Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Andini Oktavia.


__ADS_3

Keluarga Hendrawan sudah terlanjur untuk memutuskan perjodohan ini karena sudah mengetahui bahwa Keifano mempunyai pacar. Dion maupun Alya sudah kecewa dengan Keluarga Sanjaya.


"Papa, tapi aku tidak yakin kalau Anisa mau menerima aku lagi," ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


"Papa bisa melihat kalau Anisa itu suka sama kamu nak. Berjuanglah nak untuk mendapatkan restu dari Dion dan Alya. Anisa pantas untuk kamu perjuangkan." Yudha sambil menepuk pundak anaknya dan berusaha untuk menyemangatinya.


"Iya Papa," ucapnya lalu mendongakkan kepalanya dan tersenyum.


"Papa, temani aku untuk menemui Mama ya. Keifano mau meminta maaf sama Mama. Sekaligus Keifano mau bilang sama Mama kalau Keifano siap untuk menikahi Anisa," ucapnya kembali.


"Bagus nak. Papa bangga sama kamu. Ini baru anak Papa." Sambil memeluk Keifano. Kini mereka saling berpelukan.


Mereka tidak tahu ada sepasang mata yang dari tadi mengintai dan mendengarkan percakapan Keifano dan Yudha. Orang yang dari tadi menguping pembicaraan antara Keifano dan Yudha adalah Key.


"Syukurlah kalau Kak Keifano mau dijodohkan dengan Kak Anisa. Kalau Kak Keifano tidak mau menikahinya, sayang sekali jika wanita baik seperti Kak Anisa menjadi milik orang lain," ucap Key lirih sambil tersenyum. Key dari tadi menguping dibalik pintu.


"Heh, apa yang kamu lakukan?" Tanya Keyla sambil menepuk bahu Kakaknya.


Key lalu membungkam mulut Keyla dan menggiringnya masuk ke kamar Keyla. Mereka tadi melewati 2 kamar yaitu kamarnya Keisha dan Kamar Key. Kamar Keyla berada di paling ujung. Key lalu menutup pintunya.


"Kakak ini apa-apaan sih?" Keyla melepaskan tangan Kakaknya yang membungkam mulutnya.


"Kamu tadi bicaranya terlalu keras. Hampir saja tadi kita ketahuan menguping pembicaraan Papa dan Kak Keifano."


"Emang mereka membicarakan apa Kak? Kok sampai Kakak menguping pembicaraannya." Keyla juga penasaran dengan pembicaraan Kakaknya dan Papanya.

__ADS_1


"Sebentar lagi Kak Keifano mau menikahi Kak Anisa. Bukankah itu kabar bahagia?"


"Wah, jadi kita akan segera dapat keponakan dong."


"Kamu ini pikirannya keponakan mulu."


"Kan lucu Kak kalau rumah kita ada suara tangisan bayi. Atau setelah Kak Keifano menikah, Kak Key juga menikah gih. Biar aku langsung punya dua keponakan sekaligus." Sambil memperlihatkan tangannya membentuk huruf V yang berarti dua.


"Yang ada Kak Keisha yang akan menikah duluan Keyla, bukan Kakak!" Jawab Key.


"Hehehe... Kak Keisha kan masih ingin kuliah S3 Kak. Jadi aku rasa Kak Key yang akan menikah duluan."


"Kakak saja belum lulus S1. Kamu kalau bicara jangan sembarangan."


"Kak Key aku ingin Kak Andin yang menjadi Kakak iparku. Kakak segera nikahi Kak Andin."


"Iya, Kak Key nikahi Kak Andin ya? Nanti kalau Kak Andin diambil orang, Kakak akan menyesal loh."


"Andin memang cantik sih. Tapi aku tidak tertarik dengannya."


Andini Oktavia adalah anak dari Dokter Rio dan Dokter Siska. Andini atau biasa dipanggil Andin adalah adik kelasnya Keifano saat di kampus. Banyak laki-laki yang sudah mengajaknya berpacaran tapi Andin menolaknya. Andin hanya ingin berpacaran nanti setelah menikah. Jadi percuma saja jika ada laki-laki yang berusaha mendekatinya. Karena Andin langsung ingin menikah saja.


"Kakak akan menyesal nanti bila Kak Andin sudah dilamar oleh orang. Kak Andin itu cantik banget Kak. Paras bulenya terlihat semakin menambah aura kecantikannya."


"Kamu juga cantik adikku, bahkan ada teman Kakak yang ingin menjadi pacarmu."

__ADS_1


"Kakak, aku ini masih sekolah. Jangan bahas pacaran. Kakak juga jangan mengalihkan pembicaraan."


"Hmm... Andin susah untuk didapatkan karena dia tidak mau berpacaran. Dia sering menjadi bahan pembicaraan di kampus."


"Nah kalau gitu Kak Key langsung saja melamarnya," ucap Keyla yang seketika dihadiahi jitakan pada pelipisnya.


"Auwww... Kakak ini kok menjitak aku?"


"Heh, karena kamu nakal. Perasaan aku dulu minta sama Papa dan Mama minta adik yang lucu dan menggemaskan. Kenapa lahirnya seperti kamu yang sangat bawel sekali. Huh, sangat menyebalkan!"


"Kakak itu yang menyebalkan. Sudah ada gadis cantik di depan mata masih saja tidak mau. Kalau sudah dimiliki oleh orang lain, aku yakin Kak Key akan menyesal."


"Aku tidak mau memikirkan percintaan dulu. Aku masih sibuk dengan urusan kuliahku. Kakak mau ke kamar Kakak dulu."


Key lalu keluar dari kamar adik kesayangannya dan juga adik yang selalu membikin dirinya emosi. Keyla selalu saja meledeknya dengan menjodohkannya dengan Andin. Mereka sering bertemu karena Yudha kadang mengundang Rio sekeluarga untuk makan malam bersama, tidak hanya di rumah tapi juga di restorannya. Jadi mereka sering bertemu.


"Kakak ini aneh sekali, Kak Andin kurang cantik apa coba. Idaman banget, aku ingin dia jadi Kakak iparku," ucap Keyla sambil tersenyum saat dirinya melihat


Key sekarang sudah sampai di kamarnya. Key sebenarnya juga tertarik dengan Andin. Namun rasa gengsinya terlalu tinggi untuk mengatakan bahwa dirinya menyukai Andini Oktavia. Nanti yang ada sang adiknya meledeknya jika Keyla tahu bahwa sebenarnya Key menyukai Andin. Key menyukai Andin dalam diam. Dirinya takut untuk menyatakan perasaannya ke Andin. Key sebenarnya merasa bahwa dirinya takut ditolak oleh Andin karena Key tidak ingin bernasib seperti laki-laki lainnya yang ditolak oleh Andin secara langsung. Jadi Key hanya memendam perasaannya selama ini.


"Andin memang cantik. Tapi apa dia mau denganku?" Lirihnya sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Sepertinya aku juga akan bernasib sama seperti yang lainnya jika aku mengatakan bahwa aku menyukainya. Sangat beruntung sekali laki-laki yang bisa mendapatkannya," ucapnya kembali.


Key tidak tahu bahwa dulu Karin dan Dokter Siska sudah sepakat untuk menjodohkan anak-anaknya nanti saat dewasa. Hanya saja Karin maupun Yudha belum berbicara mengenai hal ini. Mereka masih fokus dengan Keifano. Setelah menikahkan Keifano, Karin dan Yudha akan menikahkan Keisha. Baru nanti Karin akan menikahkan Key dengan Andin setelah si kembar sudah menikah dan memberikannya cucu.

__ADS_1


Dokter Rio dan Dokter Siska juga sudah bilang sama anaknya bahwa Andin sudah dijodohkan dari kecil oleh anak dari sahabatnya. Tapi mereka tidak bilang kalau sahabatnya itu adalah Karin dan Yudha. Maka dari itu Andin selalu menolak jika ada laki-laki yang menyatakan cinta dengannya. Andin sangat patuh terhadap kedua orang tuanya. Jadi Andin mau dijodohkan dengan anak dari sahabat kedua orangtuanya. Andin berpikir bahwa pilihan orang tuanya adalah yang terbaik untuknya. Dokter Rio dan Dokter Siska tidak bilang bahwa Key yang akan menjadi calon suaminya. Kalau sudah tiba saatnya nanti mereka akan membicarakan mengenai perjodohan ini. Lagian sekarang mereka masih sama-sama kuliah.


__ADS_2