Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
EXTRA PART 3


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan like ❤️



Leon sedih saat ini karena ia mendapatkan undangan pernikahan dari sahabatnya yang bernama Edo. Leon bersedih karena Edo sempat meledeknya tidak punya pasangan sendiri saat wisuda waktu itu. Sang pujaan hatinya sudah hampir dua tahun di luar negeri. Bahkan anaknya Key saja sudah berusia 6 bulan saat ini.


"Aku pasti akan menjadi bahan tertawaan saat kondangan nanti. Karena hanya aku saja yang tidak bawa pasangan sendiri," lirihnya sambil membolak-balik undangan tersebut.


"Makanya cepat lamar Keyla nak. Mama sudah tidak sabar nih untuk punya menantu dan menggendong cucu," ucap Mama Lisa yang tiba-tiba menepuk pundak Leon.


"Mama, kok ngagetin Leon sih. Entar kalau Leon jantungan gimana?"


"Tinggal periksa ke Dokter Keifano. Calon Kakak ipar kamu itu profesinya sebagai Dokter spesialis jantung," jawab Mama Lisa diakhiri kekehan kecilnya.


"Enggak Ma, istrinya galak."


Semenjak menjadi seorang ibu dari 3 anaknya, sekarang Anisa was-was dengan adanya orang ketiga. Dia berusaha untuk selalu meluangkan waktunya untuk pergi ke rumah sakit untuk mengantarkan makan siang untuk suaminya. Anisa takut suaminya tertarik dengan wanita lain yang lebih menarik darinya. Padahal Keifano tidak seperti itu, ia tipe suami yang setia.


"Haha, istrinya kan ada di rumah. Kalau Dokter Keifano ada di rumah sakit."


"Tapi Kak Anisa galak banget Ma. Bisa saja kan dia mengantarkan makanan untuk suaminya dan bertemu dengan aku."


"Memang kalau sudah menjadi seorang ibu kadang galak sama suaminya. Mama juga kadang sering galakin Papa," ucapnya yang lalu diakhiri gelak tawa.


Leon wajahnya terlihat murung saat ini.


"Oh iya nak. Keyla kapan pulang?"


"Belum tahu Ma. Katanya dia juga akan keliling dunia terlebih dahulu setelah selesai kursus menjadi chef."


"Anak konglomerat memang beda ya," ucap Papa Indra yang tiba-tiba datang.


"Maksud Papa apa?" tanya Leon yang belum paham.


"Mereka bebas ingin pergi ke mana saja sesuka hati. Nak, kamu jangan ikut-ikutan kebiasaan anak konglomerat. Karena mereka tak sebanding dengan keluarga kita. Kalau kamu harus bekerja keras terlebih dahulu agar bisa enak-enakan dan pergi jalan-jalan keliling dunia."


"Papa, kita juga orang kaya. Jadi jangan bicara seperti itu," ucap Mama Lisa tidak mau kalah.


"Tapi mereka tak sebanding dengan kita, Mama. Mereka lebih kaya dan bahkan keluarga dari Bu Karina masih ada keturunan ningrat."


"Yang terpenting Bu Karina sudah memberikan lampu hijau untuk anak kita, jadi tinggal selangkah lagi meluluhkan hati Pak Yudha dan Keyla," ucap Mama Lisa.


"Kalau kata Key, Papa Yudha sih terserah Keyla saja. Karena Keyla berhak memilih sendiri untuk pendamping hidupnya," celetuk Leon.


"Nah, jadi tunggu apalagi. Kamu harus bisa meluluhkan hatinya Keyla secepat mungkin sebelum keduluan orang lain," ucap Mama Lisa memberikan semangat untuk anaknya.


"Nak, kalau bermimpi jangan terlalu ketinggian. Kalau tidak dengan Keyla bagaimana? Karena keluarga mereka tak sebanding dengan keluarga kita, nak."


"Papa, aku mencintainya bukan karena dia anak konglomerat atau ningrat. Tapi aku mencintainya karena aku memang suka dengan gadis unik seperti dirinya. Jadi jangan hentikan aku dan apapun yang terjadi aku akan tetap menjadikannya sebagai istriku," ucap Leon yang lalu pergi meninggalkan kedua orangtuanya yang masih terbengong.


"Anak itu keras kepala sekali," ucap Papa Indra.


Seketika dada Papa Indra terasa sakit saat anaknya berbicara seperti itu dan pergi begitu saja.

__ADS_1


"Papa kenapa?" tanya Mama Lisa panik.


"Tidak apa-apa Mama. Aku hanya terkejut saja saat anakku tetap ingin menikahi Keyla," jawab Papa Indra agar istrinya tidak khawatir.


"Sudahlah Pa, Leon itu sudah dewasa. Usianya sudah 25 tahun jadi ia berhak untuk memilih pendamping hidupnya sendiri."


"Tapi Keyla sepertinya tidak suka dengan anak kita, Ma."


"Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Jika kita menikahkan mereka maka kemungkinan besar mereka akan cepat saling jatuh cinta karena mereka terbiasa bersama-sama."


"Gitu ya Ma?"


"Iya dong Pa. Kamu itu gimana sih? Seperti tidak pernah muda saja," gerutu Mama Lisa kesal.


Papa Indra masih berpikir saat ini.


"Sekarang yang terpenting itu anak kita bahagia dengan pilihan hidupnya sendiri," ucap Mama Lisa yang lalu meninggalkan suaminya yang masih terbengong memikirkan bagaimana nasib anaknya jika menikah dengan keluarga yang lebih kaya.


...*****...


Leon mengerucutkan bibirnya saat datang ke acara pernikahan Edo dan Eliza. Ia datang hanya seorang diri, tidak seperti sahabat-sahabatnya yang datang bersama tunangannya. Ada yang membawa istri dan juga anaknya.


"Bro, jangan manyun terus. Edo lagi menikah dan kamu jangan pasang muka melas seperti itu," ucap Key.


"Haha, gimana gak galau tuh dia. Kalau adik kamu saja masih di luar negeri," ucap Dika.


"Sayang, jangan ledekin sahabat kamu," ucap Dinda, tunangannya Dika.


Dika hanya mengangguk pelan pertanda bahwa setuju.


"Nah, setelah Keisha menikah. Giliran kamu tuh bro yang menikahi Keyla," ucap Permana memberikan saran.


"Sulit sekali mendapatkan hatinya apalagi cintanya."


"Pepet terus bro, tinggal kamu nih dari kita-kita yang belum menikah. Dika dan Dinda saja bulan depan akan menikah."


"Kalian semua enak sudah punya pasangan. Sekarang aku sendiri yang pusing nih."


Permana akan memancing Leon agar segera ingin menikah.


"Leon, anakku akhir-akhir ini sering menendang perut istriku. Apa kamu tidak ingin segera merasakan seperti apa yang aku rasakan seperti ini?" tanya Permana sambil mengusap perut istrinya.


"Nah iya, aku saja sampai mau punya anak lagi," ucap Key yang lalu mendapatkan cubitan maut dari Andin.


"Hah? Andin hamil lagi?" tanya Dika dan Dinda terkejut.


"Aku tidak hamil, lagian Aliya baru berusia 6 bulan."


"Seru tuh kayaknya kalau Keyla dan Andin hamil bareng nantinya," celetuk Permana.


"Iya nih bro, jadi ingin segera punya anak kedua," ucap Key yang lalu tertawa.


"Key, jangan minta macam-macam apalagi kebutuhan kita semakin banyak."

__ADS_1


"Hehe, sayang mau ya hamil lagi? Nanti biar sekalian ngantar sekolahnya saat anak kita sudah besar nanti. Jaraknya juga biar tidak terlalu jauh."


"Enak saja kalau bicara! Sakit tahu saat melahirkan Aliya kemarin," ucap Andin sambil menimang-nimang putrinya.


"Uang belanja naik deh. Mau ya sayang?" bujuk Key.


Key akan malu jika istrinya tidak berhasil ia bujuk. Karena Key mengaku istrinya itu selalu bisa ia luluhkan hatinya.


"Nah kalau begitu sih mau. Asalkan dua kali lipat naiknya," ucap Andin dengan tersenyum penuh arti.


"Ya Allah, cari rezeki ke mana lagi aku," ucap Key yang seketika kepalanya menjadi pusing.


"Haha, silakan berpusing-pusing ria. Mau tambah anak tapi juga harus tambah uang belanja," ledek Leon.


"Kamu juga akan merasakannya nanti saat sudah berkeluarga," ucap Key kesal.


"Eh bro, Edo dan Eliza mau lempar buket bunga tuh. Kamu mendekat gih ke sana," ucap Dika.


"Terus apa hubungannya denganku?" tanya Leon semakin bingung.


"Ya ada dong. Permana coba jelaskan sama Leon. Karena kamu kan pernah mendapatkan buket bunga sebelumnya."


"Permana, coba katakan. Apa hubungannya aku dengan buket bunga itu?" tanya Leon semakin penasaran.


"Kamu ini kan masih sendiri dan siapa tahu kamu bisa merebut buket bunga itu. Nah, nanti tahun ini jadi bisa nikah deh. Aku juga dulu seperti itu dan tak lama kemudian aku bertemu dengan jodohku yang sekarang menjadi istriku," ucap Permana sambil tersenyum menampilkan gigi putihnya.


"Iya, kita juga dulu tak sengaja bertemu di pelaminan nikahan teman. Kita saling berebut sebuket bunga saat itu. Kita juga tidak akan pernah menyangka kalau bisa berjodoh dan sering bertemu setelah rebutan sebuket bunga itu," ucap Odelia.


Mata Leon langsung berbinar-binar setelah mendengar perkataan Permana dan Odelia.


"Aku akan dapatkan sebuket bunga itu," ucap Leon yang seketika bersemangat.


Leon berjalan dan berkerumun dengan orang-orang yang juga ingin mendapatkan buket bunga tersebut.


"Yes! Aku akan menikah tahun ini. Keyla aku akan segera menikahi kamu .....," teriak Leon saat sudah mendapatkan buket bunganya.


Betapa bahagianya saat ia mendapatkan buket bunga tersebut. Key tersenyum bahagia karena ia yakin kalau sahabatnya itu akan berjodoh dengan adiknya. Meskipun Keyla dan Leon seperti kucing dan tikus yang selalu saja ribut saat bertemu. Tapi Key melihat ada chemistry di antara mereka. Key berharap adiknya akan bahagia jika bersanding dengan sahabatnya sendiri. Karena Key yakin kalau Leon orang yang baik dan cocok untuk adiknya.


...~ END ~...


Q: Thor kok belum up novel barunya?


A: Aku ada novel juga di platform kuning. Jadi di sini nyicil nabung bab dulu untuk novel baru biar nanti insya'allah bisa langsung crazy up.


Nanti akan author umumkan novel barunya di sini. Doakan author agar sehat selalu agar bisa tetap menghibur kalian ditengah pandemi seperti ini.


JANGAN LUPA KASIH VOTE GRATIS UNTUK AUTHOR BIAR BISA CEPAT UP NOVEL BARU 🤭


VOTE MUNCUL SEMINGGU SEKALI KALAU GAK DIGUNAKAN AKAN HANGUS.



DITUNGGU YA GUYS VOTENYA SAMPAI 100+ ❤️

__ADS_1



__ADS_2