
Mama Sabrina berjalan ke dapur untuk membantu menantunya.
"Nak.............." Sambil mendekati Karin di dapur.
"Eh, Mama ternyata sudah datang." Karin lalu mendekati mertuanya dan mengecup punggung tangannya.
"Iya. Mama bantu ya nak?"
"Iya Mama..." Jawabnya singkat.
Sekarang makanannya sudah ada di ruang makan. Mereka lalu berkumpul di ruang tamu kembali. Karin lalu mendekati Papa Yudhistira. Tak lupa Karin mengecup punggung tangan mertuanya. Papa Yudhistira lalu melihat perut Karin yang sudah mulai membesar. Papa Yudhistira bahagia akan punya cucu lagi karena Karin tengah mengandung lagi.
"Nak, kandungan kamu sudah berapa bulan?"
"6 bulan tiga mingguan Papa. Besok saat acara tujuh bulanan Papa datang ya?"
"Iya nak Pasti."
"Yudha hebat kan Papa bisa membikin Karin hamil lagi. Padahal Dokter bilang kemungkinan besar Karin akan bisa hamil lagi hanya 20%."
"Iya nak. Kamu memang hebat, Papa bangga sama kamu nak." Sambil menepuk pundak anak semata wayangnya.
Karin lalu mencubit perut suaminya. Tidak tahu malu sekali suaminya berbicara seperti itu di depan Pala Yudhistira dan Mama Sabrina.
"Kok dicubit sih sayang?"
"Habis kamu bicaranya terlalu berlebihan." Karin sekarang cemberut.
"Sayang, jangan ngambek dong. Aku hanya bicara apa adanya kok. Maafin aku ya sayang..."
"Hmm..... Aku maafin tapi ada syaratnya."
"Syaratnya apa sayang? Aku akan penuhi apapun itu syaratnya."
"Beneran mau?"
"Iya sayang. Memang kamu ingin apa?"
"Yakin nih, kamu akan mau melakukannya demi anak kita?" ucapnya sambil mengelus perutnya.
Yudha mengernyitkan dahinya.
"Sepertinya istriku ngidamnya mulai aneh-aneh." Batin Yudha.
"Iya sayang, apapun akan aku lakukan demi keinginan anak kita," ucapnya sambil memegang perut Karin.
"Besok kamu pakai kostum Lebah. Aku ingin melihatmu memakai kostum Lebah. Sepertinya akan sangat lucu sekali saat aku melihatmu pakai kostum Lebah itu," ucapnya sambil mengelus perutnya dan melihat ke langit-langit rumahnya.
Karin kini sedang membayangkan Yudha memakai kostum lebahnya. Karin terkekeh membayangkan suaminya memakai kostum lebah.
"Apa sayang? Aku harus pakai kostum Lebah?" Yudha terkejut dengan permintaan ngidam istrinya yang menurutnya aneh.
"Iya....." Jawabnya singkat.
"Sayang, bisa diganti dengan kostum lainnya tidak? Seperti Batman atau Spiderman gitu?"
"Tidak! Aku ingin kamu memakai kostum lebah bukan Batman atau Spiderman."
__ADS_1
"Kamu mau atau tidak?" Kini Karin mulai galak lagi.
"Nak, sudahlah turuti saja kemauan istrimu. Yang meminta itu sebenarnya anak kamu."
"Tapi Papa......"
"Tidak ada tapi-tapian nak. Apa kamu mau anak kamu kalau lahir ileran?" Kini Mama Sabrina yang angkat bicara dan membela menantunya.
"Tidak Mama. Baiklah aku akan mau memakai kostum Lebah. Ini demi anakku."
"Nak, kamu belum lahir saja kenapa sudah menyiksa Papa? Lihatlah, Kakak-kakak kamu saja tidak meminta hal yang aneh-aneh saat masih di dalam kandungan Mama Karin." Batin Yudha.
"Cari dimana ya kostumnya?" Yudha kini bingung mau mencari kostum Lebah keinginan istrinya yang lagi ngidam.
"Tanya Kak Rey Mas. Kak Risa dulu saat hamil Reno, Kak Rey juga pakai kostum gitu setahu aku. Tapi pakainya kostum Dino bukan Lebah.
"Jadi kamu ngerjain aku ya sayang?"
"Siapa juga yang ngerjain Mas! Ini semua keinginan anak kamu Mas. Kok kamu nyalahin aku sih!" ucapnya sambil meninggalkan ruang tamu dan pergi ke kamar anak-anaknya.
"Sabar nak. Ibu hamil memang emosian."
"Iya Papa... Tapi Karin saat hamil si kembar tidak seperti ini Papa."
"Beda anak beda ngidamnya juga nak," ucap Mama Sabrina sambil tersenyum.
"Sekarang susul istri kamu. Papa juga ingin bertemu dengan kedua cucu Papa."
"Iya Papa..." Yudha lalu melangkahkan kakinya ke kamar anaknya.
Setelah beberapa kali Yudha membujuk Karin akhirnya Karin mau memaafkannya dan besok Yudha harus pakai kostum Lebah seperti yang Karin inginkan. Sekarang Karin dan Yudha lalu ke ruang tamu membawa kedua anak-anaknya. Keifano sekarang sedang minta gendong Yudha. Sedangkan Keisha sekarang sedang menghampiri Mama Sabrina dan duduk dipangkuannya. Mama Sabrina bahagia cucunya sangat suka dengannya.
"Nak, bolehkah Papa menyapa cucu Papa yang masih dalam kandungan kamu?"
Karin mengangguk pelan dan tersenyum.
"Cucuku, sehat-sehat selalu ya di dalam perut Mama Karin," ucapnya sambil memegang perut Karin sebentar.
"Dia merespon aku nak. Terasa sekali tendangan kecilnya."
"Iya Papa. Kalau diajak bicara dan dipegang perut Karin dia langsung merespon."
"Papa bahagia nak kamu hamil lagi. Rumah ini jadi akan semakin ramai."
"Iya Papa, Alhamdulillah."
Pandangan Papa Yudhistira lalu mengarah ke Keifano dan Keisha.
"Subhanallah... Kedua cucu Papa sangat menggemaskan. Mereka sangat lucu sekali nak."
"Sayang, turun dari gendongan Papa ya? Itu ada Kakek Yudhistira."
Keifano menggangguk dan Yudha menurunkan anaknya.
"Nak, kemarilah. Aku Kakekmu," ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya.
Keifano lalu menatap wajah Karin dan juga Yudha. Mereka memberikan kode anggukan.
__ADS_1
"Kakek.............." Keifano berlari memeluk Papa Yudhistira.
Papa Yudhistira bahagia cucunya bisa dekat dengannya.
"Kakek sayang sama kamu nak."
"Keifano uga cayang tama Kakek." [Keifano juga sayang sama Kakek.]
Mama Sabrina tersenyum dan bahagia cucunya bisa dekat dengan suaminya. Meskipun Keifano belum bisa dekat dengannya namun masih ada Keisha yang mau dekat dengannya.
"Keisha ini Kakek sayang. Kesini nak ajak ngobrol Kakek," ucap Yudha agar anaknya datang mendekatinya.
Keisha lalu turun dari pangkuan Mama Sabrina.
"Kakek..........."
"Cucuku...... Kakek rindu sama kamu nak...."
Akhirnya Papa Yudhistira bisa memeluk kedua cucunya secara bergantian. Kini matanya sudah mulai berkaca-kaca. Keisha lalu melepaskan pelukannya.
"Kakek ngan angis." [Kakek jangan menangis.] Sambil mengusap air mata Papa Yudhistira.
"Kakek menangis karena bahagia cu."
Karin dan Yudha saling melempar senyuman. Papa Yudhistira tersenyum. Bahagianya punya cucu yang lucu-lucu seperti Keifano dan Keisha.
Tak lama kemudian bel pintu berbunyi. Bibi langsung membukakan pintunya.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikum Salam..."
"Wah ada nak Alya dan Dion." Mama Sabrina bahagia kini mereka datang membawa kedua anaknya yang lucu-lucu Andika dan Anisa.
"Wah Andika sama Anisa sudah besar ya. Dulu waktu ketemu masih bayi." Yudha tersenyum sambil melihat kedua anak Dion dan Alya.
Alya lalu menghampiri Karin.
"Karin kita sudah lama tidak bertemu." Karin dan Alya saling berpelukan.
"Iya aku juga rindu sama Kak Alya dan juga si kembar."
"Kamu selama ini kemana saja? Nomor kamu juga ganti."
"Aku ke Korea sama suamiku Kak Alya." Sambil melepaskan pelukannya.
"Wah Karin kamu anaknya sudah mau tiga saja," ucapnya sambil memegang perut Karin yang sudah mulai membesar.
"Hehe iya nih Kak Alya. Waktu mau skripsi dan wisuda kemarin aku lupa meminum pil pencegah kehamilan. Jadi sekarang hamil lagi deh," ucapnya terkekeh.
"Alhamdulillah, disyukuri saya Karin. Karena anak adalah titipan dari Allah. Yang penting kamu sama debay sehat."
"Iya Kak. Alhamdulillah anakku sehat." Sambil memegang perutnya.
Yudha dan Dion bahagia istri-istrinya bisa seakrab ini.
Jangan lupa tinggalkan like 👍 rate 5 🌟 and gift biar author tambah semangat 🆙
__ADS_1
tambahkan ke favorit biar saat 🆙 ada pemberitahuannya 🙂
Terima kasih 💙