Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 104 - Kebahagiaan Karin dan Yudha


__ADS_3

Hari ini juga Yudha akan memeriksakan kandungan Karin. Yudha menitipkan anak-anaknya dengan Bibi. Kini mereka sekarang sedang menuju ke rumah sakit.


Karin disuruh untuk berbaring. Sang dokter lalu akan memeriksa kandungan Karin. Dokter mulai menaikkan kemeja yang Karin pakai dan mengoleskan gel ke perutnya. Dokter mulai menggerakkan alatnya di perut Karin. Kini terlihat di layar monitor. Masih sangat kecil ukurannya. Dokter menjelaskan bahwa usia kandungan Karin baru 2 minggu.


Karin sekilas melihat ke arah suaminya. Yudha sangat bahagia melihat istrinya hamil lagi. Yudha matanya sudah mulai berkaca-kaca saat melihat ke arah layar monitor. Karin lalu tersenyum melihat suaminya bahagia saat melihat anaknya dari layar monitor. Kini Karin juga bahagia atas kehamilannya yang merupakan anugerah atas kelulusannya.


Setelah selesai diperiksa Dokter. Yudha kini tengah menebus vitaminnya. Karena kandungan Karin kuat jadi tidak perlu lagi untuk meminum obat penguat kandungan. Karin kini menunggu Yudha duduk di kursi. Karin mengelus perutnya pelan. Kini dirinya akan mempunyai anak lagi. Namun tidak kembar seperti yang sebelumnya. Karin tetap mensyukurinya. Karena ini adalah anugerah dari Allah SWT. Yudha sudah menebus vitaminnya dan kemudian mendekati istrinya.


"Sayang, adakah yang ingin kamu makan?"


"Tidak Mas." Sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu kita pulang saja."


"Iya ayo Mas. Tapi mampir ke supermarket dulu ya. Beli sufor untuk si kembar."


"Iya, sekalian beli untuk kamu juga sayang."


Karin mengangguk pelan dan tersenyum. Mereka lalu naik taksi menuju ke supermarket. Di supermarket tak lupa mereka sekalian belanja bulanan.


Mereka kini sudah sampai apartment lagi. Yudha dan Bibi membawa belanjaannya. Karin sekarang ke kamarnya menemui kedua anaknya yang masih tertidur pulas.


"Kalian akan segera mempunyai adik nak. Sekarang Mommy sedang hamil adik kalian."

__ADS_1


Yudha lalu datang dan langsung memeluk Karin dari belakang. Yudha melingkarkan tangannya ke perut Karin.


"Eh? Mas mengangetkan aku saja."


"Sayang, biarkan dulu seperti ini. Aku tidak menyangka akan memiliki satu anak lagi darimu. Terima kasih ya sayang," ucapnya sambil mengecup pipi Karin.


"Sama-sama Mas."


Keifano dan Keisha kini menangis. Yudha lalu melepaskan pelukannya dan menggendong Keisha. Putrinya akan cepat terdiam jika digendong oleh Yudha. Karin menggendong putranya Bibi lalu masuk membawa sufor untuk kedua anak majikannya. Karin dan Yudha langsung menerima dan memberikannya ke Keifano dan Keisha. Setelah minum sufor akhirnya mereka tidak menangis lagi. Keifano lalu tertawa khas balita dan diikuti oleh Keisha. Lalu mereka menyebut Karin memanggil Karin. Anaknya sudah bisa mengoceh sekarang.


"Ma... Mama....."


"Wah, pintarnya anak-anak Mama sekarang sudah tidak menangis lagi," ucapnya sambil tersenyum senang.


"Sayang, bagaimana kalau kita segera pindah ke Indonesia. Nanti aku akan bilang dengan Om Kevin kalau kita akan segera pindah ke Indonesia."


Om Kevin adalah Papanya Risa. Selama tinggal di Korea, Yudha belajar bisnis dan berkerja di perusahaan milik Papanya Risa.


"Iya Mas boleh. Tapi nanti mungkin setelah aku tidak merasakan mual lagi ya Mas? Bolehkan kita tinggal di Korea sampai usia kandunganku berjalan 3 bulan?" Tanyanya dengan serius.


"Boleh saja sayang. Lagian biar kandungan kamu kuat terlebih dahulu."


"Maaf Mas. Sebenarnya saja aku belum siap bertemu dengan Mama kamu dan juga ini demi kebaikan anak kita." Batin Karin.

__ADS_1


Kali ini Karin akan menikmati masa kehamilannya bersama dengan suaminya. Tidak seperti saat mengandung Keifano dan Keisha. Saat usia kandungannya berjalan 5 bulan baru bertemu dengan suaminya. Karena mereka ada salah paham waktu itu dan Mamanya yang ada dibalik semua ini. Sehingga Yudha memutuskan untuk melepaskan profesinya sebagai seorang Dokter. Lalu tinggal bersama dengan Karin dan kedua anaknya di Korea.


Karin mengalami morning sickness setiap pagi hari. Yudha selalu memijat tengkuk lehernya agar istrinya segera memuntahkan isi perutnya. Yudha tadi sudah menerima cangkir yang berisi teh hangat.


"Sayang minum dulu tehnya."


"Iya Mas," ucapnya sambil mengambil segelas


Karin lalu meminum tehnya dan meletakkannya di meja.Yudha menggeser posisi duduknya agar bisa berdekatan dengan istrinya.


"Sayang, aku bahagia kita akan bisa punya anak lagi. Kamu masih teringat tidak apa kata Dokter di rumah sakit kalau kemungkinan besar bisa hamil lagi cuma 20% saja."


"Masih ingat Mas. Saat itu hariku benar-benar hancur berkeping-keping bila tidak bisa hamil lagi. Dan aku sempat tidak bisa hamil selama satu tahun kan Mas?"


"Iya sayang. Aku tahu kamu waktu itu sangat terpuruk karena kita baru saja kehilangan ketiga anak kita. Tapi Allah menggantikannya dengan 3 juga sayang. Si kembar Keifano dan Keisha. Serta anak yang masih dalam kandungan kamu sayang."


"Iya Mas. Kehadiran anak kita merupakan sebuah anugerah. Kita juga harus bersyukur karena Allah juga telah menggantikan ketiga anak kita yang sudah meninggal dengan kedua anaknya yang sudah lahir dan calon anak kita sekarang,"ucapnya sambil meraih tangan suaminya untuk memegang perutnya.


Kini mereka saling melemparkan senyuman. Yudha dan Karin percaya bahwa kuasa Allah memang indah. Di balik kesedihan pasti akan digantikan dengan kebahagiaan. Itulah yang mereka rasakan saat ini. Tengah berbahagia dengan adanya anaknya yang masih dalam kandungan istrinya.


Tak lupa Karin menelepon Mama Chintya dan Papa Keynan. Mereka mendengar kabar kehamilan anaknya pun bahagia. Kini Karin tidak akan menangis lagi sebab adanya pelakor. Air matanya kini terlalu berharga untuk mengisi masa lalunya. Karin akan membuka lembaran baru dengan suami dan kedua anaknya beserta bayi yang masih dalam kandungannya.


Yudha juga menelepon Rey dan Risa mengabarkan bahwa Karin kini tengah mengandung lagi. Risa bahagia mendengar sepupunya sudah hamil lagi. Beberapa bulan yang lalu Karin sempat meledeknya untuk punya anak lagi perempuan. Karena Rey sepertinya menginginkan anak perempuan namun Rey tidak berani untuk mengatakannya karena nanti yang ada bisa-bisa Rey yang akan terkena hukuman lagi untuk tidur di sofa atau kalau tidak di ruang. untuk tamu. Rey tidak mau hal itu terjadi lagi kepadanya dan Rey lebih memilih diam.

__ADS_1


Karin dan Yudha mengabari bahwa mereka akan pulang ke Indonesia untuk beberapa bulan ke depan. Mereka akan tinggal di Indonesia sambil Yudha akan mulai membuka usahanya. Yudha sudah mendapatkan ilmu tentang bisnis semenjak dirinya bekerja di perusahaan cabang milik Om Kevin. Yudha akan mempersiapkan buat nantinya yang akan dirinya terapkan untuk membangun usahanya di Indonesia. Yudha tidak sabar untuk pulang ke Indonesia. Yudha sekarang sudah sanggup jika bertemu dengan Mama Sabrina. Yudha akan membuktikan bahwa Karin bisa memberikannya cucu dan kini Karin juga tengah mengandung anaknya. Mamanya pasti akan menyesal telah menuduh Karin tidak bisa memberikannya cucu. Setelah sampai di Indonesia nanti Karin akan membuktikan bahwa dirinya akan sukses.


__ADS_2