
Hay Readers 😊
Jangan lupa tinggalkan Like 👍
Setelah jam tangannya Yudha pakai. Wajah Yudha seketika berubah cemberut setelah itu.
"Loh kok kamu cemberut sih sayang?"
"Umurku sudah 26 tahun. Tahun besok sudah 27 tahun sayang," ucapnya dengan menghembuskan nafas kasar.
Yudha mengingat bahwa Papa dan Mamanya ingin segera melihatnya menikah dan memberikannya cucu. Papanya sudah sering sakit-sakitan. Bagaimana tidak sering sakit kalau kedua pekerjaannya masih dijalankan. Menjadi seorang dokter sekaligus seorang dosen di kampusnya. Meskipun rumah sakit itu punya Yudhistira sendiri. Namun Yudhistira masih menjadi dokter di sana.
"Iya terus kenapa sayang?" Karin masih bingung dengan maksud dari perkataan Yudha.
"Kita beneran akan menikah kan di tahun ini sayang? Setelah kamu lulus SMA, kamu sudah siap kan untuk menjadi istriku?" tanyanya penasaran dengan jawaban Karin.
"Iya sayang, aku sudah siap untuk menjadi istrimu," ucap Karin tersenyum yang tidak ingin kehilangan Yudha lagi.
Yudha menatap wajah Karin dan tidak ada kebohongan di matanya. Yudha lalu tersenyum karena Karin sepertinya bicara dengan tulus untuk kali ini, berbeda pada waktu sebelum kecelakaan. Karin saat itu bicaranya ketus dan menolak ajakannya untuk menikah dan itu yang membuat Yudha kemarin kecelakaan karena tidak fokus dalam menyetir mobilnya. Akhirnya Yudha senang Karin setuju dinikahi setelah lulus SMA.
__ADS_1
Yudha sudah tidak sabar ingin seperti Rey menjadi seorang ayah. Acara tujuh bulanan kehamilan Risa tadi pagi masih terngiang-ngiang di kepalanya. Yudha tersenyum bahagia karena sebentar lagi akan menikah dengan gadis pujaannya dan jika nanti Karin hamil, dirinya dan Karin juga akan melaksanakan tradisi jawa seperti Rey dan Risa. Yudha menanti moment tersebut akan segera terwujud. Yudha akan langsung membuat Karin hamil anaknya saat nanti sudah menikah dengannya. Yudha sudah ingin mempunyai anak dari Karin. Siapa sih yang tidak ingin punya anak dari wanita yang dicintainya, apalagi orang tuanya juga sudah menginginkan cucu darinya. Berbeda dengan Karin yang akan diam-diam mencari cara untuk menunda kehamilannya tanpa sepengetahuan Yudha nanti. Karin melakukan ini semua bukan karena dirinya tidak ingin mengandung anak Yudha. Namun Karin hanyalah ingin menundanya saja.
Yudha langsung tersenyum senang saat Karin tidak ingin mengecewakannya lagi. Kecelakaan yang menimpa yang membuat Yudha mati suri dan hilang ingatannya kemarin yang membuat Karin tidak ingin kehilangan Yudha dan siap untuk menikah muda dengannya. Karin juga tidak menyangka bisa jatuh dalam pesona dokter tampan yang saat ini berada di depannya.
"Makasih sayang karena kamu sudah siap menikah muda denganku. Aku sudah tidak sabar ingin segera menikahimu."
"Umurku tahun besok sudah 27 tahun. Aku berharap di ulang tahunku tahun depan kamu sudah mengandung anakku. Atau bahkan anak kita sudah lahir kalau kamu langsung hamil saat kita sudah sebulan menikah."
"Aku akan bikin kamu cepat hamil sayang, kamu siap-siap ya sebentar lagi perutmu akan seperti Risa hehehe," ucapnya terkekeh sambil membayangkan perut Karin yang nantinya akan membesar seperti Risa yang sedang hamil 7 bulan.
Karin hanya terdiam dan lalu tersenyum mendengar perkataan Yudha, sedangkan Yudha tidak tahu bahwa Karin sedang merencanakan sesuatu agar tidak cepat hamil saat sudah menikah dengan Yudha. Karin belum siap jika hamil karena dirinya kini masih berumur 18 tahun. Masih terlalu muda baginya untuk hamil dan mengurus bayi. Apalagi Karin akan kuliah, Karin tidak mau saat kuliah dengan perutnya yang membesar. Terlebih jika nanti saat sedang di kelasnya mungkin bisa saja terjadi bayinya menendang-nendang diperutnya atau bahkan merasakan kontraksi saat di kelas. Karin berpikiran terlalu jauh, membayangkan jika hal itu sampai terjadi pastinya akan repot.
"Setelah kita menikah, aku janji akan tetap mengizinkanmu untuk kuliah sayang. Tapi perlu kamu ingat, kita tidak usah menunda untuk punya anak. Aku tidak mengizinkanmu untuk KB. Aku ingin segera punya anak darimu sayang. Aku ingin anak-anakku yang lucu nanti lahir dari rahimmu dan sebentar lagi itu semua akan terwujud," ucap Yudha sambil memegang perut Karin dan menatap wajah cantiknya.
"Eh maaf sayang reflek." Yudha lalu segera melepaskan tangannya dari perut Karin.
Karin melongo mendengar ucapan Yudha. Karin tidak tega melihat wajah Yudha yang sepertinya sudah ingin punya anak darinya saat sudah menikah nanti. Karin sudah siap untuk menikah muda. Tetapi Karin belum siap jika untuk hamil di usia muda dan apalagi punya anak. Memang Karin punya rencana untuk KB diam-diam dari Yudha.
Ternyata akan menikah dengan orang yang usianya jauh lebih tua resikonya dituntut untuk segera memberikannya anak. Karin belum berani bilang ke Yudha. Nanti yang ada kesehatannya menurun dan kembali drop. Tapi nanti Karin pasti akan bilang saat sudah menikah dengan Yudha. Karin berharap Yudha akan mengerti, karena Karin masih ingin bebas untuk kuliah dan mengurus rumah tangganya. Bukankah waktu itu Yudha ingin berpacaran setelah menikah. Hal itu nanti yang akan menjadi alasan Karin belum siap untuk hamil. Karena Karin juga tidak sanggup jika untuk mengurus bayi secepat itu.
__ADS_1
Setelah saling menyuapi kue ulang tahun. Yudha dan Karin akhirnya makan bersama. Tak lupa Yudha sesekali menyuapi makanannya ke Karin.
"Kakak, jangan seperti ini," ucap Karin yang menolak suapan ke 3 dari Yudha.
"Kenapa sayang?"
"Aku malu jika terus kamu suapin."
"Kenapa harus malu sih sayang? Kita kan sebentar lagi akan menikah. Jadi anggap saja kita sedang belajar menjadi suami istri yang baik hehehe," ucapnya terkekeh.
Karin wajahnya sudah merah merona.
"Ah Kakak jangan godain Karin deh. Entar ditunda nikahnya tahun depan mau?"
"Ah jangan dong sayang. Aku kan sudah ingin menikah denganmu dan punya anak darimu."
"Kalau kita nikahnya tahun depan berarti aku umur 28 baru akan punya anak sayang. Aku gak mau sayang," ucap Yudha kembali.
Karin tersenyum kecut mendengar perkataan Yudha mengenai anak. Karin harus pintar menyembunyikan dirinya diam-diam melakukan KB agar dapat menunda kehamilannya sampai lulus kuliah nanti. Setidaknya 4 tahunan lagi Karin siap untuk menjadi seorang ibu. Di umur 22 tahun nanti Karin siap untuk hamil. Mudah-mudahan saja Yudha tidak curiga dengan apa yang akan dilakukannya, Karin hanya berharap seperti itu.
__ADS_1