Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 119 - Kelahiran Si Jagoan.


__ADS_3

Hari ini Keifano dan Keisha sudah berpakaian rapi. Keifano berpakaian warna biru dan Keisha warna merah muda.


"Kedua anak-anakku sudah rapi dan wangi." Sambil tersenyum melihat kedua anaknya.


"Mama......." Kedua anaknya langsung menghampirinya.


"Sayangnya Mama sudah cantik dan ganteng."


Kedua anaknya tersenyum. Tak lama kemudian Yudha keluar dari kamar mandi. Setelah Yudha sudah berpakaian rapi mereka langsung ka halaman rumah yang ada di sebelah kolam renang. Kedua orang tua Karin dan Yudha sudah datang. Yudha dan Karin tak lupa mengundang teman dan sahabat dekatnya.


Karin merasakan perutnya mulai terasa sakit. Namun dirinya tahan karena acara ulang tahun anaknya akan segera dimulai. Sebenarnya Karin juga bisa membuatkan kue ulang tahun untuk anaknya. Namun karena sedang hamil tua jadi dirinya tidak sanggup untuk membuat kue. Karena untuk berjalan saja harus perlahan-lahan.


sambil memegang pinggangnya yang sakit. Akhir-akhir ini pinggangnya sering sakit dan untung saja ada suaminya yang selalu membantu memijat pinggangnya. Karin sudah tidak mau lagi untuk punya anak. 3 anak menurutnya sudah cukup mengisi hari-harinya. Karin dan Yudha sudah mendampingi kedua anaknya. Dokter Rio datang dengan Dokter Siska.


"Sayang, ayo kita segera menikah. Kamu tidak ingin punya anak yang lucu-lucu seperti Keifano dan Keisha?"


"Hmm iya... Mereka sangat lucu ya sayang?"


"Iya, kamu mau kan menikah denganku bulan depan?"


"Kenapa bulan depan? Kok mendadak sekali?"


"Kita berpacaran sudah hampir 4 tahun. Lihatlah Yudha dan Karin saja sudah mau punya 3 anak."


"Iya aku mau menikah denganmu tapi tidak bulan depan juga. Karena kita harus foto prewedding. Mempersiapkan urusan pernikahan itu tidak bisa dadakan sayang. Kalau 3 bulan lagi gimana?"


"Baiklah sayang aku setuju. Jadi kita akan menikah 3 bulan lagi."


Dokter Siska mengangguk dan tersenyum. Dokter Rio bahagia Dokter Siska mau diajak menikah.


Kini tiba saatnya menyanyikan lagu ulang tahun dan acara potong kuenya. Karin menahan rasa sakit perutnya yang mulai terasa lebih sakit. Mereka semua menyanyikan lagu ulang tahun kedua anaknya.


"Ayo sayang tiup lilinnya nak."


Keifano dan Keisha lalu meniup lilinnya bersamaan. Karena anak-anaknya masih kecil jadi tidak ada acara menyuapi kedua orang tuanya dengan kue ulang tahun. Yudha yang membantu memotong kuenya dan membagikan ke orang-orang. Karin sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya lagi.


"Mas, perutku mulai terasa sakit. Ini sakitnya lebih dari yang kemarin." Sambil memegang perutnya yang sudah membesar.

__ADS_1


"Sayang, apakah kamu akan melahirkan sekarang?"


"Sepertinya begitu Mas. Perutku rasanya sudah mulai tidak karuan." Sambil meringis dan memegang perutnya.


"Sayang, sepertinya memang kamu akan melahirkan nak." Mama Chintya mendekati anak semata wayangnya.


"Benar Mama. Karin akan melahirkan lihat itu air ketubannya sudah pecah." Papa Keynan menunjuk ke arah kaki anaknya.


Yudua panik saat anaknya ulang tahun istrinya akan melahirkan. Yudha lalu mengumumkan untuk menyudahi acara ulang tahun anaknya. Para teman dan sahabatnya juga memaklumi bahwa sedang dalam keadaan genting seperti ini. Mama Sabrina dan Papa Yudhistira lalu dengan segera menuju ke parkiran.


"Sayang, kita ke rumah sakit sekarang." Yudha lalu menggendong istrinya.


Karin tidak menjawab perkataan suaminya. Yang dirinya rasakan hanya sakit dalam perutnya yang amat sangat sakitnya luar biasa.


"Mama Chintya, nitip Keisha dan Keifano ya. Kita akan satu mobil dengan Papa Yudhistira dan Mama Sabrina.


"Iya nak. Kita akan segera menyusul kalian ke rumah sakit.


Yudha berjalan dengan cepat sambil menggendong istrinya dan menuju ke mobilnya. Untung saja Papanya sudah membukakan pintu mobilnya jadi Yudha tinggal masuk ke dalam mobil. Papa Yudhistira lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Biar cepat sampai rumah sakitnya Mama."


"Mas..... Sakit sekali rasanya..." Karin masih memegang perutnya dari tadi sambil meringis.


"Sayang sebentar lagi kita akan segera sampai ke rumah sakit."


Setelah beberapa puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Dokter sudah mengecek bahwa masih pembukaan ke 9. Harus menunggu sampai pembukaan ke sepuluh baru Karin bisa melahirkan anaknya dengan normal.


"Dokter kenapa tidak dilakukan tindakan sekarang saja?" Tanya Karin sambil menahan rasa sakitnya.


"Bisa saja Bu kalau Ibu mau melahirkan secara caesar. Tapi kan ibu maunya melahirkan secara normal. Jadi harus menunggu sampai pembukaan ke sepuluh dan baru bisa ibu akan melahirkan. Saya permisi dulu. Nanti satu jam lagi saya akan kemari."


Karin melongo saat dirinya kesakitan Dokter bilang seperti itu dan akan datang lagi satu jam.


"Mas, ini semua gara-gara kamu!" Karin menyalahkan suaminya.


"Kok gara-gara aku sih sayang?" Sambil mengernyitkan keningnya dengan ekspresi wajah yang bingung.

__ADS_1


"Ya karena kamu tidak mengingatkan aku untuk mengonsumsi pil pencegah kehamilan itu saat kita masih di Korea dan akhirnya aku hamil lagi kan Mas."


"Aku juga lupa sayang. Lagian aku di Korea kan juga bekerja. Jadi tidak terlalu memperhatikan kamu sudah mengkonsumsinya atau belum. Lagian kenapa kamu jadi pelupa gitu sih sayang."


"Jadi Mas nyalahin aku gitu?"


Yudha baru teringat bahwa wanita akan selalu benar dan jika ada yang salah laki-laki yang harus disalahkan meskipun sebenarnya laki-lakinya benar. Suster pun hanya geleng-geleng kepala. Bisa-bisanya seorang ibu mau melahirkan kok berdebat dengan suaminya.


"Tidak sayang. Ini semua salahku maafkan aku ya?"


"Aku maafkan kamu tapi tolong panggilkan Dokternya. Aku sudah tidak tahan merasakan sakit yang begitu luar biasa."


"Baiklah sayang. Kita tunggu sebentar."


Yudha lalu memencet tombol yang ada di sebelah istrinya. Tak lama kemudian Dokter lalu datang dengan suster satunya lagi. Dokter sudah mengecek kondisi Karin bahwa akan segera melahirkan karena pembukaannya sudah lengkap. Dokter lalu memberikan aba-aba agar Karin mengikuti arahannya.


"Mas, ini perutku rasanya sakit sekali..." Menangis tersedu-sedu sambil memejamkan matanya, karena sebentar lagi akan melahirkan anaknya.


"Semangat sayang, kamu pasti bisa." Yudha mengecup kening istrinya dua kali.


"Nak, segeralah lahir. Kasihan Mama kamu merasakan kesakitan." Batin Yudha sambil memegang perut Karin sebentar.


Karin meremas lengan kekar suaminya dengan kuat. Lengannya rasanya sudah sakit tapi tidak sebanding dengan sakit yang istrinya rasakan. Setelah beberapa kali berusaha akhirnya anaknya lahir. Saat mendengar suara tangisan bayi menangis Karin lega bisa melahirkan anaknya. Senyumannya terlihat saat Dokter bilang bahwa anaknya berjenis kelamin laki-laki. Karin bahagia melihat anaknya lahir dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun. Sekarang anaknya sedang dibersihkan oleh suster.


"Terima kasih sayang. Anak kita lahir laki-laki. Kita memiliki jagoan lagi." Sambil mengecup kening istrinya.


Yudha bahagia akhirnya jagoannya telah lahir ke dunia dengan selamat.


Jangan lupa tinggalkan like 👍 rate 5 🌟 and biar author tambah semangat 🆙


tambahkan ke favorit biar saat 🆙 ada pemberitahuannya 🙂


Jangan lupa berikan hadiah dan vote. Terima kasih ❤️



__ADS_1


__ADS_2