
Cahaya matahari bersinar terang menerangi bumi. Suara burung berkicauan terdengar sangat merdu saling bersahut-sahutan di pepohonan. Tak terasa hari ini pernikahan Yudha dan Karin. Mereka menggelar akad nikah dan resepsi di ballroom hotel milik Rey. Karin menggunakan kebaya berwarna putih sedangkan Yudha menggunakan jas berwarna hitam saat ini. Saat ini Karin sudah sudah duduk disamping Yudha. Karin terlihat gugup saat ini. Gimana Karin tidak gugup, dokter tampan tersebut beberapa menit lagi akan sah menjadi suaminya. Papa Keynan menjabat tangan calon menantunya.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Yudha Sanjaya bin Yudhistira Sanjaya dengan Putri kandung saya Karina Alexander binti Keynan Putra Alexander dengan mas kawin berupa satu set perhiasan berlian dan uang tunai 80 juta dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Karina Alexander binti Keynan Putra Alexander dengan mas kawin tersebut tunai."
"Bagaimana para saksi sah?" ucap sang penghulu.
"Sah..... Sah............."
Mereka lalu berdoa. Setelah kata sah terucap dari para saksi dan tamu undangan, Yudha akhirnya lega saat ini Karin sudah menjadi istrinya dan tidak akan ada lagi laki-laki yang berani mendekatinya. Karin lalu mengecup punggung tangan Yudha untuk pertama kalinya. Yudha kemudian mengecup kening Karin. Mereka lalu bertukar cincin dan menandatangani buku nikah. Tak lupa mereka berfoto memperhatikan buku nikah dan cincin nikahnya sebagai dokumentasi.
Terlihat aura bahagia yang terpancar dari wajah Yudha dan Karin saat ini. Pasangan beda usia tersebut akhirnya sekarang sudah sah menjadi sepasang suami istri. Yudha terkagum-kagum melihat Karin yang cantik bak bidadari dari kayangan. Aura kecantikannya terpancar saat ini. Yudha memang memakai jasa MUA terkenal untuk acara pernikahannya yang sekali seumur hidup. Tak lupa mereka melakukan tradisi sungkem meminta doa restu kepada kedua orang tua kedua mempelai.
Karin bahagia Yudha sungguh mewujudkan pernikahan impiannya bak di negeri dongeng. Mereka menggelar resepsi pernikahannya di ballroom hotel milik Rey. Karin dan Yudha sekarang sudah berganti pakaian. Karin saat ini sudah memakai gaun berwarna biru muda seperti yang dirinya impikan. Menggunakan gaun seperti Cinderella dengan sepatu kaca yang terpasang pas dikakinya. Yudha juga memakai jas dengan warna yang senada dengan yang dipakai Karin.
Yudha bahagia pernikahan impiannya dengan Karin akhirnya bisa terwujud juga. Dulu dirinya sempat minder untuk mendapatkan hati gadis pujaannya dikarenakan usia mereka terpaut 7 tahun. Namun seiring berjalannya waktu Karin juga akhirnya mau menerima cinta Yudha dan bahkan dirinya sekarang sudah mencintainya.
Tak lupa mereka memotong kue pernikahan yang tingginya satu meter tersebut. Setelah itu tak lupa mereka ada acara dansa bersama dengan Karin dan Yudha yang berada ditengah-tengah para tamu undangan. Para tamu undangan yang datang juga dipersilakan berdansa bersama bagi yang membawa pasangannya.
"Sayang, ayo kita berdansa," ucap Rey mengajak Risa.
"Iya, ayo sayang."
Baby Reno Risa titipkan pada Mamanya. Akhirnya Rey dan Risa ikut berdansa. Melihat Rey dan Risa berdansa, Dion juga jadi ingin berdansa.
"Mi, kita dansa yuk." Dion mengajak Alya berdansa.
"Tapi Bi, Umi belum pernah berdansa."
"Abi juga belum pernah Mi. Kita coba saja yuk ikutin gerakannya Karin dan Kak Yudha."
"Baiklah, ayo Bi."
__ADS_1
Alya tidak ingin mengecewakan suaminya. Lagian Alya juga tidak pernah membantah suaminya. Alya selalu menurut apa perkataan Dion karena Alya ingin menjadi istri yang baik.
Mereka akhirnya berdansa bersama. Sahabat Karin Astrid dan Andre juga ikut berdansa. Astrid saat ini sedang hamil muda. Sedangkan Vino hanya diam saja karena Vino tidak membawa pasangannya. Lagian Vino juga belum memiliki pengganti Karin yang telah mengisi hatinya. Karin terlihat bahagia menikah dengan Yudha. Hal itu yang menyebabkan Vino mundur dan perlahan-lahan akan melupakan perasaannya. Vino yakin suatu saat nanti dirinya akan menemukan wanita yang baik seperti Karin, Vino yakin dengan hal itu.
Para tamu undangan dipersilakan untuk menyalami kedua mempelai. Risa berjalan bersama Rey dan juga Baby Reno.
"Selamat menempuh hidup baru Kak Yudha dan Karin. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah dan diberi keturunan yang sholeh dan sholehah," ucap Rey sambil menyalami Yudha dan Karin.
"Terima kasih Kak Rey atas doanya." Karin tersenyum dan menyalami Rey.
"Terima kasih ya Rey. Wah, Reno gemesin banget sih ini. Anak kamu ganteng Rey," ucap Yudha memegang pipi Reno saat melihat Reno digendong Risa.
"Iya dong Kak, aku kan juga ganteng pasti anakku juga ganteng dong," ucap Rey.
"Iya makanya Kak Yudha sama Karin cepat menyusul ya. Bikinin aku ponakan, biar Reno ada teman mainnya hehehe," ucap Risa terkekeh.
"Aamiin... Insya'allah segera Risa. Kakak juga sudah ingin punya anak dari Karin," ucap Yudha dengan senyuman.
"Karin jangan lupa buka kado dariku ya," ucap Risa sambil mengedipkan mata.
Karin hanya tersenyum saat Yudha bilang seperti itu dengan Rey dan Risa. Karin belum tahu Risa memberikan kado apa kepadanya. Tak lama kemudian Astrid dan Andre ikut menyalami Karin dan Yudha.
"Happy Wedding, semoga selalu bahagia atas pernikahannya dan segera diberikan momongan.
"Makasih Andre sudah datang dan makasih juga doanya."
Andre hanya mengangguk pelan. Lalu berjalan menyalami Yudha.
"Selamat menempuh hidup baru ya Kak Yudha dan Karin. Oh ya, titip sahabatku ini ya Kak. Jaga dia selalu dan jangan pernah sakiti hatinya," ucap Astrid.
"Siap Astrid. Makasih ya sudah datang ke pernikahan kami," ucap Yudha tersenyum.
"Iya Kak."
Astrid lalu memeluk Karin, Astrid bahagia akhirnya sahabatnya menyusulnya menikah juga dengan laki-laki pilihannya.
"Selamat menempuh hidup baru ya Karin, semoga langgeng bersama Kak Yudha si dokter ganteng yang kadang bikin kamu galau."
"Bikin Karin galau? Maksudnya apa Astrid?" Yudha mengernyitkan dahinya saat mendengarkan pembicaraan mereka.
"Ah itu, saat Kak Yudha sedang koma waktu itu di rumah sakit."
__ADS_1
Yudha mengangguk mengerti. Ternyata selama dirinya koma Karin sedih dengan keadaannya.
"Oh iya Karin maaf, aku gak bisa lama-lama ya, aku langsung pulang saja habis ini. Aku sedang hamil muda jadi gak berselera makan," ucap Astrid.
"Wah Alhamdulillah... Kalian akan menjadi orang tua," ucap Karin.
"Kita juga akan menyusul mereka sebantar lagi sayang." Yudha berbisik di telinga Karin, namun Astrid masih mendengar percakapan mereka.
Karin tersenyum kecut saat mendengar Yudha berbicara seperti itu. Sedangkan Astrid dan Andre saling memandang dan tersenyum.
"Iya jangan menunda-nunda kehamilan ya Karin, sedikasihnya saja. Cepat atau lambat kamu juga akan punya anak kok," ucap Astrid sambil memberikan saran agar Karin tidak menunda kehamilannya.
Vino menyalami Karin dan Yudha. Terlihat tulus saat mengucapkan doa untuk Karin dan Yudha. Namun Yudha tetap waspada dengan laki-laki yang bernama Vino tersebut. Karena saat ini Vino belum memiliki pasangan dan setahu Yudha saat itu Vino masih menyukai Karin dan mungkin saja sampai sekarang masih menyukai istrinya.
Setelah Vino selesai sekarang giliran Alya dan Dion yang menyalami. Dion hanya berjabat tangan dengan Yudha begitu juga sebaliknya, Alya juga berjabat tangan dengan Karin saja. Mereka berdua paham bahwa Alya dan Dion hanya mau bersalaman dengan lawan jenis hanya dengan keluarga saja dan teman sesama jenis. Yudha dan Karin pun paham bahwa mereka sangat berjaga jarak dengan yang bukan mahramnya.
"Kita tidak bisa berlama-lama ya Kak. Karena istriku sedang hamil anak kembar." Dion dengan senyuman memberikan informasi bahwa istrinya sedang hamil muda dan anak mereka kembar.
"Alhamdulillah, kamu hamil anak kembar Alya? Wah pasti sangat lucu saat lahir nanti ya?" Tanya Yudha.
"Iya Kak," ucap Alya dengan senyuman.
"Wah, semoga lancar ya Kak sampai persalinan nanti," ucap Karin.
"Terima kasih Kak Yudha dan Karin. Semoga kalian juga diberikan keturunan secepatnya."
"Aamiin......" Jawab Karin dan Yudha bersamaan.
Setelah menyalami kedua mempelai Alya dan Dion menikmati hidangan yang telah disediakan.
"Sayang kamu ingin anak kembar juga tidak?" ucapnya berbisik.
"Kakak ini apa-apaan sih kita masih di acara kok bahas soal anak."
"Ya tidak apa-apa sayang. Kalau kamu mau Kakak bisa berikan. Mau kembar 2,3,4 atau 5 sekaligus sayang?"
"Kak, anak berapanya itu Allah yang mengaturnya."
"Kamu lupa ya sayang kalau aku ini bekerja sebagai seorang dokter kandungan. Banyak loh ibu-ibu muda zaman sekarang yang konsultasi denganku ingin punya anak kembar."
"Kak, bahas soal anak nanti saja. Kita fokus ke acara resepsi pernikahan kita dahulu yang berjalan hanya sekali seumur hidup ini."
__ADS_1
Yudha mengangguk paham karena benar juga apa yang dikatakan istrinya. Pernikahan mereka hanya satu kali seumur hidup jadi harus fokus sekarang dengan acara resepsinya.