
Karin lega akhirnya anaknya mau dijodohkan dengan Anisa, gadis yang sholehah dan juga cantik. Dulu sewaktu mereka masih kecil Karin sudah menyukai Anisa dan ingin menjadikannya sebagai menantu. Saat itu juga Alya juga setuju. Anisa sangat cantik bila sudah dipoles dengan balutan make-up. Hanya saja Anisa menutupi kecantikannya dengan hanya menggunakan bedak tabur saja sebagai make-up agar terlihat lebih fresh.
Mereka sekarang sudah selesai makan malam bersama. Pelayan sudah membereskan semua piring dan meja didepan mereka. Kini saatnya mereka kembali untuk membahas tentang perjodohan Anisa dan Keifano.
"Jeng Alya, aku sangat bahagia sekali kedua anak kita mau untuk dijodohkan. Mereka juga akan segera menikah bulan depan," ucap Karin dengan senyuman manisnya.
"Iya Jeng. Alhamdulillah ya..." Tapi ada sedikit keraguan dari raut wajah Alya mengenai calon menantunya. Alya nanti akan bertanya kepada Anisa kalau sudah sampai rumah. Perasaan seorang ibu tidaklah salah.
"Aku jadi ragu dengan Keifano yang tiba-tiba saja mau menerima perjodohan ini. Aku tahu pasti ada suatu hal yang membuat dirinya merubah keputusannya." Batin Anisa.
"Dion, aku tidak menyangka kita akan berbesanan."
"Iya, padahal kalau mengingat masa lalu kita sempat mau dijodohkan ya Karin. Namun Allah telah memberikan jodoh untuk kita masing-masing. Dan kini anak-anak kita yang akan kita jodohkan."
"Iya, semoga persahabatan kita semakin erat ya dengan menikahkan anak-anak kita." Jawab Karin.
Dion mengangguk pelan. Betapa lucunya dulu mereka sempat mau dijodohkan dan sekarang jadi berbesanan.
"Dulu Alya adalah adik kelasku tapi sekarang berbeda, Keifano yang adik kelasnya Anisa," ucap Yudha dengan senyuman.
__ADS_1
"Iya, karena kita yang menikah duluan," ucap Dion terkekeh.
Dion melihat ke arah jam tangannya dan sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
"Oh iya ini sudah malam, kita pamit dulu," ucap Dion kembali.
"Baiklah, nanti kita akan bertemu lagi untuk mengantarkan anak-anak kita untuk fitting baju pengantin mereka."
"Iya Karin." Jawab Dion singkat.
Dion sekeluarga sekarang sudah meninggalkan restoran tersebut. Sekarang Yudha dengan Karin beserta Keifano sudah masuk ke dalam mobilnya. Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di rumah. Karena takut akan diceramahi akhirnya Keifano membuka suara.
"Anak itu menyebalkan sekali. Mamanya mau bicara sudah main nyelonong masuk saja ke kamar." Gerutu Karin yang melihat tingkah laku anaknya.
"Sabar Mama, kan masih bisa besok pagi bicaranya." Yudha sambil menggenggam tangan Karin.
"Iya Papa, ya sudah kita tidur saja."
Karin dan Yudha lalu naik ke lantai atas dan langsung masuk ke kamarnya. Mereka sekarang sudah berganti piyama tidurnya. Tak lama kemudian Karin dan Yudha terlelap dalam mimpinya. Sedangkan di tempat lain Dion, Alya dan Anisa sekarang sedang berkumpul di ruang keluarga.
__ADS_1
"Nak, katakan sama Umi dan Abi yang sejujurnya. Tadi kalian bicara apa? Umi curiga kenapa kalian harus bicara di luar restoran?" Tanya Alya.
"Aku harus berbicara yang sejujurnya dengan Umi dan Abi. Mereka juga harus tahu seperti apa Keifano itu. Lagian pernikahan itu tidak main-main. Aku akan menjalaninya seumur hidupku karena aku ingin menikah hanya sekali seumur hidupku." Batin Anisa.
"Nak, bicaralah dengan jujur. Jangan takut jika Keifano mengancam kamu. Bicaralah sama Abi, apa yang terjadi sejujurnya. Karena pernikahan itu tidak main-main nak dan untuk seumur hidup kamu menikah," ucap Dion.
"Ada apa ini Umi dan Abi?" Tanya Andika yang seketika datang dan duduk disamping Dion.
"Ini Anisa tadi sempat berbicara empat mata sama Keifano. Abi curiga dengan apa yang mereka bicarakan."
"Anisa akan ceritakan semuanya sama Umi, Abi dan Andika." Akhirnya Anisa tidak mau menutupi apa yang tadi mereka bicarakan saat di luar restoran.
Anisa menghela napas panjang dan akhirnya menceritakan semuanya. Anisa bercerita bahwa Keifano sudah memiliki pacar dan tadi sempat bilang bahwa ingin membatalkan perjodohan ini. Lalu Anisa bilang bahwa kalau perjodohan ini sampai gagal maka persahabatan antara kedua keluarga akan hancur dan itu semua karena Keifano. Anisa juga bilang mungkin Keifano mempertimbangkan lagi ucapannya dan akhirnya menerima perjodohan ini.
Alya, Dion dan Andika pun terkejut dengan apa yang dibicarakan Anisa barusan. Tapi Anisa tidak bercerita hal yang lainnya yang Keifano katakan kalau dirinya wanita munafik. Anisa takut jika Abinya tambah emosi. Alya terkejut saat mengetahui bahwa menantunya sudah memiliki pacar dan yang lebih anehnya lagi Keifano mau dijodohkan dengan Alya. Sedangkan Andika kini merasa ada yang janggal karena Keifano sudah punya pacar tapi mau dijodohkan dengan Anisa. Bahkan Keifano akhirnya setuju akan dinikahkan dengan Anisa bulan depan. Andika akan menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi. Karena Andika ingin yang terbaik untuk saudara kembarnya.
"Kurang ajar!" Dion menggebrak meja yang membuat semua orang langsung tersentak kaget.
Betapa terkejutnya Alya, Anisa dan juga Andika. Seumur hidupnya baru kali ini mereka melihat Dion yang emosi sampai seperti ini.
__ADS_1