Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Pernikahan Keisha dan Adrian...


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan like sebelum membaca ❤️



Pagi hari Anisa dan Keifano sarapan sangat banyak karena kelaparan akibat tenaganya terkuras begitu banyak semalaman. Untung saja si kembar tidak terbangun dari tidurnya. Setelah sepertinya tahu saja jika Ayah dan Bundanya yang ingin memadu kasih.


Keyla membolakan matanya saat melihat porsi makan Anisa dan Keifano yang begitu banyak dan tidak seperti biasanya. Jika Kakak iparnya itu wajar karena butuh makan yang banyak agar si kembar tidak kekurangan nutrisi. Nah kalau Kakaknya? Pekerjaan di rumah sakit tidak begitu berat. Keyla masih berpikir kenapa Kakaknya makannya banyak.


"Kak Keifano kok makannya banyak banget sih?"


"Mungkin habis bermain tembak-tembakan dengan Kak Anisa kali semalaman," jawab Key yang tengah keceplosan.


"Ehemm......." Yudha berdehem mengkode bahwa ada Keyla yang masih di bawah umur dan belum paham akan hal itu.


Keisha menyenggol lengan adiknya itu. Sedangkan Key yang baru tersadar akan perkataannya dengan segera menutup mulutnya. Karin menatap tajam anaknya yang punya mulut ceplas-ceplos itu.


"Wah asyik dong. Kakak kenapa main game tidak mengajak Keyla? Kan bisa seru kalau main game bareng."


"Ya tidak seru dong kalau kamu ikut. Kesannya kamu mengganggu Kakak yang tengah asyik bermain sama Kak Anisa," jawab Key lagi.


Anisa tersedak mendengar perkataan kedua adik iparnya itu dan masih memakluminya untuk Keyla karena masih duduk di bangku SMA karena belum paham akan hal rumah tangga.


"Sayang minum dulu," ucap Keifano setelah mengusap punggung istrinya.


"Nama game-nya apa kak?"


Masih berlanjut Keyla ingin tahu nama aplikasi dari game tersebut. Keifano menoleh ke adiknya yang masih berstatus pelajar itu.


"Aduh Kakak lupa Keyla. Nanti Kakak lihat lagi aplikasinya," jawab Keifano bingung.


Sekarang Keifano gantian menatap tajam Key, sedangkan yang ditatap hanya cengar-cengir saja karena sukses mengerjai dirinya.


...*****...


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu dan besok adalah pernikahan Keisha. Karin dengan pelan-pelan mengetuk pintu kamar anaknya.


"Nak, apa sudah tidur?" ucap Karin pelan.


Karin masuk ke kamar anaknya. Ternyata saat Karin membuka pintu kamar Keisha masih belum tidur dan terlihat melamun di kamarnya.


"Nak, apa yang kamu pikirkan?" tanya Karin pelan dan memegang bahu anaknya.


"Eh, Mama kok di sini? Dari kapan? Kok Keisha gak tahu Mama masuk ke kamar?"


"Tadi Mama melihat pintu kamar kamu yang terbuka sedikit dan saat Mama akan menutupnya kamu tengah melamun jadi Mama menghampiri kamu."


"Kamu sedang memikirkan apa nak?" tanya Karin dengan lembut.


"Mama tidak boleh tahu akan kegelisahan aku. Bukankah memang menjelang hari pernikahan ada saja ujiannya? Dan aku menganggap ini sebagai ujian saja." Batin Keisha.


"Tidak apa-apa Mama. Hanya saja aku tidak menyangka bahwa besok aku sudah menikah."

__ADS_1


"Iya nak, kamu sudah dewasa sayang karena sudah lulus S3. Apa yang kamu impikan akan tercapai nak."


"Iya Mama. Dua bulan lagi aku akan wisuda dan akhirnya akan tercapai juga saat wisuda sudah punya suami."


Memang setelah sidang dan wisuda jaraknya sedikit lama. Harus ada beberapa revisi lagi yang harus dilakukan. Setelah sidang juga ada beberapa pengecekan ulang dengan Dosen pembimbing, Dosen penguji, Dekan dan lain-lainnya sebelum ditandatangani dan menjadi hard cover.


(Jadi ingat author kemarin sidang di bulan Agustus dan wisuda di bulan November 😃)


"Iya nak. Mama doakan yang terbaik untuk kamu. Ingat pesan Mama kemarin ya nak. Selalu patuh sama suami kamu. Boleh sekali-kali melawan jika kamu memang benar. Kamu juga harus menegur suami kamu jika ia bersalah."


"Iya Mama. Keisha akan selalu ingat semua pesan Mama."


"Ya sudah kalau begitu kamu tidur ya nak. Ini sudah malam sayang."


"Iya Mama. Bolehkah Keisha memeluk Mama sebentar saja?"


"Kenapa harus izin dulu sayang? Ayo peluk Mama saja nak," ucap Karin sambil merentangkan kedua tangannya.


Mereka akhirnya berpelukan dengan erat.


"Entah mengapa dalam pelukan Mama aku merasa tenang. Setelah ini akan jarang sekali aku dipeluk Mama karena aku akan tinggal bersama Mas Adrian setelah menikah." Batin Keisha merasa sedih akan pisah dan tidak tinggal lagi bersama keluarganya.


Karin lalu melepaskan pelukannya. Keisha lalu berusaha untuk tersenyum dan membaringkan tubuhnya ke ranjang. Karin menaikkan selimutnya sampai batas perut.


"Selamat tidur sayang. Mimpi yang indah," ucapnya yang lalu mengecup kening Keisha sebelum keluar dari kamar.


Setelah Mamanya pergi air mata Keisha lolos begitu saja tanpa permisi. Keisha dengan segera menghapusnya.


Keisha lalu mencoba kembali untuk menutup matanya dan tertidur namun matanya masih saja enggan untuk tertidur. Keisha lalu menyalakan kotak musik yang ada di kamarnya. Kotak musik tersebut dulu adalah hadiah saat ulang tahunnya, pemberian dari orang yang Papanya jodohkan yang tak lain adalah seorang Dokter spesialis anak yang pernah Keisha tolak dan lebih memilih untuk bersama dengan Adrian, sang Dosen tampan yang membuat hatinya berdetak kencang selama ini. Tak lama kemudian Keisha akhirnya tertidur setelah mendengarkan suara kotak musik tersebut.


Mentari pagi bersinar terang. Gadis cantik berambut pirang tersebut sudah berubah menjadi seorang bidadari. Berbagai make-up yang menghiasi wajah cantiknya membuat siapa saja takjub melihatnya. Jika Keyla berambut sedikit pirang seperti Mamanya, namun berbeda dengan Keisha yang mewarisi rambut pirang dari sang Nenek.


"Anda sangat cantik sekali Nona," ucap sang MUA.


"Makasih," jawab Keisha sambil tersenyum.


Tak lama kemudian Karin datang bersama dengan Keyla.


"Wah, Kakak cantik sekali."


"Makasih adikku sayang."


"Anak Mama sudah dewasa dan sebentar lagi akan membangun rumah tangganya sendiri. Kamu sering-sering datang ke rumah ya nak. Mama pasti akan merindukan kamu," ucap Karin yang matanya sudah berkaca-kaca.


"Iya, Mama jangan sedih ya?"


"Iya sayang. Ayo nak, acara akan segera dimulai. Kita keluar sekarang."


Keisha mengangguk pelan. Acara akad nikah sekaligus resepsi pernikahan Keisha dan Adrian dilaksanakan di rumah. Padahal Yudha dan Karin ingin sekali merayakan pernikahan anaknya di ballroom hotel tapi anaknya sendiri yang ingin sederhana.


Keisha turun dari lantai 2 dengan diapit oleh Karin dan Keyla. Saat ini Adrian terlihat begitu bahagia melihat calon istrinya. Tadi Adrian tanpa berkedip saat melihat Keisha yang sangat cantik dan begitu anggun menggunakan kebayanya.

__ADS_1


"Ehem sudah bisakah dimulai acaranya?" tanya Yudha kepada Penghulu.


"Bisa Pak."


Adrian baru sadar jika Keisha sekarang sudah duduk disampingnya.


"Sayang, kamu sangat cantik sekali hari ini."


Keisha tersenyum tipis. Yudha memberikan tugasnya kepada penghulu untuk menikahkan anaknya. Jika saja Keisha mau menikah dengan laki-laki pilihan Papanya maka Yudha akan mau menjabat tangan sang mempelai pria itu untuk menikahkan anaknya.


"Mas, ayo jabat tangan penghulunya."


"Eh iya sayang," ucap Adrian yang baru sadar akan lamunannya.


"Jangan pandangi lama-lama, kalian belum sah."


"Mas, jaga bicara kamu," ucap Karin berbisik dan lalu menghadiahkan sebuah cubitan pada perut suaminya.


Yudha langsung terdiam dan sambil mengusap perutnya yang baru saja mendapatkan hadiah cubitan maut dari istrinya.


"Sayang, nanti malam kamu harus dihukum," ucap Yudha berbisik ditelinga Karin.


"Tidak ada hukuman. Kalau kamu berani menghukum aku, kamu akan tahu sendiri akibatnya!" bisik Karin dan lalu menatap tajam suaminya.


Yudha lalu mendengus kesal karena ancamannya justru berbalik pada dirinya sendiri. Adrian lalu mengucapkan ijab qobul dengan lancar.


"Bagaimana para saksi, sah?" kata penghulu.


"Sah............."


Setelah terdengar kata sah dari semua tamu undangan yang datang lalu doa dipanjatkan. Keisha kemudian mengecup punggung tangan suaminya, begitu juga dengan Adrian yang lalu mengecup kening Keisha. Mereka juga menandatangani surat nikah. Setelah itu langsung ke acara selanjutnya yaitu sungkeman kepada kedua orangtua. Resepsi pernikahan Keisha dan Adrian meskipun hanya di rumah saja namun terlihat megah.


Yudha masih punya satu putri lagi dan berharap kalau putrinya itu nanti akan mau dijodohkan dengan laki-laki pilihannya. Keifano dulu juga ia jodohkan dan bahkan rumah tangga anaknya itu semakin langgeng karena anak dan menantunya itu punya rencana untuk memberikan si kembar adik dalam waktu dekat ini. Minggu depan Anisa dan Keifano akan pergi berbulan madu yang dulu sempat tertunda. Untuk Key setelah ini akan Yudha dan Karin pikirkan. Mereka telah menyiapkan calon istri untuk anaknya itu secara diam-diam dan sudah sejak lama. Mungkin tak lama lagi Karin dan Yudha juga akan menikahkan Key dengan wanita pilihannya. Karin dan Yudha sebenarnya ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun kali ini hanya Keisha saja yang menolak untuk dijodohkan. Yudha masih berharap dengan kedua anaknya lagi itu dapat diatur seperti Yudha dulu menjodohkan Keifano dan Anisa.


Visual Adrian



Berikan dukungan vote gratis setiap seminggu sekali (tanpa mengurangi poin kalian) makasih ❤️



Author sampai vote sendiri biar nambah 😃



Readers kesayangan jangan lupa tinggalkan like 👍


Yuk dukung author dengan meninggalkan komentar dan gift agar author lebih semangat berkarya 🤗


__ADS_1


__ADS_2