air mata Karin.


"Iya Kakak sudah ingat kamu calon istriku dan semuanya tentang kita sayang."

__ADS_1


Karin lalu tersenyum senang saat Yudha sudah mengingatnya.


"Terima kasih selama 2 bulan ini kamu sudah bersabar, berusaha merawatku dan mencoba untuk membantuku untuk mengingat semuanya. Kamu mengajakku ke tempat-tempat yang sering kita kunjungi. Di tempat inilah kita pernah dinner romantis dan ditempat ini juga aku sudah ingat semuanya tentang kita."


Karin lalu seketika ingat bahwa dia belum memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Yudha dan memberikan hadiah untuknya.


"Sayang, sekarang tutup matanya. Karena Kakak sudah mengingat semuanya, Karin ada hadiah untuk Kak Yudha."


"Benarkah sayang?" seketika matanya berbinar-binar.


"Iya sayang. Kapan sih aku bohong sama kamu."


Yudha tersenyum lalu tangan jahilnya mencolek hidung Karin. Yudha bahagia karena saat ini Karin juga sudah memanggilnya kembali dengan sebutan sayang. Yudha lalu menutup matanya. Karin lalu mengkode pelayan yang dari tadi membawakan kue ulang tahun untuk Yudha berjalan mendekat. Tak lupa Karin mengambil kotak berwarna hitam dari dalam tasnya. Karin lalu mengkode pelayan agar meninggalkannya. Pelayan itu pun mengangguk lalu pergi. Karin lalu dengan cepat menyalakan lilinnya.


"Kamu boleh buka mata sekarang sayang," ucap Karin dengan lembut.


Yudha mengerjapkan matanya dan saat ini sudah ada kue ulang tahun beserta sekotak berwarna hitam yang berada disamping kue ulang tahunnya.


"Happy Birthday. My handsome doctor."


"Thank you my beloved girlfriend."


Kue ulang tahun Yudha ada lilin dengan angka 26. Setelah meniup lilinnya. Yudha juga menyuapi Karin dengan kuenya, Karin juga melakukan hal yang sama. Malam ini malam yang paling indah bagi Yudha. Di hari ulang tahunnya ingatannya sudah kembali. Yudha lalu membuka kado yang berada di kotak hitam.


"Sayang makasih ya. Kadonya aku suka," ucap Yudha saat melihat jam tangan yang dengan lambang DW, jam bermerek tersebut harganya hampir tiga jutaan.


"Alhamdulillah kalau kamu suka sayang dengan kado pemberian dariku."


"Iya sayang. Tapi seharusnya kamu tidak usah membelikan aku kado yang mahal. Kamu masih pelajar, uangnya lebih baik kamu simpan."


"Tidak apa-apa sayang. Kan cuma setahun sekali."


Yudha lalu memakai jam tangan kado terindah di ulang tahunnya kemudian tersenyum saat jam tangannya pas.

__ADS_1


__ADS_2