Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
EXTRA PART 1


__ADS_3

Tinggalkan like sebelum membaca ❤️



3 bulan telah berlalu, sekarang pernikahan mereka telah terdaftar resmi di KUA. Saat ini usia kandungan Andin sudah berjalan 9 bulan. Setiap habis sholat isya, Key selalu meluangkan waktunya untuk anaknya. Saat ini mata Andin berbinar-binar karena anaknya bergerak aktif saat suaminya mengaji. Andin tersenyum bahagia dan tinggal menunggu hari-hari kelahiran si kecil.


"Subhanallah .....," lirihnya sambil mengusap perutnya.


Tak lupa Andin mengabaikan moment itu dengan memvideo pergerakan perutnya.


Tak lama kemudian Key sudah selesai mengaji. Setiap habis ngaji selalu ia berikan kecupan singkat untuk anaknya. Andin terharu dengan suaminya, anaknya belum lahir saja sudah sangat perhatian seperti ini.


"Sayang, coba lihat," ucapnya sambil memperlihatkan video yang baru saja Andin rekam.


"Alhamdulillah, anak kita semakin aktif sayang."


Key sekarang wajahnya tepat di depan perut istrinya dan akan mengajak anaknya berbicara.


"Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan Papi kamu yang ganteng ini nak. Sehat-sehat ya sayangnya Papi dan Mami," ucapnya sambil mengusap perut istrinya.


Matanya berkaca-kaca saat melihat kaki anaknya terlihat jelas dari dalam balik daster batik yang istrinya kenakan.


"Subhanallah, sayang lihatlah kakinya terlihat sangat jelas," ucap Key sambil tersenyum dan menoleh ke arah istrinya.


Sedangkan Andin meringis merasakan ngilu yang teramat sangat.


"Sayang, apa begitu terasa sakit?" tanyanya sambil terus mengusap perut istrinya.


"Rasanya ngilu saat dia sedang bergerak-gerak seperti tadi. Tapi nikmatnya aku bisa merasakan seperti itu. Ada rasa bahagia saat anak kita begitu aktif," jawab Andin.


Key mengecup kening istrinya.


"Kamu ibu yang hebat sayang. Makasih atas segalanya. Aku bahagia kita sebentar lagi akan menjadi orangtua."


Andin tersenyum tipis. Dia teringat saat orangtuanya dan mertuanya bilang kalau mereka memang dijodohkan dan setelah mereka lulus S2 akan menggelar pernikahan yang mereka sudah rencanakan.


"Iya, tapi seharusnya kita akan menikah setelah lulus kuliah. Aku besok jadi tidak bisa pakai kebaya jika perutku sudah membesar seperti ini."


"Sayang, coba kamu renungkan. Mungkin kalau kita belum menikah dan besok saat wisuda kamu bisa memakai kebaya seperti apa yang kamu inginkan. Tapi sekarang kan kita sudah menikah dan ini merupakan bonus dari pernikahan kita," ucap Key terkekeh.


Andin mengerucutkan bibirnya saat suaminya berbicara seperti itu. Setiap wanita menginginkan saat wisuda memakai kebaya agar terlihat lebih anggun saat difoto.


"Tidak harus pakai kebaya saat wisuda sayang. Pakai apa saja kamu tetap cantik kok di mata aku."

__ADS_1


"Mulai deh gombalnya. Tapi benar juga apa yang kamu katakan. Ini kado terindah saat kita wisuda sayang," jawab Andin sambil memegang perut buncitnya.


Andin merasakan kembali tendangan anaknya. Kemudian dia mengusap perutnya pelan.


"Arghhh," pekik Andin saat merasakan perutnya mulai kontraksi.


Key melihat ke bawah dan belum ada air ketuban yang mengalir. Jadi tahu kalau istrinya hanya mengalami kontraksi saja. Tapi ia cemas saat istrinya kembali mengeluh sakit perutnya.


"Sayang, tunggu sebentar dan akan aku panggilkan Mama dan Papa," ucap Key yang langsung berlari keluar dari kamarnya.


Key mengetuk pintu kamar orangtuanya. Yudha membukakan pintunya karena Karin sedang sibuk mengecek data perusahaan.


"Ada apa nak?" tanya Yudha.


"Andin perutnya sakit, Papa. Tapi aku belum melihat air ketubannya mengalir," jawab Key panik.


Karin yang mendengar hal itu lalu dengan cepat meninggalkan laptopnya yang masih menyala. Dia ingin tahu keadaan menantunya. Key dan Yudha menyusul Karin yang sudah duluan pergi ke kamar Key.


"Perutku sakit Ma," keluh Andin.


"Kamu mengalami kontraksi palsu nak. Hal ini akan terus sering terjadi sampai nanti bayinya akan lahir," ucap Karin sambil mengusap perut menantunya.


"Rasanya tak karuan Mama."


Key berjalan mendekati istri dan Mamanya.


"Kamu harus menjadi suami siaga. Andin akan lebih sering mengalami kontraksi seperti ini."


"Siap Mama."


"Jangan cuma bisa jawab siap, tapi laksanakan."


Key mengangguk pelan.


...*****...


Hari ini wisuda Key dan Andin. Meski tidak memakai kebaya tapi Andin bahagia sekarang sudah ada suami dan anak yang masih dalam kandungannya yang menemaninya wisuda.


Berbeda dengan Leon yang tengah galau karena sudah beberapa bulan ini tidak melihat sang pujaan hatinya. Rindu berat yang ia rasakan, terasa hampa saat tidak bertemu dengan Keyla. Meski mereka sering ribut tapi Leon merasa kesepian saat si gadis cerewet itu tidak ada. Saat ini terlihat raut wajahnya dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan karena terlihat tidak bersemangat.


"Bro, makanya cari pasangan dong. Biar wisuda ada yang datang kasih ucapan selamat dan kado. Lihat nih cewek gue aja datang," ucap Edo sambil pamer merangkul kekasihnya yang baru saja datang membawakan bunga dan boneka wisuda untuknya.


"Kekasihku sedang pergi keluar negeri jadi dia tidak bisa datang."

__ADS_1


"Haha, tapi sayangnya adikku tidak menganggap kamu sebagai kekasihnya."


"Aku tadi belum meneruskan perkataanku. Maksudnya kekasih hatiku," jawab Leon sambil menunduk.


"Nak, jangan ledekin Leon. Kasihan Leon terus-terusan kamu ledekin."


"Habisnya hanya Leon yang belum punya pendamping hidup dari kita semua satu genk Mama," ucap Key.


"Nasib masih sendiri ya seperti ini," lirihnya yang seketika menjadi gelak tawa orang-orang disekitarnya.


Setelah selesai dari acara wisuda mereka lalu bubar dan pergi ke tempat foto studio yang mereka pesan masing-masing. Key dan Andin akan melakukan foto bersama keluarga di tempat foto studio yang sudah mereka pesan jauh-jauh hari. Sekarang dimulai dari Andin dan Key yang foto berdua.


"Ma, senang ya melihat mereka berdua."


"Iya Papa, sebentar lagi cucu kita juga akan lahir nih. Hmm tidak sabar ingin melihatnya," jawab Karin.


"Jeng Karin panen cucu perempuan nih tahun ini," ucap Mama Siska.


"Iya nih Jeng dari Anisa, Keisha dan sebentar lagi dapat cucu perempuan lagi dari Andin."


"Wah, kalau bisa saat Keyla nanti menikah mudah-mudahan secepatnya Jeng Karin bisa punya cucu laki-laki."


"Aamiin, sepertinya Keisha duluan nih yang mau saya nikahkan sama Ferdi," ucap Karin sambil melirik ke arah Ferdi dan Keisha.


Keisha dan Ferdi saling memandang dan tersenyum. Baby Keira lebih senang digendong Ferdi dibandingkan Mamanya sendiri. Sampai Keisha heran padahal Ferdi bukan Ayah kandungnya.


Papa Yudha dan Mama Karin berpesan dengan Keisha, jika Ferdi itu anak yang baik. Jadi jangan pernah mengecewakannya. Akhirnya kali ini Keisha nurut dengan kedua orangtuanya.


Sekarang mereka sudah bertunangan. Keisha sudah memantapkan hatinya untuk mencoba menerima keberadaan Ferdi. Anaknya juga sangat dekat dengan Ferdi jadi Keisha memutuskan untuk mencari Papa baru untuk anaknya. Bahkan saat menangis saja Keira langsung terdiam jika Ferdi yang menggendongnya. Sudah seperti Ayah dan anak.


Penantian Ferdi tidak sia-sia, setelah menunggu sekian lamanya Keisha jadi janda akhirnya yang ditunggu-tunggu itu sekarang sudah berusaha membuka hati untuknya. Tinggal selangkah lagi mereka akan ke jenjang yang lebih serius yang mereka nantikan yaitu ke jenjang pernikahan.


Ferdi tidak sabar untuk menjadikan Keisha sebagai istrinya. Ia akan berusaha membahagiakan Keisha. Karena wanita sebaik Keisha tidak pantas untuk disakiti. Keisha yang selama ini telah terluka hatinya karena disakiti oleh sang mantan suami sekarang menemukan kebahagiaan dengan tunangannya. Ferdi menerima dia apa adanya. Keisha juga merasakan ketulusan hati Ferdi. Ia menyayangi anaknya dengan sepenuh hati. Bahkan saat mereka sedang jalan-jalan orang mengiranya mereka pasangan suami istri.


PART DUA SEGERA MELUNCUR...


AYO JANGAN LUPA KASIH VOTE GRATIS UNTUK AUTHOR BIAR BISA CEPAT UP NOVEL BARU 🤭


VOTE MUNCUL SEMINGGU SEKALI KALAU GAK DIGUNAKAN AKAN HANGUS.


DITUNGGU YA GUYS VOTENYA ❤️


__ADS_1



__ADS_2