Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 109 - Menebus Kesalahan Dimasa Lalu


__ADS_3

Mama Sabrina masih memeluk menantunya.


"Terima kasih ya nak sudah memaafkan Mama. Kamu menantu Mama yang baik. Mama menyesal telah menjahati kamu." Air matanya masih menetes karena terharu menantunya begitu baik dan mau memaafkannya.


"Iya Mama. Sudahlah, Mama kita lupakan saja kejadian pahit dimasa lalu. Kita buka lembaran baru."


"Iya nak."


Mama Sabrina melepaskan pelukannya dan bahagia kini menantunya sudah memaafkannya.


"Nak, kamu hamil berapa bulan?" Tanyanya penasaran.


"Enam bulan lebih 3 minggu Mama. Nanti Mama dan Papa datang ya ke acara 7 bulanan Karin."


"Iya nak. Papa dan Mama pasti akan datang nak. Papa Yudhistira pasti akan bahagia mendengar sudah punya dua cucu yang lucu-lucu dan kamu hamil lagi."


"Oh iya nak. Mama waktu itu ke rumah kalian. Katanya rumahnya sudah dijual. Kalian sekarang tinggal dimana nak?"


"Tinggal di rumah yang baru Mama," ucap Yudha yang menjawabnya.


"Pantesan Mama kesana sudah kosong rumahnya."


"Iya Mama, kita baru pindah rumah. Nanti kita acara tujuh bulanannya di rumah yang baru. Mama datang ya?"


"Pasti nak. Mama pasti datang sama Papa. Oh iya bolehkah Mama menyapa cucu Mama nak?" Meminta izin terlebih dahulu kepada menantunya.


"Boleh saja Mama," ucapnya dengan senyuman karena bagaimanapun juga Mama Sabrina adalah Neneknya.


Mama Sabrina lalu badannya membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke perut menantunya.


"Hallo cucuku... Semoga kamu sehat-sehat ya nak. Nenek tidak sabar ingin bertemu dengan kamu," ucapnya sambil mengelus perut Karin dan cucunya merespon dengan tendangannya.


"Dia merespon Mama nak," ucapnya dengan mata yang berbinar-binar.


"Iya Mama. Kalau diajak berinteraksi dan dielus perutku dia akan merespon dengan tendangan kecilnya."


"Apa kamu hamil anak kembar lagi nak?" Tanyanya penasaran.


"Tidak Mama. Karin hanya mengandung 1 anak saja. Sebenarnya karena Karin lalai sibuk skripsi dan wisuda. Jadi Karin lupa meminum pil pencegah kehamilan dan akhirnya Karin hamil lagi," ucapnya terkekeh.


"Tidak apa-apa nak. Mama bahagia kamu bisa hamil lagi nak."

__ADS_1


Yudha bahagia kini istrinya sudah akrab lagi dengan Mamanya. Mama Sabrina telah menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada Karin. Yudha lega istrinya yang berhati mulia itu bisa memaafkan Mamanya.


Keisha masih bingung siapa yang memeluk Mamanya dan memegang perut Mamanya.


"Mama... Ni capa?" [Mama... Ini siapa?] Tanyanya.


Karin lalu sedikit membungkuk.


"Ini Nenek Sabrina. Nenek kalian, Mamanya Papa nak," ucap Karin sambil mengelus rambut panjang Keisha dan mengelus rambut Keifano secara bersamaan.


"Nenek.........." Keisha berlari dan mendekati Mama Sabrina.


Mama Sabrina merentangkan kedua tangannya saat cucunya memanggilnya Nenek. Mereka akhirnya berpelukan.


"Cucuku..... Nenek bahagia bisa bertemu kamu nak."


"Keisha uga ahagia emu Nenek." [Keisha juga bahagia bertemu Nenek.]


Mama Sabrina bahagia cucu perempuannya menyambutnya dengan baik. Sedangkan Keifano hanya diam saja tidak mendekati Mama Sabrina. Padahal tadi Mama Sabrina yang menggandengnya sehingga bertemu dengan Papa Yudha. Melihat anaknya yang sifatnya dingin lalu Yudha langsung mendekati anaknya. Yudha berjongkok dan mengelus rambut anaknya.


"Nak, ini Mamanya Papa. Nenek kamu nak."


Keifano hanya terdiam saja dan lebih memilih untuk meminta gendong Yudha. Melihat anaknya yang belum bisa akrab dengan orang lain pun Yudha langsung berbicara agar Mamanya tidak kecewa.


"Iya nak tidak apa-apa. Mama jadi ingat saat kamu masih kecil nak. Kamu juga seperti ini."


"Bahkan wajah Keifano mirip dengan kamu waktu masih kecil," ucapnya kembali sambil tersenyum.


"Iya Mama."


Sekarang Mama Sabrina percaya bahwa mereka berdua adalah cucunya karena wajah kedua cucunya yang satu lebih mirip dengan Yudha. Yang satunya lagi lebih mirip dengan Karin.


"Mama, kita makan bersama yuk? Sudah lama kita tidak makan bersama."


"Iya nak. Mama mau." Mama Sabrina langsung mengiyakan ajakan menantunya.


"Mas, kita makan di restoran biasanya ya? Aku sedang ingin memakan chicken katsu." Sambil membayangkan betapa enaknya makanan tersebut.


"Iya sayang, aku akan menuruti semua keinginan kamu. Ini juga pasti keinginan anak kita," ucapnya sambil memegang perut Karin.


Mama Sabrina tersenyum saat melihat kemesraan anaknya dengan menantunya. Mama Sabrina menyesal dulu telah memisahkan mereka. Mama Sabrina bersyukur anaknya hidup bahagia dengan istri dan kedua anaknya. Apalagi akan bertambah si kecil yang masih dalam kandungan Karin.

__ADS_1


"Iya Mas. Ayo kita kesana cepat. Aku ingin memakannya sekarang."


"Iya sayang..."


Mereka semua akhirnya lalu makan bersama di sebuah restoran. Mama Sabrina akan merubah sikapnya yang dulu egois. Mama Sabrina akan menebus kesalahannya dimasa lalu. Sekarang Mama Sabrina telah mendapatkan semuanya dari menantunya. Mama Sabrina sudah mendapatkan dua cucu yang lucu-lucu dari Karin. Tiga bulan lagi juga cucunya juga akan lahir.


"Mama tadi kesini naik apa?"


"Mama tadi diantar sopir. Nanti kalau mau pulang Mama dijemput."


"Mama tidak usah dijemput sopir. Mama mampir ke rumah baru kita dulu. Boleh kan sayang?"


"Boleh saja Mas." Sambil tersenyum.


"Mama tidak mau mengganggu kehidupan rumah tangga kalian lagi nak." Mama Sabrina masih mengingat kejadian masa lalu dan sekarang jadi sungkan untuk berkunjung ke rumah baru anaknya.


"Mama tidak boleh bicara seperti itu. Bagaimanapun juga Mama Sabrina kan Mamanya suamiku. Berarti Mamaku juga."


Mama Sabrina seketika hatinya tersentuh mendengar perkataan menantunya yang menganggapnya sebagai Mamanya sendiri. Mama Sabrina begitu menyesali perbuatannya dimasa lalu. Mama Sabrina akan menyayangi Karin seperti anaknya sendiri.


"Baiklah nak. Sebelum pulang ke rumah Mama akan mampir ke rumah baru kalian."


"Gitu dong Ma," ucapnya sambil tersenyum.


Mama Sabrina juga melempar senyumannya dengan tulus.


"Aku akan merubah sikapku yang selama ini memperlakukan kamu dengan buruk nak. Kamu pantas untuk disayangi dan dibanggakan. Kamu menantu yang baik. Beruntung sekali aku punya menantu seperti kamu." Batin Mama Sabrina.


Tak lupa Yudha menyuapi istrinya. Sebenarnya Karin malu seperti ini di depan Mama Sabrina dan juga Bibi. Namun keinginan ngidamnya selalu saja ingin disuapin Yudha. Sikap manjanya Karin selama hamil kali ini membikin Yudha senang. Karena bisa berdekatan dengan istrinya.


"Mama, maaf ya kalau kita tidak sopan," ucapnya berkata dengan hati-hati.


"Tidak apa-apa nak. Mama juga maklum kok. Dulu Mama juga begitu pas hamil Yudha." Mama Sabrina kini terkekeh.


"Oh iya? Benarkah itu Mama?" Tanyanya dengan serius.


"Iya nak. Bahkan setiap hari Papa Yudhistira harus masakin Mama sebelum berangkat ke rumah sakit," ucapnya menjelaskan.


"Buah tidak jauh dari pohonnya ya Nyonya," ucap sang Bibi sambil tersenyum.


"Iya benar apa yang kamu katakan Bi." Membenarkan asisten rumah tangga anaknya.

__ADS_1


Karin hanya tersenyum tipis dan Yudha telah selesai menyuapi Karin hingga makanannya habis. Yudha bahagia Karin memakan makanannya dengan lahap.


__ADS_2