Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 79 - Bahaya Mengancam.


__ADS_3

Karin kini menjenguk Alya yang sudah melahirkan kedua anaknya. Alya masih terpejam karena tadi dokter memberikan obat bius. Kini Andika tengah menangis. Dion berusaha untuk menenangkannya, namun hasilnya sama saja. Dion tidak bisa menghentikan tangisan anaknya. Perlahan Alya mulai mengerjapkan matanya saat mendengar suara tangisan bayi.


"Alhamdulillah Umi sudah sadar," ucap Dion tersenyum sambil mendekati istrinya dan masih menggendong Andika.


"Bi, anak kita menangis? Sini aku ingin menggendongnya."


"Iya ini Umi." Dion lalu menyerahkan Andika ke Alya.


"Kak Alya sepertinya anak Kak Alya haus," ucap Karin.


"Ah iya, mungkin anakku kehausan."


Yudha lalu memalingkan wajahnya ke arah lain saat Alya akan memberikan asi untuk anaknya. Alya lalu memperhatikan wajah bayi anak laki-lakinya yang tampan seperti ayahnya.


"Namanya siapa Bi?"


"Andika Hendrawan. Kalau nama Kakaknya Anisa Hendrawan."


"Wah nama yang bagus sekali."


"Hehe biar sama namanya seperti kita Umi. Jadi kita keluarga 4A. Adion, Alya, Anisa dan Andika."


"Hehe iya Bi." Kini Alya sudah memberikan asi kepada putranya. Kini Anisa gantian yang menangis.


"Umi putri kita menangis."


"Bawa ke sini Bi. Anisa sepertinya juga kehausan," ucap Alya.


Dion lalu memberikan Anisa kepada Alya dan benar saja Anisa kehausan. Karena langsung terdiam saat Alya memberikan asi untuknya. Kini Anisa telah tertidur setelah minum asi.


"Kalian sepertinya kewalahan mengurus dua anak sekaligus," ucap Yudha.

__ADS_1


"Tidak Kak Yudha. Kita bisa bagi waktu kok. Jika Anisa sedang bersama istriku. Andika yang akan bersamaku begitu juga sebaliknya," ucap Dion saat meletakkan Anisa hati-hati ke dalam box bayi.


"Mungkin Kak Yudha dan Karin nanti yang akan kewalahan karena akan mengurus tiga bayi sekaligus," ucap Alya terkekeh.


Yudha tersenyum dan memang benar mungkin delapan bulan lagi Yudha akan merasakan kewalahan seperti yang Dion dan Alya hadapi saat ini. Kini kedua orang tua Dion dan kedua orang tua Alya telah sampai di rumah sakit. Karin dan Yudha lalu pamit pulang setelah kedua orang tua Dion dan orang tua Alya datang.


"Wah, ini cucuku cantik sekali," ucap Mama Sofie.


"Cucu laki-lakiku juga tampan dan mirip kamu Dion." Mama Marisa kini tersenyum melihat cucunya.


"Hehe iya memang aku ayahnya kan Mama. Jadi terlihat mirip denganku masa mirip dengan tetangga."


"Kamu ini kalau bicara jangan sembarangan." Mama Marisa kini melintir telinga Dion.


"Dion hanya bercanda. Mama ampun," ucapnya meringis karena telinga yang jadi korban atas keisengan berbicara seperti itu.


Sedangkan Alya hanya terkekeh melihat suaminya di beri pelajaran oleh Mama Marisa.


"Kamu ini sudah punya anak dan harus bersikap dewasa mulai sekarang," ucap Papa Edwin kepada anaknya.


Mereka semua kini bahagia dan menggendong kedua cucunya secara bergantian.


...*****...


Beberapa minggu kemudian


Kini Yudha dan Karin sudah kembali lagi ke rumahnya. Hubungan mereka kini baik-baik saja. Yudha setiap hari saat akan berangkat bekerja selalu pamit dengan anak-anaknya yang masih dalam kandungan. Malam hari sebelum tidur Yudha juga mengucapkan selamat tidur kepada ketiga anaknya. Karin bahagia kini Yudha semakin hari semakin perhatian kepadanya dan juga ketiga anaknya. Karin berharap Yudha akan terus seperti ini sampai anak-anaknya lahir ke dunia.


Yudha sekarang sedang melihat istrinya bermain dengan ponselnya. Kalau Karin sedang duduk sudah mulai terlihat perutnya. Usia kehamilan Karin kini sudah memasuki 11 minggu. Yudha tersenyum kini ketiga anaknya tumbuh dengan sehat di rahim istrinya. Tak lupa Yudha lalu memfoto Karin dan tak lupa Yudha mengunggah ke akun media sosialnya Instagram dan juga WhatsApp.


...*****...

__ADS_1


DI TEMPAT LAIN


Seorang wanita berambut pirang mengepalkan tangan kanannya setelah melihat insta story Yudha.



Yudha tadi memfoto istrinya saat sedang duduk di sofa. Perut Karin sekarang sudah mulai terlihat. Yudha semakin gemas dengan pipi Karin yang semakin chubby. Semenjak hamil Karin selalu ngemil biskuit setiap malam. Yudha bahagia istrinya sekarang badannya terlihat lebih berisi daripada dulu waktu awal-awal mereka menikah Karin tubuhnya masih terlihat ramping.


Wanita tersebut setelah melihat insta story Yudha langsung meraih hp dan akan menelepon temannya yang berada di Indonesia. Temannya tidak tahu bahwa Karin kini sedang hamil. Temannya hanya tahunya mereka sudah menikah selama setengah tahun lebih tapi tidak segera di karuniai seorang anak. Kini wanita tersebut sedang menelepon temannya.


"Gimana sih kamu ini. Katanya istrinya Yudha mandul? Kenapa dia sekarang bisa hamil?"


"Aku juga tidak tahu kalau sekarang istrinya sedang hamil. Oh iya kamu kapan pulang ke Indonesia?"


"Sebentar lagi karena sekarang Papaku lagi sakit. Setelah Papa keluar dari rumah sakit aku akan pulang ke Indonesia bersama Papaku."


"Ok, sampai bertemu di Indonesia ya. Aku sudah kangen jalan-jalan sama kamu."


"Sip bisa diatur selama kamu memberikan info terbaru tentang Yudha dan juga istrinya."


"Ok deh, siap."


Wanita itu lalu menutup teleponnya dan berjalan menuju kamarnya.


"PRANG............."


Wanita berambut pirang tersebut kini sudah melemparkan vas bunga ke lantai. Wanita tersebut sangat marah saat tahu istrinya Yudha saat ini tengah hamil muda.


"Harusnya Yudha yang menikah denganku dan aku yang sedang hamil anaknya saat ini. Akan aku pastikan aku akan merebutnya kembali. Tunggu saja tanggal mainnya," ucapnya dengan senyuman licik.


Valeria Fani Xylscarret itu merasa direndahkan. Dulu Yudha menolaknya dengan alasan kita masih kuliah dan jangan berbicara tentang hal yang serius. Fani juga sudah menyatakan cintanya dan mengajak Yudha berpacaran namun Yudha tetap menolak cintanya. Fani semakin geram saat Yudha menikahi gadis remaja yang baru saja lulus SMA. Fani merasa tersaingi karena dirinya kini sudah S3 dan kenapa Yudha lebih memilih wanita yang bahkan baru saja lulus SMA. Fani belum tahu kalau saat ini Karin sedang kuliah. Fani tahunya hanya Yudha menikahi gadis yang baru saja lulus SMA.

__ADS_1


Fani akan merebut hati Mama Sabrina terlebih dahulu agar bisa mendekati anaknya. Karena Yudha sangat penurut dengan Mama Sabrina. Fani dulu dekat dengan Mama Sabrina saat masih sekolah SMA di Jakarta. Karena perceraian Mama dan Papanya akhirnya Fani ikut dengan Papanya ke Perancis dan kuliah di sana. Fani juga tak menyangka akan satu universitas lagi dengan Yudha saat itu. Hal itulah yang menjadikan Fani semangat menempuh pendidikannya sampai ke jenjang S3 agar bisa sepadan dan bersanding dengan Yudha yang seorang dokter. Tapi kenyataannya kini Yudha sudah menikah dan bahkan akan segera punya anak dari istrinya.


Beberapa hari lagi Papanya akan keluar dari rumah sakit. Fani kini sedang mencari-cari tiket online. Fani sedang mencari jadwal penerbangan ke Indonesia. Fani mencari tiket pesawat online agar sampai di Indonesia pada pagi hari. Kedua orang tuanya akan segera rujuk. Kini Fani berkesempatan untuk bertemu dengan Yudha sesering mungkin saat nanti tiba di Indonesia. Fani sangat rindu dengan laki-laki yang selalu mengisi hatinya selama ini.


__ADS_2