Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 97 - Dihatiku Cuma Ada Kamu


__ADS_3

Mereka akhirnya kini duduk di sofa sambil berbincang-bincang.


"Kak Yudha harus mendengarkan rekaman ini." Rey sambil menyerahkan hpnya.


Karin mengernyitkan keningnya bingung rekanan apa yang akan Rey berikan ke suaminya. Yudha mengambil hpnya dari Rey dan lalu memutar rekaman yang Rey tadi rekam. Isi dari rekaman tersebut adalah percakapan antara Karin dan juga Risa yang kira-kira isi dari percakapannya seperti ini :


"Karin, jika kamu bertemu dengan Kak Yudha apa yang ingin kamu katakan?"


"Aku ingin meminta maaf karena tidak memberitahu Kak Yudha bahwa aku sedang hamil kedua anaknya saat sudah sampai di Korea. Karena setahu aku Kak Yudha akan bertunangan dengan gadis pilihan Mamanya. Ternyata aku salah duga. Kak Yudha ternyata telah merobek surat itu dan mencariku selama ini."


"Iya Karin, Kak Yudha mencarimu dan sesuai yang kamu inginkan. Kita tidak memberitahu Kak Yudha dimana kamu berada."


"Aku sangat merindukan suamiku Kak Risa. Aku juga ingin bertemu dengannya. Kadang aku juga ingin seperti ibu hamil lainnya yang saat periksa kandungan ditemani oleh suami."


Setelah mendengar rekaman suara tersebut Karin hanya tersenyum kecut melihat ke arah Yudha. Kini Yudha langsung memegang pipi Karin.


"Sayang, maafkan aku. Aku sudah beberapa bulan ini mencari kamu tapi tidak ketemu juga. Maafin aku yang tidak menemanimu saat periksa kandungan."


"Tidak apa-apa Mas. Aku juga minta maaf karena telah menyuruh Kak Risa dan Kak Rey untuk tidak memberitahu keberadaanku dan juga aku tidak memberitahu kamu tentang kehamilanku. Karena aku belum sanggup untuk bertemu dengan kamu Mas. Aku tahunya kamu akan menikah dengan wanita pilihan Mama."


"Tidak sayang dihatiku cuma ada kamu. Aku tidak mungkin menikahi wanita lain."


Karin lega saat suaminya bicara seperti itu.


"Oh iya ini semua berkat Rey dan Risa, kita jadi bertemu dan tidak salah paham lagi. Kita harus berterima kasih sayang sama Rey dan Risa. Karena mereka telah mempertemukan kita kembali."


"Iya Mas," ucapnya dengan senyuman.


"Kak Risa dan Kak Rey terima kasih sudah mempertemukan kita kembali. Aku tidak tahu kalau sebenarnya Kak Yudha masih suamiku."


"Iya, terima kasih ya berkat kalian aku jadi tahu kalau istriku sedang hamil."


Risa dan Rey lalu saling memandang dan tersenyum.


"Kita sengaja tidak memberitahu Kak Yudha terlebih dahulu tentang kehamilan Karin agar Kak Yudha bisa melihatnya sendiri."


"Dan kami memberikan kejutan dengan mempertemukan kalian kembali agar kalian tidak ada salah paham lagi," ucap Risa dengan senyumannya.


"Terima kasih ya Kak Risa dan Kak Rey. Rencana kalian mendatangkan suamiku itu hal yang tak pernah aku duga." Karin bersyukur mempunyai sepupu seperti Risa dan juga suaminya. Mereka angkat baik kepadanya.


"Iya kami sangat berterima kasih. Karena kalian telah membuat kami bersama kembali," ucap Yudha dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Sama-sama, seharusnya kalian tidak perlu berterima kasih kepada kita. Karena kita ini keluarga jadi harus saling membantu," ucap Risa dengan tersenyum sambil memperlihatkan gigi putihnya.


Rey yang melihat Yudha bahagia dengan kehamilan Karin pun terbesit ide menjahili Risa.


"Sayang, kamu mau juga gak anak kembar? Nanti kalau kamu mau aku akan konsultasi dengan dokter kandungan yang bernama Yudha Sanjaya itu," ucapnya sambil melirik ke arah Yudha.


Yudha hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Rey. Sedangkan Risa membolakan matanya saat Rey bilang seperti itu.


"Tidak ya Rey! Dua anak sudah cukup. Kalau kamu mau anak kembar. Kamu yang hamil saja sendiri."


Yudha dan Karin langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Risa. Sedangkan Rey hanya mendengus kesal karena ide menjahilinya kini membikin dirinya kesal.


Malam telah tiba, kini Karin ingin memakan nasi goreng. Padahal tadi mereka sudah dinner bareng Risa dan Rey beserta anak-anaknya. Karin sedang duduk dan mengelus perutnya.


"Sayang, kenapa belum tidur? Ini sudah malam loh."


"Aku lapar Mas. Jadi tidak bisa tidur."


"Kamu lapar? Kamu ingin makan apa sayang?"


"Aku ingin makan nasi goreng. Mereka ingin makan nasi goreng buatan Papa Yudha," ucapnya sambil mengelus perutnya pelan.


"Iya, Papa buatin kita nasi goreng ya?" ucap Karin sambil menirukan suara anak kecil.


"Sabar ya nak. Papa akan masakin buat kalian," ucapnya sambil mengelus perut Karin pelan.


"Yuk sayang, ayo kita ke dapur."


"Iya Mas."


Yudha langsung menggendong Karin.


"Mas, kenapa menggendong aku?"


"Biar kamu tidak terlalu capek jalan."


"Astaga dari sini ke dapur jaraknya cuma berapa meter Mas."


"Sudah sayang, pokoknya kamu tidak boleh terlalu capek-capek."


Karin menurut saja. Yudha lalu berjalan ke arah dapur sambil menggendong Karin. Yudha lalu mendudukkan Karin di kursi. Karin memberikan petunjuk langkah demi langkah untuk membuat nasi goreng yang dirinya inginkan.

__ADS_1


Dengan segera Yudha menggunakan celemek yang sudah menggantung di cantolan. Yudha lalu dengan cekatan membuat bumbu nasi goreng dan mengiris beberapa bawang merah, sosis dan bakso untuk sayurannya hanya ada caisim. Setelah kira-kira lima belas menit kemudian masakannya sudah jadi. Yudha lalu meletakkan sepiring nasi goreng dan tak lupa atasnya ada telur mata sapi. Yudha lalu meletakkan nasi gorengnya tepat di depan Karin.


"Wah, sepertinya enak Mas."


"Ini pertama kalinya aku masak sayang. Mudah-mudahan saja memang beneran enak."


Karin lalu memasukkan satu sendok ke dalam mulutnya. Karin membolakan matanya saat sudah memakan masakan suaminya. Sangat enak sekali masakannya.


"Sayang kok ekspresimu seperti itu? Apa tidak enak nasi goreng buatan aku?" tanyanya penasaran.


"Ini enak sekali Mas. Bahkan sangat enak. Aku tadi hanya terkejut kamu bisa memasak nasi goreng seenak ini."


Karin lalu memakan nasi gorengnya dengan cepat.


"Sayang, pelan-pelan makannya. Nanti kamu bisa tersedak." Yudha memberikan saran untuk istrinya.


"Ini masih hangat Mas jadi harus cepat makannya. Kalau sudah dingin soalnya rasanya akan beda."


Yudha tersenyum ternyata kemauan ibu hamil seperti ini. Kalau sedang ngidam masakan suaminya.


"Masakan kamu juga enak sekali Mas. Makasih ya Mas sudah membuatkan aku nasi goreng seenak ini," ucapnya kembali.


"Sama-sama sayang. Apapun yang kamu mau akan aku berikan dan kamu tidak perlu berterima kasih kepadaku karena akulah yang harus berterima kasih sama kamu. Karena kamu sekarang sedang hamil kedua anak kita," ucapnya sambil tersenyum.


Yudha bahagia masakan pertama kalinya langsung disukai istrinya dan Karin begitu lahap memakan nasi gorengnya. Karin bersyukur mempunyai suami seperti Yudha. Kalau di rumah sakit suaminya menjadi seorang dokter. Tapi sekarang Yudha dadakan menjadi chef.


Kini Karin sudah kenyang dengan nasi goreng buatan suaminya.


"Sayang apakah kamu sudah kenyang?"


"Sudah Mas. Besok buatin lagi ya?"


Yudha mengangguk dan lalu tersenyum.


"Anak-anak Papa sedang ingin masakan buatan Papa terus ya? Besok Papa janji akan buatin lagi yang banyak," ucapnya sambil mengelus perut Karin pelan.


Karin tersenyum Yudha mengajak bicara kedua anaknya yang masih dalam kandungan. Mereka memang perlu perhatian dan kasih sayang dari Papanya. Setelah itu Karin menuju kamarnya kembali. Kini Karin bisa tidur nyenyak setelah ngidamnya terpenuhi. Sebelum tidur Yudha mengecup kening istrinya. Yudha bersyukur akhirnya bisa berkumpul lagi bersama istrinya ditambah kedua anaknya. Rasa bahagianya kini bertambah setelah mengetahui istrinya mengandung dua anak. Karin kembali hamil anak kembar. Yudha melihat istrinya yang sudah menuju ke alam mimpi. Pandangan Yudha beralih ke perut Karin.


"Anak-anak Papa selamat tidur nak," ucapnya lirih dan mengecup perut Karin sebanyak dua kali.


Yudha memegang perut Karin tidak berani mengelus karena nanti yang ada istrinya akan terbangun. Setelah itu Yudha lalu membaringkan tubuhnya di ranjang berukuran king size tersebut. Yudha lalu tidur dengan memeluk Karin. Malam ini adalah malam yang indah bagi mereka. Kini mereka bisa kembali bersama-sama lagi.

__ADS_1


__ADS_2