
Ini hanya fantasi dalam pemikiran author saja. Semoga kalian suka dengan ceritanya 🙂
Cassandra sudah berpenampilan menarik malam ini dan lalu meraih tasnya. Papanya sudah tertidur, Cassandra berjalan mengendap-endap dan akhirnya bisa keluar dari rumahnya dengan tidak ketahuan.
Casandra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia menikmati jalanan kota yang masih ramai akan adanya anak jalanan yang masih berkeliaran di jalanan. Setelah hampir satu jam lamanya akhirnya Cassandra sampai di club malam. Cassandra keluar dari mobilnya. Semua orang meliriknya karena Cassandra berpakaian kurang bahan malam ini karena hanya memakai kaos di atas perut dan celana jeans di atas paha. Semua orang yang melihatnya takjub dengan tubuhnya yang menggoda. Cassandra memesan dua botol minuman untuk merayakan kemenangannya hari ini.
Setelah dua botol minuman hampir habis. Casandra didekati seorang pria.
"Kenapa kamu berada di sini?" tanya pria tersebut.
"Keifano?" Batin Cassandra.
"Aku tidak salah melihat kamu di sini sayang?" ucap Cassandra sambil memegang pipi pria tersebut.
"Haha Keifano pasti sudah kehilangan dua anaknya. Sampai-sampai ke club malam seperti ini." Batin Cassandra.
"Cassandra, ayo aku antarkan kamu pulang."
"Tidak mau. Minumanku belum habis."
Pria itu lalu memesan satu gelas minuman saja.
"Kenapa kamu hanya memesan satu gelas saja? Huh dasar cemen!"
"Aku pesan satu botol lagi," ucap si pria itu.
Cassandra tersenyum senang saat satu botol minuman datang lagi di mejanya.
"Ini saatnya aku akan menjadikan kamu milikku Keifano. Kita akan sama-sama mabuk dan melakukan hal yang tak terduga malam ini." Batin Cassandra menyeringai.
Cheers...!
Mereka lalu meneguk minuman yang memabukkan itu bersama-sama. Cassandra lalu duduk dipangkuan pria itu dan mengalungkan tangannya ke lehernya. Pria itu tersenyum bahagia akan sikap Cassandra.
"Sayang, tinggalkan istrimu itu dan aku siap menggantikannya. Aku akan berikan kamu anak berapapun yang kamu mau."
"Benarkah?" tanya laki-laki itu.
__ADS_1
"Kamu pegang janji aku malam ini dan kita buktikan saja nanti hahaha," ucap Cassandra yang sudah mabuk.
"Kamu memang pandai merayuku sayang. Aku akan terima tawaran kamu. Aku akan menceraikan istriku dan menikahi kamu."
Cassandra matanya berbinar-binar saat mendengarnya. Cassandra lalu memberanikan diri untuk mengecup bibir pria itu. Semakin lama mereka semakin ingin berbuat lebih jauh lagi. Pria itu tersadar akan hal yang seharusnya tidak terjadi.
"Tidak bisa, aku tidak bisa seperti ini. Kita tidak boleh melakukannya lebih jauh lagi," ucap pira itu lalu menurunkan Cassandra dari pangkuannya.
"Sayang, kenapa?" tanya Cassandra dengan nada manja.
"Aku tidak mau terlalu jauh melakukan hal itu padamu. Kita belum menikah dan lagi pula aku belum menceraikan istriku."
Cassandra terus menggoda pria yang ada dihadapannya. Cassandra tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan Keifano.
"Aku tidak perduli kamu belum bercerai. Pada intinya aku milikmu malam ini sayang."
"Apa kamu serius ingin melakukannya sama aku?" tanya pria itu yang tahu bahwa Cassandra masih suci.
Cassandra hanya berpacaran sekedar berpelukan saja selama ini. Untuk berciuman hanya beberapa kali saja dia lakukan dengan mantan-mantannya yang menurutnya tajir. Tapi tidak untuk Keifano, bahkan Keifano marah-marah jika Cassandra memeluknya waktu itu. Maka dari itu Cassandra ingin balik lagi dengan Keifano karena dari mantan-mantannya satu-satunya pria yang tulus mencintai dan menghormatinya sebagai perempuan hanya Keifano. Namun tadi dia memberanikan dirinya untuk mengecup laki-laki yang ada dihadapannya.
"Baiklah sayangku. Ternyata kamu sudah tidak sabar ya," ucap pria itu terkekeh.
Laki-laki itu lalu membayar minumannya dan mengajak Cassandra keluar dari club. Pria bertubuh tinggi itu melajukan mobilnya ke sebuah hotel berbintang lima. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di kamar yang mereka pesan. Kamarnya sudah terkunci dengan rapat. Cassandra duduk ditepi ranjang. Pria itu kemudian mendekatinya. Cassandra memberanikan diri untuk mengecup bibir pria itu lagi.
"Kamu jangan terlalu menggodaku sayang. Jangan salahkan aku nanti jika kamu besok bangun kesiangan karena terlalu kelelahan," ucap sang pria itu tertawa.
"Aku ingin punya anak darimu sayang. Malam ini aku adalah milikmu dan kamu adalah milikku. Berikan aku anak, aku sudah siap untuk mengandung anakmu," ucap Cassandra lirih.
"Baiklah, aku akan kabulkan permintaan kamu. Sebulan lagi aku pastikan kamu akan hamil anakku," ucap pria itu dan langsung membuka pakaiannya.
"Aku sudah tidak sabar ingin menunggu kehadirannya. Perutku sebentar lagi akan membesar sayang hahaha," ucap Cassandra sambil mengelus perutnya yang masih rata.
Pria itu tertawa geli melihat tingkah Cassandra yang sudah tidak sabar untuk hamil anaknya. Cassandra masih terpengaruh minumannya karena terlalu banyak meminum tadi di club. Pria itu membantu Cassandra untuk melepas pakaiannya.
"Anisa aku akan hamil anak Keifano sebentar lagi dan kamu akan mandul selamanya." Batin Cassandra tersenyum bahagia sebentar lagi akan menjadi Nyonya Sanjaya.
"Baiklah sayang, sebentar lagi perutmu juga akan membesar seperti apa yang kamu inginkan. Kamu akan hamil setelah ini."
__ADS_1
"Aku sudah tidak sabar untuk hamil anakmu sayang," ucap Cassandra dengan nada manja.
"Bisa kita mulai sekarang?" tanya pria tersebut.
Cassandra menatap wajah pria itu dan terlihat wajahnya merah merona menahan malu saat ini.
"Pelan-pelan ya sayang. Karena aku masih virgin," ucapnya malu-malu.
"Masih virgin? Aku akan membuktikannya sendiri." Batin pria itu.
"Tenang sayangku, aku akan melakukannya dengan lembut."
Mereka lalu melakukan olahraga malam hari tersebut. Tak terasa keringat mereka saling bercucuran. Cassandra menangis saat merasakan kesakitan pada area sensitifnya.
"Arghhh kenapa sakit sekali," pekik Cassandra.
"Ternyata memang benar kamu masih virgin. Aku sangat bahagia sekali sayang," ucap pria itu yang lalu mengecup bibir Cassandra dan memeluknya.
"Sudah aku bilang, hanya kuberikan kesucianku padamu."
"Makasih ya, aku sangat beruntung bisa memiliki kamu seutuhnya. Kita akan segera menikah setelah ini dan aku berjanji padamu sayang," ucapnya lalu mengecup kening Cassandra.
"Hmm iya dan itu harus karena sudah kuberikan kesucianku padamu," ucapnya tersenyum tipis.
Mereka lalu melakukan aktivitasnya lagi. Beberapa saat kemudian Cassandra mulai tampak terlihat kelelahan.
"Sayang, aku sangat lelah," ucap Cassandra lirih.
Pria itu masih menginginkan Cassandra.
"Aku masih menginginkan kamu sayang. Sekali lagi ya?" pinta sang pria itu dengan nada manja. Pria itu meminta Cassandra agar melayaninya lagi.
Cassandra tak ingin pria yang dicintainya kecewa dan hanya menjawabnya dengan mengangguk pelan. Dia merasa pria yang dihadapannya itu terlalu perkasa jadi ingin melakukannya lagi dan lagi. Olahraga malam mereka tak terasa sampai jam dua pagi. Cassandra tertidur duluan karena sudah terlalu kelelahan. Pria tersebut lalu mengecup kening gadis yang sekarang sudah menjadi seorang wanita tersebut. Rasa bahagia terlihat jelas saat dirinya benar-benar bisa memiliki Cassandra.
"Aku akan segera menikahi kamu Cassandra. Aku bahagia jika kamu akan hamil anakku karena istriku tidak bisa hamil," ucapnya yang lalu memeluk Cassandra.
Pria itu tak lama kemudian terlelap dalam tidurnya. Cassandra tidurnya sangat nyenyak malam ini karena berada dipelukan pria itu.
__ADS_1