Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Cintamu Palsu


__ADS_3

Sore hari Keifano sudah pulang. Keifano pulang lebih awal daripada biasanya. Keifano masuk ke dalam kamarnya dengan wajah yang ditekuk.


"Sayang, kamu sudah pulang," ucap Anisa sambil mengecup punggung tangan suaminya.


"Hmm iya..." Keifano hanya menjawab singkat dan tidak seperti biasanya Keifano mengajak Anisa bercanda terlebih dahulu.


Keifano lalu memilih untuk mandi.


"Kenapa Keifano jadi sikapnya dingin seperti itu?"


"Ah, mungkin Keifano sedang ada masalah di rumah sakit," ucapnya kembali.


Anisa lalu lebih memilih menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.


...*****...


Malam telah tiba. Anisa ingin tahu kenapa Keifano jadi bersikap dingin kepadanya.


"Suamiku, ada apa denganmu hari ini? Apa ada masalah di rumah sakit?" tanya Anisa dengan nada lembut.


"Tidak ada masalah di rumah sakit. Justru yang bermasalah itu kamu," tunjuk Keifano kepada Anisa.


Anisa melongo mendengar perkataan suaminya. Anisa masih belum paham dengan apa yang dikatakan suaminya barusan.


"Aku??" tunjuk Anisa pada dirinya sendiri.


"Apa maksudnya Keifano?" Anisa merasa tidak memiliki kesalahan terhadap suaminya.


"Kamu diam-diam telah berselingkuh dibelakangku."


Anisa membolakan matanya saat Keifano berbicara seperti itu. Apalagi Anisa tidak merasa berselingkuh.


"Aku tidak berselingkuh seperti yang kamu tuduhkan dan mana mungkin aku mengkhianatimu."


"Aku ada buktinya. Kamu jangan mengelak lagi Anisa," ucap Keifano.


Keifano lalu meraih hpnya dan memperlihatkan beberapa foto kebersamaan Anisa dan Key.


"Kamu sudah lihatkan? Anisa kamu tega sama aku. Kamu berselingkuh dengan adikku sendiri."


"Astagfirullah... Keifano, kamu salah paham. Aku sama Key tidak ada hubungan apa-apa. Itu foto bukan kejadian yang sebenarnya. Pasti ada orang yang ingin menjebakku."


"Sayangnya itu foto aku dapat dari orang yang memata-matai kamu. Orang yang memfoto kalian itu orang suruhan aku."


"Apa? Kamu memata-matai aku? Untuk apa Keifano? Apa kamu tidak percaya padaku?"

__ADS_1


Keifano tidak menjawab pertanyaan Anisa.


"Anisa kamu harus dihukum."


"Keifano kamu salah paham dan hukuman apa yang kamu maksud?"


Dengan cepat Keifano membawa Anisa ke ranjangnya.


"Kamu harus dihukum Anisa!" ucap Keifano yang sudah membuka kaosnya.


Anisa sekarang duduk ditepi ranjang. Anisa sekarang tahu hukuman apa yang akan diberikan oleh suaminya.


"Keifano, aku tidak mau!" Tolak Anisa yang lalu memalingkan wajahnya saat melihat roti sobek suaminya.


"Anisa... Kamu istri yang nakal, sudah punya suami tapi berani-beraninya kamu selingkuh dan lebih parahnya lagi kamu berselingkuh dengan adikku sendiri."


"Keifano tahan emosi kamu. Kita hanya salah paham saja dan aku bisa menjelaskan semuanya," ucap Anisa.


"Semuanya sudah jelas dan aku tidak butuh penjelasan darimu."


"Hei, ingat kamu sedang emosi. Aku tidak mau melakukannya. Lagian aku tidak berselingkuh. Apalagi kamu menuduhku berselingkuh dengan adik iparku sendiri. Keterlaluan kamu Keifano," Anisa merasa kecewa dengan tuduhan Keifano.


"Keifano aku bisa menjelaskan semuanya."


Keifano tidak mau mendengarkan apapun penjelasan dari Anisa.


"Apa-apaan kamu ini? Sudah aku katakan bahwa aku tidak berselingkuh dengan Key! Aku akan pulang ke rumah Abi dan Umi saja jika kamu tidak percaya padaku," ucap Anisa yang lalu beranjak dari duduknya dan mengambil tasnya.


"Jika kamu berani keluar dari kamar malam ini. Maka kita akan bercerai." Perkataan itu lolos dari mulut Keifano.


Mendengar kata cerai membuat hati Anisa langsung sakit. Bagaimanapun juga Anisa akan mempertahankan rumah tangganya apapun yang terjadi karena Anisa hanya ingin menikah satu kali seumur hidup. Anisa lalu menghentikan langkahnya saat akan keluar dari kamarnya. Anisa tidak tahu kenapa Keifano tiba-tiba berubah. Anisa rindu dengan sikap lembut dan penuh kasih sayang dari Keifano yang selalu membuatnya bahagia akhir-akhir ini.


"Aku tidak akan pergi dari kamar ini," ucap Anisa lirih.


"Bagus! Aku akan segera memberimu hukuman."


Usaha Anisa yang berusaha menolak Keifano pun sia-sia dan malam ini terjadilah Anisa terkena hukuman dari suaminya. Anisa tidak berani menolaknya karena Anisa tidak mau dituduh berselingkuh dengan Key. Sakit hati yang Anisa rasakan saat suaminya tidak mempercayainya.


Pagi hari Keifano telah bangun duluan. Keifano sudah mandi dan sekarang tinggal menunggu Anisa bangun dari tidurnya. Anisa mulai mengerjapkan matanya dan merasakan tubuhnya rasanya remuk semua.


"Mandilah dan setelah ini kita akan bicara," ucap Keifano yang lalu keluar dari kamarnya.


Anisa menatap kepergian suaminya.


"Keifano kenapa kamu berubah?" lirihnya.

__ADS_1


Anisa lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket. Keifano sudah masuk ke kamarnya dan membawa segelas air putih. Keifano mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


Anisa keluar dari kamar mandi dan masih menggunakan bathrobe dan Keifano langsung menghampiri Anisa.


"Minumlah ini," ucap Keifano.


"Apa ini?" tanya Anisa pelan.


Anisa lalu membolak-balikkan tablet obat tersebut dan Anisa mulutnya menganga saat mengetahui tablet obat apa yang dia pegang.


"Keifano, ini pil pencegah kehamilan?"


"Minumlah saja."


"Tapi kenapa kamu memberikannya padaku? Bukankah kamu ingin kita untuk segera punya anak?" tanya Anisa.


"Itu dulu sebelum kamu mengkhianati aku dan sekarang aku tidak ingin punya anak dari wanita yang telah mengkhianatiku dan tega berselingkuh dibelakangku. Lebih parahnya lagi kamu berselingkuh dengan adikku sendiri. Apa salahku Anisa sehingga kamu tega kepadaku," ucap Keifano.


"Keifano aku tidak seperti apa yang kamu pikirkan dan aku tidak mengkhianati kamu apalagi berselingkuh dibelakangmu."


"Cepat minumlah saja Anisa atau aku yang akan memaksamu untuk minum."


Anisa lalu terpaksa membuka tablet pil pencegah kehamilan itu dan lalu minum air putih. Keifano tersenyum kecut dan lalu berjalan meninggalkan Anisa menuju kamar mandi. Setelah Keifano masuk ke dalam kamar mandi. Anisa meletakkan gelas dan tablet pil tersebut. Anisa lalu mengambil tisu dan mengeluarkan pil pencegah kehamilan tersebut dari mulutnya. Anisa lalu membuangnya ke tempat sampah.


"Maafkan aku Keifano. Tapi aku tetap ingin punya anak darimu. Aku ingin merubah sifat kamu seperti dulu lagi yang lembut kepadaku. Mungkin jika kita punya anak kamu akan berubah seperti dulu lagi," ucap Anisa lirih dan tak terasa air matanya sudah menetes.


Keifano keluar dari kamar mandi dan melihat Anisa tengah menangis. Ada rasa sedih melihat istrinya menangis seperti itu dan ingin rasanya Keifano menghapus air mata Anisa akan tetapi Keifano mengurungkan niatnya karena rasa kecewanya terhadap Anisa sudah terlalu dalam.


"Hapuslah air matamu. Aku tidak akan luluh dengan air mata buayamu itu," tukas Keifano.


Anisa sakit hati saat mendengar perkataan suaminya.


"Suamiku, asal kamu tahu aku tidak pernah mengkhianati kamu. Aku mencintaimu dengan tulus Keifano," ucapnya lirih dan sambil menghapus air matanya.


Keifano sempat tersentuh saat Anisa berbicara seperti itu.


"Cintamu palsu Anisa." Batin Keifano merasa kecewa saat teringat dengan foto kebersamaan Anisa dengan Key.


Keifano tidak menjawab perkataan istrinya. Anisa kecewa biasanya dirinya dan Keifano saling mengucapkan kata cinta.


"Keifano kenapa kamu berubah?" ucap Anisa yang lalu menatap wajah suaminya.


"Kamu sendiri yang membuat aku menjadi seperti ini Anisa dan ingat kamu harus merahasiakan ini semua dari keluarga kita. Bersikaplah seperti biasanya saja agar mereka tidak curiga jika kita punya masalah."


"Jadi kita harus pura-pura mesra seperti biasanya?" tanya Anisa ragu.

__ADS_1


"Iya dan itu berlaku hanya didepan keluarga kita saja. Apa kamu mengerti?"


Anisa mengangguk pelan dan Anisa tidak akan bercerita dengan keluarganya karena takut mereka akan bersedih jika tahu Anisa memiliki masalah dengan suaminya. Anisa bertekad akan mengatasi masalahnya sendiri.


__ADS_2