
Seiring berjalannya waktu akhirnya hubungan Keifano dan Anisa semakin dekat. Pernikahan mereka sudah berjalan selama 3 bulan. Keifano sudah sangat menyayangi istrinya dan sudah mengubah panggilan yang biasanya istriku menjadi sayang. Mereka sudah sarapan pagi bersama. Anisa mengantarkan Keifano sampai di depan teras rumah.
"Aku berangkat ke rumah sakit dulu ya sayang," ucap Keifano.
"Hati-hati ya suamiku dan semangat kerjanya," ucap Anisa sambil mengecup punggung tangan suaminya.
"Iya, kamu juga nanti hati-hati berangkat ke kampusnya," ucap Keifano sambil mengecup kening Anisa.
"Iya sayang, aku nanti tapi mampir ke toko kue Umi dulu setelah dari kampus."
"Iya sayang, ya sudah aku berangkat dulu keburu macet." Keifano mengusap kepala istrinya.
Anisa mengangguk pelan dan tersenyum. Setelah itu Anisa melihat mobil suaminya keluar dari halaman rumah. Anisa bahagia hubungannya dengan Keifano semakin ada peningkatan. Sudah sebulan ini mereka saling memanggil dengan sebutan sayang. Sekarang Karin tidak ingin menyinggung perasaan menantunya lagi soal menanyakan kapan hamil. Karin juga memiliki perasaan dulu selalu ditanya seperti itu dengan Mama Sabrina.
Karin tidak ingin hubungannya dengan menantunya semakin jauh. Karin lagi di dapur bersama asisten rumah tangganya. Bibi sedang membuatkan jamu yang tadi Bibi beli di toko jamu. Karin yang menyuruh Bibi untuk membelinya. Karin ingin punya cucu dari menantunya dan Karin meminta agar Bibi membeli jamu tradisional penyubur kandungan. Meskipun suaminya punya obat penyubur kandungan nanti yang ada Anisa akan curiga jika dalam berbentuk obat. Kalau jamu kan Karin bisa beralasan jamu untuk kesehatan.
"Nak, sini Mama punya sesuatu untuk kamu sayang."
Anisa lalu berjalan mendekati Karin.
"Nak, minum dulu. Ini jamu untuk kesehatan. Mama juga meminumnya," ucap Karin memberikan satu gelas kepada menantunya.
Karin juga meminum jamu tapi jamu agar dia tetap awet muda. Anisa lalu meminum jamu tersebut.
"Rasanya kok aneh Mama."
"Namanya juga jamu untuk kesehatan sayang."
"Setelah ini, aku akan punya cucu." Batin Karin tersenyum bahagia.
Setelah minum jamu Anisa lalu pamit untuk ke kamarnya dan akan bersiap-siap pergi ke kampus. Kebetulan hari ini Anisa hanya mengajar satu mata kuliah saja.
Di rumah sakit Keifano sekarang sudah makan siang dan tadi sudah video call dengan Anisa. Keifano membuka hpnya dan melihat wallpaper foto pernikahannya.
"Aku sudah mulai mencintaimu Anisa. Kamu berhasil membuatku jatuh cinta," ucap Keifano tersenyum bahagia.
Sore hari saat perjalanan pulang Keifano membeli sebuket bunga mawar untuk istrinya.
"Mudah-mudahan saja Anisa suka."
Keifano lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Keifano ingin segera bertemu dengan istrinya dan melihat ekspresi wajah Anisa. Tak lama kemudian Keifano sudah sampai di rumahnya. Tak sengaja Yudha melihat putranya membawa sebuket bunga mawar dan buru-buru naik ke kamarnya.
"Anak itu akhirnya bisa romantis juga," ucap Yudha terkekeh sambil mengulas senyum.
"Mas kenapa tertawa?" tanya Karin yang baru saja dari arah dapur dan membawa dua cangkir teh jahe.
"Itu sayang, Keifano baru beli sebuket bunga mawar. Romantisnya aku bisa meniru kan ke anak kita?"
"Wah yang benar Mas?" tanya Karin tak percaya.
__ADS_1
"Kalau tidak percaya kamu bisa ke kamar anak kita sekarang."
"Ah, aku percaya padamu dan aku tidak ingin mengganggu mereka yang sedang bermesraan."
Karin dan Yudha lalu menikmati teh jahe di sore hari
...*****...
Di kamarnya Anisa sedang melihat ke arah jendela kamarnya. Keifano meletakkan tasnya dan mendekati istrinya. Keifano melingkarkan tangan kirinya memeluk Anisa dari belakang. Tangan kanannya masih memegang sebuket bunga mawar merah yang Keifano sembunyikan dari balik badannya.
"Sayang, kamu mengangetkan aku," ucap Anisa.
"Sayang aku punya sesuatu untukmu," bisik Keifano sambil mengecup pipi Anisa.
"Apa itu?" tanya Anisa penasaran dan membalikkan badannya.
Keifano lalu berjongkok dan memberikan sebuket bunga mawar merah kepada istrinya.
"Aku mencintaimu Anisa. Maukah kamu menerima cintaku?" tanya Keifano.
"Iya, aku menerima cintamu," ucap Anisa yang matanya sudah mulai berkaca-kaca dan tak percaya Keifano akan menyatakan cinta dengan cara romantis seperti ini.
Keifano menghapus air mata istrinya dan memeluknya.
"Kamu selama tiga bulan ini telah berhasil membuat aku jatuh cinta. Aku mencintaimu Anisa."
"Aku juga mencintaimu Keifano." Anisa juga membalas pelukannya.
"Makasih sayang kamu telah menerima cintaku," ucap Keifano dan mendaratkan kecupannya pada tangan Anisa dan lalu bibir istrinya.
"Sama-sama sayang, kita ini sudah menikah tapi berasa baru jadian dan ternyata kamu bisa romantis seperti ini," ucap Anisa mengulas senyumannya.
"Kamu suka tidak jika aku bisa romantis seperti ini?" tanya Keifano.
"Iya aku suka tapi kita terlihat seperti ABG," ucap Anisa terkekeh.
"Aku bingung kamu suka bunga mawar warna apa, jadi aku memilih bunga mawar merah," ucap Keifano tersenyum.
"Bunga apa saja aku suka yang terpenting itu bunga dari kamu," ucap Anisa tersenyum.
...*****...
Malam telah tiba setelah selesai makan malam bersama Keifano dan Anisa pamit duluan masuk ke kamarnya.
"Kakak sama Kak Anisa kok tumben pamit duluan masuk ke kamar," ucap Keyla.
"Mereka sedang falling in love," ucap Karin berbicara kepada putri bungsunya. Karin bingung menjelaskan kepada putrinya.
"Kan mereka sudah menikah Mama, kenapa baru falling in love sekarang?"
__ADS_1
"Huh, kamu begitu saja tidak tahu. Kak Keifano sama Kak Anisa mau buatin kita keponakan."
Perkataan Key tiba-tiba dapat tatapan tajam dari Karin.
"Ah benarkah? Aku harus tanya langsung sama Kak Keifano," ucap Keyla beranjak dari tempat duduknya.
"Nak, jangan! Memalukan saja," ucap Yudha lalu menepuk jidatnya.
"Duduklah kembali," perintah Yudha kepada putrinya.
"Key, bisakah kamu bilang ke adik kamu tidak hal yang macam-macam? Adikmu masih dibawah umur nak."
"Mama aku sudah dewasa. Keyla sudah SMA."
"Sudah selesai semua makannya dan kalian bubar masuk ke kamar masing-masing."
Yudha, Karin dan Keisha lalu meninggalkan ruang makan. Tinggal Key dan Keyla yang berada di ruang makan.
"Kakak kita ke kamarnya Kak Keifano yuk?" ajak Keyla.
"Mau ngapain Keyla?"
"Mau pastikan saja kalau Kak Keifano beneran membuatkan keponakan untuk kita. Aku ingin melihatnya langsung." Keyla kepo dengan apa yang sedang dilakukan oleh Kakaknya.
Key matanya terbelalak dan melongo mendengar perkataan adiknya.
"Heh apa yang kamu pikirkan Keyla? Dan kamar Kak Keifano itu kedap suara jadi percuma saja kita ke kamarnya. Kamu juga tidak bakalan dibukakan pintu sama Kakak."
"Tapi kok kamar kita tidak kedap suara Kak?"
"Ya karena kamu belum menikah adikku," ucap Key geram.
"Sudahlah lebih baik kita tidur saja. Sudah malam besok kamu harus sekolah," ucapnya kembali.
"Hmm baik Kak Key," ucap Keyla.
Mereka akhirnya pergi ke kamarnya masing-masing.
...*****...
Di kamarnya, Keifano sedang mengecup kening dan lalu beralih ke bibir istrinya.
"Anisa, aku mencintaimu," ucap Keifano setelah mengecup bibir Anisa.
"Aku juga mencintaimu Keifano," ucap Anisa tersenyum malu-malu.
Keifano akan meminta izin dulu kepada istrinya.
"Sayang apa kamu sudah siap?" tanya Keifano yang ingin memastikan.
__ADS_1
Anisa mengangguk pelan dan Keifano lalu membaca doa dan menggiring Anisa ke ranjangnya. Mereka kemudian melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan 3 bulan yang lalu. Keifano bahagia bisa memiliki Anisa seutuhnya malam ini. Malam yang selalu dinantikannya kini sudah terlaksana.