Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 31 - Hari Yang Menyenangkan


__ADS_3

Melihat Rey yang bermesraan dengan Risa menjadikan Yudha ingin cepat menikahi Karin saja, tidak ada acara pertunangan juga tidak masalah untuknya. Tapi Yudha masih memikirkan bagaimana tanggapan orang tua Karin kalau anaknya yang masih sangat muda Yudha ajak menikah pasti akan terkejut. Apalagi orang tua Yudha yang ingin segera mempunyai cucu.


"Semoga setelah melihat kejadian tadi Karin mau aku bujuk untuk segera menikah denganku. Bila perlu gak usah ada acara pertunangan tapi langsung menikah saja." Batin Yudha.


Setelah selesai makan Risa masih ingin jalan-jalan karena Risa ingat pesan dari Mamanya untuk menikmati masa-masa kehamilannya sebelum Baby R lahir.


"Sayang habis ini kita jalan-jalan ke mall yuk. Aku sedang ingin beli tas," ucap Risa bersemangat.


"Baiklah sayang. Apa yang kamu mau aku akan turuti," ucapnya dengan senyuman.


"Karin dan Kak Yudha juga ikut yuk biar kita bisa jalan-jalan bareng dan pastinya seru."


"Baiklah," ucap Karin singkat.


Yudha ingin protes kepada Karin akan tetapi Karin juga ingin pergi ke mall. Yudha hanya pasrah saja. Rey sudah membayar semuanya. Saat akan berjalan keluar restoran Risa ingin Rey berfoto di restoran tersebut.


"Sayang kamu kesana deh! Aku mau fotoin kamu."


Rey hanya bisa menurut perkataannya istrinya. Karena ini juga pasti permintaan dari anaknya.


"Sayang kamu harus senyum dong."


Rey langsung tersenyum dan Risa memfotonya.


"Nah bagus kan?" ucap Risa sambil memperlihatkan hasil fotonya ke Rey.


"Iya sayang."


Lalu mereka keluar dari restoran tersebut dan langsung menuju ke mobilnya masing-masing. Tak lupa Rey memakaikan sabuk pengaman untuk Risa dan lalu memakai untuknya. Beberapa puluh menit mereka sudah sampai di mall. Risa matanya berbinar-binar saat masuk ke toko tas.


"Sayang aku mau tas yang ini dan juga ini." sambil memperlihatkan 2 tas yang lucu menurut Risa dan sayang kalau tidak di beli.

__ADS_1


"Terserah kamu saja sayang. Apapun yang kamu mau, kamu beli asalkan kamu bahagia."


"Sayang apa kamu tidak ingin beli tas juga? Ayolah pilih saja apa yang kamu suka," ucap Yudha lirih di telinga Karin.


"Tidak sayang. Tidak ada yang aku suka," ucap Karin.


Karin tidak enak kepada calon suaminya. Mereka belum menikah nanti dikiranya Karin materialistis jika beli tas sekarang. Karena di toko tersebut harga tasnya jutaan rupiah.


"Karin, ayo kamu pilih tasnya sayang. Masa Kak Risa shopping sendiri," ucap Risa menatap Karin.


"Tidak usah repot-repot Kak Risa. Karin tidak ada yang suka. Kak Risa saja yang beli."


"Beneran tidak ada yang kamu sukai?"


Karin hanya menggelengkan kepalanya.


"Sudah Karin pilih saja, santai saja gak usah sungkan," ucap Rey.


"Ya sudah kalau begitu."


Risa lalu membayar tasnya dengan mengeluarkan black card yang diberikan Rey beberapa bulan yang lalu. Setelah itu mereka memutuskan untuk nonton bersama di bioskop. Mereka memilih menonton film bergenre romantis dan komedi. Tak lupa mereka membeli pop corn dan minuman, kali ini Yudha yang membayar tiketnya dan camilannya. Yudha tidak mau Rey lagi yang membayar bisa rusak reputasi Yudha di depan Karin. Sebenarnya Yudha juga ingin membayar semuanya tadi di restoran. Namun Rey sudah bilang seperti itu dan Yudha hanya pasrah saja. Tapi kali ini Yudha tidak mau kalau sampai Rey yang bayar.


Mereka langsung masuk ke dalam bioskop. Risa menyender di pundak Rey selama nonton film tersebut dan Rey yang menyuapi Risa makan pop corn. Rey pun tidak keberatan justru itu yang membuat hatinya senang saat Risa manja dengannya malah terlihat lebih romantis. Sedangkan Karin dan Yudha fokus menonton filmnya sambil memakan pop corn.


"Huft, sayang sekali aku dan Karin tidak bisa seperti Rey dan Risa. Sabar Yudha... Mungkin ini ujian sebelum menikah harus lihat pasangan yang sudah menikah bermesraan." batin Yudha sedikit kesal sambil memakan pop cornnya banyak dimasukkan ke mulutnya.


"Sayang kamu jangan makan banyak-banyak nanti tersedak loh," ucap Karin yang melihat Yudha memasukkan banyak pop corn ke dalam mulutnya.


Yudha hanya mengangguk pelan pertanda menurut perkataan Karin.


"Aku lagi kesal sayang melihat kedua sepupumu itu sedang bermesraan. Apa kamu tidak tahu kalau aku juga ingin seperti itu. Bahkan umurku jauh lebih dewasa dari mereka, tapi aku belum merasakan hal seperti itu. Kenapa kamu juga susah sekali sih dibujuk untuk menikah setelah lulus SMA. Aku juga ingin seperti mereka sayang kalau kamu tahu." batin Yudha sambil mengunyah pop corn.

__ADS_1


Karin lalu melanjutkan untuk nonton filmnya dan sesekali minum minuman bersoda itu. Setelah filmnya selesai mereka keluar dari bioskop.


"Sayang kamu ingin kita kemana lagi?" tanya Rey.


"Aku ingin ice cream," ucap Risa dengan mata yang berbinar-binar sambil mengelus perutnya yang menandakan bahwa kalau anaknya yang minta.


"Baiklah ayo."


Mereka beli 2 cup ice cream. Yudha dan Rey tidak ingin menikmati ice cream tersebut.


"Sayang ayo buka mulutmu," ucap Risa memerintahkan Rey agar membuka mulutnya.


Rey pun menuruti kemauan Risa dan akhirnya Risa senang setelah menyuapi Rey dengan ice cream.


"Sayang aku mau nambah satu cup lagi dengan rasa yang berbeda."


"Baiklah sayang. Kamu mau yang rasa apa?"


"Mau rasa strawberry sama vanilla yang ditaburi choco chips."


Rey lalu memesan yang Risa mau.


"Anggap saja jalan-jalan kali ini aku sedang belajar melihat Risa ngidam. Jadi nanti misalnya Karin hamil sudah tidak kaget lagi. Ternyata seperti itu orang ngidam ya, Rey juga harus menuruti perintah Risa. Mudah-mudahan saja kalau nanti Karin sudah menikah denganku dan misalnya diberi anugerah dengan Karin cepat hamil. Aku juga ingin menemaninya disaat-saat ngidam seperti ini. Tapi aku berharap ngidamnya gak aneh-aneh seperti yang diceritakan Rey di restoran tadi." Batin Yudha.


Yudha jadi teringat saat Rey bercerita bahwa Risa ngidam dan Rey harus memakai kostum Dino di mall dan di restoran bahkan sampai ke apartment. Mau tidak mau Rey harus menurutinya karena itu juga kemauan anaknya. Yudha bergerdik ngeri jika hal itu sampai terjadi dalam kehidupannya. Yudha berharap nantinya Karin tidak ngidam yang aneh-aneh setelah mendengar ucapan Rey tadi.


"Sayang hari ini adalah hari yang menyenangkan. Terima kasih ya sayang mau menemaniku jalan-jalan," ucap Risa senang.


"Iya sayangku. Apapun yang kamu mau aku akan turuti." sambil mencubit pipi Risa saking gemasnya.


"So sweet banget sih Kak Rey. Nanti Kak Yudha seperti itu gak ya setelah menikah denganku?' Batin Karin.

__ADS_1


Risa bahagia sekali hari ini. Risa akan mengikuti saran Mamanya bahwa sebelum Baby R lahir harus puas-puasin untuk jalan-jalan.


__ADS_2