Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 72 - Tidak Akan Membiarkannya Menyakitimu


__ADS_3

DI RUMAH SAKIT


Mami Ana dan Papi Aldi kini sudah kembali ke rumahnya membawa cucunya. Karin kini mengerjapkan matanya dan melihat sekitar sepertinya asing. Terakhir kali dirinya berada di hotel milik keluarga Rey.


"Aku sedang ada di mana ini?" Batin Karin.


Karin menempati ruang rawat inap kelas VVIP jadi terlihat seperti kamar karena ada TV, dua buah sofa yang panjang dan meja.


"Alhamdulillah, kamu sudah sadar Karin." Risa mendekati Karin dan membenarkan anak rambutnya.


Seketika Karin teringat kejadian semalam bahwa dirinya sedang di kamar hotel mengalami pendarahan dan ditolong Risa dan Rey untuk dibawa ke rumah sakit. Karin lalu melihat ke kiri dan tangannya masih di infus. Semalam Karin ditransfusi darah dan sudah habis satu kantong.


"Kak Risa, aku jadi di rumah sakit sejak semalam?"


"Iya sayang," ucapnya sambil duduk di kursi.


"Kak gimana kondisi bayiku? Dia masih ada diperut aku kan Kak? Aku tidak keguguran kan?" Pertanyaan Karin dengan wajah yang cemas, kini Karin takut akan kehilangan bayinya.


Perasaan cemas kini menyelimuti dirinya. Karin takut anaknya tidak selamat karena melihat semalam dirinya pendarahan.


"Alhamdulillah bayi kamu tidak apa-apa Karin. Dia bisa selamat karena janin kamu kuat. Untung saja kamu semalam langsung hubungi kita. Kata dokter jika terlambat 10 menit saja bayimu tidak akan selamat karena kamu kehilangan banyak darah semalam."


"Syukurlah....." Kini Karin lega bayinya bisa selamat, Karin merasa sedih karena yang menyebabkan dia pendarahan dan sampai masuk rumah sakit adalah laki-laki yang sangat dia cintai, siapa lagi kalau bukan ayah dari sang bayi yang sedang di kandungnya.


"Alhamdulilah kamu selamat nak. Sekarang Mama yang akan menjaga kamu dengan baik dan tidak akan membiarkan Papamu menyakitimu lagi," ucapnya sambil mengelus perutnya pelan, kini matanya sudah mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Karin selama ini belum menyadari bahwa dirinya hamil. Karin tahunya hanya dirinya akhir-akhir ini suka makan banyak dan akhirnya tubuhnya sedikit agak gendutan. Perubahan dalam perutnya pun baru dia sadari setelah melakukan tes dengan alat kehamilannya. Karin heran dirinya kini tengah hamil muda tapi perutnya sudah terlihat hanya sedikit. Karin tadinya mengira hanya lemak saja karena dirinya akhir-akhir ini makan banyak dan badannya sekarang terlihat lebih berisi. Karin juga tidak merasakan mual seperti yang dirasakan ibu hamil lainnya. Karin tidak tahu bahwa yang selalu merasakan mualnya adalah Yudha karena Yudha yang mengalami Sindrom Couvade atau biasa disebut dengan kehamilan simpatik. Jadi adanya ikatan batin sang anak dengan ayahnya. Bahkan sekarang Yudha terlalu sensitif dengan debu.


Risa tersenyum saat melihat kini sepupu satu-satunya itu akan menjadi calon ibu sebentar lagi. Risa berharap kesalahpahaman antara Yudha dan Karin akan segera usai.


"Akhirnya Reno akan punya teman bermain juga." Rey tersenyum.


"Iya Kak Rey. Doakan anakku nanti akan lahir dengan selamat ya Kak," ucapnya dengan wajah yang sedih karena mengingat kejadian semalam.


"Iya, Kakak akan selalu berdoa untukmu dan juga bayimu."


Karin bahagia mempunyai sepupu seperti Risa dan juga suaminya yang banyak membantu dirinya di masa-masa sulit seperti ini.


"Terima kasih Kak Risa dan Kak Rey. Mungkin kalau semalam kalian tidak datang dengan cepat mungkin saja sekarang bayiku sudah....." Perkataannya terpotong dan kini Karin menundukkan kepalanya sambil menghembuskan nafasnya yang panjang.


"Sudahlah Karin kamu jangan terlalu kepikiran atas kejadian semalam. Ingat sekarang kamu sedang hamil dan ibu hamil itu tidak boleh banyak pikiran."


Mama Angel lalu datang dengan suaminya. Mama Angel membawa sarapan untuk mereka semua. Tak lupa Mama Angel membuatkan sarapan spesial khusus untuk keponakannya yang sedang hamil muda.


"Sekarang yang terpenting adalah kamu harus tetap menjaga kondisi tubuh kamu. Kamu harus makan makanan yang bergizi dan juga sehat." Mama Angel sambil membuka kotak makannya.


"Sayang ayo buka mulutmu dan biarkan Mama menyuapimu. Kamu dan anakmu harus segera makan sayang."


Karin mengangguk dan menerima suapan demi suapan dari Mama Angel.


"Oh iya Karin, kamu katanya mau cerita sama kita mengenai semua masalah yang sedang kamu hadapi," ucap Rey kembali.

__ADS_1


"Iya nak, kami ingin tahu alasan kamu kenapa tidak ingin kita memberi tahu kepada Yudha dan keluarganya." Papa Kevin kini penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Iya, Mama juga ingin tahu nak."Jawab Mama Angel dengan cepat.


Karin lalu menceritakan semua tentang masalah rumah tangganya mulai dari dirinya yang diam-diam mengkonsumsi obat penunda kehamilannya selama ini dan akhirnya tindakannya sampai ketahuan oleh Mama Sabrina saat akan memberikan surprise kehamilannya kepada Yudha namun dirinya yang diberi kejutan oleh Mama Sabrina dengan membongkar kebohongannya selama ini. Akhirnya Yudha sangat marah dan juga salah paham saat dirinya memakai dress pemberian Vino sebagai kado atas pernikahannya. Padahal saat itu bajunya yang muat hanya tinggal baju pemberian dari Vino. Sebelum Karin ke mall membeli semua baju-baju barunya.


Yudha dan kedua mertuanya tidak mau mendengarkan dulu penjelasannya. Yudha juga butuh ketenangan dalam hidupnya dan akhirnya Karin lebih memilih meninggalkan rumah dan tinggal di hotel milik keluarga Rey.


Karin juga bercerita mengenai Vino yang menyatakan perasaannya di taman. Karin tidak sadar kalau ada yang memfoto dirinya saat Vino menyatakan perasaannya dengan menggenggam dan mengecup tangannya dan foto itu sampai di ke tangan Yudha. Foto itu membuat Yudha terbakar api cemburu. Apalagi setelah Yudha datang ke kamarnya dan bau parfum laki-laki di kamarnya. Yudha menuduhnya berselingkuh secara diam-diam dibelakangnya dengan Vino. Padahal parfum itu berasal dari seorang karyawan hotel yang mengantarkan mukena dan sajadah untuknya dan itu juga atas perintah Rey.


Di situlah terjadi kesalahpahaman antara mereka berdua. Karin bercerita bahwa semalam dan sampai saat ini Yudha belum tahu bahwa Karin sedang hamil anaknya. Kemarahan Yudha memuncak saat Karin bilang bahwa dirinya tidak menyembunyikan laki-laki di kamarnya yang membikin Yudha teringat akan foto kemarin sore bersama Vino. Memang foto itu terlihat cukup mesra karena saat Vino mengecup tangan Karin dan Karin menatap wajah Vino. Jadi pandangan mereka saling terkunci seperti sepasang kekasih pada umumnya. Yudha sampai mendorong tubuh Karin dengan keras ke ranjang dan akhirnya sampai Karin mengalami pendarahan. Karin menampar Yudha sebelum Yudha pergi dari kamarnya. Yudha bilang akan menjemputnya hari ini. Namun Karin masih enggan untuk kembali ke rumah Yudha.


"Jadi ceritanya seperti itu." Karin menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Astaga, Kak Yudha salah paham selama ini sama kamu Karin."


"Iya Kak Rey. Kak Yudha benar-benar keterlaluan."


Karin masih kecewa dengan suaminya itu bisa-bisanya menuduhnya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri dan semalam hampir saja Karin akan kehilangan bayinya karena didorong oleh Yudha terlalu keras sehingga menyebabkan pendarahan. Untung saja anaknya bisa selamat, kalau tidak Karin akan membenci suaminya.


"Suami macam apa itu bisa-bisanya istrinya sedang hamil kok tidak tahu. Kak Yudha itu gimana sih katanya dokter kandungan. Kok sampai istrinya hamil tidak tahu." Risa kesal dengan Yudha.


"Hmm.... Mungkin karena aku tidak ada gejala kehamilan Kak. Biasanya kan kalau ibu hamil kan mual-mual dan tidak berselera makan. Kini aku sebaliknya Kak Risa. Aku banyak makan dan anehnya aku tidak mual."


"Cuma waktu kemarin saat pulang dari mall aku ingin makan yang asam-asam dan aku makan rujak yang buahnya hanya kedondong dan mangga saja. Aku merasakan enak sekali saat makan rujak itu dan akhirnya aku nambah lagi satu porsi rujaknya yang lebih pedas dan buahnya hanya mangga saja. Disitulah Bapak-bapak penjual rujak bilang kalau aku sedang ngidam dan pulangnya aku cek ternyata memang benar bahwa aku sedang hamil," ucapnya kembali.

__ADS_1


Mereka semua paham setelah Karin menceritakan tentang kehidupan rumah tangganya. Sekarang Karin lega setelah menceritakan semuanya. Karin sekarang yang ingin hidupnya tenang dan damai. Rasa kecewanya terhadap suaminya kini masih dia rasakan. Mengingat kejadian semalam, Karin untuk sementara waktu akan tinggal di hotel milik keluarga Rey. Tapi tadi Risa mengajaknya untuk tinggal bersamanya untuk sementara waktu. Karin akan mempertimbangkan lagi ajakan sepupunya nanti setelah keluar dari rumah sakit.


__ADS_2