Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 26 - Seperti Nyata


__ADS_3

Dini hari Alya sholat istikharah dan tak lupa Alya juga berdoa meminta petunjuk dari Allah bahwa Dion jodohnya atau bukan. Setelah sholat dan berdoa Alya merebahkan tubuhnya kembali di ranjangnya. Setelah melafalkan doa tidur tak lama kemudian Alya terlelap dalam mimpinya.


Didalam mimpinya Alya sudah berada di rumah sakit. Alya mengerjapkan matanya ternyata dia sedang di ruang rawatnya sendirian dan seketika perutnya merasakan sakit yang sangat luar biasa. Alya merasakan ada yang ganjal karena merasakan ada yang bergerak-gerak dari tadi di dalam perutnya. Alya lalu memberanikan dirinya untuk melihat ke arah perutnya. Alya membolakan matanya betapa terkejutnya saat melihat perutnya yang sudah sangat membesar seperti sedang hamil 9 bulan dan pasca mau melahirkan. Alya lalu memberanikan untuk mengelus perutnya yang sudah membesar. Alya yakin bahwa saat ini dirinya sedang hamil 9 bulan dan di dalam sana anaknya sedang menendang-nendang dengan kuat saat Alya mengelus perut buncitnya.


"Auwww!!! Astagfirullah kenapa ini sakit sekali dan dimana suamiku kenapa tidak terlihat dari tadi atau jangan-jangan aku hamil di luar nikah jadi tanpa seorang suami hiks.. hiks," ucapnya sambil memegang perut buncitnya.


Tak lama kemudian seorang suster datang mengecek kondisi Alya.


"Sepertinya satu lagi pembukaannya baru ibu akan melahirkan."


"Eh melahirkan? Saya kesini dibawa siapa sus? Kenapa saya hanya sendiri di ruangan ini?" ucapnya sambil menahan rasa sakit yang luar biasa.


"Suami ibu, beliau sekarang sedang membayar biaya administrasi untuk persalinan."


"Su-Suami??" ucap Alya terbata-bata.


"Iya suami ibu tadi yang membawa ibu ke rumah sakit."


Alya bingung dengan siapa yang menjadi suaminya. Apakah Dion ataukah laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya. Alya masih penasaran saat ini. Tak lama kemudian seorang pemuda yang wajahnya masih terlihat imut berusia 19 tahun masuk ke dalam ruangannya. Alya melongo saat melihat pemuda tersebut tak lain adalah Adion Hendrawan.


"Jadi Dion adalah suamiku?" batin Alya.


Dion tersenyum sambil berjalan mendekati Alya.


"Istriku, syukurlah kamu sudah sadar dari pingsan. Aku sangat mengkhawatirkanmu dari tadi."


Alya hanya mengangguk pelan. Tak lama perutnya terasa lebih sakit dari tadi yang dirasakan.


"Auwww Dion perutku rasanya sakit sekali......." Alya merintih merasakan kesakitan.


"Arrgghhhh aku sudah tidak kuat lagi Dion............."


Suster yang tadi di ruanganku lalu memanggil dokter. Saat akan berjalan keluar dokter sudah masuk bersama satu suster lagi.


Alya menggenggam kuat tangan Dion sambil mengatur nafasnya. Sedangkan Dion tangan kirinya mengelus perut buncit Alya.


"Istriku, aku akan terus berada disini menemanimu hingga anak kita lahir. Sayang ayo semangat berjuang, kamu pasti bisa," ucapnya yang masih terdengar di telinga Alya.

__ADS_1


Dion kemudian mengusap lembut secara pelan kepala Alya dan membacakan doa lalu mengecup kening Alya dua kali, memberikan semangat untuk istrinya yang sedang berjuang melahirkan anaknya.


"Ibu pembukaannya sudah lengkap sekarang, ibu akan segera melahirkan," ucap dokter.


"Ibu ayo tarik nafasnya lalu buang dan mulai mengejan ya," ucap sang suster.


Alya menuruti perintah suster sambil mencengkram kuat tangan Dion. Sedangkan Dion wajahnya sudah mulai panik saat melihat Alya merasakan sakit yang luar biasa. Alya menjerit merasakan kesakitan saat anaknya akan segera lahir.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa................................"


Teriakan Alya didalam mimpi sama dengan teriakannya di dunia nyata. Alya langsung membuka matanya.


"Huhh..... Hahh..... Huhh...... Hahh.........."


Alya masih ngos-ngosan mengatur nafasnya dan mimpi itu seperti nyata. Dia lalu mengambil minum di gelas yang berada di meja dekat lampu tidurnya. Alya langsung meminumnya hingga habis.


"Kenapa mimpi itu seperti nyata? Dan tadi aku sedang berusaha mati-matian untuk melahirkan anaknya Dion? Mimpi itu sepertinya petunjuk bayangan masa depan yang akan aku lewati bersama Dion." Alya masih mengingat kejadian di mimpinya.


"Apa ini petunjuk dari Allah ya, kalau Dion adalah jodohku? Ah iya aku yakin ini adalah petunjuk dari Allah kalau Dion memang jodohku," ucapnya kembali.


Terdengar suara adzan subuh. Alya langsung bergegas mengambil wudhu dan sholat. Setelah sholat tak lupa Alya berdoa kepada Allah.


Setelah mendapatkan petunjuk melalui mimpinya. Alya sejenak melupakan untuk mempunyai calon suami seorang penghafal Al Qur'an seperti yang dia idam-idamkan. Alya lalu meraih hpnya untuk mengirimkan pesan WhatsApp kepada Dion.


📤 Alya : "Assalamualaikum Dion, Kakak sudah memutuskan untuk menerimamu."


📥 Dion : "Wa'alaikum Salam Kak Alya. Alhamdulillah kalau Kak Alya mau menerima Dion. Dion menjadi laki-laki yang sangat beruntung bisa mendapatkan Kak Alya."


📤 Alya : "Dion, tapi bisakah kamu kesini dengan kedua orang tuamu setelah nanti aku bertemu dengan laki-laki yang dijodohkan denganku. Aku akan memberitahukan kepada kedua orang tuaku bahwa aku sudah memiliki calon pendamping hidup dengan pilihanku sendiri."


📥 Dion : "Bisa Kak. Aku akan memberitahukan kepada kedua orang tuaku untuk segera mengkhitbahmu."


📤 Alya : "Baiklah kalau begitu nanti akan ku beritahu harinya kapan untuk kamu kesini bersama kedua orang tuamu. Ya udah Kakak hanya menyampaikan itu saja Dion. Wassalamualaikum."


📥 Dion : "Wa'alaikum Salam Kak Alya calon istriku."


Setelah menerima pesan WhatsApp terakhir dari Dion, Alya tersenyum hatinya berbunga-bunga saat Dion bilang calon istri. Alya tidak menyangka bahwa yang menjadi jodohnya umurnya lebih muda darinya. Namun Alya percaya Allah memberikan petunjuk untuknya lewat mimpinya. Mungkin takdirnya berjodoh dengan Dion laki-laki yang masih muda itu adalah pilihan yang terbaik untuknya.

__ADS_1


...*****...


DI KAMAR DION


Dion masih menggunakan sarung dan pecinya karena habis menunaikan ibadah sholat subuh. Dion tadi setelah sholat subuh hpnya berbunyi dan dirinya langsung melihatnya siapa yang WhatsApp ternyata sang pujaan hatinya. Dion bahagia Alya menerima cintanya dan sebentar lagi Alya akan segera menjadi istrinya.


"Yes berhasil. Akhirnya Kak Alya akan segera menjadi milikku. Aku satu-satunya laki-laki yang paling beruntung bisa mendapatkannya. Aku akan terus berusaha untuk selalu membahagiakannya."


Dion lalu teringat dengan Rey yang memberikan saran untuk terus terang menyatakan perasaannya ke Alya.


"Ah iya aku harus bilang kepada sahabat terbaikku Rey. Bagaimanapun Rey yang memberikan solusi teebaik untukku, sehingga aku diterima oleh Kak Alya."


Dion lalu menelepon Rey.


"Tutt..... Tutt......" telepon tersambung tapi tidak diangkat.


"Apa Rey masih tidur ya? Sepertinya tidak mungkin. Rey sedang sholat subuh sepertinya."


Lalu Dion akan menghubungi Rey kembali nanti beberapa menit lagi. Tak lama kemudian hp Dion berbunyi, ternyata Rey yang meneleponnya.


📞 Rey : "Assalamualaikum Dion, tadi aku sedang sholat berjamaah dengan istriku. Ada apa Dion kamu menghubungiku pagi-pagi?"


📞 Dion : "Wa'alaikum Salam Rey. Aku hanya ingin berterima kasih kepadamu. Karena saran darimu Kak Alya mau menerimaku dan nanti aku akan segera menikahinya."


📞 Rey : "Alhamdulillah Dion, akhirnya kamu akan segera menikah. Semoga lancar ya semuanya."


📞 Dion : "Amiin, Terima kasih Rey. Ya udah aku cuma memberi tahu bahwa aku bahagia karena saran darimu berhasil bro. Rey maaf ya aku mengganggu waktumu pagi-pagi yang sedang bersama istrimu. Kalau begitu aku tutup teleponnya ya, Wassalamu'alaikum"


📞 Rey : "Tidak apa-apa Dion, santai saja. Wa'alaikum Salam."


Setelah itu Dion menutup teleponnya.


"Sayang, Dion akan menikah dengan siapa?" tanya Risa penasaran.


"Dion akan menikah dengan Alya Assyifa Bendahara BEM di kampus kita sayang."


"Oh, Alhamdulillah kalau begitu. Soalnya Karin kan juga sudah sama Kak Yudha."

__ADS_1


"Iya sayang, Dion juga sudah move on dan sekarang mencintai Kak Alya."


Rey dan Risa bahagia Karin dan Dion sudah menemukan pasangannya masing-masing.


__ADS_2